
Di dalam pesawat tempur yang terbang menuju wilayah Ras Bestelia.
Kegaduhan telah berhenti, Saat ini kami berempat sedang menguji Software yang di buat oleh Sasha.
"btw, Sasha, bagaimana cara kerja dari software ini, " ucapku sambil menggulir layak hologram.
"Jadi simpelnya, software yang aku buat ini akan menyimpan percakapan kamu ketika menggunakan bahasa asing, hasil dari percakapan itu akan di prediksi dan di konversi ke bahasa Accretia... Jadi, dari software ini kami akan belajar bahasa asing dengan cepat dan efisien" ucap Sasha dengan ekspresi berbinar-binar
"barang yang bagus, tapi aku tidak suka saat kamu memaksa Admiral untuk memakainya" ucap Marinka.
"Sudah, jangan berkelahi" ucapku.
"Terimakasih Sasha... ini sepertinya akan sangat berguna di masa depan" ucap Eva sambil tersenyum.
"Sama-sama Eva, Kamu sangat perhatian padaku" Ucap Sasha sambil mencoba memeluk Eva.
"Kerja-mu bagus Sasha, aku menunggu kontribusimu yang lain" ucapku sambil memuji Sasha.
atas sanjungan itu, Sasha langsung menceritakan tentang pembuatan software itu, Ia mengutarakan seluruh pemahaman dan pengetahuannya di bidang Teknologi,
Setelah beberapa jam...
("Bila yang ia katakan benar, maka Sasha adalah kunci untuk kemajuan teknologi yang lebih mutakhir ") gumamku sambil melihat wajah Sasha.
Sasha membalas tatapanku dengan senyuman menawan lalu, sesekali meledek Marinka yang cemberut.
..
Penerbangan kami telah sampai ke sebuah tempat yang di maksud. Sebuah perbukitan dengan rumput yang terlihat oranye,
Dari kursi pilot. Eva melihat pemandangan yang memukau matanya. hamparan rumput layaknya padang savana.
Rumput-rumput ini menciptakan ilusi padang savana yang luas, seolah memanggil kami untuk dijelajahi.
Dari ketinggian, Eva menyaksikan adegan menarik. Tampak beberapa hewan yang bergerak beriringan di tengah rumput, menambah hidupnya pemandangan. Di antara mereka ada hewan yang menyerupai rusa, dan bahkan beberapa hewan yang sepertinya menyerupai gajah, meski dalam ukuran yang lebih kecil.
Tapi mata bulatnya seakan bergulir ketika melihat kepulan asap yang membumbung tinggi.
"Semuanya!, lihat ke sana!" teriak Eva sambil menunjuk ke arah asap.
"Bukannya itu sebuah pertempuran!" Ucapku sambil mengamati.
Di waktu yang sama, kami semua melihat sebuah medan perang.
Sebuah peleton pasukan manusia terlihat mengepung sebuah celah perbukitan yang di lindungi benteng batu.
Peleton pasukan itu terlihat meluncurkan ketapel batu. beberapa penyihir terlihat membacakan mantra berupa bola api raksasa dan melemparnya ke arah benteng batu tersebut.
Ratusan prajurit dan hewan panggilan, terlihat mengepung dan menyerbu ke depan benteng tersebut, tapi mereka terlihat melakukan gelagat aneh.
Benteng batu itu juga membalas dengan menembakan puluhan anak panah, tapi nampaknya tidak terlalu berpengaruh pada prajurit yang mengepung.
"Tuan Felix!, ada pertempuran di Silverrift Bazaar" tariak Arlen. Ia dengan tergesa-gesa memasuki ruangan yang kami tempati.
"aku tau, tapi yang mana pihak Silverrift Bazaar" ucapku.
"Silverrift Bazaar ada di dalam benteng itu!. mereka ada di pihak kita" ucap Arlen sambil tergesa-gesa.
karena keadaan yang genting, aku tanpa berpikir panjang langsung membuat keputusan.
"Aku mengerti!... Semuanya!. bersiap untuk bertempur " Ucapku sambil memberikan perintah kepada semua bawahanku,
Waktu itu, semuanya bersiap dengan seluruh senjata mereka.
