Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 69,,


__ADS_3

---Sore hari di Redwood---


Di depan gudang penyimpanan makanan, terparkir sebuah kendaraan Truk Maz,


Sebuah keramaian menggambarkan tempat itu, beberapa unit suplay terlihat membawa puluhan karung tepung dan biji-bijian, ada pula beberapa warga Elf yang ikut menyaksikan karena rasa penasaran.


"Tuan Felixian, mungkin, hanya ini yang bisa kami tawarkan, " ucap Arlen, ia ikut mencatat setiap suplay yang keluar.


"tak apa, ini lebih dari cukup untuk satu bulan" ucapku sambil menghisap cerutu.


"satu bulan?, waw, ini angka yang fantastis kawan... setidaknya desa ini akan membutuhkan waktu satu musim untuk menghabiskan seluruh suplay ini" ucap Arlen dengan ekspresi keheranan.


"yah, soalnya kalian lebih banyak memakan buah-buahan dan sayuran yang baru di petik dari pada biji-bijian yang kalian simpan" ucapku sambil mengingat hidangan yang mereka masak.


"tentu, dan terimakasih... berkatmu kami bisa menghabiskan sisa simpanan ini sebelum berjamur" Ucap Arlen.


"Sama-sama " ucapku.


"Ngomong-ngomong, soal bisnis produk lokal yang kamu janjikan, kapan kita akan memulai nya?" ucap Arlen sambil terus menulis.


"secepatnya... kalau boleh, aku akan meresmikannya mulai hari ini," ucapku sambil menghisap cerutu.


waktu itu, mata Arlen terlihat berbinar-binar, lalu Ia berkata "Aku sangat setuju!, mulai hari ini kita akan menjadi mitra bisnis, " ucap Arlen, lalu ia menjabat tanganku dengan wajah sumringah.


Arlen senang karena ini merupakan penghasilan bagi wilayahnya. dan bila bisnis ini berjalan lancar, wilayah nya akan semakin maju dan berkembang.


"Tentu, aku juga setuju, aku akan menantikan perkembangan bisnis kita di masa yang akan datang, jadi tolong jaga kepercayaan ku dan tolong tingkatkan produksimu" ucapku sambil membalas senyuman.


setelah-nya Arlen memberikan kami nota pembelian. Eva mengecek catatan yang ia tulis dan mencocokkan-nya dengan nota tersebut menggunakan bantuanku, agar hasilnya lebih falid,


"Admiral, jumlah keseluruhan harga-nya adalah 11 keping emas untuk satu ton tepung dan biji-bijian dengan tambahan beberapa rempah-rempah dan buah kering" ucap Eva sambil menjumlahkan.


("ini jauh dari target kita") gumamku sambil menggaruk kepala.


"Eva bagaimana ini?... uang dan belanjaan yang kita perlukan masih banyak, " ucapku dengan wajah bingung.


"Aku tau tapi lihatlah... tidak ada yang bisa di beli lagi dari sini... bagaimana kalau kita membelinya di tempat lain" Jawab eva sambil menunjuk ke arah gudang yang hampir kosong.


"jangan terlalu berharap lebih untuk ukuran wilayah sekecil ini" ucap Marinka sambil menghisap cerutunya.


"setidaknya, malam ini kita tidak perlu memakan daging tanpa bumbu lagi" Ucap Sasha,


Karena tidak ada lagi yang memberikan solusi/pendapat , aku lantas mengumpulkan seluruh init suplay agar bersiap pergi.


"tunggu dulu admiral... bagaimana dengan membeli beberapa buah-buahan, aku yakin beberapa orang di markas akan suka buah-buahan" ucap Eva sambil melihat beberapa pohon yang di penuhi buah.


"baiklah, tolong beli beberapa " ucapku.


"Admiral, aku juga ingin membelikan beberapa bawahanku sayuran " ucap Marinka sambil melihat sebuah ladang sayuran.


"yah... tentu" ucapku, menjawab perkataan Marinka.


Aku lalu menghampiri para petani itu untuk memulai tawar menawar. para petani terlihat senang sambil memanen buah dan sayuran yang mereka miliki.


....

__ADS_1


Tak perlu menunggu lama, beberapa keranjang besar buah-buahan dan sayuran kini telah kami bawa. awalnya aku kaget dengan harganya karena buah dan sayuran sebanyak ini hanya di hargai dua koin silver.


"Eva, bukannya ini terlalu murah?".


" tidak juga, soalnya di tempat ini hampir setiap orang punya pohon buah, jadi semakin banyak barang pada suatu wilayah maka harganya semakin anjlok " ucap Eva.


"ehh, apakah admiral tidak tau hal dasar seperti itu?" ucap Sasha sambil mendekatkan wajahnya.


"aku tau maksudku" (ucapan admiral di potong oleh Sasha.)


"aku sedikit curiga denganmu admiral" ucap Sasha sambil menyumpal mulut admiral dengan jari telunjuknya.🤫


"Sialan!, jangan mengganggu admiralku!" ucap Marinka sambil menepis tangan Sasha.


"terserah kamu!, sekarang aku mohon jangan berkelahi!" ucapku sambil menatap mereka berdua.


waktu itu, di dalam hatiku merasakan sebuah keraguan,


("Siapa sebenarnya dia?... aku harap Sasha bukan seseorang yang berbahaya ") gumamku di dalam hati.


pada akhirnya kami telah sampai di dekat pesawat Black Sir,


Unit suplay yang berjaga langsung membuka kabin pesawat saat melihat kedatangan kami,


Kendaraan di angkut, bersamaan dengan Unit suplay yang masuk. kami terbang mengikuti rute yang telah di lalu.


