Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Menikmati


__ADS_3

Emh....Suara desahan rindu mengisi ruang kamarnya. Kini cumbuan herdy telah berpindah pada telinga rindu yang sesekali menuruni leher rindu, jemari herdi juga tak kalah lincah dari lidah dan bibirnya, jemari herdy menyentuh gundukan kembar milik rindu sehingga membuat desahan-desahan nikmat memburu rindu.


Herdy yang sudah tidak tahan mulai menggoyang-goyongkan pinggangnya sehingga menyebabkan gesekan pada benda keras yang masih berada di balik celananya.


Jemari herdy kini telah masuk ke dalam baju rindu sehingga membuat rindu semakin mendesah terkena sentuhan aichel yang langsung di kulit dadanya itu.


Rindu merasakan betapa nikmatnya sentuhan kekasihnya itu sehingga ia larut semakin dalam. Herdy yang sudah tak kuat lagi menahan hasratnya lalu melepaskan baju rindu sehingga terlihat bra hitam yang menutupi gundukan putihnya. Dengan cepat herdy kembali melepas bra hitam rindu, herdy mengecup, menjilat dan *** payudara rindu dengan nafsu yang memuncak.


Rindu menutup mata menikmati hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Kini kecupan-kecupan herdy terus turun ke bagian perutnya yang membuatnya geli namun nikmat, tak lama herdy bermain disitu ia terus mengecup tubuh rindu sampai kini telah berada di bagian bawah pusat rindu. Walau masih mengenakan celana jeans namun kecupan herdy mampu membuat rindu menggelinjang nikmat.


Melihat reaksi tubuh rindu, herdy terus memberi kecupan di bagian sensitiv kekasihnya itu. Tangan herdy kini telah menurunkan celana jeans yang dikenakan rindu hingga tinggal celana dalam yang senada dengan bra yang ia kenakan tadi.


Herdy menanggalkan baju dan celana yang dipakainya hingga hanya menyisakan cd nya saja. Kulit mereka saling menyentuh dan tergesek sehingga membuat sensasi seperti mereka sedang disetrum oleh listrik tegangan tinggi.


Entah sudah berapa lama mereka bercumbu hingga membuat herdy tak dapat menahan lagi sehingga ia menghentikan kecupannya di gundukan lembut rindu. Herdy memeluk rindu erat dan mengucap kata maaf di telinga rindu.


Herdy melihat keluar dari ventilasi atas jendela ternyata hari sudah gelap.


Herdy terus memeluk rindu dan mendudukkan kekasihnya itu di bibir kasur.


"Sayang...saya minta maaf. Saya akan bertanggung jawab." masih memeluk tubuh rindu.


Rindu menjawab hanya dengan anggukan, tak terlihat rasa sesal ataupun marah di wajahnya. Rindu memeluk balik kekasihnya itu dengan erat dan mengecup bibir merah herdy.


Dilain tempat aichel sibuk mencari-cari rindu yang tak ia lihat batang hidungnya sejak pulang dari kantor tadi.


"Rindu keluar ya tan ?" menghampiri ibu rindu yang duduk diteras menunggu kepulangan suaminya.


"O iya mungkin rindu lupa ngasi tau kamu, dia ke puncak dengan herdy."


Mata aichel membulat mendengar perkataan ibunya rindu.


"Cuma bedua tan?" tanyanya lagi ingin tau.

__ADS_1


"Iyaa...mereka sedang liburan dan sekalian memantau pembangunan resort yang disana." mengucap dengan santai.


"Tapi tan...."


Belum lagi aichel selesai berbicara ibu rindu sudah menepuk bahu aichel sambil mengucap "Mereka sudah dewasa, tau mana yang bisa mereka lakukan atau tidak."


Aichel hanya bisa diam, tak ingin ia berbicara lagi.


"Dan. Tante percaya sama mereka" ucap ibu rindu sambil tersenyum mengetahui kekwatiran aichel kepada sahabatnya yang sudah seperti saudara.


"Iya tan...saya cuma kwatir tan"


"Tante tau....seandainya saja mereka berbelok, tante juga ga masalah...toh herdy pria yang baik dan bertanggung jawab."


Aichel kembali diam.


"Dan ai...kamu juga kan mendukung hubungan mereka. Tante juga ingin melihat rindu segera miliki keluarga sendiri sama sepertimu."


Aichel hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti ucapan tantenya itu.


Aichel mengambil smartphone yang ada di saku celananya dan menghubungi rindu melalui vidio call.


"Lo ngepain? kok lo ga bilang sih ke puncak ?" wajah yang kesal.


"Gue baru kelar mandi" berbohong dan menjauh dari herdy yang masih belum mengenakan pakaian.


"Herdy dimana ?" mencari tau.


"Di kamar sebelah." jawabnya dengan bohong lagi.


Herdy pun segera mengenakan pakaiannya dan keluar dari kamar.


"Muka lo kok merah bener sih ?" menatap dengan curiga.


Rindu pun bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"Rin...jawab gue!"


"Ya iyalah merah. Orang gue takut entar handuk gue jatuh, lo bisa lihat dong." ucap rindu.


"Ya udah... gue mau lihat kayak apa sih ruangan lo." ucap aichel yang ingin menyelidiki.


"Ich rese banget sich." ucap rindu sambil mengarahkan layar hp nya mengelilingi ruangan.


Untung herdy udah kabur, kalo gak bisa mampus gue ucap rindu dalam hati.


"Ya udah lo ganti gih, jangan lupa makan." ucap aichel mengakhiri vcnya.


Setelah berpakaian kini rindu yang menghampiri kekasihnya itu. Terlihat herdy berbaring di atas kasur dengan posisi telentang.


"Sayang...kita cari makan yuk, laper nich." membaringkan tubuh di samping herdy.


"Kita pake layanan kamar aja ya sayang...." membalik tubuh menghadap rindu.


"Ok. " Membalik tubuh sehingga kini mereka saling menatap.


"Ya udah, kamunya mau pesen apa?" Meraih telpon kamar hotel.


"Terserah deh, yang penting perut kenyang." mengusap perut yang datar.


Herdy pun memesan beberapa menu dan meminta untuk menghantarkan ke kamarnya.


Sepuluh menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari pelayan hotel yang menghantarkan makanan. Rindu dan herdy menikmati makan malam mereka dengan saling bermanja, sesekali rindu mendapat suapan dari herdy dan begitu juga dengan rindu yang lebih banyak menyuapi kekasihnya itu makanan.


Hari semakin larut malam, rindu dan herdy masih asyik mengobrol dan saling bermanja sambil menyaksikan acara talkshow di salah satu stasiun tv.


Rindu yang telah mulai mengantuk pun kembali ke kamarnya setelah mengucapkan selamat malam dan mengecup bibir merah kekasihnya. Mereka berdua kini terlelap dalam tidur yang berpisah kamar itu.


 


Hai guys....reader nya rindu....itu rindu, makin seru kan...tapi biar tambah seru bagi like and comen untuk author dunk...

__ADS_1


Author mau tau nichhh apa aja sih yang ada di isi kepala readers....kali-kali bisa dijadikan sebagai referensi rindu....itu rindu.


Thanks ya udah baca tulisannya author, untuk saran, kritik dan likenya author tunggu yaa...


__ADS_2