
Sore hari di perpustakaan tua.
Singkat cerita aku telah menceritakan kisah tentang rasku yang aku tahu dari story game.
Aku baru menceritakan setengahnya tapi waktu sepertinya tidak cukup, karena sekarang sudah sore hari.
"untuk hari ini hanya sampai situ aku bisa menceritakan sejarah tentang rasku, besok pagi aku akan menceritakan sisanya," ucapku.
"kalo begitu aku akan kembali ke kastil "ucapku sambil beranjak dari kursi.
" Tunggu!! " lily menghentikanku,
" ada apa?.. Apa ada nya ingin anda tanyakan?. "
" apakah kamu ingin kembali ke tempat terkutuk itu?.. "
" ehhh,.. Apa maksudmu? "
" bukannya kamu hanya menjadi budak di sana,!..,lebih baik kalau kamu tinggal di sini "
" apakah boleh?. "
" ya!, aku memberimu kehormatan untuk tinggal di sini,. "
" ehh,!!!... apakah putri lily bersedia tidur bersamaku?.."
"bukan begitu maksudku,... Aku akan memberikan sebuah ruangan kamar yang kosong untuk kamu tinggali,.. Dan kamu boleh menggunakan seluruh pasilitas yang ada di sini ".
(Tawaran yang cukup menjanjikan.., tapi aku harus melihat lokasinya dulu sebelum memutuskan,) pikirku.
" bolehkah saya melihat tempatnya? ",
" boleh saja, sekarang ikut aku!! "
Ucap lily sambil berjalan ke suatu ruangan yang tersembunyi di dalam perpustakaan tua,
Sebetulnya aku tak menyangka ada sebuah ruangan besar di perpustakaan tua yang terlihat kecil itu, bahkan ada puluhan ruang lain di bangunan itu.
" Ini kamar untukmu" ucap putri lily sambil membuka pintu kamar,
Di dalam kamar terlihat puluhan purnitur mewah,
"Waww, apakah aku boleh menggunakan semua pasilitas ini "ucapku
" Yahh! gunakanlah sesukamu, aku akan kembali ke ruangan ku untuk istirahat, aku harap kamu tidak menggangguku" ucap putri lily sambil menutup pintu.
(yaah selamat malam purti cantik) pikirku
Pada akhirnya aku tidak belajar apapun tentang dunia ini,( yahh... setidaknya aku mendapatkan sekutu baru) pikirku.
Setelah itu aku memutuskan untuk tidur.
********
Pagi hari yang cerah aku sudah bersiap di kamarku,
Aku terbangun di pagi hari buta karena kemarin tidur lebih awal,
Sebetulnya aku belum melakukan aktivitas karena masih agak gelap, aku hanya duduk penghadap meja sambil minum kopi dan menyulut rokok.
(Sungguh kebiasaan buruk untuk manusia normal tapi karena aku cyborg mungkin akan baik-baik saja) pikirku.
Aku menemukan semua itu dari sebuah kotak aneh yang ada di item box, yang aku dapatkan dari vita, (Mungkin vita tau setiap kebiasaanku.) pikirku.
Sebetulnya barang yang vita bawakan tidak terlalu lengkap karena hanya sebuah kompor listrik, lalu beberapa gelas, beberapa kantung kopi dan beberapa slop rokok,
(terimakasih vita karena telah menyiapkan semua ini) pikirku. Aku masih bersyukur atas apa yang telah vita siapkan.
Aku melamun sambil mengamati jendela, aku terus memikirkan apa yang harus aku lakukan di kemudian hari.
Tapi tiba-tiba
"apa yang sedang kamu minum "
" Ehhh...." aku tersentak ketika mendengar suara itu,
"kenapa kamu terkejut melihatku" ucap putri lily.
