
seorang kapten kesatria elf, ia terlihat gelisah sambil memberi perintah.
"kalian yang di sana!,.. cepat berkemas". ucap kapten itu.
" kapten!, ada apa ini?" ucap anggota pengintai elf.
"ini darurat!... cepat!," ucap kapten dengan nada gelisah.
"iya!.. ada apa!, " ucap anggota. dengan nada marah.
"ada gerombolan besar serigala, mereka terlihat membuat sarang di ujung hutan! " ucap kapten.
"kenapa mereka sampai ada di sana?, bukannya perbatasan di jaga oleh para militan" ucap para penduduk elf.
"perbatasan kita sudah di jebol. saat ini beberapa serigala berhasil merangsak masuk!... pokoknya cepat berkemas! " ucap kapten elf.
Mendengar itu beberapa warga elf menjadi panik berlarian, mereka lalu berkemas.
"kalian ikutlah denganku!." ucap kapten elf, ia mengajak regu pengintai untuk ikut bergabung.
"baik!.. tapi bagaimana dengan mereka" ucap anggota pengintai sambil menunjuk ke arah kami bertiga.
"bawalah teman kalian." ucap kapten elf sambil menoleh ke arahku.
"ehh.. mereka bukan teman kita, mereka adalah beberapa orang yang kita curigai." ucap anggota pengintai.
"hehehe, maaf, soalnya kalian terlihat akrab ketika makan bersama" ucap kapten elf sambil sedikit tertawa.
mendengar itu, aku ikut tersenyum lalu berkata "apakah kami sudah di perbolehkan untuk melintas? " ucapku.
kapten elf itu tertegun mendengarkan ucapku.
"kalian bisa bahasa elf?.. hebat!.. lalu apa ras kalian?. lalu mau kemana kalian pergi?" ucap kapten elf dengan ekspresi terpesona.
" tapi kapten!, mereka sudah jelas manusia!, lihatlah wajah mereka " ucap anggota pengintai elf yang membenciku.
"bukan, mereka bukan manusia. lihatlah tubuh dia, (mengamatinya tubuh felix) beberapa ras bahkan bisa menirukan bentuk fisik dari ras lain.. lalu dari ras apa kamu" ucap kapten elf, ia terlihat lebih berpengalaman.
"kami dari ras accretia. kami berasal dari gurun pasir yang ada di timur." ucapku.
" aku baru tau di sana ada kehidupan.. sepertinya petualanganku masih kurang jauh." ucap kapten kesatria elf.
"kapten!, berhentilah so akrab. bukannya kita tidak memiliki banyak waktu." ucap anggota pengintai elf.
"eh iya, ayok berangkat! " ucap kapten elf,
"tunggu!,.. kalian mau meninggalkan kami begitu saja" ucapku sambil berdiri menghentikan.
"itu tergantung dengan keputusanmu nak... kamu boleh pergi seperti orang asing, atau membantu seperti teman" ucap kapten elf.
__ADS_1
"tapi kami bukan ras yang ahli dalam bertarung, " ucapku mengeles.
"ehhh, lihatlah ini( mengeluarkan kertas) aku mendapatkan kertas ini beberapa hari yang lalu dari seorang temanku yang ada di dekat istana" ucap kapten elf sambil mengeluarkan poster buronan bergambar diriku.
Dari sebuah poster terlihat potret diriku. poster itu bertuliskan 'di cari seorang penjahat tingkat negara, ia melakukan kejahatan karena menghancurkan istana raja dan melukai beberapa penduduk dan pahlawan.' lalu terlihat angka bonty yang tertera di bawahnya.
"apakah kamu masih akan ngeles dengan alasan, 'aku tidak bisa bertarung' " ucap kapten elf.
Setelah beberapa waktu berlalu..
pada akhirnya kami memutuskan untuk membantu para elf.
Saat ini kami melaju ke tempat yang di maksud oleh kapten elf.
"jadi, felixian, apa motifmu menolong para manusia?." ucap kapten elf, ia kini duduk di atas mobil di sebelahku.
"simpel saja, aku hanya kasihan pada mereka, dan tidak semua manusia itu jahat" ucapku.
"kamu benar!, aku pernah punya beberapa teman dari ras manusia. tapi, bisakah kamu menghentikan gadis ini" ucap kapten elf, ia terlihat tidak nyaman karena marinka yang terus menodongkan peluncur roket ke arahnya.
"marinka, hentikan!, mereka kini ada di pihak kita" ucapku.
"maaf, tapi aku tidak bisa sepenuhnya percaya dengan orang ini, aku takut dia akan menjebak kita. " ucap marinka sambil terus menodongkan senjata.