-----setelah beberapa waktu, langit mulai kelabu memasuki malam-----


beberapa jam berlalu dan akhirnya kami sampai di markas Accteria.


Padang pasir senja terlihat berwarna keemasan yang indah,


Eva kemudian melapor, "Eva kepada Vita, kami ingin mendarat" ucap Eva dari microphone.


["pendaratan di Terima, silahkan gunakan gerbang palka depan yang baru saja di perbaiki "] jawab Vita dari speaker.


Eva mengikuti instruksi dan landing di dalam gerbang depan.


Aku memutuskan untuk keluar terlebih dahulu, lalu melihat ruangan gerbang yang sepi.


" Uhh, tidak biasanya tempat ini sepi seperti ini" ucap Sasha,


"pagi tadi aku menyuruh mereka semua untuk bekerja... tunggu, aku akan memanggil mereka" ucap Marinka sambil berjalan terburu-buru.


"Pasti mereka di suruh kerja dengan tidak manusiawi lagi" cibir Sasha sambil melihat kepergian Marinka.


"Aku akan segera membongkar muatan," ucap Eva sambil berjalan ke belakang pesawat.


dari sebuah ruangan yang ada di dalam gerbang tersebut, ada dua orang gadis yang berjalan menghampiri kami.



Gadis berambut putih pirang itu spontan memelukku dengan begitu erat.


"admiral, kamu sudah pulang?" Ucap seorang gadis berambut putih pirang,

__ADS_1


"ya, tapi lepaskan aku, " ucapku sambil melepaskan pelukannya.


"Btw, "(Sebuah kecupan terasa di keningku)" Terimakasih atas Baja yang telah kamu berikan padaku waktu itu" ucap seorang gadis yang menggunakan Helm. ia mendekatkan wajahnya ke arah keningku.


Sebenarnya para gadis ini cemburu ketika melihat Marinka yang mencium keningku, saat di gudang perlengkapan, jadi mereka membalasnya sekarang.


" i i i iya, sa sa sama-sama "ucapku dengan nada gugup karena, bagaimana aku tidak gugup, sebab ini terlalu mendadak.


("uhhh!!! bagaimana caraku untuk mengahadapi bawahanku yang seperti ini ") Gumam Felix.


BY author(" Cih, dasar Felix jomblo, padahal tinggal balas wkwkwk")


"apakah perjalanan kamu menyenangkan?" ucap gadis yang mengenakan helm.


"i, i, i, iya, itu" ucapku sambil memalingkan wajah.


" kenapa anda memalingkan wajah?... apakah ada masalah?" ucap gadis berambut putih panjang.


"tidak, maksudku semuanya sesuai dengan rencana" ucapku.


"Sempurna!... malam ini kita bisa memakan makanan yang lebih baik. Terimakasih admiral" ucap gadis yang mengenakan helm, ia dengan wajah ceria lalu memegang tanganku,


"Seperti yang kami harapkan darimu, Admiral" ucap gadis berambut putih, ia juga ikut memegang tanganku.


Wajah dari kedua gadis itu terlihat tegas dan kaku, tapi mereka terus berusaha mencari perhatian dariku.


"Rupanya kalian berdua sudah mulai bermain kotor" Ucap Sasha sambil berjalan ke depan dari kedua gadis itu dan menatap wajah mereka.


"Ini persaingan Sehat, dan Miss marinka juga melakukannya" ucap gadis berambut pirang sambil menatap Sasha.


"Kami juga memiliki hak untuk dekat dengan admiral" ucap gadis yang mengenakan helm.


Pada waktu itu, Sasha terlihat menunjukkan ekspresi tegasnya, tapi ekspresi-nya seketika berubah seperti orang yang menahan tawa,


"xixixixi wajah kalian... xixixi, wajah kalian berdua Terlihat sangat gugup, Thalia, Elektra, aku beritahu ke kalian berdua, kalian jangan terlalu kaku, kalian nampaknya terlalu memaksakan diri" ucap Sasha sambil tertunduk, Cekikikan dan memegang perutnya.


"apa yang kamu bilang!" ucap Thalia


"Enak saja!, kami tidak memaksakan diri" ucap Elektra sambil mengibaskan rambut putihnya.


"Xixixi, terserah kalian saja," ucap Sasha sambil cengegesan.


"Itu tidak lucu, Sasha " ucap Thalia.


"Dia bertingkah layaknya seperti seorang yang sudah berpengalaman, tapi pada kenyataannya dia bahkan belum pernah Berkencan, " ucap Elektra sambil menyipitkan matanya.


mendengar kalimat itu, Sasha tiba-tiba tertegun, Dia melipat bibirnya dengan skeptis.


"Asal kalian tau saja!, hari ini aku sudah berkencan dengan Admiral. Benarkan Admiral," ucap Sasha sambil melakukan pembelaan.


Tanpa mereka sadari, Marinka telah datang bersama dengan rombongan-nya.


"Kencan apa yang kamu maksud?... Dasar bobcat " Ucap Marinka dengan ekspresi tegas.


Sasha membuang pandangan-nya dari Marinka, lalu dengan sigap berjalan pergi.

__ADS_1


"Hey!, jangan kabur!, Kesini dan jelaskan ucapanmu yang tadi!" ucap Marinka sambil berjalan menyusul Sasha.


Kedua gadis itu, entah kenapa juga ikut pergi, seakan menghindari Marinka.


__ADS_2