
Mobil sedan hitam memasuki pekarangan rumah Herdy dan berhenti tepat di depan teras rumah itu.
Sepasang kekasih keluar dari dalam mobil dengan wajah yang bahagia.
"Apa tante ada di rumah?" menatap rumah yang terlihat sepi.
"Ada kok, tadi mama nggak ada ijin kalau hari ini mau keluar. Emang ada apa sih Rin?" sambil berjalan le arah Rindu.
Ga sih....cuma aku rasa kok kayak sepi gitu yaa?!"
"Ya iyalah...di rumah ini kan cuma ada saya dan mama. Kamu lupa ya??" Senyum menatap Rindu. " Ayok kita masuk." Herdy berjalan ke dalam rumah sambil menggandeng Rindu.
"Assalamualaikum maa..., duduk Rin...ech iya kamu mau minum apa ni?" sambil berjalan ke arah dapur.
"Wa alaikum salam. Udah pulang ya sayang. Ech.... ada nak Rindu juga." sambil berjalan ke arah Rindu.
"Iya tan.... tadi pulang dari kantor kita langsung kemari, kangen sama tante." Memeluk dan mencium pipi mama Herdy.
Herdy kembali ke ruang tamu dengan tiga gelas teh hangat di atas nampan yang dibawanya.
"Nih diminum dulu."
__ADS_1
"Makasi." Ucap Rindu sambil menyeruput teh hangat buatan Herdy.
"Mah....mama buruan deh maa ganti pakaian, Herdy mau ngasi tau sesuatu."
"Emang kalau mau ngomomg sama anak mama ini harus kudu ganti dulu ya?!" Menatap Herdy bingung.
"Bukan gitu maa...nurut deh sama Herdy."
"Echh... ni anak ya, yang harusnya itu kamu nak yang harus nurut sama ibuk, ini kok kebali yaa masa ibu yang harus nurut kamu. Bener kan Rin?"
"Eh... iya buk..." gugup.
"Kamu aneh ya nak, ya udah deh... mama ganti dulu, ada-ada aja sih anah mama." Beranjak meninggalkan ruang tamu.
Rindu merasa heran melihat tingkah Herdy yang menutupi sesuatu darinya.
"Emang mau kemana sih yang?" penasaran.
"Kamu udah mulai kepo ya." Tersenyum geli.
Mama Herdy keluar dari kamar dengan pakaian yang sangat pas di tubuhnya.
__ADS_1
"Gimana sayang... pakaian mama ini udah bisa kan buat ngobrol bareng kamu." Memutar badan.
" Ok. Sekarang kita jalan." Berdiri dan berjalan keluar membuat kedua wanita yang ada di hatinya itu bingung.
Herdy yang melihat kebingungan kedua wanita yang disayanginya itu pun hanya dapat tersenyum. "Ayoo....buruan entar kita telat.
Ucapan Herdy semakin membuat kedua wanita itu saling memandang bingung terhadap tingkah Herdy yang mulai suka bermain rahasia.
"Udah deh.... nggak usah takut...Herdy ga akan buat macem-macem kok.." sambil membuka pintu untuk mamanya yang akan duduk di kursi penumpang belakang dan Rindu duduk di kursi penumpang sebelah kemudi.
Mobil yang di kemudi Herdy melaju mengitari jalanan yang masih terlihat padat karna waktu yang menunjukkan waktu untuk makan malam.
Rindu dan mama Herdy hanya melihat ke arah luar dan menunggu kemana akan mobil yang di kendarai Herdy melaju membawa mereka nanti.
Jalan yang dilalui terlihat asing bagi kedua wanita yang mengisi hati Herdy, namun mereka terlihat saling memandang menandakan tidak tau kemana Herdy akan membawa.
*****
Author minta maaf ya para reader... gegara author sibuk dengan pekerjaan lain yang ga bisa author tinggal dan untuk beberapa waktu juga bersamaan author yang mengalami sakit...yang membuat harus bener-bener istirahat.
Author ngarep banget ni jempolnyaa dan juga kritik saran yang dapat membangun cerita ini. Author tunggu yaaa
__ADS_1