Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 53, persiapan sebelum perang.


__ADS_3

Di markas Accretia, waktu 07:00 pagi.


Malam hari terlewati dengan di adakan-nya pesta yang sangat meriah untuk penyambutan admiral, meskipun dia tidak hadir di pestanya sendiri.


Admiral tidak bisa hadir karena terluka parah dan butuh istirahat, (itu yang Vita katakan waktu itu).


meski para gadis terlihat kecewa karena pemimpinnya tidak bisa hadir, tapi pesta bantal ini masih berlanjut.


 __________


Di dalam sebuah ruangan kamar yang ada di markas Accretia.


Ruangan itu bergaya modern dengan puluhan furnitur futuristik yang menghiasinya.


Aku berbaring di atas sebuah ranjang yang sangat empuk, ini seharusnya sangat nyaman, tapi expresi-ku terlihat berlawanan.


Aku melamun sendiri seperti orang yang memiliki banyak masalah, karena aku merasa terbebani oleh kejadian semalam.


Kejadian malam itu sungguh membuatku syok, bagaimana tidak, saat itu aku melihat puluhan gadis yang tidak aku kenal menyapaku, apalagi mereka terlihat cantik.


("mereka memang cantik, tapi mereka bar-bar.. cih.. aku benci pikiranku") gumamku waktu itu.


di pojok kanan ruangan terlihat sebuah cahaya hologram bersinar, membentuk tubuh seorang gadis yang lalu menyapaku.


["selamat pagi admiral.. apa tidur anda nyenyak?"] ucap Vita sambil tersenyum ke arahku.


mendengar suara Vita aku pura-pura tidur, karena aku tau dia akan memberikan tugas yang sulit.


["suamiku, aku tau kamu hanya berpura-pura. "] ucap Vita.


tetapi aku tetap tidak menjawab dan hanya berpura-pura tertidur.


["apa kamu marah?... lalu apa kesalahan saya, sehingga membuat anda marah"] ucap Vita dengan ekspresi sedih.


" kesalahan-mu banyak " ucapku menjawab, lalu duduk di ranjang


["banyak?... tapi apa?" ] ucap Vita.


"yah, contohnya para gadis yang ada di markas" ucapku sambil memakai kemeja putih.


["oh itu?... mereka bukan kesalahan tapi mereka adalah solusi,"] ucap Vita dengan sorot mata bersinar, seakan penuh percaya diri.


"solusi?.. "ucapku bingung.


["ya!, mereka akan sangat berguna untuk anda" ]


"tapi dari mana asal mereka? "ucapku.


[" itulah tidak penting, tapi aku bisa membuktikan bahwa mereka berguna "] ucap Vita lalu menghilang.


Ia menghilang sambil di susul oleh suara ketukan pintu.


sfx tok!, tok!, tok!,."


"admiral apakah anda sudah bangun?. " terdengar suara gadis di luar pintu.

__ADS_1


Tapi aku tidak menjawab panggilan itu dan hanya diam.


"maaf tidak sopan, tapi saya tidak memiliki banyak waktu" ucap gadis itu, ia membuka pintu lalu memasuki kamarku.


dari balik pintu aku melihat seorang gadis berambut coklat panjang, ia terlihat anggun, dibalut pakaian modis yang ia kenakan.


Ia menatapku dengan matanya yang sayu. tanpa banyak bicara ia langsung menarik tanganku.


"Eh, apa-apaan ini?" ucapku.


"ikuti saja aku, aku akan membawamu ke bengkel untuk perbaikan" ucap gadis itu, ia menarik-ku tanpa persetujuan terlebih dahulu.


Gadis itu membawaku ke dalam ruangan yang dekat dengan kamarku, ruangan itu di penuhi suku cadang di dalamnya. ia menggeser peralatan dan duduk di sebuah kursi.


"bisakah anda duduk? " ucap gadis itu.


"mau apa? " ucapku.


"duduk saja sebentar,(mendorong) aku hanya ingin memeriksa" ucap gadis itu sambil memegang kunci pass.


"tidak tunggu! " ucapku dengan expresi tidak siap.


"maaf, tapi aku sedang terburu-buru" ucap gadis itu.


setelah beberapa waktu...


gadis itu terlihat membongkar komponen yang ada di dalam dadaku.


Ia menggelengkan kepala dengan expresi heran, ketika melihat setiap kerusakan yang ia temukan di dalam tubuhku.


"Kapasitor-mu rusak, beberapa komponen juga ikut terbakar, bahkan sampai bola matamu juga ikut terbakar!,... astaga!, pekerjaan ini terlalu banyak untukku sendiri, di tambah gadis itu yang belum memiliki alat sama sekali. " ucap fiona dengan expresi mengeluh.


"gadis mana yang kamu maksud?. " ucapku.


"anak baru yang memiliki rambut silver.... bukannya anda sendiri yang telah membawanya ke markas" ucap Fiona sambil mengecek komponen yang lain.