"Tidak apa-apa, aku hanya melamun lalu kemudian kamu mengejutkanku'"
"begitukah? ,.. Apa yang kamu lamunkan?" ucap putri lily,
"aku hanya bingung karena ada sebuah rumor yang menyebar di masyarakat yg membuat-ku sulit mendapatkan pekerjaan"
"ohhh (lily merebut segelas kopi di tanganku) pasti sulit yahhh, untuk hidup sebagai orang yang membawa kesialan di kerajaan ini "
" yahh!,..tapi dari mana kamu tau "
"aku masih seorang putri, aku masih memiliki pengikut yang setia di dalam Kerajaan ini, mereka selalu memberikanku informasi," ucap lily sambil meminum segelas kopi milikku.
"ohh tapi bagaimana cara mereka mengirimkan surat "
" pertanyaan yang bodoh, meskipun ini jaman yang kamu sebut tertinggal tapi ibuku berhasil membuat alat untuk komunikasi jarak jauh "
" maafkan saya tuan putri "ucapku sambil menunduk.
" aku sudah memaafkan segala kebodohanmu, untuk hukuman-mu aku perintah kamu untuk menjual seluruh sayuran yang ada di gudang.... Dan ini "ucap putri lily sambil menyerahkan secarik kertas ke arahku,
" apa ini? "ucapku dengan expresi bingung
" itu surat rekomendasi dariku agar kamu bisa mendaftar di guild petualang. "
" jadi kamu memerintahkanku agar mendaftar di guild sebagai seorang petualang "
" glek glek glek 'ahhh,.. Ya aku percaya bahwa kamu akan kuat dalam menaklukkan labirin"
"ohh kalo begitu aku akan pergi mendaftar "
"jangan terlalu siang untuk mendaftar karena guild petualang akan sibuk pada waktu itu... Lebih baik agar kamu pergi sekarang"
"Baiklah (aku beranjak dari kursi) aku akan pergi sekarang "
" ya!!, kembalilah sambil membawa sekotak manisan"
"oke! "ucapku sambil berjalan meninggalkan tempat itu.
*********
Singkat cerita aku telah berhasil menjual seluruh sayuran itu...
__ADS_1
Meskipun harganya cukup murah tapi tak apa, karena aku akan mengadalkan hasil perburuan yang akan aku lakukan di labirin,
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya aku sampai di guild petualang.
Ketika aku masuk, di sana terlihat begitu sesak karena terlalu banyak orang di dalamnya,
Dari penglihatanku mereka semua mengenakan jirah, sambil membawa senjata seperti tameng dan pedang, dan ada juga yang ber-penampilan seperti penyihir dan pendeta.
Kemudian aku berjalan ke slah satu meja Resepsionis,
“Selamat datang adik, ada yg bisa saya bantu? "ucap seorang wanita yang menjadi
Resepsionis di meja itu,
" aku ingin mendaftar menjadi seorang petualang "ucapku sambil menyerahkan secarik kertas yang lily berikan padaku.
" Ohhh! (mata Resepsionis itu terberalak ketika melihat tulisan yang ada di kertas) tunggu sebentar " ucapnya sambil berlari ke suatu ruangan.
Setelah beberapa saat...
" ini!..silahkan isi data anda dan tanda tangan di sini," ucap wanita itu sambil menyerahkan kertas pendaftaran,
"Tapi aku tidak bisa menulis huruf yang ada di dunia ini!, apakah kamu bisa mewakilkanku untuk menulis "
" maafkan saya atas kelancangan saya yang telah berani menyuruh anda untuk menulis, saya siap untuk menjadi perwakilan anda "
( kenapa sikapnya tiba-tiba berubah?, sepertinya isi dari surat yang di tulis putri lily adalah sesuatu yang penting!, hehehe terimakasih atas bantuannya wahai putriku) pikirku.
" ummm permisi tuan, apa kita bisa mulai menulis pendaftaran anda "
" ya, aku serahkan padamu untuk mewakili aku menulis "
Beberapa menit setelahnya..
