
Setelah beberapa jam bertarung.
kami sempat beberapa kali terpojok.
saat itu aku terus bertarung dan Tidak memperdulikan kawan atau lawan.
"sheld bash! " ucapku mengaktifkan skill pelontar tameng, aku lalu melemparkan para warga serta para pengawal yang ada di dalamnya menuju ke udara.
di sana pula ada beberapa pahlawan yang ikut menyerang.
alhasil tubuhku di penuhi oleh luka, tapi aku menolak untuk menyerah.
aku terus menembak ke arah ruangan segel sambil berusaha menghancurkan batunya dan di tambah harus bertahan dari gempuran musuh yang menyerang dari segala arah.
ruangan batu itu tampaknya di lindungi oleh sihir pelindung yang kuat tapi aku tidak punya cara lain selain menghancurkan segel ini, agar semua orang dapat terbebas dari kutukan dan berhenti menyerangku.
"sweet! wuuu haaa(menarik napas) aku lelah." ucap putri liciany sambil menyerang seluruh musuh menggunakan sihir pelumpuh.
saat itu puluhan musuh langsung ambruk ke tanah oleh sihir pelumpuh.
"tunggulah sebentar lagi!, bantuan pasti akan datang! " ucapku karena jemputan dari markas sebentar lagi sampai.
setelah beberapa menit...
aku terus berjuang dengan segenap jiwa, aku terus bertarung meskipun terpojok dan terluka.
putri liciany sudah tidak sanggup dengan pertempuran ini, ia ambruk ke tanah lalu duduk tersungkur, ia melambaikan tangannya sambil memberikan isyarat agar aku melindunginya.
Di tengah pertarungan, putri Astried berteriak, "tutup mata kalian" ucap putri Astrid.
Saat itu sebuah cahaya yang terang membutakan pandangan kami berdua.
("Aku tidak dapat melihat) pikirku sambil menggosok kedua mata dan di tambah dengan kutukan yang menggerogoti kedua mataku.
Tiba-tiba.
Mati! kau!"
Sfx, 'cleb!".terdengar sebuah tusukan benda tajam.
"Ohok!!... Swe~~t!!..." Ucap Lily meringkih.
"Ada apa ini" ucapku, sambil beralih ke kamera Botfly di belakang leherku.
__ADS_1
Tanpa aku sadari ada dua musuh di dekatku, mereka menyerangku dari depan dan belakang.
Sfx "cleb!! 'cleb!!"
Serangan itu menembus jantung dan perutku, lukanya terasa sangat perih dan dari kamera Botflay aku melihat.
Tubuh lily terangkat dari atas tanah, sebilah pedang menusuk jantungnya. Lily terlihat sangat kesakitan sambil meronta-ronta.
"Lihatlah kawan!.. Ini adalah akhir yang tragis untuk sepanjang kekasih payah, tapi sayangnya ia tidak bisa melihat hal ini hehhehehehehehe" Ucap Romi tertawa sambil mengangkat Lily dengan pedangnya, ia lalu menggosokan pedang satunya ke pipi lily.
Air mataku jatuh ketika melihat hal itu, sebuah kebiadaban yang belum pernah kulihat dan orang yang paling ku sayang menjadi korbannya.
Sfx: srink!" (Menghindar) crak," Tanpa sadar aku menebas tubuh Romi. Ia menghindar, tapi serangan itu memenggal lengannya.
"Sial!!.. Ternyata kau masih bisa melawan" Ucap Romi sambil melompat ke atas atap kastil.
Tubuh lily terlihat terhuyung ke tanah, aku langsung menangkapnya menggunakan tamengku dan memeluknya.
Dua orang terlihat bersusah payah menarik pedangnya yang tersangkut di tubuhku. Tanpa menunggu lama aku langsung mengeluarkan skill Death blow.
"Booom!!!" Aku mengayunkan pedangku ke tanah, menghancurkan sekitarnya menggunakan tekanan tinggi. menerbangkan kedua musuh dan menciptakan kawah.
Kedua musuh terpental sangat jauh dengan dengan jirah yang hancur bertebaran.
"Lily~... Bangunlah!!!....hiks,.hiks.." Ucapku sambil meneteskan air mata.
"Hehe.. Uhuk! (Batuk darah)... Ternyata pangeranku masih bisa menangis seperti bayi" Ucap lily sambil tersenyum.
"(Tersedu)hiks',..Aku mohon jangan tinggalkan aku 'hiks" Ucapku sambil tersedu menangis.
