Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 52. Kembalinya sang pemimpin tertinggi.


__ADS_3

Oasis, pukul 00: 19. Malam.


Sebuah pesawat tempur berkode K,B. 01 terbang sangat tinggi di langit malam. Di bawah mereka terlihat ribuan Balon udara musuh. yang terbang mengintai.


Eva dengan nekat menerbangkan pesawat tempur itu melebihi aturan ketinggian, ia melakukan itu untuk menghindari area pandangan musuh. menembus awan dan terbang di antara atmosfer.


"Eva!. apa kamu gila! " sebuah nada kasar yang di ucapkan oleh seorang gadis berambut blonde, itu di tujukan pada gadis yang duduk di kursi pilot.


Tapi Eva mengemudi menggunakan nalurinya. ia paham betul bahwa ini sangat beresiko tapi tidak ada cara lain.


"Vita, kami meminta izin untuk mendarat!.. kami ulangi! " ucap Eva dengan wajah tegas.


["izin di berikan!, kami akan melakukan pengalihan sementara, sedangkan kalian masuk lewat Gate yang ada di titik koordinat, ... lintang barat"] ucap seorang gadis dari balik speaker.


"di mengerti!, kami menuju gate dalam waktu 10 menit" ucap Eva,


Vita mengambil komando pada beberapa unit suplay yang terkubur di dalam oasis. Ia membaginya menjadi dua kelompok, tiga di kanan dan tiga di kiri.


"Unit Suplay!, buat formasi pengalihan dan pancing dengan Flash Bang! " ucap gadis berambut hitam itu, Ia menyeru dengan keras.


Keenam Unit menyebar Ke arah kanan dan kiri, lalu berpencar dan membuat keributan.


Puluhan pesawat musuh terlihat panik oleh serangan dadakan. Ledakan cahaya membutakan pandangan mereka,


"Sir!.. ada musuh yang menyerang " teriak milisi draft.


"kepung dia dan tembakkan meriam!" ucap pemimpin Draft.


"baik!.. tapi, mereka ada di kiri!.. tidak, mereka ada di kanan!.. tidak, mereka ada di belakang!.. tidak!! " "BOOOMMM!!!!!! Suara terakhir dari prajurit draft, sebelum pesawatnya meledak. sebuah misil dari Unit suplay itu berhasil masuk ke ruang pembakaran balon udara musuh, dan meledakkannya.


pengalihan itu tampakan berhasil,


Puluhan balon udara musuh tampak sibuk menyerang. beberapa dari mereka terlihat jatuh meledak karena terkena rudal.


beberapa unit suplay juga menerima kerusakan. mereka memanfaatkan puing-puing pesawat musuh yang jatuh, sebagai benteng sementara, sambil terus membalas serangan.


Jalur terbuka. Pesawat tempur K,B menyusup di tengah kekacauan yang terjadi, sambil mematikan seluruh penerangan agar tidak terlihat.


pesawat tempur itu melesat sangat cepat, melewati ngarai batu, kemudian memasuki Gerbang yang terbuka.


Pendaratan itu berhasil dengan sempurna. puluhan wanita yang menyaksikan kini bersorak sorai, dengan nada gembira.

__ADS_1


keenam unit suplay yang di tugaskan sebagai pengalihan, kini lari di medan pasir, mereka mengikuti prosedur untuk bersembunyi.


Keenam unit itu berlari berpencar sekuat tenaga mereka, sambil mencari tempat persembunyian. meskipun setengah dari jumlah anggota mereka, harus terkena serangan dan meledak sebelum berhasil bersembunyi.


["untuk kebangkitan accretia!!!"] Suara teriakan unit suplay yang berkorban, Ia lalu tumbang dan meledak.


___di gudang, di markas accretia.


Puluhan gadis berlari meninggalkan pekerjaannya. dengan penuh rasa rindu akan pujaan hati mereka, mereka pergi menuju gudang untuk menyambut orang yang mereka cintai, yang kini telah pulang.


mereka memadati gudang.


"admiral, apa anda siap." ucap Erika.


"siap untuk apa." ucapku.


"tunggu!.. tidak mungkin sesosok pemimpin harus berpenampilan seperti ini, Erika, pinjamkan jasmu. " ucap sasha sambil memaksa Erika.


Erika lalu melepaskan jas militer hitam miliknya. Di dalam jas terlihat kemeja putih Yang Erika kenakan, gadis itu kemudian menyerahkan jas miliknya ke padaku.


