Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 24 perang vita bagian 1.


__ADS_3

Tanpa aku sangka tiba-tiba jenifer berteriak,


"Arnol,!!!!" Teriak jenifer sambil menghampiri kesatria yang berjalan mendekat.


"Ehh!!..nona jenifer!, syukurlah anda selamat!" Teriak kesatria.


"Ehhhh," Dust terkejut.


" Jenifer siapa dia" Ucapku.


"Dia adalah komandan kesatria kami" Ucap jenifer.


Saat itu kami berdua tertegun sambil melamun,


Melihat kami berdua melamun, komandan kesatria mengambil inisiatif, ia memberi kode aman lalu menyuruh seluruh bawahannya untuk mengajak kami masuk ke dalam benteng.


"Terimakasih telah membawa putri jenifer, sebelumnya kami mohon maaf, Tapi kami bukan musuh ataupun bandit, " Ucap seorang kesatria sambil membungkuk.


Tiba-tiba, beberapa kesatria mendekati kami dengan ekspresi wajar khawatir.


"Apakah kalian melihat adikku....ia dari unit bantuan, apakah kalian bersamanya." Tanya kesatria A


"Kalian dari unit bantuan,,, apakah kalian melihat anakku" Tanya kesatria tua.


Seluruh kesatria itu terus melontarkan pertanyaan kepada kami. Aku dan dust hanya diam saja sambil tertegun karena aku bingung mau berkata apa, karena mereka semua telah mati terbantai.


Tiba-tiba kapten kesatria berteriak.


"Hentikan!....jangan terus menjejali mereka pertanyaan!... Sekarang biarkan mereka masuk dan beristirahat,"


Seketika, seluruh kesatria yang ada di depan kami menjadi tunduk terhadap perintah kapten, mereka menuntun kami sesuai instruksi.


Saat itu, seorang kesatria ber_bisik kepada kami berdua untuk tidak berbicara sedikit_pun perihal korban, alasannya karena mereka tak ingin mental para pejuang menjadi drop sebelum memasuki pertempuran.


Beberapa menit kemudian...


Beberapa kesatria membuka_kan gerbang,


Dari balik gerbang terlihat ratusan orang antusias berkumpul, membeludak dan akan berlari ke arah kami, seakan mau bertanya sesuatu, tapi beberapa kesatria membuka jalan dan menghalau masa untuk kami.


Saat itu aku menoleh ke arah dust, ia tampak kebingungan sambil menundukkan kepala, merenung.


"Dust!... Seharusnya kamu bangga karena bisa selamat" Ucapku sambil menyemangati dust.


"Bangga kenapa?.senior" Ucap dust.


"Bangga Karena hanya pemenang_lah yang dapat bertahan sampai akhir... Sekarang busungkan dadamu dan berbanggalah" Ucapku sambil tersenyum.


Dust_pun ikut tersenyum, ia membusungkan dada sambil berkata, "aku bangga bisa bersama_mu dalam pertempuran ini dan aku bangga karena bisa ada di sisimu, senior!"


"Bagus!... Kalau begitu ayo berjuang" Ucapku sambil menepuk pundak dust.


Lalu kami berjalan memasukkan gerbang dari benteng kayu dengan ekspresi penuh percaya diri.


-------------->>>>>>>


Di tempat lain...


Di markas accretia, di dalam ruangan control terlihat vita yang sedang sibuk mengamati pergerakan musuh, dari balik puluhan monitor.


Dari kejauhan terlihat Seribu armada musuh yang mustahil untuk di habisi terlihat memenuhi langit, bagaikan awan hitam pekat yang pasti menjadi badai hujan bom.

__ADS_1


Ketika itu, vita terus merumuskan dan membuat simulasi di dalam markas tapi ia hanya mendapatkan 10% tingkat kemenangan dan mendapatkan 25% musuh mundur, dari ratusan simulasi yang ia lakukan.


[Andaikan aku memiliki bom nuklir, mungkin masalah ini akan segera selesai ] ucap vita sambil merenung karena saat ini ia kekurangan amunisi karena markas sedang berfokus pada pembangunan.


Krekk~ suara pintu dari ruangan control terbuka.


