
KB 01, adalah nama dari sebuah unit pesawat tempur yang di kembangkan oleh para teknisi dari markas accretia, unit ini awalnya di rancang sebagai pesawat pengangkut tapi berubah haluan seiring dengan perang yang berkecamuk. body yang ramping dan interior yang sederhana seakan menampakkan kesan lemah pada pesawat tempur ini, tapi dengan kecepatan serta stabilitas yang di milikinya. apakah kalian yakin bisa mengejar dan menjatuhkan nya?
Di tengah pembasmian.
kawanan serigala itu tinggal tersisa seperempat. saat ini kami kewalahan menghadapi musuh, karena persenjataan kami yang kurang memadai.
"kapten!. aku kekurangan katalis dan energi magis" ucap anggota dari kesatria elf.
"kapten!, kami kehabisan anak panah! " ucap para warga elf yang ikut serta.
saat itu terdengar suara mesin jet tempur di atas langit, pesawat tempur itu terbang mendekat.
Puluhan orang melihat ke asal suara termasuk reguku. kami semua melihat sebuah pesawat tempur dengan logo tengkorak merah.
pesawat tempur itu hampir menyerupai lebah. pesawat itu mengeluarkan lusinan senjata dan rudal dari dalam bodynya lalu bersiap untuk menyerang.
"lari menjauh!!!!" teriakku karena aku merasakan bahaya.
seperti yang aku duga. tanpa menunggu lama pesawat tempur langsung itu menembakkan rudal-rudalnya ke arah kawanan serigala.
"booooooooooooommmmmmmmm!!!!!!” satu ledakan dahsyat yang menghancurkan seluruh kawanan serigala dalam satu hentakan, membersihkan line dari musuh dan meluluhlantakkan seisi hutan.
zona panas tercipta dari hasil ledakan itu, menyala merah dan membakar apapun yang ada di dalamnya.
hempasan dari ledakan itu menerbangkan beberapa kelompok ke udara. tapi untungnya kami berhasil pergi dari tempat ledakan.
beberapa orang terlihat waspada akan datangnya serangan susulan. mereka terlihat was-was sambil memegang erat senjata yang mereka miliki.
"sialan.. siapa lagi yang datang!" ucapku sambil menodongkan penyembur api ke arah pesawat tempur.
waktu itu, marinka merasa tidak asing dengan logo yang ada di body pesawat.
marinka mengangkat tangan, memberi kode sambil berteriak. "bantuan kita telah datang! "ucap Marinka.
pesawat tempur itu terbang merendah ke arah kami. beberapa warga dan anggota terlihat ketakutan saat melihat pesawat yang mendekat, tapi tiba-tiba.
Seorang gadis cantik nan imut keluar dari balik pintu pesawat. ia berpenampilan seperti prajurit dari Soviet. dengan rambut pink panjang yang terurai.
Marinka terlihat melaju dengan kendaraan nya menuju gadis itu. mereka lalu berpelukan.
"sister, aku merindukanmu" ucap gadis itu.
waktu itu, seluruh orang di landa kebingungan. mereka terlihat heran sambil menatap dan mengarahkan senjatanya.
aku tidak ingin anggota-ku terluka oleh masa yang bingung, aku mengambil inisiatif mengangkat tangan, lalu dengan nada gembira berteriak, "kita menang!! "
seluruh pandangan menatapku seakan tidak percaya. tapi pandangan mereka terlihat berkaca-kaca, lalu meneteskan air mata.
kebingungan itu berubah menjadi sebuah kebahagiaan.
__ADS_1
"kita selamat" ucap warga elf.
"akhirnya kita menang!" ucap warga elf.
"kemenangan di pihak kita!, kemenangan di pihak kita! " suara sorak sorai dari para elf. terdengar beriringan.
beberapa elf terlihat bersyukur dengan kemenangan yang kita dapatkan. beberapa dari mereka terlihat saling berpelukan dengan ekspresi bahagia, karena saat ini mereka telah terbebas dari jeratan mimpi buruk yang akan menghancurkan desanya.
"kerja bagus nak" ucap kapten elf sambil menepuk pundakku.
saat itu seorang gadis berambut pink terlihat berlari ke arahku lalu memelukku dengan erat.
"admiral! aku sangat merindukanmu" ucap gadis itu.
beberapa orang melihatku dengan tatapan bangga, mereka tersenyum sambil berkata "masa muda memang indah!... lanjutkan dan bahagiakan-lah mereka " ucap beberapa warga sambil tersenyum.
"ayo semua!.. sekarang giliran kita beraksi" ucap seorang warga elf, ia mengajak temannya untuk membereskan sisa kekacauan.
("ehh.... ini tidak seperti yang kalian pikirkan ") gumamku.
setelah beberapa waktu terlewati.
seluruh warga dan anggota regu yang ikut, kini terlihat membersihkan sisa kekacauan.
awalnya aku ingin membantu tapi mereka malah melarangku dengan alasan, "kalian adalah tamu kami!, kalian sudah banyak membantu, jadi biarkan kali ini kami yang akan bekerja " ucap mereka, lalu mereka menyuguhi kami dengan bekal makanan yang mereka bawa.
waktu itu seluruh anggota dari regu-ku berkumpul sambil menikmati cemilan, ada dua anggota baru duduk seiza di depanku.
