
Rindu terlihat sangat cantik, anggun dengan riasan yang natural menambah kesan elegan.
Ia duduk di bangku meja rias yang ada di ruangan kamarnya, menunggu dirinya dipanggil untuk turun ke bawah.
Sementara herdy kini tengah duduk di tempat acara ijab kabul bersama ayah rindu pak penghulu dan beberapa saksi serta disaksikan beberapa tamu dari pihak keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan satu tarikan nafas herdy mengucapkan qobul dan sautan "S**ah**" dari para saksi mengakhiri masa lajang sepasang kekasih ini.
Rindu menuruni anak tangga di dampingi ibunya bersama ocha. Semua terpesona menatap rindu yang terlihat sangat cantik, terlebih herdy menatap rindu degan tatapan yang penuh cinta.
Mata herdy tak berkedip sampai rindu berada kini di sampingnya sampai deheman pak penghulu menyadarkan herdy. "Sudah sah, tunggu beberapa menit lagi kita selesaikan dulu doanya" ucap pak penghulu membuat semua yang berada di sana tertawa.
Setelah menandatangani surat nikah, rindu mencium punggung tangan herdy, dan herdy mengecup kening rindu dan pak penghulu membacakan doa untuk kedua pengantin.
Segenap prosesi akad nikah kini telah selesai. Rindu dan herdy menyalami orang tuanya.
Para tamu kini sedang menikmati kudapan yang telah disediakan.
Wajah yang merona bahagia terlihat pada kedua mempelai. Rasa bahagia kini mengisi kedua relung hati mereka.
Kini rindu tengah berkumpul dengan para keluarga di tempat perkumpulan para wanita sedangkan herdy berkumpul di bagian para pria.
__ADS_1
Entah apa yang sedang mereka bicarakan namun sesekali terlihat wajah rindu merona merah dan tersipu malu.
Kini rindu tengah berada di kamarnya untuk beristirahat menunggu waktu resepsi tiba.
Di ruang keluarga herdy masih saja terlihat sedang asyik mengobrol dengan para keluarga. Ia memilih tetap berbaur bersama di sana. Bukan herdy tak punya alasan melakukan itu, herdy takut jika dirinya ikut beristirahat bersama rindu di dalam kamar, maka yang ia takutkan bukan hanya untuk istirahat tetapi akan terjadi sesuatu yang ia inginkan. Herdy takut tidak dapat mengontrolnya yang berakibat untuk acara selanjutnya.
Rindu kini tengah dirias sesuai dengan pakaian yang mereka kenakan.
Herdy yang baru masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya sangat terpesona dengan penampilan rindu yang terlihat begitu cantik di balut gaun putih yang kini tengah difoto oleh fotographer.
Tak ingin mengganggu proses pemotretan, herdy hanya diam mengamati seluruh gerak tubuh istrinya.
Herdy tersadar saat MUA memanggilnya untuk memberikan pakaiannya.
__ADS_1
Diwaktu yang sama rindu masih terlihat melakukan beberapa pose foto.
Herdy yang telah selesai mengganti pakaian keluar dari dalam kamar rindu karna mendapatkan panggilan bahwa teman-temannya sedang menunggunya di bawah.
Beberapa menit telah terlewati sampai akhirnya kini rindu selesai pemotretan dan turun dari lantai atas untuk segera menghampiri suami dan para tamu yang telah berkumpul.
Herdy memperhatikan setiap langkah rindu menuruni anak tangga terlihat begitu anggun.
Mereka kini tengah berkeliling untuk menyalami para tamu undangan dan kerabat. Mereka sepakat untuk ikut bergabung bersama para tamu dari pada harus duduk diam di pelaminan yang telah disiapkan.
Wajah yang terus berseri bahagia begitu jelas terlihat.
Seluruh tamu undangan memuji keserasian pasangan pengantin, pengantin pria yang begitu tampan dan di dampingi pengantin wanita yang begitu cantik.
Para tamu undangan datang silih berganti untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.
__ADS_1
Dan mengabdikan momen bahagia tersebut melalui berbagai media sosial mereka.
Rindu merasakan sedikit lelah mendudukkan dirinya di salah satu bangku , mungkin karena waktu yang cukup lama baginya untuk berdiri, berjalan menyapa para tamu undangan hingga ke akhir acara. Herdy yang menyadari kondisi istrinya itu meminta ocha untuk mengantarkan rindu ke kamar untuk beristirahat sedangkan herdy sendiri masih menemani beberapa rekan bisnisnya yang belum undur diri dari acara mereka.