Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Aichel & Rosha Wedding


__ADS_3

2 Minggu kemudian


Pekarangan rumah aichel dan rindu disulap bak istana negri dongeng. Rindu memang sengaja memilih pekarangan rumah mereka sebagai tempat pernikahan aichel dan ocha. Menurut rindu, itu menjadi pilihan yang tepat karna ia tak ingin menghabiskan banyak waktu untuk memilih banyak gedung dan belum lagi mencocokkan dengan desainnya.


Di dalam kamar rindu terlihat ocha yang sedang panik menjelang akad tersebut.


"Gue bahagia banged cha.." memeluk sahabatnya itu.


"Iya rin...gue juga, tapi gue deg..degan...rin"


"Semua orang pasti mengalami hal yang sama cha" mengelus lembut pundak ocha.


Tok...tok... terdengar ketukan dari luar kamar rindu.


Rindu pun melepas pelukannya dan bejalan ke arah pintu kamarnya. Rindu membuka pintu dan melihat ternyata herdy yang terlihat sangat tampan dengan penampilannya mengetuk pintu kamarnya itu.


"Acara bentar lagi mulai rin.."


"Ok. kami siap kok buat turun." ucap rindu sambil menatap ocha yang terlihat sangat cantik hari ini.


Ditaman terlihat sudah terlihat begitu ramai tamu undangan mereka, dan sahabat mereka mulai dari SMA sampai kuliah juga sudah terlihat sibuk membantu acara.


Keisya, nikita, siska, panji, tyas, dan wisnu terlihat tengah sibuk menyambut tamu. Sahabat -sahabatnya itu memang jarang sekali keliatan akibat kesibukan mereka namun di acara aichel dan ocha mereka berjanji akan ikut sebagai orang yang turut ikut menyukseskan acara.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, ini berarti akad akan segera dilaksanakan, semua tamu sudah duduk dengan rapi ingin mengikuti proses ijab kabul aichel dan ocha.


Terlihat aichel yang tengah duduk berhadapan dengan pak kali sebagai perwakilan orang tua ocha. Papa ocha kini tengah sakit dan ia mewakilkan pernikahan anaknya itu, namun tentu saja ia tetap mendampinginya begitu juga dengan mama ocha.


Terdengar suara aichal yang mantap mengucap kalimat Qabul, hanya dengan sekali ucap saja saksi dan para tamu serentak mengucap syah.


Aichel dan ocha kini resmi menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


Semua para tamu undangan tengah menikmati hidangan, namun tidak dengan rindu dan herdy mereka sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya.


Herdy menambah daftar teman lagi, ya herdy sudah berkenalan dengan siska, panji, tyas dan wisnu. Untuk keisya dan nikita sudah kenal waktu acara barbeque di rumah rindu.


Semua tamu dan para sahabat pun mengucap kan selamat pada pasangan baru itu. Terpancar wajah bahagia dari semua orang yang memenuhi tempat itu.


Hari sudah mulai sore dan para tamu undangan pun telah banyak yang meninggalkan kediaman mereka. Aichel dan ocha memang sengaja menggelar akad langsung ke resepsi karna alasan kesehatan papanya. Papa ocha diponis gagal ginjal, itu yang membuatnya ingin melihat ocha menikah, sudah oprasi ginjal namun itu masih membuat papanya merasakan sakit, cuci darah yang terus menurus juga tidak dapat memberi ketahanan yang lama pada papanya.


Terlihat mama ocha mendorong kursi roda papanya masuk ke kediaman aichel untuk beristirahat, begitu juga dengan orang tua aichel dan rindu menyusul di belakangnya.


"Ni hadiah gue buat lo berdua." ucap herdy menyerahkan amplop putih pada aichel.


"Thanks dy..." membuka amplop dan menyipitkan matanya saat mengetahui isinya.


"Gue sengaja g isi tanggalnya, gue kan g tau kapan lo berdua siapnya." ucap herdy sambil menaik turunkan alis matanya pada aichel.


"Kita sepakat mau memulainya dari awal, mungkin kami akan coba pacaran dulu.." senyum aichel dan ocha.


Tamu sudah seluruhnya meninggalkan kediaman mereka. Aichel, ocha, rindu dan yang lainnya pun masuk ke dalam rumah, tak habis-habisnya para sahabatnya itu menggoda mereka.


"Udah ganti aja nih..." seru nikita menyenggol keisya.


"Udah donk...secara uda malem gini lo aja yang ga sadar ga pulang- pulang." balas keisya lagi menggoda pengantin baru itu.


"Apaan sih lo pada." timpal aichel yang wajahnya memerah.


"Ai.. lo kalo ga tau caranya boleh lah lo tanya gue.." seru panji.


"Gila lo yah...jangan buat gue malu napa " menjitak jidat panji yang tengah melinggarkan dasinya.


"Gue bisa pinjemin lo kaset pembelajarannya koq ai kalo lo mau."

__ADS_1


Wisnuu...sontak mereka serentak tak percaya pada sahabatnya itu yang mulai kelihatan nakalnya.


Semua tertawa melihat wisnu mengucek rambutnya berubah jadi membodoh ketahuan nakalnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam mereka pun sepakat untuk istirahat, herdy, wisnu, panji, siska dan tyas ijin pamit pulang, tidak untuk keisya dan nikita yang memutuskan nginap di rumah rindu.


Aichel keluar dari kamar mandi dan melihat ocha yang tengah duduk di bibir ranjang king sizenya itu.


"Istirahatlah cha..." duduk di sebelah ocha.


"Kamu juga ai... pasti kan udah lelah. " sahut ocha menatap aichel.


"Maaf chaa...kita harus mulai dari awal"


"Gapapa ai...saya bahagia."


Cup...aichel mengecup kening ocha dan mengajaknya tidur.


Aichel pun memeluk ocha tidur. Tidak ada hal romantis yang mereka lewatkan pada saat malam pertama.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat sepuluh menit, aichel terbangun dari tidurnya dan tak mendapati ocha disampingnya. Aichel turun ke bawah ternyata ia melihat keluarganya tengah asyik berbincang di meja makan.


Papa aichel yang menyadari kehadiran anaknya itu pun memintanya untuk bergabung dengan mereka.


Semua keluarga menikmati sarapan paginya begitu juga dengan keluarga rindu, keissya dan nikita yang ikut sarapan bersama.


"Wihhh...pengantin baru cepat juga bangunnya yak?!" ucap keisya tertawa melihat aichel yang masih berwajah kusut.


"Berapa ronde ?? " tanya nikita polos yang membulatkan maya aichel dan ocha, sontak seisi rumah tertawa mendengar ucapan nikita itu.


Aichel dan ocha pun menunduk malu.

__ADS_1


Hari ini adalah hari minggu mereka semua berkumpul di rumah aichel, masing masing punya kesibukan sendiri. Mulai dari mengotak ngatik hp, membantu bik ojah di dapur dan mengobrol dengan yang lainnya.


__ADS_2