Resepsionis terlihat seperti orang yang merasa aneh setelah mendengar tentang jobku sebagai battle leader tapi ia tidak begitu memikirkannya, setelah itu ia kembali ke suatu ruangan dan dari sana ia membawa sebuah kalung permata.
"Apa ini? "tanyaku.
" ini kalung informasi, jika kamu melakukan pencurian atau kejahatan, kalung ini bisa menyimpan informasi tentang kejahatanmu"
"ohhh " ucapku dengan expresi terkejut.
" maafkan aku, ini aturan guild kami agar menghindari bandit yang mencoba memasuki kota "
" yaahh baiklah "ucapku sambil menggaruk kepala.
Kemudian Resepsionis meminta-ku agar meneteskan darahku di kalung itu lantas aku menurutinya.
Sebetulnya aku sempat takut akan ketahuan bahwa aku telah membantai satu armada balon udara tapi sepertinya itu bukan termasuk kejahatan, karena yang aku pahami dari cara kerja kalung ini adalah tentang menyakiti manusia,
saat ini permata di kalungnya berwarna putih bersih bila aku melakukan kejahatan akan nampak suatu guratan hitam di permata.
Intinya yang aku bantai ialah ras lain selain manusia.
"anda di nyatakan bersih, setelah ini apa tujuan anda? "
" aku ingin menjelajahi labirin" ucapku,
"Kalo begitu ini peta labirin di dekat sini, semoga sukses! "ucap Resepsionis sambil menyerahkan sebuah peta labirin,
" terimakasih " ucapku kemudian berjalan pergi dari tempat itu.
********
Ketika aku sampai di sana, terlihat banyak orang yang mengantri.
(seperti taman hiburan) pikirku,
Mereka(petualang) mengantri dan membayar biaya untuk memasuki labirin.
Meski harus membayar tapi masih banyak orang yang ingin menjelajahi labirin karena tergoda akan perlengkapan dan harta yang mungkin saja mereka temukan di dalam labirin.
Kemudian aku ikut mengantri dan membayar biaya masuk,
Di lantai satu.
Ruangan labirin itu begitu penuh saat aku berjalan,
(tak mungkin ada mob yang tersisa di lantai ini) pikirku kemudian berjalan ke lantai dua.
Di lantai dua
Kondisi-nya masih sama seperti lantai satu,
Di sini begitu sesak, aku sampai sulit untuk berjalan.
Di Lantai 3, masih sama.
Di Lantai 4 (tidak, lantai ini penuh lumpur)
Di lantai 5 (banyak prajurit yang berlatih di lantai ini, aku tidak ingin raid di sini).
******
Pada akhirnya aku berakhir di lantai 10,
"tuan muda, apa kamu yakin mau raid solo di lantai ini "ucap penjaga yang membuka teleport untukku.
" yahh, kurasa tempat ini cocok untuk-ku" ucapku.
"kalo begitu aku hanya bisa memperingati-mu agar berhati-hati, kemarin aku bertemu party sepuluh orang yang memiliki sikap sepertimu, mereka semua berakhir menghilang dan tidak pernah kembali "
" terimakasih atas informasinya, tapi aku akan tetap raid di sini "ucapku sambil tersenyum.
" dasar anak muda!, kalau begitu aku doakan agar kamu selamat dalam raid ini " ucap penjaga sambil berjalan meninggalkan ku di lantai 10,
(sampai jumpa penjaga tua,... Baiklah saatnya mengeluarkan senjataku) pikirku.
Kemudian aku memasang sheld protector di tangan kiri dan memasang kamasan sword di tangan kanan,
Tameng itu begitu besar sampai hampir menutupi seluruh bagian depan tubuhku, lalu pedang kamason, pedang itu begitu menarik perhatian karena memancarkan cahaya biru, (untungnya aku mengeluarkan senjata itu ketika hanya ada di dalam labirin, kalo sampai aku lupa membawanya berkeliling kota, mungkin saja seluruh kota akan geger) pikirku.