"Tuan Felix, tolong terbang-lah merendah, dan buka pintu ini. karena kami akan melakukan komunikasi dengan pihak Bestelia" Ucap Arlen.
"Aku juga akan turun untuk bertarung" ucap Sasha.
"aku juga ikut turun" ucap Marinka.
Sasha berjalan menuju pintu pesawat, ia membuka pintu itu lalu melompat bersama beberapa unit Suplay di belakangnya.
di susul oleh Marinka yang membawa perangkat tempur besar di punggungnya.
__ADS_1
Arlen dan kedua anggota-nya terlihat men-summon sebuah burung api, lalu mereka melompat ke punggung burung api itu dan terbang.
"Admiral, sekarang giliran kita untuk melompat, " ucap Eva sambil menarik tanganku.
"tapi bagaimana dengan pesawat tempur ini" ucapku.
" tenang saja. pesawat tempur ini di lengkapi dengan fitur auto battle dan memiliki fitur auto pilot" Ucap Eva sambil berdiri di depan pintu pesawat yang terbuka.
" Kalau begitu... baiklah!" ucapku, tanpa sedikitpun keraguan.
kami melompat bersama, sambil berpegangan. kami di terpa angin kencang dan terbang menggunakan jetpack.
Kami terbang di atas kekacauan. lautan api terlihat di mana-mana, darah dan korban terlihat menggambarkan atmosfir tempat itu.
Arlen terbang ke atas benteng batu itu bersama kedua anggotanya. mereka lalu mulai mengeluarkan kemampuan mereka.
"Semuanya, pusatkan pertempuran kalian di area para pemanah dan penyihir itu" ucapku memberikan perintah dari headphone.
tanpa membagi tugas, semuanya telah paham dengan kemampuan-nya masing-masing.
Sasha terlihat menghilangkan tubuhnya sambil melesat ke dalam kumpulan musuh.
Marinka terlihat menghujani para pemanah musuh menggunakan perangkat tempurnya.
aku dan Eva terbang ke arah para penyihir yang sedang membacakan mantra,
#SFX " brookkk!!!, boom!!, srak!!, crakk!! "ratatattattatattatattatat!!!"
Pihak musuh terlihat kebingungan dengan kedatangan kami dan mulai membagi pokusnya,
#SFX " srak!, srink!! crakk!!" Eva menebas para menyihir tanpa keraguan.
"Siapa kalian!, sialan!!" ucap beberapa penyihir dengan ekspresi tersentak.
"Kami adalah mimpi burukmu" ucapku sambil mengaktifkan seluruh buff.
Rentetan Buff aktif, menyala dan menambahkan kekuatan pada setiap anggotaku.
aku melompat ke arah puluhan penyihir sambil mengaktifkan skill
# Booooom!!!"
Bekas pukulan ku menciptakan cekungan yang dalam di tanah, menyapu seluruh penyihir di area seranganku.
percikan batu dan tanah yang terbang ke area yang lebih luas melukai beberapa penyihir.
"thanks atas buffnya Admiral" Ucap Eva sambil melesat cepat.
Eva mengaktifkan skill Acceleration dan melesat bagaikan kilatan, ia seakan mempermainkan dan terbang menari-nari, di antara percikan darah.
("menakutkan") gumamku sambil melihat Eva.
aku kemudian melirik sekeliling dan melihat puluhan penyihir yang mencoba memanggil hewan panggilan.
"Turbo Boost" ucapku mengaktifkan mode, dan menerjang mereka.
aku berlari dengan dorongan daya turbo.
aku menghancurkan sekeliling dari medan pertempuran menggunakan skill meteor break dan tebasan gelombang.
...
Regu musuh kini terpecah belah.
Garis belakang musuh terlihat mulai habis dan beberapa dari mereka terlihat kabur melarikan diri.
Sasha terlihat menargetkan seluruh senjata utama musuh. Ia meledakan setiap ketapel batu dengan bom yang ia pasang.
#SFX , "Boooom!!!Boooom!!! Boooom!!!Boooom!!!Boooom!!!Boooom!!!Boooom!!!.
Rentetan ledakan bergema di udara, menghancurkan seluruh pelempar batu dan orang yang mengoperasikan nya.
Sasha tersenyum dengan aksinya. lalu kembali menghilang untuk mengeksekusi beberapa musuh.
