Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
chapter 39 akhir dari pertempuran panjang.


__ADS_3

Di dekat perpustakaan tua yang kini terbakar.


aku dengan sekuat tenaga berteriak. "putri Lily!, putri!, di mana kamu?. ucapku dengan nada keras.


saat itu beberapa orang pengawal dan putri kedua terlihat berjalan keluar dari pintu belakang istana.


" hahaha, sungguh kematian yang cocok untuk sainganku" ucap putri kedua sambil mengejek.


"ohh jadi itu kelemahanmu! " ucap Romi sambil tersenyum.


"sudah!... menyerah saja dan ikut mati bersamanya! " ucap ketua kelas dengan nada ketus.


saat itu perasaan ku terasa makin hancur dan putus asa, tapi tiba-tiba sebuah suara menyadarkanku.


" Terima kasih tapi aku belum ingin mati sebelum menikah, apakah kamu mau membantuku, Felix. " ucap putri liciany sambil keluar dari dalam api yang menyala, ia terbungkus oleh penghalang sihir yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


"itu kau putri lily?, ucapku seakan tidak percaya.


" ya!!.. apa kamu menganggap aku lemah?" ucap putri liciany.


"pengawal!!.. lenyapkan mereka berdua!!, " ucap putri kedua.


"berhentilah bermimpi Astried" ucap putri liciany memanggil nama putri kedua.


putri liciany mengaktifkan sihir. ia berkata "poison zone" dan terlihat sebuah genangan hitam pekat muncul di bawah kakinya.


beberapa pengawal ambruk ketika menginjak genangan hitam itu. beberapa dari mereka mundur dan menargetkanku.


"ini giliranku" ucapku kemudian mengaktifkan skill dan buff.


"wild rage, espansion, Counter attack, sheld Rupture" ucapku mengaktifkan beberapa skill buff.


saat itu beberapa orang spontan menyerangku secara bersamaan.


"Power Cleave" ucapku mengaktifkan skill.


power cleave adalah sebuah skill hantaman yang melepaskan gelombang sonik, skill itu menyerupai serangan gelombang cahaya yang memotong area terdekat menggunakan frekuensi gelombang bertubi-tubi.


puluhan pengawal terlempar, beberapa dari mereka kehilangan bagian tubuhnya, tapi beberapa orang dari mereka berhasil menahan serangan dan menghindar.


"cih!,, serang ia menggunakan sihir dan panah." ucap putri kedua (putri Astried) sambil mendecakkan lidah.


serangan itu di arahkan padaku dan lily. menanggapi itu aku langsung berlari kearah putri lily.


"sheld battery! " ucapku mengaktifkan skill.


aku menahan seluruh panah dan sihir menggunakan tamengku.


"thanks Felix!, berjuanglah! " ucap putri liciany.


serangan itu terus-menerus di arahkan pada kami berdua.


"Felix merunduk! " ucap putri liciany, ia mengaktifkan sihir balasan.


aku menunduk. "poison Arrow! " ucap putri liciany lalu melemparkan beberapa sihir panah beracun.


sayangnya serangan sihir dari putri liciany tidak berdampak karena saling bertabrakan dengan sihir musuh.


mereka terus-menerus menyerang kami tanpa sedikitpun memberi jeda.


serangan panah dan sihir sudah bagaikan hujan deras yang menerpa kami.


"hahahahahahahahahahhaha matilah sialan! " ucap romi, ai tersenyum lebar ketika melihatku terpojok.


dua orang itu terlihat sudah bangkit kembali dari lukanya. mereka tersenyum sambil melihat kami yang sedang sengsara.


Aku berusaha menahan seluruh serangan mereka, tanpa aku sadari ternyata naga itu kembali bangkit.


naga zombie itu menatap barisan pemanah lalu menyemburkan api kearah mereka.


"roaaarrrr!!!!, wosss!! akh!!," suara semburan di susul oleh suara jeritan orang-orang yang terbakar.


melihat itu aku memanfaatkan kesempatan, aku mengganti senjataku dengan peluncur roket lalu mengaktifkan beberapa skill.


"wild range!, wild shot! " ucapku mengaktifkan skill buff dan serangan.


