
Di ruangan kerja, herdy sedang menginterpiu seorang pria yang akan menjadi asistennya itu secara langsung. Akibat bertambahnya kesibukan herdy dalam mengurus perusahaan sang mertua kini ia mencari asisten untuk mengurangi kesibukannya. Setelah beberapa orang yang telah keluar masuk dalam ruangan dingin itu akhirnya herdy mendapatkan seseorang yang sesuai dengan kriterianya. Ya herdy telah merekrut farel menjadi asistennya. Dengan kesigapan farel, herdy memintanya untuk mulai bekerja hari itu juga.
Rindu yang tengah sibuk memeriksa beberapa dokumen tak menyadari sepasang mata tengah memperhatikannya.
Farel melihat seorang wanita cantik yang duduk di sebrang ruangan herdy, farel yakin jika wanita yang dilihatnya adalah sekretaris sang atasan.
Farel terpesona melihat rindu yang tengah serius mengerjakan pekerjaannya, menambah kesan anggun rindu.
Sebuah meja kerja bertambah satu di sebrang meja rindu.
Rindu membalas uluran tangan yang ada di depannya dengan senyum yang begitu manis serta menyebutkan namanya.
"Semoga kamu bertahan menghadapi bos yang dingin itu.." ucap rindu pelan sambil menunjuk atasan dengan matanya.
"Pasti....dan selamat bekerja sama" farel tersenyum ramah.
Setelah dari perkenalan itu, rindu memberikan jadwal herdy kepada farel, membuat mereka kini sibuk dengan tugas masing-masing.
__ADS_1
Hari pertama kerja bagi farel kini telah selesai karena jam sudah menunjukkan pukul lima sore dan jadwal herdy kedepannya juga sudah dijadwal ulang oleh farel sehingga memudahkannya untuk menjalankan tugasnya di esok hari.
Farel menjadi asisten herdy dengan kesepakatan bersama, bahwa farel harus siap menjadi tangan kanan herdy, siap 24 jam saat di butuhkan.
Hari hari telah berganti. Farel dan rindu juga semakin akrab dalam bekerja sama. Begitu juga dengan herdy yang puas dengan kinerja sang asisten.
Akibat kesibukan belakangan ini membuat herdy dan rindu fokus pada pekerjaan masing masing sehingga tidak ada waktu bagi mereka untuk menghabiskan waktu bersama.
Hari ini herdy meminta farel untuk membooking meja di salah satu restoran mewah. Farel menjalankannya dengan baik ia merespasi sebuah meja di lantai atas yang menghadap ke seluruh pemandangan kota tersebut.
Hingga hari ini farel belum mengetahui hubungan rindu dan bosnya tersebut. Farel hanya mengira bosnya itu kini tengah dekat dengan rekan kerjanya itu.
Deheman sang bos menyadarkan farel dari pikiran yang tengah berada jauh dari dirinya.
"Bos.. saya akan mengambil mobil" farel sefikit berlari kecil menuju parkiran tempat dimana ia mamarkirkan kendaraan sang bosnya itu.
Setelah herdy dan rindu berada di mobil segera farel menginjak pedal gas meluncur meninggalkan restoran tempat itu.
__ADS_1
Selama di perjalanan farel hanya dapat mencuri pandang kepada dua insan yang terlihat begitu dekat itu dari cermin.
Herdy meminta farel menghantarkan mereka ke rumah setelah herdy memberikan alamat. Walaupun farel sudah bekerja kurang lebih satu bulan ini tapi baru kali ini herdy meminta farel untuk menghantarkannya pulang, itu semua akibat kesibukan pekerjaan belakangan ini.
"Apa sudah sedekat ini..?" tanya farel dalam hati setelah melihat dua orang tersebut turun dan masuk ke rumah yang sama.
Herdy meminta farel agar datang kembali menjemputnya pagi untuk berangkat ke perusahaan.
Farel menghilangkan segala tanda tanya yang ada di pikirannya. Ia hanya sedang berusaha agar menjadi asisten yang baik.
Rindu menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang berukuran king size itu. Beberapa hari belakangan ini rindu merasa tubuhnya terlalu gampang mudah untuk lelah. Herdy yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepala saja. Membiarkan istrinya menikmati sejenak. Hampir sebulan sudah mereka hanya tinggal bertiga di rumah itu bersama bi inah. ayah dan ibu rindu kini tengah berada di kota J.
Herdy yang baru selesai membersihkan tubuhnya melihat sang istri yang sudah terpejam sebelum membersihkan diri.
Entah mengapa herdy merasa belakangan ini rindu terlihat lain, biasanya ia tidak akan menyentuh tempat tidur sebelum membersihkan dirinya tapi belakangan ini ia kerap mendapati rindu yang tertidur sebelum membersihkan diri.
Seperti biasanya herdy selalu membantu istrinya itu untuk menggantikan pakaian saat ia tertidur. Dan untuk kesekian kalinya juga herdy menelan ludah secara kasar. Melihat tubuh rindu yang semakin menarik di beberapa bagian terlihat lebih berisi dari sebelumnya. Dengan susah payah herdy selalu menahan hasratnya untuk mencumbu sang istri karna tidak sampai hati untuk mengganggunya. Herdy melihat pentungan besar dan panjang memanggut dari balik boxer nya meminta untuk dipuaskan." Huhff...hari ini kamu bertugas lagi" melihat tangan dan menggerakkan jari jarinya. Dengan rasa putus asa herdy kembali memasuki kamar mandi melaksanakan senam lima jari untuk kesehatannya.
__ADS_1