
Bruk....
Herdy meletakkan rindu dengan lembut ke atas tempat tidur. Dengan nafas yang memburu herdy membuka kain yang membungkus tubuh rindu. Melihat pemandangan indah dari tubuh istrinya membuat jakun herdy naik turun dan menelan ludah kasar.
Setelah itu kini herdy menanggalkan seluruh kain yang menempel di tubuhnya.
Dengan gelora yang menggebu herdy mencium bibir merah yang selalu membuat nya candu itu.
Setelah puas bermain bibir mungil, kini herdy bermain ke leher rindu, membuat rindu mendesir merasakan sesuatu yang hangat menjalar ke seluruh tubuhnya.
Membuat tanda kepemilikan di tubuh rindu. Kini herdy tengah mengecup lembut di pusar rindu. Rasa semakin geli menggelitik yang rindu rasakan.
Rindu merasakan sesuatu yang begitu dahsyat, tubuhnya mengejang kuat hingga mengangkat tubuh bagian atas rindu saat kepala herdy tengah berada di bawah sana. Rindu meremas kuat rambut herdy membuat herdy semakin memperdalam kecupannya itu.
Entah apa yang sedang dilakukan suaminya itu di bawah sana, yang pasti rindu merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya itu.
Puas herdy bermain di bawah sana kembali ia merangkak naik dan kembali mencium bibir yang selalu membuatnya candu itu.
"Rileks... sayang.." bisik herdy dengan suara yang sudah berat.
"Emhhh" rasa ngilu bercampur nikmat meluncur dari mulut mungil rindu, membuat herdy semakin bergairah untuk menggerakkan tubuhnya.
__ADS_1
"Eergghhh" entah erangan kenikmatan yang keberapa kali meluncur dari bibir rindu. Hantaman kenikmatan melupakan keadaan dimana mereka berada. Dua insan yang tengah memadu kasih tidak menyadari suara erangan itu mampu mengilukan orang yang mendengarnya.
Ellisa tersenyum setelah mendengar suara suara lakh-nhat dari arah kamar kakaknya itu sedangkan sang mama hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya yang telah kelewat itu.
" Mama tau... aku sangat menginginkan cepat menjadi aunty...apa mama tidak ingin punya cucu?" ucap ellisa sambil duduk di sofa dimana ibunya berada.
" Huh...kamu ini, ada saja yang kamu perbuat, tunggu sampai kakakmu selesai" sambil menarik hidung mancung ellisa dengan gemas.
Mama catryn adalah seorang keturunan eropa. Ia menikah dengan papa herdy yang asli memiliki darah asia yaitu Indonesia, sehingga wajah kedua anaknya itu memiliki lebih banyak gen darinya. Lebih ke bule-bulean.
Mama catryn menjelaskan pada anaknya, mungkin di luar sana catryn telah terbiasa melihat keadaan seperti ini, tapi tidak untuk di indonesia hal semacam ini masih tabu untuk disaksikan dan didengar.
"Tapi percaya lah padaku ma..aku masih putri kecilmu." sambil menjatuhkan dirinya keatas pangkuan sang mama.
" Kalau untuk itu, mama percaya sama kamu. Karna kamu telah dewasa mengerti mana baik dan buruk" mengelus kepala anak gadisnya itu.
Setelah melewati hampir dari 3 jam herdy keluar dari kamar dan menuruni tangga.
Herdy pergi untuk mencari air minum ke dapur, melihat sang mama dan adik berada disana herdy mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kulkas.
Ellisa yang menyadari kehadiran sang kakak tersenyum puas karna telah berhasil mengusili sang pengantin baru itu. Sebelumnya ellis tak pernah membayangkan reaksi sang kakak akan seperti itu, ia hanya ingin menghadiahi sang kakak ipar untuk menggoda sang kakak tapi nyatanya di depan mata kepalanya ia melihat sisi kengerian sang kakak menghabisi istrinya karena oleh -olehnya itu.
__ADS_1
"Apakah aku adik yang pengertian?" ucap ellis tertawa menepuk nepuk dadanya merasa bangga.
" Kamu masih kecil... Banyak hal yang belum waktunya kamu ketahui" mengacak rambut ellis
" Siapa bilang aku masih kecil, aku sudah dewasa kak, sebentar lagi akan tamat kuliah hanya menunggu beberapa bulan lagi. Huh.." ucap ellis kesal.
Mama catryn kembali hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua orang yang ada di depannya itu.
" Dimana nak rindu ?"
" Dia masih tertidur maa.." sambil menuang air yang ada di meja kedalam gelas.
Ellis yang mendengar jawaban kakaknya pun tersenyum penuh kemenangan. " Apa dia kelelahan tak dapat mengimbangi mu, heh..?" tanya ellis penasaran membuat sang kakak menyemburkan air yang baru saja ia teguk.
"Ellis..." mama catryn menatap tajam anak ya itu, namun yang di tatap hanya memutar bola mata malas.
Herdy yang salah tingkah atau kesal pergi meninggalkan adik dan mamanya, kembali berjalan menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya dengan menutup pintu secara perlahan.
Rindu menggeliat merasakan sebuah pelukan di tubuhnya, memasukkan kepalanya di dada bidang sang suami. Menghirup aroma tubuh herdy membuat tidur rindu semakin nyenyak.
Herdy pun kembali menutup matanya dan terlelap menyusul sang istri ke dunia mimpi.
__ADS_1