Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter : 63. pertemuan .


__ADS_3

Di saat Admiral sedang mengobrol dengan para bawahannya untuk bersiap menyambut pesta kemenangan.


di sinilah kita akan beralih ke Bangsa Elf yang sedang sibuk menjaga perbatasan negaranya.


Dari pemukiman redwood, seorang kapten kesatria bernama Arlen terlihat datang ke ibu kota untuk melapor.


Ia pergi mengendarai Raptornya menuju hutan kabut monster,


Arlen menggenggam sebuah alat teleportasi di lengannya, kemudian membaca mantra dan melompat ke dalam kabut.


Kabut putih itu memandunya ke dalam hutan dan secara ajaib membawanya langsung ke depan kota, (pusat) dari peradaban Elf.


Para penjaga yang melihat langsung bersiaga, tapi mereka terlihat tidak asing dengan orang yang datang kemudian mengucapkan sapaan hangat.


"Arlen!.. Lama tidak bertemu!, "


"Yah!, aku juga merindukanmu kawan!, " Ucap Arlen.


"Apakah ada cerita baru dari petualanganmu?...kami ingin mendengar ceritamu kawan. " Ucap beberapa penjaga


"Tentu!, tapi setelah aku melapor pada Raja" Ucap Arlen sambil memacu raptornya memasuki gerbang.


"Oke!, kami akan menunggumu di bar dan kami yang akan mentraktir" Ucap penjaga yang terdengar dari kejauhan.


Arlen membawa raptornya mengikuti jalanan tanah yang halus.


Beberapa warga juga terlihat menyapanya, karena ia cukup terkenal, dengan julukan 'Arlen si penjelajah atau Arlen si beruntung'


Julukannya itu sebanding dengan pengetahuan dan keberuntungannya. Ia memang tidak terlalu kuat dalam hal bertarung (karena ia seorang alkimia), tapi karena keberuntungan yang ia miliki, telah membawanya untuk berkeliling dunia.


Ia telah sampai di depan pohon raksasa yang merupakan inti dari kota sekaligus lambang dari bangsa elf.


Istana megah yang di bangun di antara celah pohon kehidupan, terlihat begitu indah, menawan. Aroma harum tercium dari bunga yang bermekaran di sepanjang jalan.


(Aku pulang) gumam Arlen.


Para penjaga yang berjaga di istana negara, terlihat menyambutnya dengan cukup hangat. Arlen kemudian meminta mereka untuk memandunya ke hadapan sang Raja, karena ia memiliki berita bagus untuk di sampaikan.


Di depan singgasana Raja Elf, Arlen terlihat duduk sambil memberi penghormatan, tapi setelah para penjaga pergi ke luar pintu, mereka terlihat saling menyapa layaknya keluarga.

__ADS_1


"Arlen!, bagaimana kabarmu !." Ucap sang raja.


"Aku selalu dan ceria seperti biasanya. Yang Mulia Edgar" jawab Arlen.


keduanya lantas bersalaman sambil menepuk pundak masing-masing.


" Kamu sekarang tambah gendut Arlen" ucap Raja sambil bercanda.


"hehe, beberapa tahun terakhir ini aku terlalu banyak makan dan bersantai dengan istri dan anak-anak ku"


"syukurlah..." ucap Raja Edgar sambil melepaskan tangan, ia lalu memetik beberapa buah yang ada di balik jendela ruangannya.


Raja Edgar kemudian mengajak Arlen untuk masuk ke dalam ruangan santainya, Ia lalu duduk di atas sofa tepat di depan Raja dari para Elf.


(orang biasa mungkin akan gemetaran bila berhadapan dengan beliau) gumam arlen sambil memandangi potret beliau.


Seorang Pemuda Elf yang kini menjabat sebagai Raja sedang duduk di hadapannya. Ia sangat berbakat dalam mengendalikan seluruh elemen dan sosoknya sangat terkenal di kalangan Elf.


pemuda itu memiliki wajah yang tampan dengan kulit putih bersih, ia memiliki garis darah dan merupakan keturunan murni dari pendahulu Elf.


pemuda itu memiliki rambut hitam panjang nan indah, warna hitamnya adalah campuran dari seluruh warna elemen itu sendiri.


berbeda dengan Arlen yang memiliki rambut hijau tua, yang menandakan dominan pada sihir Alkemis.


("Edgar!, sosokmu kini telah berubah. meski kamu awalnya adalah seorang gadis kecil yang ceria.") gumam Arlen, sebab ia pernah merawat dan mengasuh Edgar ketika Sang Raja masih anak-anak, Arlen layaknya orang tua angkat bagi Edgar.


penampilan Edgar hanyalah tipuan dari sosok aslinya, Ia adalah gadis cantik dengan rambut hitam panjang yang indah. nama Edgar itu sendiri adalah nama yang di ambil dari kakaknya yang meninggal di medan pertempuran.


