
Di dalam ruangan yang cukup luas, mereka kini semua berkumpul dengan perasaan yang sangat bahagia dengan bertambahnya anggota baru dalam keluarga besar itu.
Baby boy itu menjadi rebutan semua anggota keluarga.
Aichel yang duduk diatas bangkar menemani istrinya pun terlihat sangat bahagia, kini ia telah menjadi orangtua, dan wanita yang tengah tertidur disampingnya itu adalah wanita yang merupakan sangat beharga di dalam dirinya. Setelah melihat perjuangan ocha untuk melahirkan putranya dan yang selama sembilan bulan ini rela mengalami perubahan bentuk tubuh yang mungkin entah kapan akan kembali atau tidak akan, namun aichel tidak mempermasalahkan semua itu. Aichel hanya tau kini istrinya itu tidak dapat tergantikan oleh siapa pun, ia memiliki peran tersendiri di dalam hati aichel.
Tangisan baby boy terdengar sangat menggemaskan bagi anggota keluarga lainnya. Tangisan yang seperti syair lagu dapat menghibur dan menumbuhkan rasa bahagia bagi mereka.
Hari telah berganti, cahaya mentari pagi menyinari ruangan itu melalui jendela kaca yang ada di ruangan itu, langit terlihat lebih indah di pagi yang cerah. Sejauh mata memandang terlihat bentangan biru yang luas dan sedikit goresan awan putih.
Mama aichel dan ibu rindu sibuk mengemasi barang-barang ke dalam tas, mereka begitu bahagia karena hari ini menantu beserta cucu mereka akan pulang ke rumah, berarti mereka bisa puas dan terus bersama baby boy, karna dirumah sakit mereka hanya bisa bersama baby boy jika hanya waktu perawat menghantarkan baby untuk menyusu.
Diperjalanan pulang rindu meminta herdy untuk berhenti di sebuah toko yang menjual segala perlengkapan bayi.
Rindu dan herdy memilih banyak pakaian dan juga kebutuhan lainnya untuk diberikan kepada keponakannya itu. Satu troli besar yang didorong herdy menuju kasir telah penuh dengan perlengkapan bayi.
__ADS_1
Di rumah aichel suasana bahagia jelas terlihat, apalagi bi oja baru kali ini melihat bayi tampan aichel yang menggemaskan membuat bi oja ingin terus memandang dan menggondong bayi itu.
Semua mata tertuju pada sosok Rindu dan herdy masuk ke dalam rumah aichel dengan tangan yang penuh membawa banyak barang belanjaan.
" Abis ngeborong kamu? banyak amat belanjaannya?" Ayah menggeleng-gelengkan kepalanya karna merasa kaget dengan bungkusan yang begitu banyak itu.
" He'emh..." meletakkan semua bungkusan di atas karpet dan duduk di samping ayahnya.
Herdy juga melakukan hal yang sama namun ia memilih duduk di kursi singel di sebelah rindu.
Namun dua pasang mata yang tak lepas memperhatikannya.
"Ini herdy, dirut di kantor utama, kalian ingatkan? dan dia adalah calon menantuku." ucapnya menjawab rasa penasaran kedua sahabatnya itu.
Rindu yang mendengar ucapan ayahnyapun tersenyum, begitu juga dengan herdy memberikan salam kepada orang tua aichel.
__ADS_1
"Pantas saja, karena dari kemaren mereka terus bersama saat datang ke rumah sakit." ucap mama kinar tersenyum manis.
Setelah mengetahui status herdy kini, mereka kembali bercerita dan bercengkrama sesekali terlihat dua keluarga besar itu tertawa kuat. Saat ini wajah herdy dan rindu di buat merah oleh aichel yang terus mengatainya lemah karna belum mampu membawa rindu ke pelaminan. Rindu melempar bantal ke arah aichel kesal dengan ucapannya yang sengaja mengejek sepasang kekasih ini.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam delapan malam, herdy pamit kepada semua untuk pulang.
Rindu yang berniat mengganti pakaian pun sekalian menghantarkan herdy ke halaman rumah.
"Awas kalian jangan curi-curi kesempatan" aichel menggoda sepasang kekasih itu kembali sambil menaik turunkan alisnya.
"Diam.." teriak rindu.
Sedangkan orangtua yang berada di situ hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabat yang telah seperti keluarga ini.
Di halaman rumah tepat disamping mobil herdy kini mereka berada. "Kapan kita akan mewujudkan impian mereka. hemm?" sambil merangkul bahu rindu.
__ADS_1
Rindu tak menjawab pertanyaan herdy, namun rindu membalikkan badannya untuk memeluk, lalu mengecup sekilas bibir seksi herdy.
"Kau menggodaku, hemm?" tangan herdy menahan kepala rindu agar tak melepas ciumannya. Herdy ******* bibir mungil nan merah itu penuh dengan gairah dimana telah ia tahan sejak dari dalam rumah aichel tadi.