"tolong jaga baik-baik jasku. " ucap Erika dengan expresi wajah malu.


"tidak!, itu jas milikmu. Erika telah mengambil beberapa pakaian ganti yang ada di lemari Admiral. " ucap sasha sambil mengungkapkan dosa Erika.


"aku hanya meminjam-nya." ucap Erika, ia berkata sambil melakukan pembelaan.


kedua gadis itu malah bertikai, sambil mengungkapkan kesalahan yang telah mereka berdua lakukan.


Aku yang tidak terlalu peduli dengan pertikaian mereka, kemudian aku langsung memakai jas hitam itu, lalu memasang kancingnya, tapi sepertinya Jas ini sudah di jahit ulang, membuat lingkar dadaku tidak sampai.


"mau aku bantu? " ucap marinka, ia menoleh ke arahku dengan penuh perhatian.


"tidak perlu, karena jas ini memang kekecilan." ucapku, sambil mencoba mengancingkan jas.


"jangan lupakan topimu" ucap sasha, ia lalu memasangkan topi angkatan laut ke atas kepalaku. dan merapihkan nya.


"thanks" ucapku.


"Sasha!, beraninya kamu mendahului-ku" ucap Marinka, dengan expresi cemburu.


pertikaian itu malah berlanjut dan di tambah Marinka yang ikut bertikai.

__ADS_1


"sudah!!... berhenti berkelahi! " ucapku dengan nada tinggi.


mendengar ucapanku, ketiganya langsung menundukkan kepala sambil berkata "maaf"


aku kembali penasaran dengan apa yang ada di luar.


(" sebenarnya siapa sih yang ada di balik pintu, hingga mengharuskan aku untuk berpakaian rapi... tapi ayo kita lihat") gumamku.


Aku dengan penuh rasa penasaran membuka pelan pintu pesawat tempur, melihat keluar dan alangkah terkejutnya aku.


Aku melihat puluhan gadis cantik sedang berkumpul di depanku sambil memegang senjata.


Aku menatap mereka dengan expresi heran, karena ("siapa mereka?.. aku tidak ingat pernah membawa kumpulan gadis ke sini") gumamku.


para gadis itu membalas tatapanku dengan senyuman manis di wajah mereka. beberapa orang terlihat meyapaku.


"selamat datang admiral!, selamat datang!, apakah perjalanan anda memenangkan? " ucap sekumpulan gadis yang bisa aku dengar, di tengah suara bising karena mereka semua ingin menyapaku.


", sisters!!!," Teriak Marinka sambil berlari ke arah kumpulan gadis itu, Ia terlihat saling berpelukan dengan beberapa wanita.


beberapa gadis terlihat berjalan ke arahku sambil meminta izin. "admiral, bolehkah saya memeluk anda?" ucap mereka.


("ehh, peluk?.. tunggu apa ini?.. apa yang terjadi selama aku tidak ada?.. ") gumamku sambil berdiri mematung.


" jangan!... admiral kini sedang terluka parah!, apakah kalian tidak melihatnya? " ucap Marinka. ia melarang sambil membendung para gadis yang datang, ia menghalau mereka menggunakan lengannya.


mendengarkan penjelasan dari Marinka beberapa gadis terlihat syok. mereka terlihat meneteskan air mata, sedih, dan ada pula yang tidak terima.


"siapa yang berani melakukan ini kepada anda?" ucap seorang gadis.


"beraninya mereka mempermalukan pemimpin kita!" ucap gadis berambut pirang panjang.


"mereka telah berani menyakiti pemimpin kita, berarti mereka telah mengibarkan bendera perang terhadap kita!" ucap seorang gadis sambil mengangkat senjatanya.


puluhan gadis itu berseru dengan semangat juang, waktu itu, terdengar suara seruan yang bergema di dalam ruangan gudang.


"balas dendam!!, balas dendam!! Balas dendam!! Balas dendam!! Balas dendam!! " teriak masa yang berkumpul di depanku. mereka mengangkat senjata mereka ke atas lalu berseru dengan penuh amarah.


"hentikan!... tentu saja kita akan berperang tapi nanti setelah Admiral pulih" ucap Marinka, ia menghentikan kumpulan gadis yang mulai gaduh.


Saat itu aku hanya bisa mematung dan bergumam ("apa yang telah terjadi selama aku tidak ada?)

__ADS_1


__ADS_2