Wild range. Seperti namanya itu adalah skill buff untuk mengaktifkan mode penembak gila skill itu sangat meningkatkan attack, damage, reload, espansion, tapi kelemahannya adalah akurasi dan stabilitas yang berkurang.


sedangkan wild shot adalah serangan bombardir yang dilakukan secara bertubi-tubi. serangan itu meliputi area yang sangat luas.


"prak!! booooooomm!!!!!!!, " zona musuh terbakar oleh api dari roketku.


musuh berlarian ke segala arah sambil menyelamatkan diri, beberapa pendeta terlihat membacakan mantra sambil mengobati orang yang terluka.


saat itu, zona apiku berhasil di padamkan orang beberapa pendeta.


sang putri kedua terlihat selamat dari serangan itu, ia bersembunyi di belakang para pengawal dan di bentengi oleh sebuah pelindung sihir.


ia terlihat marah oleh serangan dariku, ia mengerutkan kening lalu berteriak.


"bagaimana bisa kamu sekuat ini!... bukannya kamu hanya ikan kecil yang tidak memiliki mana" ucap sang putri sambil mengepalkan lengannya.


lalu aku dengan santainya berkata,


"semesta ini luas kawan, makanya, jangan hanya tinggal di tanah. " ucapku mengejek.


ketika itu, putri lily tersenyum oleh perkataanku.


"kerja bagus, sweet! aku percaya padamu( ͡ ͜ʖ ͡ )" ucap putri lily sambil tersenyum.

__ADS_1


putri lily kemudian menepuk pundakku sambil berkata " tolong lindungi aku sweet, aku akan membacakan mantra yang sangat panjang " ucap putri liciany, ia lalu mengangkat tongkat dan mulai merapal.


"hentikan dia!" ucap putri kedua, ia terlihat sangat ketakutan.


saat itu beberapa pengawal terlihat berlari ke arahku sambil membawa senjata mereka,


mereka mengarahkan panah dan tongkatnya ke arahku lalu mulai menyerang.


(ini akan menjadi serangan dua arah) pikirku karena aku harus menghadapi para petarung dan menembak secara bersamaan.


tanpa memikirkan konsekuensinya, aku langsung menaikan output power ke 180%,


jantungku mulai berdetak begitu kencang, lingkungan di sekitarku terlihat melambat.


saat itu seluruh tubuhku rasanya terbakar, limpahan kekuatan mengalir di dalam nadiku seakan meledak dan sebuah rangsangan kegilaan mulai merasuki otakku.


para pengawal di hadapanku terlihat mulai mengaktifkan skill serangan.


"cross fire" ucapku mengaktifkan skill buff.


aku mengaktifkan skill adu tembak, aku menembaki seluruh pengawal yang ada di jarak pandangku.


"bam! bam! bam! bam! bam! bam! bam! bam! bam! bam! bam! bam!" puluhan pengawal terlihat terbakar, beberapa orang terlihat terjebak di dalam gumpalan api.


"ceklek, ceklek." suara amunisi kosong.


(sepertinya amunisi apiku habis) pikirku karena aku terus menembaki mereka meskipun aku tau bahwa skill ini sangat boros amunisi.


saat itu beberapa pengawal terlihat mundur dari tempatnya, mereka terlihat enggan untuk menghadapiku.


"senjata yang bagus tapi sayangnya, kenapa orang bodoh sepertimu yang memakainya,. " ucap ketua kelas.


ketua kelas adalah seorang pria berkacamata yang selalu ingin unggul dalam seluruh bidang.


"asal kau tau, tidak ada orang bodoh di dunia ini karena setiap orang unggul dalam bidangnya masing-masing." ucapku sambil tersenyum menyeringai.


"sialan!, kembalikan senjataku! " ucapku ketua kelas, ia tampaknya menginginkan peluncur roketku.


"tidak mau!, " ucapku dengan espresi wajah mengejek.


"cepat serahkan dan menyerahlah, kalau tidak!, akan kubunuh kau!" ucap ketua kelas.


"yah menyerahlah, aku menjamin kamu akan selamat dan di ampuni setelah kamu menyerahkan seluruh senjata dan wanitamu" ucap romi dengan espresi mengejek.


"sialan!, apa maksudmu berkata begitu! " ucapku dengan expresi marah.