Edgar memiliki seorang adik perempuan yang mempunyai kekuatan setara dengannya. Karena Edgar yang asli telah meninggal, dan raja terlampau tua untuk punya keturunan. maka adik perempuan yang bernama Elina yang musti menggantikannya.


Gadis itu mendapatkan mandad dan amanat dari seluruh penutua Elf. agar ia menggantikan posisi kakaknya dan menanggung semua beban sebagai Raja.


Para penutua Elf memberikan tanggung jawab sebab tidak adanya sosok pemimpin yang memenuhi syarat, dan tidak ingin negaranya hancur sebab tidak adanya penerus Raja.


(TL, penutua artinya ketua suku, karena elf bersuku-suku)


gadis itu merubah seluruh penampilan-nya layaknya seorang pria, ia mengikat dadanya, merubah suara dan tampilan tubuhnya menggunakan sihir ilusi dan sihir khusus yang ia miliki.


dan hanya segelintir orang kepercayaan istana yang tau bahwa dirinya adalah seorang gadis.

__ADS_1


"Arlen, apakah ada yang mau kamu sampaikan?" ucap sang Raja Edgar.


"itu nyonya!...Eh!. maksudku tuan!, ini perihal perbatasan, yang mulia" jawab Arlen.


"aku tau!.., perbatasan kita di serang oleh beberapa kultus gila yang menyebut diri mereka sebagai 'god shards'... mereka hanya manusia yang memakai sihir terlarang yang mereka temukan di dalam grimoire... tapi kini pasukanku juga telah berhasil menangkap dan membunuh sebagian orang dari sekte mereka" ucap sang Raja lalu ia menyuruh para pelayanannya untuk menyeduhkan teh hangat.


"yah. dan karena ulah mereka, menyebabkan desaku hampir hancur" ucap marah Arlen.


"ohok! (Raja terbatuk ketika meminum teh) ' lalu bagaimana dengan desamu?... dan kenapa kamu tidak meminta bantuan kepada kami? " ucap sang Raja dengan ekspresi penasaran.


"saya tidak memiliki waktu untuk melapor dan menunggu datangnya regu bantuan, sebab saya paham betul dengan karakteristik dari monster yang membuat sarang di dekat desaku. kawanan serigala itu akan menyerang perkampungan saat malam tiba, tapi untungnya saya bertemu dengan beberapa orang dari Ras besi" ucap Arlen dengan telinga panjangnya yang bergoyang.


"Ras besi?... bukanya draft menjadi musuh bebuyutan kita? " ucap Edgar karena yang ia pikirkan saat itu hanyalah Ras draft.


"bukan!. mereka bukan draft, melainkan mereka Ras yang memiliki tubuh yang di penuhi rangkaian besi. mereka juga menyebut diri mereka sebagai bangsa Accretia" ucap Arlen dengan ekspresi mengingat.


"aku baru tau dan baru mendengarnya. lalu kenapa mereka mau menolong desamu? " ucap Edgar sambil menyeruput teh hangatnya.


"saya juga tidak terlalu paham dengan apa yang mereka lakukan, tapi mereka membantu desaku tanpa meminta upah" ucap Arlen.


"mereka juga terlihat sangat ahli dalam bertempur dan hebat dalam siasat... aku juga menyaksikannya sendiri ketika ikut bertarung dan waktu itu, aku melihat sebuah burung besi raksasa yang mereka kendarai. dan dari burung itu, mereka menjatuhkan serangan yang menghapus dan menghabisi sisa musuh kami"


"ehh!.. tolong ceritakan dari awal! " ucap Sang Raja Edgar dengan ekspresi wajah penuh rasa penasaran.


"baik yang mulia" jawab Arlen.


kemudian Arlen menceritakan seluruh kisah yang ia dengar dari penduduk. ia menceritakan tentang awal mula hingga akhir dari kedatangan felix dan Squad ke wilayahnya.


Setelah beberapa waktu terlewati...


"yang mulia, mereka juga berjanji akan kembali setelah menyelesaikan urusan di wilayahnya" ucap Arlen.


("ini membuatku penasaran") gumam Edgar.


"Arlen... Tolong siapkan rumah di wilayahmu karena aku akan berkunjung" ucap Edgar.


"ehh, kapan yang mulia? " ucap Arlen.


"sekarang juga!, dan para pelayan... tolong segera siapkan pakaian untukku" ucap Edgar dengan ekspresi penasaran.

__ADS_1


"baik rajaku" ucap beberapa maid dan Butler yang ada di dalam ruangan yang sama.


.........


__ADS_2