Kemudian aku berjalan menyusuri labirin itu,
Labirin itu terlihat seperti hutan hujan yang berkabut tebal, jalannya ber-rumput basah karena embun, pohonnya begitu tinggi sekitar 4 meter bahkan ada yg lebih tinggi.
Aku berjalan menyusuri hutan, saat ini aku hanya mengandalkan penglihatan termalku untuk mengamati seluruh Monster yang ada di dekatku.
( Dua di samping kiri dan dua di samping kanan) gumamku, ketika mengamati map rts yang ada di sistem,
__ADS_1
Monster di tandai sebagai titik merah di map sedangkan aku di tandai sebagai titik hijau,
Pelahan-lahan aku mendekati mob itu, sampai masuk pada area jarak serangku.
Aku mendekati mob yang ada di sebelah kanan terlebih dahulu,
Seperti perkiraan ku, mob itu tertarik akan cahaya dari pedang kamason, dua Monster itu langsung mengetahui keberadaanku dan langsung menyerang,
Krakkk!!.... Cambuk dari akar melayang ke arahku,
Prakkk!!!... Tameng ku menyerap seluruh serangannya, kemudian aku langsung menebas mob itu menggunakan kamason sword,
"sring!!! Brukkk!! Mob di depanku jatuh terbelah dua,
(tersisa satu di belakang) pikirku,
Aku meloncat menghampiri mob yang ada di belakang tiba-tiba.
"Crattt!!! .. Mob itu menyemburkan cairan dari mulutnya langsung ke arahku.
"bukk!! Tamengku menghalau serangan itu, aku langsung balik menebas.
Cring!! Crakk!!. Mob itu terpotong menjadi dua, dan dari tubuhnya,mengeluarkan cairan beraroma manis.
(apa ini?... Uhhh menjijikan) pikirku.
Setelah beberapa saat mob itu di serap oleh lantai labil dan menghilang, meninggalkan sebotol kecil cairan yang tadi,
(sebetulnya cairan apa ini??... Ambil saja-lah, mungkin akan laku di jual)gumamku, Sambil menyimpan sebotol kecil cairan itu ke dalam inventory.
(sebetulnya raid seperti ini kurang efektif, bagaimana kalau aku membuat semacam perangkap) pikirku.
Pada akhirnya aku memutuskan untuk membuat semacam rencana.
****
Beberapa saat Setelah rencana berhasil di buat...
Secara ilmiah, mob yang berjenis tumbuh sangat tertarik akan cahaya, aku mengetahui itu dari berbagai tes yang telah aku coba,
Karena aku memiliki skill untuk menginstal tower pertahanan dan ada perbedaan saat di permainan, ketika aku menginstal tower, biasanya setelah beberapa menit tower itu akan hilang dengan sendirinya, dan ada batasan untuk menginstal,
Tapi ketika aku menginstal tower di sini tower ini tidak hilang, tak ada waktu yang membatasi tower itu , dan tak ada batasan jumlah yang bisa aku instal.
(sepertinya keseimbangan dari game sudah hilang) pikirku.
Kemudian aku menginstal lima tower di belakangku.
Tower itu memiliki tinggi satu meter dengan senjata machine gun sebagai senjata utamanya, memiliki radius serangan sekitar 200 meter, dengan sensor penembak otomatis.
Aku memasang tower itu agak berdekatan agar mudah untuk aku lindungi, setelah itu aku menyalakan lampu LED yang aku temukan dari botplay, aku mengaplikasikan lampu LED itu di baterai dekat tower.
"(Yosss Sekarang sudah terang, kemari-lah Monster kecil) gumamku.
Setelah beberapa saat...... Tiba tiba pohon di sekeliling-ku bergoyang dan tanda merah pada peta sistem-ku makin banyak,
puluhan tanda merah makin mendekat, menandakan segerombolan besar Monster yang sedang berlari ke arahku.