Ketika itu, dua orang wanita muda terlihat memasuki ruang control dengan wajar enerjik.


"Pagi nyonya vita!, apakah kamu sudah melihat parade balon udara di luar". Ucap seorang wanita berambut abu-abu pendek.


[ rupanya kalian sudah bangun] ucap vita.


" Btw, dimana admiral?.... Kami sudah mengelilingi setiap ruangan, tapi tidak kunjung menemukannya" Ucap seorang wanita berambut merah.


[Admiral sedang pergi jalan-jalan keluar kota,.. Kalian jemput-lah dia. ] ucap vita dengan expresi wajah merenung.


"Ada apa dengan_mu?.. Nyonya,....kamu cemberut karena tidak di ajak, ya! " Ucap wanita berambut abu-abu.


[Bukan itu!!... Lihatlah ke luar.... Itu armada musuh, bukan parade balon udara!. ] ucap vita dengan expresi marah.


"Musuh?.. Ehhhh!!... Ini berarti sebuah serangan!, Adrian jangan hanya merokok, cepat bantu aku. Ucap wanita berambut abu-abu pendek.


" Oke, tapi kamu yang menghitung,".ucap Adriana, sambil menghampiri puluhan tombol di meja kontrol, yang ada di bawah monitor.


[Eva!, Adriana!, apa yang ingin kalian lakukan! ] ucap vita.


"Tentu saja, kami juga ingin ikut berperang" Ucap seorang wanita berambut abu-abu pendek, bernama eva.


Saat itu, eva menghitung jumlah senjata yang ada di badan markas, ia menghitung jumlah amunisi yang ada di markas lalu menghitung jumlah total musuh.


Di lain sisi, Adriana terlihat sedang mengamati medan di sekitar markas. Ia juga mengamati beberapa jenis balon udara musuh, dan membuat beberapa skema.


"Uhhh!.. Nyonya Vita!, Apakah anda bercanda!, ucap eva.


" Ada apa eva?," Ucap Adriana.


" Lihatlah ini!,.. Kita hanya memiliki 30.000 peluru kaliber. Sedangkan satu tower penembak menghabiskan 5.000 peluru per-menit, dan jumlah tower penembak ada 5, lalu untuk aircraft, kita memiliki 1.211 misil dan dan 1.000 rudal balistik... Bukannya ini gila! " Ucap eva, ia menjelaskan secara rinci.


"Menurutku itu lebih dari cukup," Ucap Adriana.


"Nyonya Vita!,... Sebenarnya apa yang selama ini kamu lakukan! " Ucap eva.


[Maafkan saya!.......Adriana apakah kamu punya solusi! ] ucap vita sambil mecoba mengalihkan pembicaraan.


"Ada tapi ideku mungkin sedikit aneh dan extrim" Ucap Adriana


[Lakukan saja!..yang penting kita menang] ucap vita.


"Oke!... Ideku ini aku sebut sebagai serangan kawanan serigala, ke sarang beruang saat badai salju." Ucap Adriana.


Kemudian adriana menjelaskan idenya kepada mereka berdua.


Setelah beberapa saat. ......


Saat ini ketiga orang itu langsung mengisi perannya masing-masing.


Vita mengomandoi pasukan suplay, mengganti senjata mereka menjadi peluncur roket, dan menambah jetpack, ia memerintahkan repair unit dan builder unit untuk membuat amunisi. Dan memerintahkan sebagian dari mereka untuk bersiap menutupi body markas menggunakan pasir.


Eva, menghitung jumlah sumber daya, dan mengawasi pembuatan amunisi.


Sedangkan Adriana mengamati pesawat musuh, mencari titik lemah musuh dan mengamati pola serangannya.

__ADS_1


"Sekarang mulai!.......serang!!!!!!!" Teriak Adriana.


Woss~ wos~ puluhan unit suplay terbang ke langit sambil membawa puluhan misi bertipe es. Sampai di langit mereka langsung menembakkan misil ke sekeliling awan, menabrakkan antara misil dan menciptakan hujan es di awan.


