Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Luapan Cinta


__ADS_3

Lampu-lampu yang terlihat indah di malam hari menghiasi pemandangan dari balkon tempat rindu menginap. Rasa hanyut rindu menatap cahaya yang seperti tersusun rapi itu seketika pecah ketika ia mendengar suara ketukan pintu kamarnya dari luar. Rindu yang berjalan ke arah pintu lalu membukakan pintu secara perlahan mesmatikan siapa yang berada di balik pintu itu. Terlihat pria dengan senyum yang sangat tampan membawa buket bunga mawar merah ya dia herdy wardana putra kekasih rindu allisya hutama wanita yang cantik hati dan parasnya.


"Makasi sayang...." sambil menerima buket bunga yang diberikan herdy.


"Iya sayang....bunga mawar ini kalah cantiknya dibanding dengan senyuman kamu sayang." mengedipkan mata.


"Sayang... sini deh....pemandangan dari sini tu indah banget." menarik herdy ke arah balkon.


"Bener sayang indah banget...." memeluk rindu dari belakang, jantung sepasang kekasih ini berlomba berpacu memompakan darah ke seluruh tubuh mereka, sudah berminggu mereka menjalin kasih namun baru untuk pertama kalinya mereka merasakan itu. Bulu roma rindu bergidik disaat bibir herdy mengecup lembut leher kekasihnya itu.


Jemari rindu menyentuh tangan herdy yang berada di perutnya. Rasa bahagia, takut bercampur menjadi satu di dalam hati mereka.


"Thank you so much honey..." bisik herdy di telinga rindu.


"Whats for ?"


" For accep me in your life" mengecup kembali leher jenjang rindu.


Herdy membalikkan tubuh rindu yang kini menghadap ke arahnya. Herdy menatap begitu dalam kekasihnya yang begitu ia cintai. Tak sanggup rasanya jika ia akan ditinggal oleh rindu.


"Sayang....berjanjilah tidak akan kamu pernah meninggalkan saya."


"Tidak akan. Hati ini akan tetap menjadi milik kamu." mengecup bibir herdy. Entah keberanian dari mana rindu bisa melakukan hal itu, tampa sadar mereka telah larut dalam kecupan-kecupan lembut dan suasana malam yang dihiasi lampu-lampu menjadi saksi mereka.


Herdy tak dapat menyangkal hasratnya untuk memiliki rindu, kini tangannya pun sudah berada di kepala rindu untuk lebih mengeratkan lagi cumbuannya begitu juga dengan rindu yang telah mengalungkan lengannya di leher herdy. Suasana yang hening membuat hubungan mereka semakin intim. Jemari herdy kini tak tapat menahan untuk menjelajahi gundukan milik rindu.


Tangan rindu pun menyentuh jemari herdy menandakan ia tak ingin melewati batas. Ciuman mereka pun berhenti, nafas mereka yang saling memburu dapat dirasakan sepasang kekasih ini.


"Maaf sayang, saya hilang kendali." mengecup bibir rindu.

__ADS_1


"Saya yang harusnya minta maaf tak harusnya saya melakukannya." ucap rindu lembut di telinga herdy.


Herdy kembali memeluk rindu erat hingga baju kaos oversizenya itu pun meninggalkan bekas kerutan.


"Sayang...kamu setuju gak, kalau secepatnya kita resmikan hubungan kita ?" menyenderkan kepalanya di atas bahu rindu.


"Saya sih terserah aja, tapi kita harus jelasin dulu pada aichel." menyentuh wajah herdy.


"Boleh....sepulang dari sini, kita akan jelasin ke saudara kamu itu."


Rindu hany menjawab dengan anggukan kepalanya. Udara terasa semakin dingin, membuat keduanya memutuskan masuk ke dalam kamar.


"Kamu istirahat yaa, besok kita masih harus ke lokasi pembangunan, sebenarnya sih saya ingin sekali tidur mendekap kamu tapi saya belum sanggup menahan godaan yang begitu besar." menarik hidung mancung rindu.


"Iya...udah sana...entar kajadian lagi sama yang diinginkan"


"Night honey...nice a dream." membalas pelukan herdy.


"Night...nice a dream to."


Herdy pergi meninggalkan rindu menuju kamarnya yang berbatasan hanya dengan dinding.


Kedua orang yang sedang dilanda mabuk asmara ini merasakan seluruh bunga-bunga datang menghampiri mereka. Sunggingan senyum pun masih terlihat jelas dibibir mereka yang sedang tertidur. Entah mimpi apa hingga senyumannya tak hilang-hilang dari bibir mereka.


Rindu melihat ke arah luar jendela, terlihat langit yang sudah mulai membiru. Rasa malas untuk berberes ia lawan dengan semangat ingin bertemu dengan kekasihnya.


Rindu yang telah selesai mandi keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe dan meraih paperbag berisi pakaian ganti yang mereka beli sehabis meeting semalam di atas kursi.


Rindu selalu saja terlihat cantik dengan baja apa saja yang ia gunakan. Pagi ini rindu mengenakan kemeja bewarna putih dengan lengan 3/4, celana bahan bewarna navy.

__ADS_1


Terdengar suara ketukan dari luar kamar rindu yang membuatnya berlalu dari depan cermin untuk membukakannya.


"Pagi cantik..." senyum tampan.


"Pagi sayangku yang tampan.." senyum cantik.


"Uda siap kan sayang, mungkin entar kita bisa langsung balik ke jakarta, jadi barang kamu taruh di bagasi aja."


"Sip....lagian saya udah kangen banget sama ayah dan ibu." menggabungkan jari jempol dan telunjuk membentuk lingkaran.


Dengan waktu 45 menit mereka tiba di lokasi pembangunan resort milik ayah rindu. Sebelum masuk ke kawasan pembangunan mereka mengenakan helm sebagai keamanan diri mereka. Herdy yang terpesona akan penampilan kekasihnya itu, hanya memakai helm saja aura cantik rindu bertambah membuat herdy takut akan kehilangannya. Melihat mata para pekerja yang tak kedip menatap rindu saja herdy sudah naik pitam.


Ingin sekali rasanya herdy segera meninggalkan lokasi pembangunan itu. Rasa sesal dalam hati herdy pun timbul, mengapa ia mesti mengajak rindu ke tempat yang ia ketahui penuh dengan para lelaki.


"Sayang kalau kamu capek bisa kok istirahat di dalam mobil." bisik herdy lembut.


"Iya..sepertinya saya nunggu kamu di mobil aja deh." membalas dengan senyum. Rindu tahu perasaan kekasihnya yang sedang dihantui cemburu itu. Rindu pun memilih untuk menunggu herdy di mobil sambil membaca novel online di salah satu aplikasi.


Hari sudah siang herdy pun kembali menghampiri rindu ke mobil.


"Maaf lama ya cantik..." duduk di bangku kemudi.


"Ga papa kok sayang." sambil mengubah posisi sandaran kursi.


"Kita mau kemana dulu ni...makan sambil jalan dulu atau langsung pulang?" menyalakan mobil.


"Jalan sambil cari tempat makan sekalian pulang deh."


" Ich... pinter banget sih ngasi petunjuknya." melajukan mobil.

__ADS_1


__ADS_2