"jadi kamu masih belum paham!, begini saja, serahkan putri liciany dan senjatamu, maka kamu akan di biarkan hidup, tenang saja, aku akan mengurus putri liciany seperti budakku yang lain dan aku akan memberikan ia seluruh cintaku pada setiap malam." ucap romi dengan wajah penuh napsu.


"eh! hehehehe! " ucapku tersenyum, sambil mengganti peluru peluncur roket.


"dasar gila!.. ketua, ayo singkirkan dia" ucap romi,


aku menembaki mereka, tapi beberapa pengawal terlihat mengorbankan dirinya untuk melindungi mereka.


"swadow walk", ucap romi, " blade destroyer" ucap ketua kelas. " swadow destroyer! " ucap mereka berdua.


dari skill kombinasi itu tercipta sebuah serangan pamungkas yang memiliki daya hancur tinggi, sebuah gelombang sabetan hitam terlihat terbang ke arahku.


"counter attack!, solid mode! " ucapku mengaktifkan skill.


skill_ku aktif, seluruh tubuhku berubah menjadi emas dan memadat, menahan seluruh serangan dari mereka.


tanah di depanku berlubang, bekas tebasan besar membelah tanah. aku menahan serangan itu dan berhasil mengembalikannya menggunakan skill counter attack.


serangan itu berbalik menyerang mereka, beberapa pengawal terlihat menahan serangan itu menggunakan tameng mereka tapi sayangnya mereka terlempar dan mengalami luka serius.


ketua kelas dan Romi juga ikut terkena, meski tidak terlalu parah.


aku kembali ke dalam wujud semula sambil berkata, "serangan yang mematikan!, untukmu, hehehe" ucapku sambil tersenyum.


"sialan, bagaimana bisa" ucap romi, dia kemudian menarik lengan ketua kelas dan menghilang ke dalam bayangan.


"hey dimana kau meletakkan kesombongan mu tadi!, janganlah kabur!, kita baru saja bersenang-senang" ucapku.


dari kejauhan terlihat seorang putri kedua, ai menatapku dengan penuh amarah sambil mengerutkan keningnya ,


kemudian sebuah kabut hitam menyelimuti penglihatanku.


"maaf membuatmu menunggu, sweet " ucap putri liciany.


"apa ini?" ucapku penasaran.


'ini adalah areaku yang membuatku memiliki keuntungan saat bertarung" ucap putri liciany.


saat itu, terlihat beberapa pengawal memasuki zona putri liciany. mereka berlari kearahku sambil menebaskan pedangnya.


"cross fire", ucapku mengaktifkan skill lalu menembaki mereka.


" poison trap, instan dead" ucap putri liciany, ia mengeluarkan skillnya dan secara tiba-tiba para pengawal mulai berjatuhan dan mati.


setelah beberapa menit..


para pengawal terlihat gusar. mereka terlihat enggan untuk memasuki zona kematian yang tentunya akan membunuh mereka secara instan.


ketua kelas dan romi terlihat sudah pulih, mereka kembali setelah di obati oleh para Priest.


para Priest dan suster terlihat kewalahan menghadapi puluhan pasien, mereka mulai kehabisan mana karena terus di pakai untuk merapalkan sihir penyembuh.


unit penembak terlihat berhati-hati, mereka terus menembak ke dalam zona hitam, tapi dari dalam zona itu terlihat beberapa Roket yang mengincar mereka.

__ADS_1


naga zombie terlihat terbelenggu, ia di belenggu oleh para penyihir karena ia terus mengamuk dan menyerang.


"cepatlah!,, pasang pengendali ke otaknya! " ucap putri kedua dengan nada membentak.


"tidak!, anakku!,, semua ini!,, tidak akan aku maafkan!!!" ucap naga zombie dengan tubuh terikat rantai sihir.


"pengawal!, cepat masuk ke zona itu dan singkirkan mereka! " ucap putri kedua dengan nada memerintah.


tapi para pengawal terlihat enggan sambil memberikan beberapa alasan.


"maafkan kami, kami sudah pasti akan mati bila memasuki zona itu, maaf, tapi,(omongan pengawal terpotong)


" tapi apa?... cihhh!!) ucap putri astried sambil berjalan pergi menuju ruangan segel.


putri kedua (astried) terlihat gelisah, dalam hatinya ia teramat benci dan cemburu kepada liciany, Ia gelisah, was-was, ketakutan, tatkala ia mengingat bahwa putri liciany yang akan naik tahta.


