
Herdy tampak terlihat sudah rapi, wajah yang berseri bahagia. Ia menghampiri kamar rindu dan mengetuk pintu kamar itu, hampir lima belas menit herdy menunggu sambil duduk di kursi teras kamar itu.
Rindu yang membuka pintu lalu menghampiri herdy yang tengah sibuk memainkan ponselnya.
"Udah lama kamunya ?" duduk disebelah herdy.
"Lima belas menit." memasukkan ponsel ke dalam sakunya. "Hari ini kita liat ke lapangan ya, kalau kamu lelah kamu boleh istirahat saja, saya takkan lama."
"Aku ikut dech...kan sekalian juga jalan-jalan."
"Ok."
"Kita sarapan dimana nich ?"
"Dimana yang bisa buat kamu nyaman aja sayang" menarik hidung rindu.
"Masih pagi, jangan ngajak ribut dech.." seru rindu melepas tangan herdy dari hidungnya.
"Kalau ngajak bermesraan gimana? "
"Ichh....mulai dech. Aku sih heran liat kamu, di kantor terkenal begitu dingin tapi ini kok genit banget sih."
"Karna kamu sayang." mengedipkan sebelah mata.
"Tu kan... Buruan dechh perut aku keroncongan nich." menarik tangan herdy berdiri.
__ADS_1
Herdy pun berjalan mengikuti rindu dari belakang hingga mereka tiba di bagian resto resort itu.
Mereka mengambil sarapan yang telah disediakan oleh pihak hotel.Tempat mereka menginap adalah sebuah hotel bintang lima yang menyediakan resort juga salah satu rekan bisnis perusahaan ayah rindu.
Sambil menikmati sarapan, mereka berbincang dan bercanda tertawa bersama, wajah tampan herdy begitu serasi dengan wajah cantik rindu. Banyak pasangan mata yang menoleh ke arah mereka walau hanya sekedar terpesona, kagum dan bahkan mungkin ada yang iri dengan keserasian mereka.
"Maaf dy..., saya bukan bermaksud untuk membuat jarak antara kita..."
"Soa tadi malam" herdy memutus ucapan rindu. Rindu pun menganggukkan kepalanya.
"Saya minta maaf ya sayang..., tidak seharusnya itu terjadi." memegang tangan rindu.
"Iya...aku juga minta maaf sama kamunya." balas rindu dengan senyuman tulusnya.
Mereka tertawa bersama tak ada beban bagi mereka yang telah sadar dari hilaf mereka.
"Jadi cuma mau jagain aja nich...sama seperti aichel, gitu ???" ejek rindu.
"Ya bedalah sayang, kalau aichel kan jagain kamu dengan posesif kalau saya bakal jagain melindungi plus memiliki untuk seutuhnya." mengecup kening putih rindu.
Selesai mereka sarapan mereka pun langsung menuju parkiran dan naik ke mobil lalu melaju pergi jauh.
Sepanjang perjalanan herdy menggenggam erat tangan kekasihnya itu, walaupun berulang kali rindu memperingatkannya untuk mengemudi dengan benar tapi tak herdy pedulikan. Cinta herdy pada rindu seakan membuatnya tak ingin berpisah walau hanya sekejap saja.
"Sayang kenapa sih kamu mau pacaran sama aku??" melihat herdy yang sedang fokus mengemudi.
__ADS_1
"Karna jiwa dan raga saya tercipta untuk kamu sayang." senyum tampan.
"Serius loh..."
"Iyaa.... kamu tau kan bagaimana saya bersikap menghadapi orang-orang di kantor maupun di luar sana, terlebih para wanita." ucap herdy serius.
"Emm...saya tau....." menganggukkan kepala.
"Kamu lebih dingin dari es batu" sambung rindu.
"Saya juga masih bertanya, mengapa hati ini menjadi hangat saat melihatmu, bahkan darah ini berubah menjadi magma yang siap menyemburkan lahar panas saat melihat kamu tersenyum."
Rindu hanya mendengarkan herdy dan menatap haru kebahagiaan kekasihnya itu.
"Dan yang perlu kamu tau.. ini tak terjadi disaat saya bersama dengan wanita lain. Dulu saya pernah mencoba mendatangi club malam dan duduk dengan wanita-wanita penghibur yang nyaris tak berpakaian namun tak sedikitpun hasrat saya timbul yang ada. Yang ada saya memakin jijik dan ngeri untuk berada disitu hingga akhirnya saya memutuskan pergi dengan meninggalkan seluruh uang yang ada pada dompet saya sebagai tip bagi mereka.
Rindu memeluk herdy dari samping, rindu tak sadar air matanya menetes mendengar ucapan kekasihnya yang membuatnya jadi mellow begini. Herdy mengecup kening rindu sambil terus mengemudi.
"Kamu sendiri kenapa bisa nerima saya??" tanya herdy membuang kesedihan.
"Karna kamu tampan."
"Yaa... saya memang tampan." rasa percaya diri yang kuat. "Hanya dengan ketampanan wajah saya saja ??" menatap penasaran.
"Yang pastinya aku tu merasa nyaman saat ada di dekat kamu dan tak aku pungkiri, jantungku berdetak sangat kencang saat berada di dekatmu."
__ADS_1
"Saya ingin menua bersama kamu, dan saya akan memberikan yang terbaik dari seluruh kemampuan saya." mengecup punggung tangan rindu yang wajahnya memblushing.
Herdy kembali fokus pada jalanan sedangkan rindu membaca novel online dari hpnya.