Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Aichel Rindu


__ADS_3

Sesampainya di lokasi rindu dan herdy melihat-lihat keadaan yang tengah sibuk menjalani kegiatan masing-masing. Seorang pria yang masih terlihat muda datang menghampiri mereka dengan membawa dua helmet untuk digunakan herdy dan rindu.


"Bagaimana, ada masalah?" sambil memakai helmet bewarna kuning.


"Sejauh ini semua lancar pak."


Herdy yang berjalan bersama rindu memasuki daerah kerja yang penuh dengan kebisingan dari beberapa mesin alat pembangunan.


Setelah selesai mengelilingi dan mengontrol, herdy dan rindu masuk ke salah satu gedung yang tak terlalu besar yang berada masih di area pembangunan tersebut.


"Mari pak, bu..." masuk ke salah satu ruangan yang berdinding kaca. Herdy dan rindu pun beristirahat di ruangan itu namun masih dapat melihat kegiatan pembangunan. Ruangan yang nyaman, adem dan tak berisik.


"Bapak dan ibu bisa mengontrol pekerja dari ruangan ini, disini juga bapak bisa melihat seluruh area lewat monitor ini pak" memperlihatkan rekaman yang ada di meja kerja ruangan itu."


"Ok. Saya suka dengan kinerja bapak yang terperinci, saya bisa melihat dari pemilihan ruang kerja bapak ini." ucap herdy kagum.


"Baik pak, silahkan bapak dan ibu istirahat disini saya akan kembali ke lapangan."


Herdy menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan pria yang ternyata adalah kepala pembangunan itu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Herdy meraih hp yang berdering di saku celananya. Dan menjawab panggilan vidio aichel terlihat di layar hp herdy.

__ADS_1


"Ya ai..?"


"Lo bareng rindu?"


"O..iya gue bareng rindu di proyek nih." berjalan mendekati rindu yang tengah duduk disofa.


"Rin...kenapa panggilan gue gak dijawab sih?"


"Gue ga denger, ni kita baru aja masuk ke dalam ruangan." sambil mengambil hp dari dalam tas slempang yang telah ia letakkan di meja.


"Lain kali lo ga boleh abaikan panggilan gue." mengancam.


"Iya...bawel banget sih lo." "O iya...lo gak ngantor nich ceritanya?" penasaran melihat herdy berada di restoran.


Rindu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda ia mengerti.


"Lo berdua kapan balik?"


"Belum tau ni ai...soalnya pembanagunan disini tu masih perlu pengawasan, entar kalo udah baca laporan kerja disini pasti kami kembali" jelas herdy.


"Ok. Lo berdua hati-hati disono, lo her jagain rindu. Awas ya kalo lo berani macem-macem." mengancam namun masih memberi senyum.

__ADS_1


"Apaan sih...-"


"Siap boss. Saya akan menjaga wanita yang disamping saya ini." mengecup kening rindu.


"Eh...berani lo ya, awas kalo lo berani ulangi lagi." muka merah.


"Iya...." tersenyum. "Abis rindu lo ini buat gue meleleh sih."


Rindu menyubit lengan herdy sedangkan aichel hanya menggeleng saja dari sebrang sana.


"Ya udah gue balik kantor lagi ni.Bye." mengakhiri panggilan.


Herdy kembali menaruh hp ke dalam sakunya. "Saya heran deh sayang, tu si aichel lebih protektif lagi di banding sama pak rayhan jagaain kamu."


"Aichel emang gitu orangnya, mulai dari kecil kan emang dia yang jagain aku, apalagi kalo ayah dan ibu gda di rumah kami tu ya kan cuma berdua aja." mengingat kembali masa kecilnya.


"Iya deh...tapi saya kan cemburu banget." mengacak rambut rindu.


"Sayang....kan kamu tau aichel itu gak mungkin.... lagian kan kamu juga tau dianya udah punya ocha." merapikan rambut.


Herdy memeluk rindu yang tengah terlihat kesal.

__ADS_1


Roy...memasuki ruangan setelah mengetuk pintu tersebut dengan membawa beberapa minuman dan bungkusan makanan.


Herdy, rindu dan roy yang merupakan karyawan menjabat kepala pengawas pembangunan tersebut pun makan bersama di ruangan itu.


__ADS_2