Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 32 Serangan monster. bagian 2


__ADS_3

Di benteng kayu terlihat rombongan pasukan sudah bersiap dengan senjata mereka.


Goa di depan kami meledak, Ratusan monster yang ada di dalam goa menjerit!, melengking seakan tersiksa.


Suara jeritan itu di susul oleh langkah kaki yang begitu serentak, riuh seakan menggambarkan jumlah mereka.


Ketika itu aku melihat beberapa prajurit terlihat ketakutan, lengan mereka bergetar setelah mendengar suara lengkingan hebat dari dalam gua.


Daratan di depan gua berubah menjadi hitam, gerombolan monster itu bagaikan tumpah ke jalan, memadati jalur yang kami siapkan.


"light ball! " teriak para mage, mereka menembakkan bola cahaya kearah gerombolan monster.


bola cahaya terbang ke atas gerombolan monster, saat itu terlihat beberapa jenis monster karnivora berkumpul.


" ada yang aneh! " teriak mage Riz memberi peringatan kepada Walikota.


"Ya, mereka bukan jenis yang sama, Hati-hati! " teriak walikota dari atas tower, sambil memperingatkan bahwa gerombolan monster sedang berlari mendekat.


saat itu gerombolan serigala berlari kearah kami, mereka melompat dan berakhir terperangkap di dalam parit berduri.


melihat temannya(serigala) jatuh ke parit, beberapa serigala melompat ke arah kami, tapi akhirnya mereka menabrak blokade kayu runcing dan mati.


"regu pemanah dan mage tembak!. " teriak walikota.


Ratusan pemanah dan mage bersiap, mereka menembakkan sihir dan panahnya, menghujani gerombolan monster yang ada di depan kami.


serangan panah dan sihir itu membersihkan jalur di depan kami, tapi tak perlu menunggu lama, gerombolan monster itu kembali memadatinya.


puluhan monster itu melompat ke dalam jebakan, seakan bunuh diri, beberapa kesatria menghalau puluhan monster yang berhasil melompati pagar berduri.


Saat itu aku mengganti palu besarku dengan peluncur roket, mengganti pelurunya ke elemen api dan menembakkan nya.


TL roket yang gua maksud seukuran Rpg (atau rudal tanggung)


roket itu meluncur, meledak, mengenai puluhan monster,


Termit panas berhamburan di sekitar tempat ledakan, menyala merah dan membakar kulit monster yang terkena.


puluhan monster berteriak kesakitan, beberapa dari mereka melompat menjauhi bekas ledakan, karena Termit itu membakar kaki mereka.


"Senjatamu mematikan! " ucap Riz.


"Yah!, jangan macam-macam denganku!" ucapku.

__ADS_1


Saat itu aku menembakkan puluhan roket untuk menutupi jalur monster, tapi ada yang aneh, saat itu puluhan monster yang tadinya menghindari Termit panas yang menyebar di jalan, kini mereka sengaja menginjaknya, seakan di dorong oleh sesuatu.


(Ada yang tidak beres!) pikirku.


ketika itu, beberapa monster terbang menghampiri kami. monster itu menargetkan para mage dan pemanah.


"Felix lindungi aku! " ucap Riz.


"baik!, dust cover! " ucapku sambil memukul monster berjenis kelelawar menggunakan tamengku.


Dust, ikuti mengcover seranganku. ia menjatuhkan kelelawar dengan pedang besarnya.


Regu pemanah dan mage di buat sibuk oleh serangan itu, tanpa kami sadari beberapa monster di darat berhasil menembus pertahanan pagar berduri!


"pertahanan kita tertembus!, penembak! bersihkan jalur! " teriak Walikota.


Beberapa orang dari regu pemanah dan mage menembak, tapi beberapa dari mereka kehilangan konsentrasi nya, oleh serangan monster udara.


Malam yang redup, para pemanah kehilangan jarak pandangnya, cahaya obor tidak sampai menerangi monster yang datang dari kejauhan.


"Mage!, tolong sihir cahaya! " teriak beberapa orang dari regu pemanah.