__ADS_1
Di lain sisi, Marinka terlihat menarik seluruh pelatuk senjata api nya.
Perangkat tempur yang ia bawa terlihat memuntahkan ribuan proyektil dan menghujani musuh dengan peluru.
Kilatan dari peluru seakan terlihat bagaikan badai yang mengamuk. membunuh musuh dengan rentetan kematian.
Regu pemanah terlihat tidak berdaya. mereka tumbang dan hampir musnah sepenuhnya.
Marinka mendecakkan lidah seakan tidak puas dengan perlawanan musuh.
.
..
kembali ke pandanganku.....
Aku melihat medan pertempuran yang hancur oleh ulahku.
pasukan penyihir telah tumbang bergelimpangan di atas tanah yang hancur. menyisakan sebagian orang dari mereka.
Eva terlihat masih sibuk mempermainkan beberapa penyihir, dan memotong mereka dengan brutal.
Aku kembali menebas para penyihir itu, menggunakan skill penghancur meteor. Tapi saat itu ada seorang penyihir yang berbeda.
"Sangat menarik" ucap seorang penyihir bertudung hitam.
waktu itu, Serangan-ku di tahan oleh seorang penyihir. menggunakan monster panggilan nya.
Sebuah gumpalan hitam berbentuk abstrak keluar di atas simbol pentagram yang di rapalkan penyihir. monster itu menyerupai gundukan tulang dengan beberapa tangan yang aneh. dan terbuat dari puluhan tulang tengkorak manusia.
Ilmu sihir yang belum pernah aku lihat sebelum, aku punya firasat aneh mengenai penyihir hitam ini
"Jadi kamu pemimpinnya sialan! " ucapku sambil menyeringai.
" kamu telah menggagalkan rencana Dewa, dan kamu akan mendapatkan hukumannya!" Teriak penyihir itu sambil membuka tudungnya.
dari balik tudung hitam terlihat wajah yang hancur, Ia bagaikan manusia setengah tengkorak dengan tulang geraham yang terlihat tanpa daging, dan mata yang putih seperti bekas terbakar.
penyihir itu tersenyum sambil memberikan ancaman, ia mengontrol monster di depannya untuk menyerangku.
aku melompat ke belakang sambil mengganti senjataku ke peluncur roket,
aku menembak dan membekukan monster itu menggunakan peluru es dan menghancurkan nya, menggunakan skill meteor break.
#Sfx, "bam!, srin!!, crak!!, brakk!!!.
Gilanya, penyihir itu makin senang dengan aksiku. ia tertawa terbahak-bahak dengan pose yang aneh.
"Sangat menarik!, sangat mempesona!, tubuh itu!, raga itu!, akan aku jadian persembahan yang bagus untuk dewa kami" ucap Penyihir itu sambil cengengesan seperti orang gila.
" Cuih!... persetan dengan apa yang kau puja, tapi dewa asli tidak membutuhkan semua itu... dasar penyembah iblis " ucapku sambil mengaktifkan skill warcry.
aku meludah ke arah wajah dari penyihir hitam itu, lalu melakukan puluh serangan.
penyihir itu tidak tinggi diam, ia dengan penuh amarah membangkitkan puluhan monster berupa mayat hidup.
aku berhasil membekukan mayat hidup itu sebelum bangkit sepenuhnya. waktu itu aku langsung memotong tubuh dari penyihir hitam menggunakan tebasan gelombang.
menyihir hitam itu menyeringai dengan tubuh yang ambruk terpotong.
"ini belum selesai!, hahahaha" ucap penyihir hitam itu,
tubuh penyihir hitam itu mulai berubah bentuk. ia mulai menjerit karena tubuhnya yang mulai membesar.
dari pakaian hitamnya, mencuat puluhan tulang dengan proposi yang tidak beraturan,
tapi aku berhasil menggagalkan aksinya.
Aku membekukan tubuh penyihir itu dan menusuk inti kristal yang merupakan penopang dari kekuatan nya.
"Aku tidak akan terjebak di lubang yang sama!, Sialan!" ucapku sambil mencabut pedang dari dada penyihir hitam itu.
penyihir itu mati, dengan membawa kesombongan. tubuhnya yang membeku, hancur berkeping-keping.
__ADS_1
.....