Saat itu aku melihat wujud asli dari Monster itu, Monster itu seperti Nepenthes (kantong semar) dan ada pula yang menyerupai tumbuh pemakaian daging. Monster itu memiliki tinggi sekitar 1 meter dengan beberapa daun dan kelopak bunga.
Sfx..brummm,!!!! Bang!!!bang!! Bang!!" Bang!!" bang!!! Bang!!" Bang!!" Bang!!" Bang!!" Bang!!"
Tower secara otomatis menyerah musuh yang mencoba mendekat.
Kepulan asap tercium dari senjata mesin yang tak hentinya menembak,
suara mesin-nya menderu terdengar begitu ganas. Senjata itu mencabik-cabik setiap Monster yang mencoba mendekat.
Aku di sini hanya menghalau setiap serangan musuh yang mencoba mengincar tower.
Segerombolan monster tumbang dalam waktu singkat tapi segerombolan lagi datang menyusul dari belakang.
(Sepertinya raid ini tidak akan selesai dalam waktu singkat) pikirku.
Di lain tempat.... ******
Di Markas accretia hq
Terlihat vita sedang sibuk merampungkan pembangunan armory.
Meskipun penyerangan balon udara kemarin berdampak besar pada sektor yang sedang di bangun, tapi untungnya kapal utama tidak menerima dampak dari kerusakan.
Tapi Vita terpaksa memulai semua proyek pembangunan dari awal.
Karena vita merupakan race manager, vita terpaksa menggantikan posisi admiral dalam mengatur Markas.
Vita memerintahkan seluruh unit repair dan unit builder untuk merampungkan pembangunan armory,
Di samping itu, vita juga memperbaiki beberapa unit suplay,
unit itu sangat mirip seperti prajurit accretia dengan tameng dan pedagang di tangan mereka, hanya saja mereka tidak memiliki kesadaran pribadi karena mereka AI yang sengaja di buat untuk tujuan tertentu.
Unit suplay memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap kaum accretia empire, mereka rela melakukan apa saja bahkan mereka berani untuk di jadikan bom bunuh diri,
Karena kesetiaan itu vita berani menghidupkan sebagian dari mereka.
"apa ada tugas baru untuk saya yang mulia "ucap seorang dari unit suplay.
[Kalian kumpulan apa saja yang bisa menjadi sumber daya, setelah itu berikan pada unit builder ] ucap vita memberikan tugas.
" siap laksanakan!! " kata unit suplay tanpa ekspresi dan hasrat.
Puluhan unit suplay pergi berpencar mengelilingi setiap sudut dari gurun pasir itu.
[uhhhh!!!..... Di sini sungguh membosankan tanpa kehadiran admiral, kapan kamu akan kembali ke sini admiral sayangku.] gumam vita.
Setelah itu vita kembali ke ruang kontrol untuk menyelesaikan pemetaan pada jalur yang akan admiral lalui.
Di ruang kontrol terlihat puluhan monitor besar menunjukkan setiap wilayah yang berhasil di ambil oleh kamera satelit.
Salah satunya adalah wilayah musuh, Meskipun bom nuklir berhasil memporak porandakan setengah dari pertahanan mereka, tapi mereka terlihat seperti tidak menganggap itu dampak besar,
Musuh malah terlihat seperti sedang mengumpulkan pasukan yang lebih besar, entah apa tujuan mereka, tapi bakalan ada suatu tragedi yang besar,
[admiral pulanglah, aku takut bila harus menghadapi mereka semua sendirian..] gumam vita.
[Apakah aku harus mengkloning jasad dari para pejuang, tapi akan ada sebuah kecacadan pada gen mereka,... Yahh, lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali]
[mungkin admiral akan bisa memperbaiki kecacadan itu] gumam vita sambil berjalan menuju lab yang ada di Markas accretia.
__ADS_1