" kami sedang sibuk!," teriak para mage sambil mencover para kesatria, mereka saling berkoordinasi menyerang kelelawar.


Saat itu aku mengaktifkan penglihatan Thermal karena jarak pandangku terbatas.


Aku mengamati gerombolan monster yang tiada henti datang kearah kami. saat itu aku melihat sesuatu yang aneh di antara para monster.


"apa itu! " ucapku. aku melihat 5 ekor monster seukuran mobil truk, monster itu memiliki tubuh seperti singa, tapi memiliki sayap seperti kelelawar dan ekor mengangkat keatas.


"Apa yang kamu lihat! " ucap Riz. karena ia tidak bisa melihat apa yang aku lihat.


Saat itu aku mengeluarkan lampu Botfly dari dalam inventory. memasangnya di pagar dekat kami.


Cahaya dari lampu menerangi monster dari kejauhan. saat itu terlihat dengan jelas wujud dari kelima monster,


Wujud dari kelima Monster terlihat seperti hewan campuran dari singa, tapi wajahnya menyerupai manusia, memiliki sayap seperti kelelawar dan ekor seperti kalajengking.



(monster iblis!) pikirku saat melihat kelima monster.


"Itu!! manticore!! " teriak Riz.

__ADS_1


Melihat cahaya terang, kelima monster itu berlari kearah kami seakan murka dengan kehadiran kami, mata merahnya memancarkan aura teror yang menakutkan, dengan mulut dan hidung yang mengeluarkan uap tebal.


Manticore itu berlari kearah kami secara zig-zag menghindari bekas ledakan roketku. ada pula yang terbang.


"Trap wall!!,, Cage!" teriak Judit.


saat itu judit menggunakan skillnya, menciptakan pagar berduri dari batu dan sebuah kurungan dari batu.


Manticore yang berlari menghantam tembok batu berduri, tembok itu retak dan monster itu terjatuh. lalu di kurung oleh kandang dari batu.


sisa empat monster masih berlari dan terbang kearah kami. aku tidak yakin bisa menjatuhkan semuanya, dengan tergesa-gesa aku meng-instal tower bersenjata-kan peluncur roket, untuk membantuku.


beberapa mage dan pemanah ikut menjatuhkan Manticore itu. mereka (mage)melemparkan mantra pelumpuh dan mantra perangkap, sedangkan para pemanah mengganti panah mereka dengan panah yang mengandung racun pelumpuh, dan mereka menggunakan skill perangkap.


ketiga Manticore mulai melambat. mereka mulai terpengaruh oleh serangan,


Tapi ada seekor Manticore Yang berhasil sampai kearah kami, Ia melompati blokade kayu runcing Ialu terbang di atas para kesatria dan menuju kearahku.


"Felix! lindungi aku!" teriak Riz.


"Oke!, (mengganti senjata ke palu lalu mengaktifkan skill) shield battery!,"


monster itu terbang kearah kami dengan ekspresi haus darah sambil memperlihatkan taringnya yang tajam, ia sangat dekat.


"Dead blow!!" ucapku mengaktifkan skill dan,


sfx, Drak! " Booooommmm!!!


Kepala Manticore itu meledak oleh tekanan udara dari paluku, paluku remuk, monster itu terdorong ke belakang dan jatuh di antara para kesatria.


"padahal sudah ku perkuat,(melihat gagang palu) tapi senjata ini tidak cocok dengan skill ku." ucapku dengan expresi heran.


Tanpa aku sadari, puluhan orang terkejut oleh seranganku, mereka terkejut dengan hati ketakutan, tapi saat itu, mulai timbul di hati mereka, rasa percaya diri akan kemenangan.


"Dasar monster!, tapi, terima kasih" ucap Riz.


"Senjatamu hancur! (mengerahkan senjata) pakai saja pedangku! " ucap seorang kesatria yang ada di sampingku,


saat itu, beberapa kesatria yang ada di sampingku mengajukan pedang cadangan-nya untukku pakai.


"kalian baik sekali, tapi maaf, aku juga masih punya senjata" ucapku, menolak sambil mengeluarkan pedang kamason dari inventori.


---->>>>>>

__ADS_1


__ADS_2