Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
chapter 22


__ADS_3

Setelah beberapa jam..


"Fuih... Akhirnya selesai juga, " Ucap dust.


"Kerja bagus dust" Ucapku.


"Senior, aku baru tahu bahwa kamu memiliki penyimpanan ajaib" Ucap dust.


"Aku masih belum percaya dengan kalian sepenuhnya jadi aku sengaja merahasiakan_nya dari kalian....ayo kita segera berangkat" Ucapku sambil berjalan kearah rute tebing.


"Senior felix, apakah kita tidak bisa mengambil alternatif jalan lain" Ucap dust.


"Apakah kau masih khawatir dengan orge itu.. Apakah kau tidak percaya bahwa aku telah membunuhnya" Ucapku.


"Bu'bu'bukan seperti itu" Ucap dust.


"Bukan apa?..... Kalau kamu masih tidak mempercayai_ku, aku juga tidak akan mempercayai_mu,...kalau terus seperti ini kita tidak akan menjadi teman sejati" ucapku.


"Maafkan aku senior,.. Aku akan berusaha lebih baik lagi agar kita bisa saling percaya" Ucap dust.


"Aku menghargai usahamu.. Ayo kita berangkat" Ucapku.


"Tapi bagaimana dengan nona jenifer" Ucap dust sambil menunjuk ke arah jenifer yang sedang termenung,


"Ajak dia, kalau dia tidak mau, katakan padanya bahwa aku sendiri yang akan menyeretnya" Ucapku dengan Expresi mengacuhkan.


"Ehhh!!...baik, " Ucap dust.


Saat itu terlihat dust sedang mencoba merayu jenifer agar ia mau ikut, awalnya ia tidak mau dan masih terkekeh menunggu bantuan, tapi ketika dust menyampaikan ucapku bahwa aku akan meyeretnya, ia terlihat memelototi_ku dengan Expresi marah,


Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami menuju rute tebing.


Sesampainya di sana kami melihat dua ekor orge raksasa yang mati bersimbah darah.


Orge gunung raksasa terlihat masih terhimpit diantara dua tebing, tubuhnya yang besar itu di penuhi oleh senjata yang menancap, wajahnya hancur setengah dan masih bersimbah darah, Sedangkan untuk orge yang lebih kecil, ia terlihat mati tergeletak dengan luka di leher bekas cekikan.


(Aku tidak menyangka ledakan semalam berefek seburuk itu, tapi ia sungguh monster yang luar biasa karena masih bisa bertahan dengan luka yang sangat mematikan ini) pikirku.


Ketika itu pula terlihat dua orang tengah bersiaga.


Dust mengeluarkan pedangnya sedangkan jenifer sedang membacakan mantra kearah monster orge yang mati.


"Tenanglah kawan!... Lihat ini!, Mereka sudah mati " Ucapku sambil berlari kearah orge yang tergeletak lalu menaiki tubuhnya, dan melompat-lompat di atas perutnya.


"Dasar aneh.. Apakah kau anggap itu sebuah candaan" Ucap jenifer.


"Ternyata perkataanmu benar senior" Ucap dust.

__ADS_1


"Jangan pernah meragukanku, dust,.. Bantu aku membongkar mayat ini, lalu aku akan membongkar yang besar" Ucapku sambil menaiki tubuh orge gunung.


Saat itu aku menaiki tubuh itu dengan cara memanjat di antara senjata yang menancap, aku naik ke arah jantung monster itu karena di sana tempat batu mana berada,


(Sungguh merepotkan,) pikirku, karena biasanya monster yang mati di labirin tubuhnya akan menghilang dengan sendirinya, sedangkan di luar labirin ia tidak akan hilang dan menyisakan bangkai.


Kemudian aku merobek tubuh itu dengan kapak yang ada di sana, saat itu aku menemukan sebuah batu mana yang sangat besar sebesar tubuhku.


"Dust! Sepertinya kita mendapatkan jekpot"


"Dengan batu mana sebesar ini, kita akan hidup makmur dalam beberapa generasi" Ucap dust sambil membongkar tubuh orge kecil.


Tanpa kami sangka ternyata jenifer menatap kami dengan tatap iri,


"Aku akan membelinya sekarang juga!!." Ucap jenifer dengan Expresi iri,


"Ehhh!...apakah nona kecil punya uang yang cukup?" Ucap sambil mengejek jenifer.


"Tentu saja karena aku orang dari guild,.. Tapi untuk sekarang aku akan membayar uang mukanya dulu" Ucap jenifer sambil mengeluarkan sekantung kecil uang dari kopernya.