Ia mengotori hatinya itu oleh sikap arogan, tamak, iri hati, kemurkaan dan kesombongan.


putri astried, terlihat mengacak-acak ruangan itu, Ia terlihat mengambil sebuah perkamen dengan tulisan dan simbol-simbol aneh di atasnya.


Ia lalu pergi menuju zona pertarungan.


di dalam kabut hitam...


saat ini aku terus membalas seluruh serangan yang mereka kirimkan,


aku membalas serangan mereka menggunakan roketku.


sebetulnya sudah dua hari sejak aku terjebak dalam pertempuran mematikan ini,


seluruh tubuhku rasanya mati rasa, beberapa komponen dari tubuhku nampaknya mengalami kerusakan dan melemahnya daya,


(kalau saja aku manusia murni mungkin aku sudah pingsan) pikirku.


Saat ini zirah dan helm Baja Damaskus milikku sudah hancur remuk karena di paksa menahan seluruh serangan yang tentunya mematikan.


Serangan dari ekor naga zombie lalu kombo dari pahlawan tadi, sudah cukup menguras durabilitas dari zirahku.


meskipun tidak terkena serangan langsung tapi efek dari menahan serangan dahsyat, membuat armor ini retak dan berakhir hancur.


(andai saja aku ada di markas mungkin aku bisa membuat armor yang lebih baik) pikirku karena sheldku berhasil bertahan dari semua serangan, bahkan hingga kini masih kokoh tanpa mengalami kerusakan.


"sweet, kamu baik-baik saja? " ucap putri lily.


"yahh! ada apa?", ucapku bertanya.


" jangan melamun!, aku khawatir tau" ucap lily sambil terus merapalkan mantra.


"yah!, aku mengerti, thanks," ucapku.


....


tiba-tiba sebuah gangguan mulai terasa olehku, itu sebuah gejala seperti yang aku rasakan saat melewati pembatas kota.


aku merasakan sakit di antara kedua bola mataku, rasanya seakan menggeliat dan terbakar.


"akhh! sialan! " ucapku.


"sweet! ada apa?, " ucap lily.


"tidak ada apa-apa, cuma masalah spele" ucapku sambil mengaktifkan mode infrared.


aku memutuskan untuk menghentikan fungsi syaraf ku, agar aku bisa terus bertarung.


di dalam mode infrared, aku melihat barisan pasukan di depanku, mereka secara Tiba-tiba menjadi sangat banyak.


aku menggosok mata kemudian kembali menembak, tapi saat itu terdengar ada sebuah suara teriakkan wanita dari dalam barisan musuhku.


gerombolan besar pasukan musuh terlihat serentak pergi kearah kami seakan tidak takut oleh gerbang kematian yang ada di depan mata mereka.


mereka berlari lalu melompat ke dalam zona kabut beracun dan berakhir mati bergelimpangan.


saat itu putri liciany berteriak secara histeris ketika melihat sesosok mayat jatuh di depan kami.


putri liciany kehilangan konsentrasinya, ia menangis sambil berkata.


"terkutuklah kau astried!, tega-teganya kamu mengorbankan rakyatku" ucap putri liciany.


saat itu aku mematikan mode infrared dan melihat apa yang terjadi.


di depanku aku melihat gerombolan warga dengan expresi kesakitan, mereka memegang kepala sambil menangis.


nampaknya putri Astrid telah merubah aturan pada segel kota dan kini sedang mengendalikan warga menggunakan kutukan.


"habisi mereka berdua! " ucap putri Astrid sambil memegang perkamen emas.


para warga terpaksa tunduk oleh rasa sakit, mereka berlari ke arah kami dengan putus asa.


saat itu putri lily langsung menghilangkan zona kabutnya kemudian menyerang putri Astrid menggunakan sihir.


"lily!, apa yang kamu lakukan! " ucapku dengan nada marah,


"aku tidak bisa membiarkan wargaku mati oleh sihirku" ucap putri lily.


di antara beberapa warga, terlihat ada beberapa orang pengawal yang membaur.


aku langsung menendang beberapa warga itu hingga pingsan kemudian menembaki para pengawal.


mereka terus maju seakan ingin menangkapku serta putri liciany.

__ADS_1


__ADS_2