Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Kepulangan Ayah dan Ibu Rindu


__ADS_3

Rindu duduk bersandar pada headboard kasurnya. Ia merindukan ibu dan ayahnya yang pergi sudah tiga minggu lamanya. Rindu meraih hp yang ada di dekatnya lalu memilih daftar kontaknya. Terlihat rindu sedang mencoba menghubungi ayahnya untuk kesekian kaliya. Rasa cemas dan kwatir terlihat jelas di wajah rindu. Terdengar suara panggilan dari hp rindu, membuatnya bergegas kembali meraihnya berharap ayah atau ibunya yang menghubunginya, ternyata herdy yang menghubunginya lewat vc.


"Malam sayang..." melambaikan tangan.


"Sayang....kamu jangan menggoda banget sih.."


"Ichhh... kamu genit yaa sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kan kamu yang godain, lagian kan genitnya cuma sama kamu sayang."


"Ya udah...napa ?"


"Tadi ayah kamu telpon katanya besok pagi mereka uda tiba di indonesia sayang, jadi besok sebelum masuk kantor kita jemput mereka dulu"


"Aichel tau gak ? kalo ayah dan ibu pulang?"


"Saya pikir pak rayhan pasti udah kasi kabar koq ."


" Ok dech...besok saya bareng aichel dan ocha aja ya yang?!"


Iya...sampai ketemu besok sayang...I love you"


"Love you to" mengakhiri vc.


Rasa bahagia yang dirasakan rindu membuatnya tidur lelap dan masih terukir senyum manis dibibirnya.


Aichel yang sudah siap,menunggu rindu di ruang makan sambil menikmati nasi goreng buatan mbok narsih yang kata aichel sangat lezat untuk cita rasanya. Rindu berlari kecil menuruni anak tangga ingin menghampiri sahabatnya itu, yang kemungkinan masih molor pikirnya.


"Eh...mau kemana lo?" menoleh ke arah rindu.


"Udah nongol aja lo ai...tadinya gue mau menghampiri lo." Duduk di sebelah aichel sambil mengambil nasi goreng buatan mbok narsih.

__ADS_1


"Buruan entar kita telat lagi." Mencubit pipi rindu gemes.


"Ochaa mana, ga ikutan dia?"


"Gak...dia ada meeting hari ini."


"Gue lupa....ochaa kan bu dirut yaa sekarang." memukul jidatnya pelan.


Terlihat herdy lebih dulu tiba di tempat kedatangan luar negri yang merupakan tempat akan munculnya orang tua rindu.


"Udah lama lo her...?"


"Dua puluh menit ai."


"Ochaa ga ikutan ni?"


"Ada meeting di kantornya, entar kalo beres dia kan bisa cepat pulang."


"Iyaa...abis tuuu lu sikat lagi." menaik turunkan alisnya.


"Lo jangan salah ai...itu adalah kodrat alam, semua laki-laki normal bisa ngerasakannya." meninju pelan ke arah lengan aichel.


Terdengar pemberitahuan pesawat yang ditumpangi oleh orang tua rindu akan segera mendarat. Rindu tak sabar ingin bertemu kedua orang tuanya terlihat ia langsung berdiri di dekat pintu keluar begitu mendengar informasi.Beberapa menit kemudian ayah dan ibu rindu terlihat dari tempat rindu berdiri.


"Ai....dy...tu ayah dan ibu sudah tiba" melihat ke arah orang tuanya penuh rindu.


"Ayaaah, bu....rindu banget tau." mendekap kedua orang tuanya.


"Ayah dan ibu juga rindu pada kamu sayang" serentak dan mencium kening rindu.


Aichel dan herdy memberi salam kepada orang tua rindu dan membawakan barang-barang mereka. Sebelum mereka meninggalkan bandara, mereka mampir ke salah satu coffe shop untuk menghangatkan perut mereka. Hampir dua jam lamanya mereka mengobrol di coffe shop tersebut dan ayah rindu yang pintar itu dapat melihat bahwa rindu dan herdy menyembunyikan hubungannya di depan aichel.

__ADS_1


"Aichel...kamu bisa kan antar om dan tante pulang ke rumah dan istirahat, apa kamu sibuk hari ini?" melihat ke arah aichel.


"Bisa omm...aichel ga sibuk kok, kerjaan aichel kan udah omm yang handle di eropa." tersenyum malu sambil menggaruk kepala yang tak gatal.


"Yaa...omm dan tante ingin istirahat, biar herdy dan rindu kembali ke kantor." menatap herdy dengan senyum.


Herdy pun tersenyum lega, karna ia tau kode yang diberikan oleh bosnya itu yang juga adalah camer nya.


"Kalo gitu ijin kerja aja ya yah...rindu ikut ayah dan ibu ke rumah." ucap rindu tak mengerti maksud ayahnya.


" Tidak sayang... ada beberapa berkas yang harus herdy selesaikan dan ia butuh bantuan kamu." tersenyum


Kedua orang tua rindu pun ikut dengan mobil aichel untuk pulang ke rumah sedangkan rindu dan herdy diberikan kesempatan oleh ayahnya untuk berdua.


Aichel dan kedua orang tua rindu tiba di rumah setelah empat puluh menit melewati perjalanan. Rindu yang dibuat heran oleh herdy karna arah jalan yang mereka lalui bukan arah menuju kantor mereka tapi lebih tepatnya itu adalah jalan menuju puncak.


"Sayang... kita ada meeting di puncak ya." penasaran.


"Iya sayang...kita ada meeting di puncak, mungkinlusa baru pulang."


"Ichh kamu kok ga bilang sih... kan saya ga bawa ganti." menatap herdy tajam.


"Kan gampang nanti kita tinggal beli aja." senyum tampan yang dapat membuat hati rindu jadi meleleh.


Di lain tempat aichel dan ayah rindu sibuk mengobrol membicarakan bisnis mereka yang ada di eropa dan beberapa masalah yang diatasi herdy kemarin.


Setelah hampir empat jam di perjalanan rindu dan herdy tiba di salah satu resort yang menjadi tempat pertemuan mereka untuk membicarakan bisnis. Herdy turun dari mobil dan segera membukakan pintu untuk rindu.


Herdy menuju ke meja recepcionis untuk menanyakan keberadaan rekan bisnisnya itu.


Herdy dan rindu pun menghampiri orang yang ditunjuk pelayan sebagai rekan bisnisnya itu.

__ADS_1


Herdy dan rindu menyapa dan memberi salam pada pria paruh baya yang berada di depan mereka.


Lebih dari dua jam mereka mengobrol membicarakan bisnis, itu membuat rindu merasakan lelah namun tidak terlihat di wajah cantiknya.


__ADS_2