"Terima~kasih, 'uhuk', sebelum aku tiada, 'uhuk', uhuk-uhuk' aku ingin kamu tau, 'uhuk' aku menyukaimu," Ucap lily sambil memegang pipiku.
"Jangan berkata begitu, 'hiks' 'hiks', ucapku sambil menangis, air mataku bercucuran deras membasahi pipi dan teringat kenangan indah bersama lily.
(Flash back, Ingatan felix) malam hari di bawah pohon, Seorang gadis cantik yang anggun menatapku, ia tersenyum ke arahku dengan senyuman yang mempesona,
"Sweet kemari... Duduklah disini." Ucap putri liciany sambil duduk di bawah pohon, ia mengajakku untuk duduk di sampingnya.
Aku lantas duduk di atas rumput di samping putri liciany.
Malam yang indah, gugusan bintang bersinar di langit seakan memberi kesan yang indah.
Tapi keindahan itu malah membuat liciany meneteskan air mata kemudian berkata " Saat aku merasa sedih, aku akan selalu pergi kesini bersama ibuku, tapi kini ia telah tiada,"
__ADS_1
Saat itu aku hanya diam sambil mendengarkan.
"Tapi tempat ini mengingatkan ku pada ibuku, aku sungguh merindukan ia, tapi ibu tidak mungkin kembali" Ucap liciany sambil meneteskan air mata.
"Felix aku tidak ingin kehilangan orang yang dekat denganku lagi, jadi jangan pernah pergi dariku!!!..,tapi kalau kamu mau pergi jauh, bawalah aku!,,,kita harus hidup bersama atau mati bersama. aku tidak masalah untuk hidup di kampung atau di hutan selagi kamu ada di sisiku. Ucap liciany dengan ekspresi penuh harapan.
"Iya, aku berjanji akan selalu melindungimu." Ucapku.
--kembali ke kenyataan.
Dari kejauhan terdengar celotehan,
" Kalian tidak berguna!, sekarang cepat bunuh dia!," ucap Putri Astried kepada para Pengawalnya yang tersisa.
Saat itu, para mengawal terlihat enggan dan takut saat menghadapiku, mereka terlihat terpaksa karena di ancam.
Puluhan mengawal mulai mengelilingi ku. Mereka mengacungkan pedangnya, tapi tidak ada seorangpun dari mereka yang berani menyerang.
Saat itu, terdengar suara mobil yang ku kenal.
Sebuah mobil terlihat meleset ke arahku dan menabrak beberapa beberapa pengawal.
Dari mobil itu, turunlah dua orang gadis cantik. Seorang gadis berambut merah panjang, membawa penyembur api, dan seorang gadis berambut abu-abu, pendek, membawa gergaji mesin.
"Admiral!... anda butuh bantuan?" Ucap seorang gadis berambut merah. Ia menoleh sekeliling sambil menyodorkan lengannya.
"Di!, di, dia terluka parah, apakah kamu bisa menolongnya, " Ucapku dengan nada terbata-bata, aku tidak bisa menolongnya karena saat ini aku tidak memiliki High potion.
"Di mobil MAZ ada tabung Cryonics, ayo menyimpannya ke sana dan membawanya ke markas." Ucap wanita berambut abu-abu pendek.
Aku menggapai tangan gadis itu dan menuruti perkataan nya, tapi tiba-tiba terdengar lagi celotehan dari Putri Astried.
"Bodoh!!,......jangan diam saja!. Cepat habisi mereka semua" Ucap sang putri dengan expresi wajah merah menyala.
Satu persatu pengawal mulai menyerang dengan terpaksa, saat itu kedua wanita, mengeluarkan senjatanya dan menyerang kumpulan pengawal.
Seorang gadis berambut merah terlihat menembakkan penyembur api ke arah para pengawal. Sedangkan gadis berambut abu-abu pendek terlihat bertarung menggunakan gergaji mesin.
Dari sebuah atap terdengar sebuah hinaan
"Hey sialan!,, mau pergi kemana kau," Ucap Romi sambil mengikat lengannya.
"Aku hampir melupakanmu!" Ucapku dengan expresi marah.
__ADS_1
(" Bebankan 300% power)pikirku. Seketika tubuhku berubah menjadi panas, aku langsung menembak Romi dan para mengawalnya menggunakan skill 'Wild range. Tapi tiba-tiba aku hilang kendali.