Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Menahan


__ADS_3

Rindu duduk di bangku depan cermin hias kamarnya, sementara herdy berdiri di belakang rindu mencoba membantu sang istri melepas pernak-pernik yang menempel di kepalanya.


Jemari herdy turun ke arah leher jenjang putih mulus milik rindu dengan jari telunjuk menarik garis lurus menuju punggung rindu yang sedikit terbuka.


Tubuh rindu meremang dan mengejang merasakan sensasi menggelitik sampai telapak kakinya. Namun rindu menahan agar tidak mengeluarkan suara aneh. Herdy membuka satu demi satu kancing yang berbaris di bagian punggung rindu.


"Selesai...mandilah lebih dulu, lalu istirahat aku tahu kamu sedang lelah." mengecup punggung putih rindu.


"Emh..."


"Jangan menggodaku sayang... Aku akan keluar bergabung dengan lainnya. Ingat sehabis membersihkan tubuh indah ini kamu harus beristirahat." Herdy menahan hasratnya dan mengecup kening rindu lalu pergi keluar dari kamar mereka.


Rindu melihat wajahnya yang merona merah dalam pantulan cermin. Rasa yang mendesir dalam tubuhnya ia abaikan lalu bergegas membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket.

__ADS_1


Di luar rumah tempat yang tadinya diadakan tempat acara pesta pernikahan mereka, disitulah kini herdy berada, berkumpul dengan beberapa anggota keluarga lainnya tak terkecuali pak Rayhan Hutama yang kini berstatus telah menjadi ayah mertuanya.


" Kamu tidak lelah her?"


" Tidak yah, ini masih terlalu cepat bagiku untuk beristirahat." sambil membuka air kemasan yang ada di tangannya lalu meneguknya.


" Itu karena kebiasaan rutinitas pekerjaan kamu yang padat, sehingga waktu istirahat kamu juga terganggu."


"Tapi aku telah terbiasa seperti ini."


" Apa ada masalah bagimu?" Ucap herdy melirik sahabat istrinya itu.


" Tentu saja tidak."

__ADS_1


Waktu semakin malam, satu persatu keluarga yang berada di tempat itu mulai membubarkan dirinya masuk ke dalam rumah untuk beristirahat, ada juga beberapa keluarga yang perni meninggalkan tempat itu menuju hotel dimana ia menginap.


Kini hanya tinggal herdy dan aichel yang berada di luar rumah.


" Apa kau tak ingin menikmati malammu, hem..? "aichel membuka suara dalam keheningan mereka berdua.


"Bukan tak ingin, aku hanya tidak sanggup mengganggu waktu istirahatnya. Ia begitu kelelahan hari ini." sambil memainkan ponsel.


"Itu pilihanmu..." aichel beranjak dari duduknya lalu berlalu dari sana meninggalkan herdy sendirian.


Herdy melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Dengan langkah santai ia berlalu meninggalkan tempat itu masuk ke dalam rumah, melihat ke setiap ruang yang telah sunyi lalu ia menuju kamar rindu. Dengan perlahan ia masuk ke dalam, menjaga langkahnya agar tidak mengganggu istrinya yang sedang beristirahat dengan nyenyak.


Herdy masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah sepuluh menit ia selesai dan keluar hanya menggunakan boxer. Itu adalah kebiasaan herdy ketika hendak tidur, ia tidak nyaman bila memakai baju saat tidur. Perlahan herdy naik ke atas tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya di samping rindu. Menghirup aroma wangi tubuh rindu membuat jiwa kelakiannya menunjukkan diri, bagian bawah tubuhnya memberontak ingin keluar, namun herdy menahan segala hasratnya agar tidak mengganggu rindu walaupun sebenarnya ia sangat menginginkan menuntaskan hasratnya yang telah lama ia tahan.


Herdy mengecup kening rindu lalu membawa kedalam pelukannya sampai ia menyusul rindu ke alam mimpi.


__ADS_2