"Dust lihatlah!,, apakah itu benar-benar uang atau cuma sekedar kantung berisi kue," Ucapku sambil mengejek.


Jenifer terlihat marah lalu ia mengeluarkan beberapa koin emas dari dalam kantung kecil itu.


"Senior!!, ini uang sungguhan, lihatlah, ini koin emas, " Ucap dust.


Sfx"Jebblaaag!.huppp! , kristal itu jatuh ketanah lalu aku meloncat dan mendarat dengan kedua kakiku.


"Nona jenifer, apakah Anda juga akan membeli kristal raksasa ini" Ucapku sambil menunjuk kearah kristal dari orge gunung.


"I i iya, tentu saja aku akan membelinya, tapi saat ini aku tidak membawa cukup uang, tapi nanti ketika kita sampai di guild petualang, aku pasti akan membayar penuh" Ucap jenifer dengan Expresi ragu-ragu.


"Oke!.. Kita sepakat! " Ucapku sambil meyodorkan tangan.


"Tapi senior!, apakah kamu percaya dengan orang ini" Ucap dust.


"Tentu saja karena ia orang dari guild, " Ucapku kemudian kami berjabat tangan.


Setelah itu aku memasukkan kedua kristal raksasa itu kedalam koper milik jenifer,


awalnya aku tidak percaya bahwa koper itu akan muat tapi ternyata itu adalah koper ajaib yang bisa menampung kapasitas yang jauh lebih besar dari ukurannya.


Lalu kami melanjutkan perjalanan kami menuju celah tebing tapi,


(Mustahil kita bisa melewati ini) pikirku.


Celah tebing itu terlihat longsor, jalannya tertutup batuan besar, dan bila kita nekat melaluinya, kita akan berakhir tertimpa batuan yang mungkin akan jatuh kapan saja.

__ADS_1


"Sudah aku katakan ini mustahil" Ucap jenifer.


"Tidak ada yang mustahil di dunia ini bila kita menginginkannya, dust kita akan membuat jalur ke hutan, " Ucapku.


"Oke" Ucap dust.


"Tapi apakah kamu punya peta?" ucap jenifer.


" Tidak,..tapi aku memiliki sesuatu yang lain "ucapku, karena aku bisa melihat zona peta di sekelilingku dengan bantuan satelit.


"Aku tidak ingin nyasar, Jadi ambilah," ucap jenifer sambil menyodorkan selembar peta kearahku.


"Terima kasih" Ucapku lalu kami melanjutkan perjalanan.


Di tempat lain di Kerajaan melty,


Kerajaan melty adalah Kerajaan inti dan merupakan pusat pemerintahan umat manusia,


Di sana merupakan tempat tinggal para bangsawan elite dan juga merupakan daerah perdagangan yang sangat besar.


Kerajaan melty di himpit oleh empat Kerajaan di setiap sisinya, membuatnya sulit untuk di tembus oleh musuh dari luar.


Hampir seluruh penduduknya merupakan penyembah yang taat pada suatu kepercayaan.


Mereka (para penduduk) menyembah kuil dewi cahaya. Lalu mempercayai bahwa para bangsawan merupakan orang pilihan para dewi.


Mereka (para penduduk) terlalu mendewakan para bangsawan, bahkan sebagian dari mereka beranggapan bahwa para bangsawan merupakan titisan dari para dewi.


Bukan tanpa sebab mereka melakukan itu melainkan Karena para bangsawan bisa menggunakan kekuatan suci dari dewi cahaya.


Mereka (para penduduk) beranggapan bahwa para bangsawan selalu mengamati dan tau setiap kegiatan dan dosa apa saja yang telah mereka kerjakan.


Karena hal itu pula yang menjadi malapetaka untuk mereka, karena para bangsawan bisa melakukan hal sewenang-wenang.


Hal itu terbukti dari tingginya pajak dan angka kelaparan yang setiap hari makin bertambah.


Bagi Orang tua yang sangat miskin, mereka lebih memilih menjual anak-anaknya ke kuil karena tidak mampu memberi makan.


Pembunuh tanpa alasan atas nama dewi sering terjadi di tempat itu.


Para bangsawan terus memeras uang dari rakyatnya seakan tidak pernah puas terhadap harta yang telah mereka miliki.


sedangkan rakyat yang melawan akan di akhiri atas nama dewi.


Para rakyat yang polos terus saja di jejali oleh kepercayaan yang bahkan tidak terbukti kebenarannya.


Itulah sedikit penjelasan dari ras manusia.

__ADS_1


{By admin: saya tidak bertanggung jawab bila ada suatu kepercayaan yang tersinggung karena ini hanya cerita fiktif๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜}


__ADS_2