"admiral!, apa yang terjadi denganmu" ucap gadis berambut pink sambil meraba-raba setiap luka yang ada di dalam tubuhku.
"admiral, siapa yang telah berani membuatmu seperti ini" ucap gadis berambut blonde sambil menghisap dalam rokoknya.
"hiks.. (meneteskan air mata).. per-setan dengan mereka.. aku yang akan membalaskan dendammu! " ucap Erika, ia mengepalkan tinjunya seakan di penuhi amarah.
"tapi ini bukan waktu yang tepat!. (menyuguhkan kopi) bila waktunya tiba, kamu yang harus mengebom mereka, wahai adikku" ucap marinka dengan ekspresi tegas. marinka terlihat menyuguhkan kopi kepada kami berempat.
"seperti yang telah marinka ucapkan... tapi saat ini pokus kita adalah bertahan dan mempersiapkan segalanya, demi kemenangan" ucapku sambil memberi mereka harapan.
"aku tidak bisa memungkiri bahwa peperangan membutuhkan banyak sumber daya dan persiapan. tapi apa yang anda lakukan di tempat ini? " ucap sasha dengan ekspresi penuh hormat.
"memberi bantuan pada sekutu" ucapku.
"hehehe, seperti biasanya" ucap sasha sambil tersenyum.
"lalu apa yang markas butuhkan, hingga mengirim kalian kemari" ucap eva, ia duduk di sampingku sambil memegang buku catatan.
"itu (mengalihkan pandangan) biar Erika yang menjelaskan" ucap sasha sambil menatap dingin sasha.
"ehh... itu, anu... " ucap Erika dengan ekspresi bingung.
saat itu, marinka menatap dingin wajah adiknya. marinka lalu berusaha menangkap adiknya. tapi Erika nampaknya mampu menghindari kakaknya.
__ADS_1
Erika berlari ke belakang tubuhku sambil berteriak "admiral, selamatkan aku! "
"mau lari kemana kau?. pengacau kecil!" ucap marinka dengan ekspresi sadis.
kedua saudara itu terlihat saling kejar mengejar. mereka berlari di atas kendaraan maz. membuat kendaraan yang kami duduki bergoyang.
"hentikan!, bisakah kalian diam! " ucapku menghentikan.
"tapi admiral!, adikku sudah pasti menimbulkan masalah" ucap Marinka.
"kita akan menghukum dia, tapi nanti setelah kita sampai di markas" ucapku mencoba melerai.
"tidak!!!, aku benci hukuman." teriak Erika.
saat itu, sebuah unit repair naik ke atas kendaraan, dan dari kameranya keluar hologram membentuk tubuh vita.
vita keluar dengan pose marah sambil menunjuk.
"jadi kalian di sini rupanya!! " ucap vita dengan nada marah.
"ehh. vita, ada apa ini?. " ucapku dengan wajah Binggung.
(sebetulnya, aku dan vita, saat ini loss kontak karena seluruh fungsi chat di mataku rusak.)
"mereka berdua telah melanggar interupsi,, mereka malah kabur ke sini sambil membawa pesawat pengeboman" ucap vita dengan ekspresi wajah marah.
"lalu apa masalahnya? " ucapku dengan ekspresi binggung.
"mereka melanggar protokol keselamatan mereka.. lalu memancing beberapa musuh datang ke gerbang... karena kesalahan mereka, aku harus mengorbankan 10 unit suplai agar menyebabkan kekacauan dan mengalihkan musuh " ucap vita sambil memberikan penjelasan.
setelah mendengarkan penjelasan dari vita. aku terdiam tanpa bisa berkata.
seorang gadis berambut merah itu terlihat merengek ke arahku sambil memegang kedua pundakku. "admiral, tolong aku~" ucap Erika dengan mata yang berkaca-kaca.
"aku tidak bisa membantumu, Erika" ucapku dengan ekspresi dingin.
"dasar anak manja... lalu apa yang telah terjadi di tempat ini?" ucap Vita sambil menghela napas, ia kemudian menatap sekeliling"
"itu(omongan terpotong)" ucapanku terpotong.
"kami menghancurkan sarang monster" ucap Erika. la lalu tersenyum ke arahku.
"ad-mi-ral, bukannya aku sudah memperingatkan anda agar menjauhi pertempuran. " ucap vita dengan ekspresi dingin.
"tapi aku terpaksa, " ucapku.
"tidak ada alasan lagi, pokoknya aku tidak ingin, sampai harus melihatmu tertidur di peti mati" ucap vita dengan nada sedih.
"maafkan aku" ucapku.
"baiklah, tapi aku akan tetap menghukum anda, bersama mereka berdua... tapi sebelum pulang, kalian semua harus menyelesaikan permintaanku. " ucap vita.
__ADS_1