Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter: 68. Teman lama dan ingatan suram.


__ADS_3

Di sepanjang jalan tanah yang ada di dalam hutan hijau, terlihat puluhan gerobak karavan yang di tarik oleh berbagai macam hewan tunggangan.


Puluhan orang menaiki setiap gerobak yang mereka bawa, dan mengisinya dengan berbagai macam barang bawaan.


Dari sebuah atap Gerobak yang melaju di barisan paling belakang, terlihat seorang remaja dengan rambut abu-abu pendek.


Ia melamun sambil memikirkan musibah yang telah menimpa tanah airnya.


("Senior Felix. di mana kamu sekarang ") gumam remaja itu.


Remaja itu adalah Dust, Mereka terpaksa mengungsi karena tanah airnya kini di kuasai oleh monster Undead.


(" Aku ingin mengucapkan terimakasih, tapi di mana kamu sekarang " ) gumamnya.


Dust kembali teringat kenangan buruk sewaktu pertempuran terakhir kali. yang terjadi di kastil Almania.


Pada waktu itu, Ia menatap Seniornya yang bertarung sendirian, untuk merubuhkan naga zombie yang menghancurkan seisi kastil,


Ia terperangah kagum atas keberanian Senior Felix. meskipun ia tidak berani untuk menghadapi naga zombie itu. tapi waktu itu, Ia seolah mendapatkan kembali arti dari nama kesatria.


("kamu adalah pahlawan yang sesungguhnya Senior Felix") gumam Dust.


Dengan iringan suara langkah kaki tunggangan yang menarik gerobak, ia kembali terhanyut dalam kenangan buruk.


Kenangan buruk-nya karena sebuah kesalahan yang tidak ia duga. sebuah kesialan sebab harus bertemu dengan Orge gunung dan hampir membuatnya mati, tapi berkat pertolongan dari Senior Felix Ia berhasil selamat.


Ia juga kembali teringat tentang kejadian saat di benteng kayu, yang mana pada saat itu, ia menyaksikan pertempuran dari seniornya.


sebuah contoh dari Seorang Pahlawan yang sesungguhnya, Senior Felix bisa beradaptasi dan membuat keputusan di kala waktu yang sulit dan tidak terduga.


Dia layaknya seorang Raja karena pada waktu yang genting sekalipun, Senior Felix bisa mengendalikan Seluruh hati prajurit yang kacau agar kembali membara.


Ini semua adalah pengalaman yang paling berharga untuk Dust,


Dust terlihat membara penuh semangat tapi tiba-tiba ia kembali termenung dengan penuh penyesalan.


Sebuah perasaan bersalah karena ia tidak bisa menolong Seniornya saat pertarungan di Kastil Almania.


Pada waktu itu ia mendapatkan perintah dari Senior Felix agar melindungi keluarganya.


Dust memanfaatkan seluruh bantuan yang ia milik termasuk Griffin yang di titipkan bersama-nya, ia juga mendapatkan bantuan dari miu dan mimi. mereka berhasil untuk bertahan dan melindungi diri dari serbuan monster..


mereka memanfaatkan bangunan panti asuhan sebagai benteng sekaligus tempat yang aman untuk berlindung.


Mereka bertarung dengan segenap jiwa hingga sebuah kekacauan di luar batas terjadi.


Sebuah kekacauan yang di perbuat oleh putri kedua yaitu Astried


putri itu memanfaatkan kutukan yang ada pada setiap orang yang ada di kastil.


Sebuah kutukan yang menyebabkan rasa yang amat sakit dan memaksa untuk mematuhinya.


Seluruh orang yang tinggal di kastil menjadi gila, mereka berlari menuju tempat pertempuran Senior Felix.


Dust terpaksa mengurung adik-adiknya yang kesakitan, ia juga terpaksa memukul miu dan mimi hingga mereka pingsan karena ia tidak mau melihat sodaranya ikut menderita.

__ADS_1


Melihat keanehan ini, Dust menyuruh Griffin untuk kembali sambil membawa sebuah surat yang telah ia tulis di atas sebuah kain dengan darahnya.


Dust mengunci seluruh keluarganya di dalam bangunan panti, dan ia berlari untuk ikut membantu Senior Felix.


kebimbangan terjadi saat ia sampai di sana, Ia ingin sekali membantu tapi Ia di hadang oleh beberapa monster yang ada di jalanan.


Ia mempertahankan diri sambil menyaksikan pertarungan Seniornya, Ia kewalahan dan sempat beberapa kali terpental.


Ia jatuh sambil melihat seniornya yang di serang dari berbagai arah, Para pahlawan yang seharusnya membela warga dan membantu Senior Felix, malah mereka yang menyerang dan menyebabkan kekacauan.


("apa dosa dari seniorku sampai-sampai kalian harus menyerang dia")gumam dust.


Tapi Senior Felix menunjukkan ketangguhan yang luar biasa, Ia Bertahan dari seluruh serangan yang di tujukan padanya sambil melindungi seorang gadis , dan ia masih tetap berdiri kokoh. dan hal itu yang membuat dust juga ikut membara...


Setelah beberapa jam, di ingatan Dust.


Pertarungan itu terus terjadi selama berjam-jam, Dust terduduk letih di atas tumpukan mayat monster yang telah ia kalahkan.


beberapa tulangnya remuk, ia kehabisan tenaga dengan Jirah yang di penuhi goresan,


("kalau ini bukan jirah dari senior, mungkin aku sudah mati") gumam Dust.


