
Dua minggu telah berlalu, orang tua ocha juga sudah kembali ke jerman. Begitu juga dengan papa dan mama aichel sudah kembali dengan kesibukannya di luar kota.
Aichel dan ocha juga sudah mulai menunjukkan kasih sayang mereka. Seperti hari ini aichel mengantar istrinya itu ke kantor sebelum ia pergi bekerja kekantornya. Aichel mulai bekerja di perusahaan papanya setelah seminggu menikah dengan ocha.
Aichel mulai sibuk dengan pekerjaannya, dalam minggu ini aichel akan pergi ke eropa untuk perjalanan bisnis yang ia belum tau kapan akan selesai. Terlintas di pikirannya untuk mengajak ocha bersamanya sekalian menggunakan hadiah dari herdy pada pernikahannya waktu itu.
Aichel pun menyampaikan tujuannya kepada ocha dan direspon baik. Setelah mereka berdua siap meteka memberitahukan kepada rindu, tentu saja disambut baik oleh rindu, sudah lama ia berharap sahabatnya itu menjalani kehidupan suami istri.
"Jadi...kapan kalian akan berangkat??" rindu tersenyum bahagia.
"Besok pagi" dengan serentak.
"Waouu....akhirnya lo berdua bisa juga yaa menikmati...." belum sempat rindu menerusan ucapannya ia mendapat cubitan dari ocha di pinggangnya
"Parah lo ya..." sambung rindu lagi sambil mengelus bekas cubitan ocha.
Aichel meminta herdy untuk menghantarkan mereka ke bandara besok pagi sebelum masuk kantor, dan tentu saja herdy menyetujuinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 05.45 pagi, aichel dan ocha sudah siap untuk melakukan perjalanan bisnis dan honeymoon mereka.
Herdy juga sudah sampai di rumah mereka, rindu juga tak ketinggalan sudah siap ikut menghantarkan sahabatnya itu.
Herdy dan aichel duduk di depan sedangkan rindu dan ocha duduk di belakang.
"Entar lo mau oleh - oleh apa rin ??
"Emmm apa ya chaaa..., Gue udah pada punya sih khas sana... terserah lo aja deh cha"
"Ok."
__ADS_1
"Kalo lo dy...mau kita bawain apa?? tanya ocha pada herdy.
"Gue sih mau lo pada bawa gue hadiah....terserah deh, yang penting lo pada ga ngecewain gue. " sahut herdy senyum sambil mengemudikan mobil.
"Maka itu lo kasih tau dong biar ga kecewa"
"Bawa keponakan deh buat kita." sahut rindu yang menjawab ocha.
Wajah rossa yang biasa disapa ocha itu langsung saja memerah karna malu.
"Bener gue setuju." sahut herdy mendukung rindu.
"Lo berdua sama aja ya..." ucap aichel membuka suara.
Empat puluh menit sudah berlalu dan mereka tiba di bandara, sedih bercampur bahagia menemani keberangkatan sahabatnya itu.
Rindu dan herdy tiba di kantor, seperti biasa ia sibuk berkutat dengan dokumen- dokumen yang telah menunggu di meja kerjanya.
Herdy memperhatikan rindu dari dalam ruangannya, ingin sekali rasanya ia membelai rindu untuk mengurangi rasa lelahnya namun sampai saat ini ia belum berani mengutarakan isi hatinya. Herdy sudah bahagia walau hanya sudah bisa menjalin keakraban dengan rindu, namun pasti ia akan sangat bahagia jika bisa membuat suatu hubungan dengan rindu.
Hari sudah sore, semua karyawan telah bergegas meninggalkan kantor begitu juga dengan herdy dan rindu terlihat sudah bersiap untuk pulang.
"Saya antar kamu ya"
"Iya dy..."
""Kamu terlihat lelah rin...?!"
"Sedikit...saya berharap aichel dan ocha mendapat kebahagiaannya."
__ADS_1
"Pasti."
Rindu pun masuk ke dalam mobil herdy. Mobil itu melaju cepat meninggalkan kantor memasuki jalanan yang tengah padat pengendara.
Di dalam pesawat terlihat ocha yang tertidur bersandar pada bahu aichel mungkin karna lelah.
Setelah menghabiskan waktu limabelas jam akhirnya mereka tiba di eropa.
Aichel dan ocha menuju ke hotel yang telah dipesan oleh herdy sebagai tambahan hadiah pernikahan aichel dan ocha. Sesampainya di hotel aichel langsung memberi pesan pada rindu dan herdy bahwa mereka tiba dengan keadaan baik.
Rasa lelah hilang karna pemandangan yang sangat indah terlihat dari kamar yang mereka tempati, lampu-lampu kota eropah pada malam hari terlihat jelas situ.
Ocha yang sedang menatap ke luar pun dikejutkan dengan pelukan aichel dari belakang.
Aichel mengecup leher ocha lembut, sontak menaikkan bulu romanya darahnya seakan berhenti mengalir, tak percaya yang ia rasakan. Ocha membalik tubuhnya menghadap ke aichel, memastikan kalau lelaki yang kini memeluknya itu benar- benar raychel satya wijaya suaminya.
"Maaf kan gue chaa.. lo harus menunggu lama"
"Its ok ai. am happy"
Aichel mengecup kening rossa yang telah resmi sebagai istrinya semenjak tiga minggu lalu, aichel mulai mencium bibir istrinya itu lembut. Ia sadar ia harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami untuk menafkahi istrinya itu.
Kecupan-kecupan aichel pun membawa ocha ke atas ranjang. Aichel dan ocha kini siap untuk melakukan malam pertamanya yang tertunda.
Achhhhh.....suara desahan ocha keluar dari bibir manisnya itu, yang menandakan pertahanannya telah dibobol oleh kepemilikan aichel. Tidak ada rasa lelah bagi ocha dan aichel, aichel melanjutkan aktifitasnya setelah berhenti sejenak untuk memberikan rasa nyaman pada ocha yang dulu sempat menempati hatinya kini telah menjadi istrinya. Pergerakan aichel begitu lembut sehingga ocha sangat menikmatinya.
"Cha....emmhh" bisik aichel di telinga ocha.
Emmhhh.....Ocha pun mendesah nikmat. Entah sudah berapa lama kepunyaan aichel berada disangkarnya itu, yang pastinya sepasang pengantin baru itu begitu menikmati malam pertamanya sampai cahaya matahari masuk lewat celah tirai kamar itu. Masih belum cukup untuk mereka menikmati surga duniawi hingga berlanjut lagi aichel menggenjot kuat ke daerah kekuasaannya itu. Rasa nikmat membuat ocha terus mengerang, mendesah, memeluk erat aichel. Entah sudah berapa kali ** ***** mereka keluar, yang jelas mereka sangat menikmatinya 4, 5 jam tak cukup bagi mereka.
__ADS_1