Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Barbeque


__ADS_3

Akhir minggu yang ceria bagi rindu, dimana hari ini adalah hari yang begitu membuatnya bahagia. Bagaimana tidak, semua anggota keluarganya kini tengah berkumpul, ayah, ibu, mama mertua, keluarga besar aichel juga dan tentu saja menghadirkan asisten farel seksi sibuk yang selalu mengerti akan bosnya itu berada disana . Mereka semua mengucapkan selamat kepada rindu dsn herdy atas kehamilan rindu yang memasuki 12 minggu usia kehamilannya. Walaupun sebenarnya sudah memasuki trimester dua tapi tetap saja rindu masih merasakan ngidam kepingin sesuatu, begitu juga dengan herdy yang masih merasakan mabuk saat saat tertentu tidak separah sebelumnya yang terlalu mabuk jika mencium bau yang menyengat baik dari makanan atau pun dari wewangian.


Ellisa sibuk membantu farel yang sedang melakukan barbeque. Sesekali terdengar keributan dari mulut mereka, ellisa yang bersifat bar bar sedangkan farel yang bersikap cuek dan dingin sudah ketularan si bos yang tak lain adalah herdy.


Kumpulan keluarga besar itu menikmati suasana yang begitu meriah penuh dengan canda dan tawa apalagi kini adryan putra aichel sudah mulai berjalan dengan terseok menambah hiburan bagi mereka semua.


Ocha terlihat begitu telaten mendampingi pertumbuhan kembang baby boy nya itu, dia masih belum kembali ke dunia kerja semua masih diurus oleh aichel yang bertambah sibuk mengurus dua perusahaan sekaligus. Sedangkan rindu sudah tidak diijinkan lagi masuk kantor oleh herdy dan ayahnya.


Herdy sendiri sudah tidak diijinkan lagi pergi ke luar kota semenjak pak rayhan mendengar berita kehamilan putrinya itu. Ia meminta agar herdy lebih memperhatikan dan mengurus rindu selama kehamilannya. Dari semua kejadian itu farel sang asisten yang akan terus menjadi tumbalnya. Semenjak kehamilan rindu membuat sang bos dinginnya itu jarang masuk kantor al hasil farel lah yang menghandle semuanya tak jarang farel menginap di rumah besar kediaman pak rayhan hutama.


Hari sudah semakin larut, para orang tua dan baby boy aichel sudah tertidur di kamar masing masing. Namun masih menyisakan kumpulan muda menikmati udara malam yang kian mendingin itu, aichel bersama sang istri, begitu juga pasangan pemeran utama herdy dan rindu di tambah dua orang manusia yang tidak pernah akur siapa lagi kalau bukan ellisa dan farel. Kelakuan dua orang yang berbeda pandangan ini menjadi hiburan bagi kedua pasang suami istri yang disana.


"Tidak usah cerewet, habiskan saja makanan kamu.." sambil membalik balik daging di atas pemanggang.


"Hai...aku hanya bilang, itu sudah matang kau membuat semuanya menjadi hitam" sambil memilih milih potongan daging yang sudah matang.


"Kalau suka makan saja, kalau tidak ya tidak usah di makan."


"Kau...errghh..." kesal dan meninjukan kepalan tangan di udara.


Herdy hanya menggelengkan kepala melihat keributan yang terus saja berlangsung itu.

__ADS_1


"Sudah ... sudah... kalian bagaikan tom and jerry saja berdua." rindu heran melihat keduanya terus saja beradu mulut.


Aichel dan ocha sibuk menikmati sajian daging yang telah di bakar itu, tampa beragumen menganggap suara perselisihan itu adalah hiburan bagi mereka.


Setelah rindu menghabiskan beberapa potong daging yang ada di atas piringnya rindu berpamitan untuk masuk ke dalam rumah karena sudah merasakan dingin yang begitu ngilu. Setelah kepergian rindu ocha dan ellisa juga menyusul menyisakan sekumpulan pria dewasa disana di tambah kedatangan pak ujang yang baru saja ikut bergabung.


Udara semakin terasa ngilu namun perkumpulan lelaki itu masih bertahan dengan cengkrama dan terkadang terdengar gelak tawa yang begitu meriah dari sana.


Rindu yang terbangun dari tidurnya masih belum mendapati sang suami yang berada di sampingnya. Rindu memutuskan untuk keluar melihat keberadaan herdy.


Herdy yang menyadari kedatangan rindu langsung berjingkat mendekat pada sang istri dan meninggalkan perkumpulan pria itu tampa pamit sepatah kata pun.


Aichal yang melihat pun mengejek sepasang suami istri itu dengan candaan. "Hai.. suami takut istri, kita belum selesai...kembali..." teriak herdy.


" Dasar.... " ucap aichel kesal ditinggal begitu saja.


Farel hanya diam menatap kepergian sang bos dinginnya itu sambil menempatkan daging daging yang telah matang ke atas piring.


"Sudah larut den...sebaiknya kita juga beristirahat." ucap mang ujang pelan pada aichel.


Aichel akhirnya berjingkat juga meninggalkan tempat itu menyusul istrinya ke dunia mimpi atau ke ranjang hangat.

__ADS_1


Itu hanya aichel yang tau....jangan di kepoin yah...


"Bapak...istirahat saja duluan. Saya masih mau duduk dulu sebentar disini." ucap farel pada mang ujang penuh rasa hormat.


"Iya...saya tinggal nak farel ya, mari nak bapak duluan."


Farel menganggukkan kepalanya tanda menyilahkan mang ujang untuk beristirahat lebih dulu.


Farel menikmati malam yang begitu jarang terjadi padanya. Semenjak ia memutuskan untuk menjadi asisten sang bos dingin itu disitulah dia kehilangan seluruh waktunya untuk bersantai. Satu menit waktu yang terlewat itu begitu beharga sehingga ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.


Jam tengah menunjukkan 02.20 wib dini hari waktu setempat. Farel masih menikmati sekaleng soda yang berada di tangannya. Hingga farel merasakan seseorang kini tengah datang dan duduk bersebelahan dengannya.


"Kau belum tidur...?" ucap ellis sambil men diangkan telapak tangannya di atas bara api.


Farel menoleh sekilas tampa ingin menjawab.


"Hai kau tuli ya..." menatap farel kesal. "Aku sedang berbicara padamu manusia dingin.."


"Kamu kan lihat, saya masih disini, mata saya masih terbuka lebar." ucap farel kesal sambil membesarkan matanya melihat ellis.


"Cih... kau ini, sama saja seperti kakak. Dingin." Ellisa kesal dan meninggalkan farel kembali sendiri.

__ADS_1


"Ck.." Farel menatap punggung gadis cantik itu semakin menjauh darinya.


__ADS_2