Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 15 party


__ADS_3

di sana di temukan dua palu besar dan dua set zirah berat.


"kemungkinan barang-barang ini dari peninggalan tanker yang mati di sini, lalu di muntahkan kembali oleh labirin " ucap pendeta mimi dengan espresi muram.


"jangan menakutiku" ucap miu.


"senior felix,... ini untukmu" ucap dust. Ia memberikanku sebuah palu besar dan zirah berat yang baru kami temukan.


"apakah Ini untukku" ucapku.


"ya! Karena dari tadi aku lihat kamu tidak memegang senjata Dan tidak mengenakan zirah"


"Terimakasih" ucapku.


"santai saja!.. seluruh barang yang kita dapatkan adalah milik kita bersama" ucap dust.


Lalu aku dan dust mengenakan zirah berat itu,


(sistem : selamat anda sekarang bisa menggunakan Skill warriors dasar )


(ada apa denganku, kenapa aku bisa menggunakan Skill warrior, apakah karena aku mengenakan jirah warrior ini sehingga aku bisa mengaktifkan Skill warrior, atau apakah karena dunia tidak punya batasan.) pikirku.


Ketika aku sedang melamun tiba-tiba dua pain leaf menyerangku dari arah belakang.


Sfx: "pruct!!." monster itu menembakan sihir debuff ke arahku.


Sfx :"druk!" serangan itu di serap oleh tubuhku.


(apakah aku harus pura-pura terkena buff agar aku tidak terlalu mencolok) pikirku.


" senior felix apakah anda tidak apa-apa" ucap dust.


Dust langsung melompat ke arah monster sambil memukulkan palu besarnya.


Sfx "hupp!.. bukk!!.. Prakk! " cangkang dari seekor monster pecah. Lalu monster yang ada di dekatnya mulai menargetkan dust.


Tanpa pikir panjang aku langsung mementalkan monster yang mencoba menyerang dust menggunakan tamengku.


Sfx "Prakkkk!!" monster itu remuk ketika menghantam tamengku.


"Kroak" monsters itu menjerit kemudian menghilang menjadi asap sambil menjatuhkan drop item.


Setelah itu aku langsung menghabisi monster yang cangkangnya telah pecah oleh palu dust.


Sfx,, wost".. Krakk"!! Monster itu tenggelam ke dalam tanah, kemudian berubah menjadi asap dan meninggalkan drop.


"bagaimana?. Cukup mudahkan bukan." ucapku sambil tersenyum.


"Felix!,.. di belakangmu" teriak rick.


"ohh thank" ucapku sambil memukul monster yang ada di belakangku.


Rick terlihat sangat waspada, dia tidak banyak bicara, apakah itu sifatnya. Atau ada hal lain yang membuatnya seperti itu. Pikirku.

__ADS_1


rick mengakat pedangnya sambil membaca mantra,


"magic sheld!!" ucap rick


Saat itu terlihat sebuah kubah transparan, Kubah itu menutupi area sekitar kami,


"apa ini" ucapku dengan nada polos.


"inilah kehebatan dari kesatria sihir kita" ucap dusk dengan espresi bangga.


"hati! hati! dusk. Aku merasakan ada puluhan monster yang berjalan kemari." ucap rick.


" jangan terlalu overprotective, karena telah menjadi hal lumrah kalau di dalam labirin terdapat banyak monster!." ucap dusk


"seriuslah sedikit dusk," ucap rick


" baiklah" ucap dusk.


" felix! kalau terjadi sesuatu yang buruk, cepatlah masuk ke dalam lingkaran pelindung ini, karena lingkaran ini dapat memulihkanmu dan melindungimu"


"hati! Hati! Felix! , aku tidak ingin kehilangan satupun anggota party ini" ucap rick


(ehhh!! Bukannya tadi rick mengkhawatirkanku, apakah ini sifat aslinya,) pikirku.


"yah terimakasih, aku akan berlindung kalau merasa terdesak" ucapku


Setelah beberapa saat.


"mereka datang!" teriak rick.


Kemudian aku dah Dust menyambut mereka dengan tameng dan hantaman palu yang keras.


