Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Herdy Cemburu


__ADS_3

Sesampainya di pekarangan rumah pak rayhan hutama herdy memarkirkan mobil dan menurunkan koper milik rindu.


Betapa kagetnya herdy yang melihat rindu berlari ke arah rumah aichel. "Dasar gadis nakal, bukannya bantuin tapi malah ditinggal nemuin pria lain. Huff..." ucap herdy.


Herdy masuk ke dalam rumah rindu dan mendapati ibu rindu yang tengah menonton tv. "Tante di rumah?" duduk disamping ibu rindu.


"Kalian sudah pulang?, rindu dimana?" melihat ke arah luar namun tak melihat rindu.


"Rindu sedang ke rumah aichel tan."


"Dasar ini anak, saya ibunya aja belum keyemu sudah mencari aichel." kesal. "Nak herdy...tante harap kamu jangan salah paham terhadap rindu ya" mengelus bahu herdy.


"Iya tan...saya tahu kok."


"Ya udah tan saya pamit mau ke kantor mumpung masih siang."


"Kamu ini kan masih libur, kenapa harus sama seperti ayahnya rindu yang menggilai pekerjaan sih?!" menggeleng-gelengkan kepala.


"Ga apa-apa tan... bosen juga." meninggalkan rumah rindu.


Disepanjang jalan herdy memikirkan rindu, ia berpikir kenapa bisa gadisnya itu sangat kwatir terhadap pria lain.


Herdy memutar lagu mencoba untuk melupakan kekesalannya terhadap rindu.


Setibanya di kantor herdy langsung saja memasuki ruangannya dan para karyawannya terlihat cukup heran dengan kehadirannya dikantor, karena beberapa divisi mengetahui hari ini masih hari libur untuk bos dingin itu. Wajah datar dan dingin herdy membuat beberapa karyawan menjadi takut untuk bertatap muka dengannya.

__ADS_1


Pak Rayhan berjalan ke bagian personalia dan tiba-tiba berhenti tepat di depan ruangan herdy, karna mendengar seperti ada suara seseorang di dalam ruangan itu, merasa tak percaya pak rayhan membuka pintu ruangan itu. "Herdy...." kaget.


"Bapak -" herdy kaget karna melihat pak rayhan tiba-tiba ada di dalam ruangannya.


"Maaf.. nak herdy, saya tidak mengetuk pintu terlebih dulu, karna saya tak yakin kalau suara yang saya dengar tadi itu adalah kamu."


"Maaf pak saya tidak bermaksud untuk membuat bapak salah paham."


"Bisa kamu jelaskan?"


"Bisa pak." Herdy menjelaskan kenapa kini ia berada di kantor saat masih jadwal libur untuknya dan rindu.


"Bapak minta maaf untuk kelakuan rindu." menepuk pundak herdy dan tersenyum.


Herdy hanya menganggukkan kepala membalas ucapan ayah kekasihnya itu yang tak lain juga adalah bosnya.


"Kenapa mesti malam ini." ucap herdy dalam hati sambil mengusap kasar wajahnya. Herdy hanya tak snggup jika ia melihat rindu masih menemani aichel malam ini, sepertinya hati herdy tak ikhlas jika perhatian rindu seluruhnya hanya untuk aichel.


Herdy yang sedang dilanda cemburu tidak dapat mengontrol emosinya. Setelah mondar-mandir di depan meja kerjanya herdy memutuskan untuk pulang ke rumahnya untuk beristirahat dan melupakan pikiran-pikiran negatifnya. Sepanjang jalan herdy dalam gedung tinggi itu hanya memasang wajah datar dan dingin membuat karyawan tertunduk takut menyapanya. Sudah beberapa minggu ini karyawan tidak melihat wajah datar dan dingin itu tapi hari ini kembali mereka merasakan hawa yang sangat dingin dan mampu membekukan sesuatu dengan mudah.


Rindu masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk. Mata rindu menatap jauh seakan dapat menembus langit-langit kamarnya. Rindu mengingat yang telah terjadi antra dirinya dan herdy ketika berada di puncak.


"Mengapa aku bisa jadi seperti ini?" ucap rindu lirih pada dirinya.


Tok..tok... Suara ketukan membuyarkan lamunan rindu. "Masuk" ucap rindu yang masih berbaring di atas kasurnya.

__ADS_1


"Non...ibuk dan bapak sudah menunggu buat makan malam di bawah non. Rindu hanya menganggukkan kepala dan bergegas mengikuti mbok narsih keluar dari kamarnya.


"Sayang...kamu kok mukanya di tekuk gitu?" tanya ayah rindu.


"Rindu cuma sedikit lelah aja kok yah" sambil duduk.


"Jangan bilang kamu dan herdy sedang ada masalah ya." sambil mengambil air minum. "Tadi di kantor herdy juga kelihatan murung sekali." sambung ayah rindu.


"Apa. Herdy tadi ke kantor yah?" mata rindu membulat karna kaget mendengar herdy pergi ke kantor.


Di kediaman herdy.


"Ma...." duduk disebelah mamanya.


"Ada apa ini?, dari pulang tadi wajahnya itu kok ditekuk sih, bukannya bahagia abis liburan sama nak rindu." mengelus pundak herdy dengan lembut.


"Herdy mau ngelamar rindu ma.." tampa melihat ke arah mamanya.


"Bagus...tapi kenapa kamu seperti tidak bahagia?"


"Herdy bahagia maaa...cuma herdy kesal sama rindu. Kami baru aja tiba di rumah pak rayhan, belum juga herdy turun dia sudah berlalu pergi untuk melihat aichel."


"Kamu cemburu. Dengan keadaan yang seperti ini kamu tidak boleh mengambil keputusan. Mama heran kemana anak mama yang selalu bisa mengatasi masalah, cuek dan selalu berpikir tenang."


Herdy meletakkan kepalanya di atas pangkuan ibunya. Sikap manja herdy pada ibunya memang tak pernah hilang walaupun ia dingin di luar.

__ADS_1


---------kasih like dan komen ya


__ADS_2