Dust tetap berusaha untuk bangkit meski seluruh tubuhnya merasakan sakit yang amat luar biasa.


ia menebas beberapa musuh yang sekarat dengan sisa tenaganya, tapi di waktu yang sama ia menyaksikan sebuah adegan yang mengiris perasaannya.


Senior Felix tertusuk oleh dua senjata dari seorang pahlawan dan pengawal putri.


Seorang Hero yang bersenjatakan belati, terlihat menusuk dan mengangkat tubuh dari seorang gadis cantik yang Senior lindungi selama ini.


Senior terlihat berubah 180 derajat, senior Felix terlihat menerbangkan Hero dan pengawal yang mengepungnya dari depan dan belakang menggunakan satu serangan.


Senior Felix juga memotong tangan dari Hero assassin yang menyerang seorang gadis cantik, yang sedang ia lindungi.


Di waktu yang sama datanglah dua orang gadis dengan kendaraan aneh.


kedua gadis itu melaju ke arah senior Felix yang sedang terpuruk, lalu mereka membantunya.


BY ADMIN : (kedua gadis itu adalah Eva dan Marinka. )


Sebuah ledakan terdengar dari ruangan segel kutukan, Senior Felix untuk kesekian kalinya bangkit dan menghancurkan inti dari ruangan segel.


Gadis yang terluka itu di bawa dan di tempatkan ke dalam sebuah alat yang aneh di kendaraan, sedangkan senior terlihat bertempur dengan assassin tadi,


Segel kutukan hancur,beberapa orang tersadar dari pengaruh kutukan.


Pada saat yang sama, Dust melihat senior Felix yang mulia kehilangan kontrol atas dirinya.


Senior berubah menjadi sesuatu yang mengerikan, tubuhnya terus beregenerasi dengan energi yang meluap-luap.



Senior menyerang musuhnya secara brutal, ia menghempaskan beberapa penjaga ke udara dan merubah mereka menjadi potongan kecil,


putri Astried terlihat kewalahan dengan perubahan Felix. Sang Putri kembali melepaskan Naga Zombie yang ia tahan dan menumbalkan bawahannya.

__ADS_1


tapi usahanya hanya bertahan beberapa detik. Senior Felix yang telah berubah langsung membanting naga zombie itu ke tanah dan menyerangnya secara brutal.


Melihat Pihaknya yang hampir kalah, Sang Putri Astried terlihat kabur dan menghilang bersama kedua pahlawan yang terluka parah.


Naga zombie itu hancur menjadi ber-keping-keping, kedua Gadis yang baru datang itu terlihat bertarung menghadapi senior Felix yang mulai kehilangan kontrol,


Karena kepiawaian kedua gadis itu. mereka terlihat berhasil melumpuhkan Senior Felix, lalu membawanya entah kemana.


Bangkai dari naga zombie terlihat mengeluarkan miasma yang mulai menyebar, merubah beberapa mayat penyihir dan pengawal menjadi Undead.


"Ini tidak bagus!” ucap dust sambil berjalan tertatih dan menggunakan pedangnya sebagai tongkat.


beberapa orang yang telah kembali sadar dari pengaruh kutukan terlihat menghampiri Dust, mereka mengajukan pertanyaan sambil menolong. tapi sayangnya beberapa mayat hidup juga ikut bangkit.


Mayat dari penyihir istana berubah menjadi Nercomencer. sedangkan mayat dari para penjara istana berubah menjadi zombie knight.


pertempuran kembali terjadi, pada waktu yang sama datang beberapa orang yang baru kembali dari ekspedisi. mereka langsung membantu dalam pertempuran.


("andai saja mereka datang lebih cepat, mungkin hal ini tidak akan terjadi ") gumam dust.


Tanpa Ia di duga, datanglah seorang gadis penyihir ke hadapannya.


" Dust!, berhentilah melamun!” Ucap mage Riz. gadis itu menatap dust dengan ekspresi khawatir.


"Oh, nona Riz rupanya" ucap dust.


"aku datang kesini untuk membawakan adikmu makanan... BTW, kenapa kamu melamun?" ucap riz. sambil menyerahkan keranjang makanan,


"aku.. aku hanya teringat tragedi waktu itu" ucap dust.


"aku paham dengan Kesedihanmu, tapi waktu itu, aku juga tidak bisa berbuat banyak" ucap Riz


"yah, kamu tidak salah, aku tau kamu kerepotan untuk merawat puluhan orang yang terluka di ekspedisi" ucap Dust sambil termenung.


"Jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri Dust. Itu semua di luar kendali kita. kamu seharusnya bangga karena berkat dirimu yang memberikan surat laporan di awal. Kita jadi bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa" ucap Mage Riz sambil menepuk pundak Dust.


"aku paham... aku hanya merasa bahwa kita telah kehilangan seorang pahlawan" ucap Dust.


"Aku tidak percaya, orang itu (Felix) akan mati dengan mudah" ucap Riz.


Tiba-tiba, datanglah dua orang gadis yang menaiki atap gerobak.


"ehhh ada nona Riz, mau mampir dulu ke tempat kami," ucap Priest Mimi.


" tentu, kenapa tidak... ngomong-ngomong, apa dust selalu seperti ini” ucap mage Riz.


"dia sudah seperti itu dalam dua hari terakhir, kami juga tidak bisa membantunya... mungkin melamun adalah pilihan terbaik untuknya, saat ini, " ucap mage Miu.


" kami juga turut merasakan perasaan yang sama sepertinya. karena Senior Felix telah banyak membantu kami," ucap Mimi.


.........>>>


tujuan dari karavan itu adalah Sebuah wilayah milik Keluarga Pedagang Grace.


...............

__ADS_1


__ADS_2