
Matahari pagi telah muncul dari persembunyiannya, namun seorang gadis cantik masih saja betah di bawah selimut yang sesekali terlihat bergerak mencari kenyamanan dari cahaya yang menembus kaca jendela kamar.
tit...tit...tit... alarm jam weker tetap saja berbunyi, namun kebisingan itu tetap tidak bisa membangunkan seorang rindu yang masih nyaman dengan dunia mimpinya.
Sementara di ruang makan ayah dan ibunya sudah mulai sarapan paginya, sambil membicarakan anak sematawayangnya yang masih asik di dunia mimpi.
"Apa ayah sudah lihat tanda-tanda hubungan rindu dengan herdy yah?" tanya ibu sambil menyendok nasi goreng yang ada di dalam piringnya.
"Ayah rasa lebih baik dari sebelumnya, ibu ingatkan waktu ayah bilang kemarin rindu pamit ke rumah herdy?" ayah memastikan ingatan ibu tentang cerita ayah kemarin sore sepulang dari kantor.
Flasback.
Ayah rindu segera bergegas pulang setelah rindu pamit kepadanya akan ikut ke rumah herdy untuk mengunjungi mamanya herdy.
Setelah menghabiskan waktu satu jam lebih akibat macatnya jalanan jam pulang kerja, ayah rindu segera turun dari mobil tampa menunggu supir untuk membukakan pintunya. Ia begitu bersemangat ingin menemui istrinya yang tak lain adalah ibunya rindu.
__ADS_1
"Buk...buk..." panggil ayah rindu mencari keberadaan sang istri.
"Tumben ayah cepat pulang, pakai acara teriak lagi." sambil menyalim tangan suaminya dan mengambil tas dari tangan kiri suaminya.
"Ayah ini sedang bahagia buk.., sungguh bahagia." ucap ayah rindu sambil melonggarkan dasi yang terasa menahan nafasnya.
"Lah.. ada berita apa kok ayah sampai kelihatan bener-bener bahagia macam menang tender besar aja." sambil menuntun ayah agar bercerita sambil duduk.
"Ini lebih dari menang tender besar loh buk. Yang jelas lebih beharga daripada itu semua." tersenyum sambil membayangkan kejadian lalu dikantor saat rindu minta ijin ke rumah herdy.
"Ah ibu mengganggu ayah saja." sambil menarik tangan ibu kembali duduk disampingnya.
"Ayah berharap rindu bisa semakin dekat dengan nak herdy, apalagi tadi rindu ijin pamit ingin kerumah herdy. Ayah lihat wajah anak gadis kita itu terlihat bersemangat sekali, semoga saja mereka dapat menyatukan hati mereka dengan baik." ucap ayah rindu sambil membayangkan jika rindu akan segera melepas masa lajangnya. Senyuman bahagia nan penuh harap terlihat jelas di wajahnya.
Flasback off
__ADS_1
"Ibu masih ingat kok yah," sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. " Anak kamu itu loh yah, udah siang gini belum bangun juga, keburu lewat waktunya sarapan." ucap ibu sambil melihat ke arah lantai 2 dimana kamar rindu berada.
"Biar aja bu, biarkan sesekali anak kamu menikmati hari liburnya. Ia juga butuh istirahat yang cukup agar tetap dapat memberikan kemampuan yang luar biasa." ucap ayah membela rindu.
Herdy tiba di rumah rindu dengan menggunakan pakaian casual tak menghilangkan paras tampan herdy, malah kelihatan lebih macho dari biasanya. Herdy mendapati ayah rindu yang tengah duduk di ruang keluarga sambil melihat acara tv pun ikut duduk bersama sambil memberi sapa kepada calon mertuanya itu.
Cie.....camer...ðŸ¤ðŸ¤
Panjang sudah obrolan mereka mulai dari urusan kantor sampai menceritakan hal lainnya, sambil menunggu ke datangan tuan putri siapa lagi kalau bukan rindu. Yang beberapa jam yang lalu menghubungi agar menemaninya untuk menonton dan berbelanja beberapa keperluannya.
Rindu menuruni anak tangga dengan, ia kelihatan begitu cantik dan anggun dengan dres kuning selutut dan sling bag hitam tergantung di pundaknya.
Herdy yang tak sengaja melihat kearah rindu tak sadar bahwa ia sangat mengagumi dan terpesona pada kecantikan dan keanggunan rindu. Dari sikapnya yang lebih sering terlihat bar-bar ternyata rindu masih sangat memiliki sifat yang feminin, dan pesona yang sangat memikat bagi siapa saja yang melihatnya.
"Duh cantiknya anak ibu" ucap ibu rindu yang kebetulan datang dari arah samping, yang secara tak sadar mengalihkan perhatian ayah rindu dan menyadarkan herdy bahwa ia sedang berada bersama orang tua rindu.
__ADS_1
Herdy yakin jika saja ditempat itu tidak ada ayah dan ibu rindu, ia pasti sudah memeluk dan menggigit bibir rindu yang terlihat begitu menarik dimatanya.