Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Berkumpul


__ADS_3

Setelah merasakan cahaya mentari memasuki kamarnya melalui celah-celah tirai jendela, rindu menggeliatkan tubuhnya dan mengerjapkan beberapa kali matanya untuk berinteraksi hari yang kian terlihat cerah.


Dengan langkah yang sedikit cepat rindu memasuki toilet yang ada di dalam kamarnya, tak lupa ia membawa perlengkapan untuk mandi. Hari ini rindu akan menghadiri rapat untuk menggantikan atasannya yang tak lain adalah kekasihnya sendiri. Kalau saja proyek resort yang dipuncak tidak mengalami sedikit masalah, herdy pasti akan yang mengendalikan rapat kali ini seperti sebelum-sebelumnya, ditambah ayahnya yang sudah beberapa hari ini juga sibuk dengan proyek baru membuat rindu mau tak mau harus turun tangan.


 


Diruang meeting semua peserta berdiri menyambut kedatangan rindu yang telah mereka ketahui sebagai pemimpin rapat kali ini. Semua kembali duduk setelah rindu mempersilahkan. Suasana yang terlihat sedikit lebih hangat disbanding dengan rapat yang dipimpin oleh herdy selama ini. Herdy bos yang terkenal sangat dingin dan galak kepada siapa saja, terkecuali pada kekasihnya yaitu rindu. Setelah memimpin rapat kurang lebih tiga jam lamanya dan tak jarang terdengar  beberapa kali terjadi pro dan kontra atas beberapa  pendapat dari para peserta rapat akhirnya rindu bisa bernapas dengan tenang karena rapat telah selesai dan mendapat masil yang seperti diharapkan oleh  para petinggi perusahaan.


Rindu melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya yang berada di lantai yang sama. Rindu mencoba meraih ponselnya yang bergetar menandakan ada yang menghubunginya dari dalam saku blezernya. Senyum manis yang terpancar dari wajahnya begitu jelas kala melihat siapa yang sedang menghubunginya itu, lalu segera menggeser ikon yang bewarna hijau di layar ponselnya,


“ya…”

__ADS_1


“lancer…” Tanya herdy membuka percakapan


“isshh.. kau tidakakah kau bisa menanyakan hal lain dulu, mungkin menenyakan kabarku?” berdecap kesal  namun tak mengurangi pancaran bahagia dari wajahnya.


” Oh maaf. Aku melupakannya”


“ Ternyata kau hanya mengkwatirkan perusahaan bukan diriku” sambal duduk di kursi kerjanya.


“ Bukan seperti itu sayang…maafkan aku. Aku yakin kekasihku sekarang dalam mood yang sangat baik, aku dapat melihatnya melalui monitor saat kau dengan hebat memimpin rapat, dan mampu mengalahkan beberapa pendapat dari petinggi lainnya, itu membuat aku bangga dan yakin.”


“ Aku ingin mendengar langsung dari dari mulut mungilmu itu” terdengar kekehan suara herdy yang sudah pasti sedang menahan gemas membayangkan bagaimana mulut kekasihnya itu saat ini. Herdy dapat membayangkan saat ini rindu sedang memajukan bibir mungilnya itu karena merasa terjahili olehnya.

__ADS_1


 


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, rindu bergegas merapikan beberapa berkas yang ada diatas mejanya dan mengambil beberapa benda pribadinya lalu memasukkannya ke dalam tasnya.


Rindu menatap beberapa ruang yang telah tiada berpenghuni karena ini memang sudah lewat dari waktunya pulang kantor. Dari penglihatannya ia hanya dapat menemukan beberapa orang pekerja kebersihan untuk membersihkan beberapa lantai ruangan kantor. Tampa ingin berlama-lama rindu melangkahkan kakinya keluar dari perusahaan ayahnya itu untuk segera pulang ke rumah karena sedikit rasa lelah memang rindu rasakan beberapa hari ini karena ia harus menghandel pekerjaan herdy secara langsung, namun itu tidak mengurangi semangat kerjanya untuk memberikan yang terbaik pada perusahaan milik ayahnya tersebut.


 


Rindu memasuki rumah tampa memperhatikan sekitarnya, kakinya hanya bergerak lurus melangkah maju ingin menaiki tangga menuju lantai 2 dimana kamarnya berada sampai terdengar sapaan dari orang yang begitu ia rindukan beberapa hari ini. Ya ayah dan ibunya sudah kembali dari luar kota untuk mengurus proyek baru mereka dan alangkat terkejutnya rindu saat menoleh kearah orangtuanya berada. Bukan hanya mendapati ayah dan ibunya, melainkan ia juga melihat ada kehadiran sahabatnya aichel  da rossa , dimana ia dapat melihat perut rossa yang sudah sangat membesar  karena usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke 8 tepatnya sudah 32 minggu itu. Dan jangan lewatkan disana juga terlihat sosok pria yang sangat ia kenal, herdy wardana putra pria yang mengisi hatinya saat ini. Pias pancaran rasa terkejut dan juga bahagia begitu terpancar dari wajah rindu, rasa lelah yang tadi dirasakannya hilang begitu saja setelah melihat orang-orang yang ia sayangi berkumpul dirumahnya.


Rindu berjalan kearah dimana semua orang terkasihnya berkumpul, mereka saling memberikan pelukan hangat melepas rasa rindu yang telah beberapa hari ini ia rasakan. Hampir seminggu ini ia hanya bertemankan dengan bi narsih dan bi oja.

__ADS_1


 


 


__ADS_2