"lalu bagaimana keadaannya sekarang? " ucapku bertanya.


"dia dalam keadaan baik, saat ini, meskipun tubuhnya tertidur di dalam tabung cryonics" ucap fiona.


"syukurlah," ucapku sambil tersenyum.


setelah beberapa waktu berlalu..


"akhirnya selesai juga pemeriksaan yang melelahkan ini" ucap fiona sambil merentangkan kedua lengannya.


"ehh... hanya segitu?" ucapku.


"tentu saja, apakah anda menunggu fan-service?... (fiona mendorongku keluar pintu) keluarlah, aku mau bekerja" ucap fiona sambil menutup pintu.


"tunggu!, bagaimana dengan perbaikannya? " ucapku.


"datanglah esok hari, karena aku akan membuatkan anda perlengkapan spesial" ucap fiona.


"baiklah.., sampai jumpa" ucapku sambil melangkah pergi.

__ADS_1


Aku melangkahkan kakiku di sepanjang koridor yang terlihat modern yang di terangi oleh cahaya lampu neon. Koridor ini terlihat lebih rapi dari pada saat pertama kali aku datang.


Aku berjalan sambil memperhatikan beberapa gadis yang berlari sambil membawa peralatan di lengan. mereka semua mengenakan pakaian mekanik panjang.


"permisi Admiral.. " ucap mereka, menyapaku sambil berlari.


"ya!.. Hati-hati" ucapku.


aku membuntuti para wanita itu yang berlari ke dalam sebuah lorong baja.


("mungkin ini beberapa ruangan baru yang di bangun Vita.") gumamku sambil melangkah masuk.


Alangkah terkejut aku ketika menengok isi dari ruangan itu.


Mataku terbelalak ketika melihat puluhan unit raksasa baja yang di bangun di dalam ruangan futuristik. Puluhan unit itu di rantai di atas crek, persenjataan berat di pasang oleh para gadis berpakaian mekanik. melengkapi setiap unit dengan senjata tempur berat.


("inilah seni") gumamku.


Aku berdecak kagum melihat kepiawaian mereka dalam merancang unit penghancur raksasa itu, yang memiliki tinggi lebih dari 4m.


mereka terlihat menghitung seluruh aspek dalam pembuatan, perancangan, hingga penanaman chip.


suara mesin pencetak dan aroma besi Las terbakar memenuhi ruang itu, ruangan ini terasa begitu ramai karena puluhan gadis yang merakit sambil tertawa, meskipun mereka tau bahwa di luar sedang dalam kepungan musuh.


aku menyusuri ruangan yang luas itu sambil menengok pekerjaan mereka, meninjau amunisi dan persenjataan yang telah siap.


"Admiral!, kamu mau membantu kami? " ucap seorang gadis berambut hitam panjang, Rambutnya terurai ketika meng-hadapkan wajahnya yang cantik ke arahku.


Sorot mata hitamnya yang tajam seakan menusuk ke dalam jiwaku. aku di buat gerogi olehnya.


"ti, ti, tidak maksudku.. aku hanya berkunjung" ucap Felix dengan nada yang bingung.


"begitu kah... maaf menyita waktumu" ucap gadis itu lalu pergi menyelesaikan pekerjaannya.


Tiba-tiba listrik kembali padam menandakan tabung energi yang kosong, waktu itu generator memusatkan pengisian daya pada tabung.


beberapa gadis berteriak dengan nada kesal karena proyeknya terpaksa di hentikan untuk sementara waktu, mereka nyalakan rokoknya lalu menatap ke arahku.


"admiral!!.. tolong segera selesaikan permasalahan ini! " ucap mereka dengan kompak.


"ehh!! aku? " ucapku.


"yah.. ini tugas anda" ucap mereka, memintaku untuk menangani kasus ini.


setelah beberapa waktu..


kumpulan wanita itu memohon ke arahku, aku yang tidak tega melihatnya kemudian menyanggupi permintaan yang mereka ajukan.


Aku kini berjalan ke setiap ruangan untuk mencari pusat dari permasalahan ini.


Tujuanku adalah pusat generator tapi aku sendiri tidak tahu di mana letaknya.


aku melangkah ke setiap ruangan yang ada tapi langkahku terhenti ketika sampai di depan pintu yang terkunci, aku mencoba untuk membukanya tapi secara mengejutkan Vita menghadangku.


["admiral!, jangan memasuki ruang ini! "] ucap gadis berambut hitam itu sambil membeberkan lengannya.

__ADS_1


" kenapa?.. memang ada apa di dalam " ucapku memaksa masuk.


["di dalam hanya,. hanya.. hanya sekumpulan pakaian dalam wanita!.. percayalah padaku!!.. nama baikmu pasti akan tercoreng bila mencoba masuk ke sini"] ucap Vita, ia mengacung sambil melambaikan telunjuknya, sorot matanya yang bersinar seakan memaksa agar aku percaya.


__ADS_2