Hujan es di awan menyebabkan hawa dingin melesat turun dari langit menuju gurun pasir, memicu terjadinya badai pasir.


(TL admin, memang seperti itu siklus badai pasir, kalau gak percaya cek gogle.)


Angin kencang itu meniup pasir di sekelilingnya, debit angin yang turun begitu besar, ini jauh dari expetasi mereka bertiga,


Angin kencang ini menyebabkan badai pasir raksasa. Badai itu melaju bagai air bah, menerbangkan gunung-gunung pasir dan dengan cepat menelan ribuan pesawat musuh ke dalam kegelapan.


Hanya jeritan angin dan raungan badai yang kini mereka semua dengar. Di monitor sudah tidak terlihat apa-apa karena daratan tertutup badai.


"Vita,,,,,,cepat nyalakan pemindai panas" Ucap Adriana.


Vita langsung menyalakan pemindai panas, saat itu terlihat beberapa balon udara kecil yang kolaps, tersapu badai. Dan jatuh diatas pasir.


"Bagus!,,,sekarang, masuk ke langkah selanjutnya." ucap Adriana.


Selanjutnya Vita memerintahkan beberapa unit untuk mendekat ke moncong pesawat musuh, saat itu musuh belum menyadari keberadaan unit yang mendekat karena kegelapan badai yang memperpendek jarak panjang mereka.


5 unit terbang mendekat sambil menyalakan proyektor yang ada di kamera mereka dan menggambarkan masing-masing bagian tubuh hologram 4D.


Vita muncul dari balik hologram di tengah gelapnya badai pasir, ia terlihat begitu anggun, cantik dan berani,


Ia mengenakan setelan jas putih, dan tubuhnya sengaja di perbesar setinggi raksasa, agar seluruh armada musuh dapat melihatnya.


Vita dengan berani menunjuk ke arah kapal udara yang paling besar dan paling mencolok di antara barisan kapal udara.


--Di dalam kapal musuh. --


Puluhan orang riuh! panik, ketika melihat sesosok wanita cantik, raksasa yang ada di depan kapal, mereka saling bertanya tentang apa yang mereka lihat.


Beberapa dari mereka terlihat takut lalu pura_pura mematikan mesin untuk pindah ke barisan belakang.


Di dalam kapal yang paling mewah terlihat seorang raja tengah duduk di atas singgasananya, ia di temani puluhan wanita cantik yang duduk di samping nya.


"Yang mulia odes,,,, dia menargetkan kapal kita,,, apa perintah selanjutnya? " Ucap perdana menteri yang ada di dalam kapal.


"Tangkap wanita raksasa itu!, aku menginginkan nya" Ucap raja odes dengan senyuman jahat dan tatapan cabul di wajahnya.


Saat itu, di atas langit vita memberikan isyarat untuk mundur kepada pasukan musuh tapi mereka (musuh) terlihat mendekati vita sambil menembakkan tali jangkar ke tubuhnya.


[Mundurlah kalian!.. Dasar curut.] ucap vita, suaranya menggema di udara.


"Yang mulia, ia berkata sesuatu! Apakah harus kami terjemah_kan? "


"Tidak perlu!...Suaranya begitu indah...membuatku jadi bergairah!, sekarang semuanya, tangkap dia. " Ucap seorang raja tua.


Ratusan armada musuh terlihat terbang mendekati vita sambil melemparkan tali jangkar ke arah tubuh_nya.


[Apa yang kalian lakukan!!.. Ingin mengikatku?...itu percuma!... Sekarang mati di lenganku. ] ucap vita sambil mengepalkan tinjunya,


Vita terlihat seperti Tengah meremas sebuah kapal, tak lama kapal itu jatuh dengan keadaan mesin membeku.


Di dalam kapal musuh...


" Yang mulia,, wanita itu sangat berbahaya!,, banyak bangsawan yang enggan menangkapnya,"


"Aku bilang tangkap ya tangkap,, memang di sini siapa rajanya selain aku? " Ucap raja odes.

__ADS_1


Mentri itu menunduk dengan ekspresi kesal di wajahnya, lalu menyampaikan pesan itu ke seluruh armada.


-------------~~~~>>>


__ADS_2