Saat itu Mimi dan Miu mensuport kami dengan skill pendukung. Mimi meneriakan "boost stamina!" dan miu meneriakan "mud trap!"


Saat itu puluhan monsters berjalan melambat. Mereka terlihat seperti terjebak di dalam kubangan lumpur.


"ayo selesaikan mereka Dust!" ucapku


" baik senior" ucap Dust sambil berlari membawa palu besar ke arah monster yang sedang terjebak.


Setelah itu, kami semua menyambut puluhan monster yang mulai berdatangan dengan pukulan keras yang kami berikan,


Beberapa jam kemudian....


Empat anggota party terlihat begitu ke_lelahan.


Aku sebenarnya tidak merasakan sedikitpun rasa lelah. Tapi aku tidak ingin begitu menonjol jadi aku berpura-pura terlihat lelah.


Saat ini Seluruh tas yang kami bawa terlihat penuh, sesak dan tidak lagi dapat memasukkan satupun barang. Pada Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat.


"sungguh perburuan yang gila, hehehe" ucap dusk dengan postur terlentang di atas tanah.


"yeah kita bakalan kaya." ucap mage miu. Sambil membuka isi tas perbekalan.

__ADS_1


" inilah yang disebut panen labirin." ucap mimi, yang sedang memeluk lutut.


"jangan lupa!, berterima kasihlah pada senior felix, tanpa dia kita tidak akan pernah bisa berburu seperti ini." ucap rick.


Yeah, sama-sama rick. Jawabku, sambil duduk menikmati sebatang rokok.


(Sungguh aku ikut senang melihat sikap mereka yang begitu ceria di tempat yang begitu berbahaya ini. Mereka berumur begitu muda tapi sikap mereka begitu berani untuk anak seumurnya, sebenarnya apa sedang mereka perjuangankan sehingga begitu berani seperti ini) pikirku.


"senior felix sampai kapan kamu mau melamun!" ucap miu


"ehhh ada apa miu?"


"ayo bersiap,! Kita akan pulang"


"bukannya kalian masih lelah?" ucapku


" ayo cepet! Kita tidak sabar untuk menukarkan drop ini dengan uang" ucap priest mimi.


"baikan". Ucapku.


Setelah itu kami sepakat untuk menukarkan seluruh drop di Guild.


Kemudian aku memutuskan untuk berpisah dengan mereka karena aku harus ke toko manis yang ada di blok seberang.


Sebetulnya aku tidak terlalu suka dengan kue yang di jual oleh toko tersebut, karena kuenya yang tidak mengembang sempurna dan rasanya yang tidak terlalu enak.


akhirnya aku memutuskan untuk membeli beberapa bahan untuk membuat kue seperti tepung terigu dan coklat mentah.


Setelah itu aku pergi ke market Guild untuk membeli beberapa material mentah karena aku membutuhkannya untuk membuat beberapa alat.


(akhirnya semua bahan sudah terkumpul semua.. baiklah! saatnya pulang) pikirku, sambil berjalan menuju kastil kerajaan.


__---___


Di lain tempat.


Di dalam hutan ein di dekat kerajaan


Di sana terlihat sebuah party besar beranggotakan para pahlawan dari dunia lain.


Mereka di jaga dengan pengawalan yang begitu ketat,


Sepertinya raja begitu memanjakan mereka karena mereka di beri beberapa kemewahan saat berkemah di dalam hutan seperti tenda besar yang terbuat dari surta dan beberapa jirah yang di lapisi emas lalu beberapa peleton kesatria elit menjaga mereka.


Mereka memburu setiap monster yang mereka temukan di sana untuk leveling.


Tanpa mereka sadari beberapa monster yang takut berpencar ke berbagai tempat di hutan.


Beberapa monster yang biasanya hidup di Territory mereka berubah menjadi sangat agresif karena terpaksa harus berpindah ke wilayah Territory musuh .


Mereka (monster pemangsa) bertarung untuk memperebutkan wilayah baru.


Pertarungan itu menjadi beberapa penyebab masalah besar yang akan terjadi di ke_esokan harinya.

__ADS_1


__ADS_2