"maafkan aku kapten, dia tidak mau mendengar ucapanku." ucap Felix.
"ihh!.. kamu sepertinya kewalahan menghadapi pasanganmu" ucap kapten elf dengan ekspresi cemas.
------
kami akhirnya sampai pada arah yang di tuju.
kapten elf, memandu kami ke sebuah gua yang ada di lembah.
di tempat itu, kami bertemu dengan kedua anggota elf kesatria yang lain. mereka menggunakan jirah kitin dan menunggangi raptor.
"hai kapten!. apa kamu sudah memperingatkan penduduk! " ucap kesatria elf yang lain.
"ya.. lalu, apakah gerombolan itu menunjukkan pergerakan?." ucap kapten elf.
"belum ada, sepertinya mereka hanya aktif di malam hari"
"bagus, semuanya!, lihatlah ke sana. " ucap kapten elf sambil menunjuk.
saat itu, kami semua melihat sebuah pintu gua. gua itu di penuhi oleh tulang belulang, beberapa mayat monster yang tercabik dan ratusan jejak kaki serigala.
"menurut laporan dari markas pusat, ada sekitar 1000 monster yang berhasil merangsek masuk, setengahnya adalah serigala." ucap kapten elf sambil menunjuk.
"karena milisi di perbatasan kini sedang sibuk membendung serangan monster, mereka tidak mungkin bisa memberikan bantuan ke daerah terpencil ini. tapi ada berita bagus, kini beberapa serigala yang ada di dalam sana sedang terluka, ini kesempatan kita untuk menghabisi mereka." ucap kapten elf sambil memberikan penjelasan.
__ADS_1
("astaga!, bukannya peristiwa ini sama seperti kejadian yang telah terjadi di hutan ein") gumamku.
"kapten!. apakah sebagian dari monster yang menyerang perbatasan adalah zombie." ucapku.
"ya!, tapi dari mana kamu tau" ucap kapten.
"aku hanya menebak." ucapku sambil berbohong.
"ohh.. hehehe, tebakan-mu bagus, apakah kamu pemain judi" ucap kapten elf, ia sepertinya suka bercanda.
"kapten!, siapa sebenarnya mereka." ucap unit kesatria.
"rahasia.. nanti kamu juga tau." ucap kapten elf.
"lalu, apa yang kamu perlukan dariku" ucap Felix.
" bantulah kami, nanti aku akan membujuk atasan agar memberikanmu akses keluar" ucap kapten elf.
"baiklah.. ini kesepakatan kita" ucapku.
"tapi kapten! " ucap unit pengintai.
"berisik!!. alasanmu pasti tidak mendasar!" ucap kapten elf, ia memarahi unit pengintai.
lalu kami membentuk kelompok dan menyusul berbagai rencana.
kita beralih ke markas Accretia.
markas ini kini lebih ramai dari sebelumnya. di dalam lorong terdengar beberapa suara wanita. beberapa wanita terlihat Berlalu-lalang di sekitaran koridor markas.
Ini harusnya jadi kabar baik untuk vita, karena lebih dari 50 tabung telah keluar dan siap untuk bertugas. tapi vita malah terlihat cemberut.
"tok, tok, tok." suara mengetuk pintu
"nyonya vita!, keluarlah!, kita kekurangan makanan di sini" ucap seorang gadis.
["tunggulah beberapa hari lagi!.. admiral pasti akan pulang sambil membawa makanan"] ucap vita dari dalam ruangan lab.
"baiklah, tapi bagaimana dengan masalah listrik yang sering mati!!.. ini sangat mengganggu pekerjaan kami" ucap gadis itu.
["aku mengerti, tapi harap bersabar!."] ucap vita.
"sabar?, sudah 5 kali listrik padam dalam sehari, dan kau masih saja mengoceh tentang sabar.. cepat keluar dan selesaikan masalah ini" ucap gadis itu.
("bukannya kalian sendiri yang membuat listrik mati, karena kegiatan kalian") gumam vita
" tok!!, tok!! tok!! "(suara mengetuk pintu secara keras) " cepat keluar!!!, kalau tidak kami yang akan mendobrak pintu dan masuk" ucap gadis itu.
__ADS_1
"jangan masuk!.. sekarang aku sedang sibuk memecahkan masalah ini. aku kini sedang mengolah bahan radioaktif yang bisa merusak kulitmu." ucap vita, ia sebenarnya sedang berbohong, karena di dalam lab tersimpan puluhan kloning, dan ia tidak ingin orang lain tau.
"baiklah.. kami memberimu kesempatan beberapa hari" ucap gadis itu.