Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 14 miasma & party baru.


__ADS_3

Pagi hari di Markas accretia empire...


Di dalam ruang kontrol terlihat Vita yang duduk dengan ekspresi tertegun.


[ bagaimana bisa!!!] pikirnya, sambil memperhatikan salah satu layar monitor yang ada di sana.


Puluhan data dari setiap monitor terlihat menakjubkan baginya tapi pada saat itu ada suatu hal yang membuatnya terkejut.


Di sebuah monitor pemantau terlihat zona hitam di suatu daratan.


Zona hitam itu memiliki titik koordinasi 1105 km dari barat daya Markas accretia.


Zona hitam itu terlihat seperti hidup. Ia memakan sekelilingnya. Makin hari ukurannya makin membesar sampai sampai hampir menelan seluruh daratan dari pulau itu.


Ketika ada hewan atau tumbuh yang memasuki zona itu, saat itu pula terjadi hal yang aneh pada hewan dan tumbuhan tersebut.


Saat itu vita melihat kawanan serigala yang berlari menghindari zona itu.


Meskipun zona itu terlihat sangat lambat sampai para serigala dapat menghindarinya tapi pada akhirnya kawanan serigala itu terperangkap di ujung pulau.


Ketika itu ada beberapa serigala yang terkena miasma, mereka terlihat sangat kesakitan.


Dari tubuh serigala itu terlihat benjolan-benjolan seperti busa yang mengembang di antara kulitnya.


Sekilas mereka terlihat mati tapi setelah beberapa saat mereka terlihat merangkak berkumpul dan bergabung menjadi makhluk yang baru.


Makhluk itu terlihat tidak karuan. Bentuknya aneh karena memiliki puluhan kaki dan puluhan kepala serigala yang terletak tidak karuan pada setiap bagian tubuhnya.


Makhluk itu menggusur tubuhnya dengan lambat karena besar tubuhnya dan kakinya tidak dapat menopang berat itu.


Ia berjalan ke arah serigala yang masih sehat. Tapi ada satu hal tidak terduga pada saat itu.


Puluhan serigala yang sehat menyerang makhluk itu, mereka terlihat mati-matian melawan makhluk itu.


[makhluk menjijikan apa itu...!.. Apa zona itu bisa merubah spesies.. atau mereka berevolusi setelah memasukinya.? ] pikir vita sambil menyaksikan kejadian di balik layar monitor.


[aku ingin sekali mengebom seluruh zona hitam itu tapi saat ini Markas kita masih kekurangan bahan peledak] pikir vita.


Dengan wajah kecewa karena tidak bisa mengabulkan hasrat_nya, Vita lalu berjalan pergi menuju ruang lab.


[ untuk saat ini aku hanya bisa menyaksikan tapi setelah Markas berkembang pada satu titik yang memungkinkan, saat itu aku berjanji akan menghancurkan seluruh zona hitam yang berbahaya itu.] pikirnya dengan ekspresi wajah tegas.


Di ruangan lab Markas accretia empire.


Di dalam ruangan lab tersimpan project gila yang Vita kerjakan sendiri.


Nama projectnya adalah "Bom populasi"


Sebetulnya project ini sudah Vita rancang puluhan tahun ke belakang, tapi karena Markasnya hancur pada saat itu jadi project ini baru bisa di laksanakan sekarang.


Project ini berpokus pada satu inang yang di ambil DNA dan diubah DNA dan susunan RNAnya agar menciptakan puluhan makhluk baru.


Saat ini pita hanya mempunyai Sample dari dna pahlawan terdahulu karena karakteristiknya yang kuat dan bisa menahan Powerforce dalam jumlah banyak jadi ia menggunakannya.


TL (power force adalah kekuatan untuk mengaktifkan Skill dan buff dari bangsa accretia )


Vita menggunakan metode kloning untuk menciptakan ratusan populasi manusia baru, Tapi kelemahan dari metode kloning adalah meskipun Ia telah merubah susunan DNA dan susunan RNA tapi ia tidak bisa merubah karakteristiknya.


Karena karakteristik hero adalah seorang wanita meskipun ia bisa merubah umurnya, warna rambutnya, tinggal badannya bahkan warna matanya, tapi itu ia tidak bisa merubah jenis kelaminnya.


Vita bertujuan membuat pasukan bukan membuat ekosistem jadi kumpulan wanita tak masalah selama mereka bisa bertarung.


[mungkin admiral dapat membenahi kesalahanku] pikir Vita karena felix merupakan laki-laki.


[kenapa kamu jarang menghubungiku admiral]


[mungkin ia akan senang bila mengetahui bahwa anggota pasukan kita akan bertambah secara pesat, untuk saat ini lebih baik merahasiakan nya, karena aku ingin membuat kejutan saat ia tiba di Markas.] gumam vita.


Di dalam puluhan tabung kaca tempat pasilitas kloning terlihat ratusan sel manusia yang mulai berbentuk embrio, sel itu terus tumbuh dari hari ke hari, project gila Vita baru saja di mulai.


....


Pagi hari di guild petualang.


Di dalam guild saat ini aku di halangi oleh sebuah party empat orang.


Mereka adalah party yang sebelumnya bertemu denganku di labirin.


"Pagi senior felix, apakah anda sudah cukup beristirahat," ucap wanita pendeta.


"kalian siapa" ucapku dengan espresi mengacuhkan.

__ADS_1


"Ini kami yang kemarin!" ucap pendeta wanita.


"yah... tapi sungguh aku tidak mengetahui nama kalian selain si sombong Rick yang mengacungkan pedangnya ke arahku"


"ehhh!! (Seluruh anggota party terkejut)" maafkan kami karena kejadian itu" ,


" sudahlah jangan terlalu di pikirkan, aku juga telah memaafkan kalian "


Saat itu seluruh anggota party tersenyum kecuali rick,


" maaf sebelumnya kami lupa memperkenalkan diri, pertama-tama perkenalkan namaku mimi, (ucap pendeta wanita)" dan yang membawa tameng adalah dust. Dan penyihir andalan kita adalah miu."


"ohh ya, salam kenal" ucapku dengan espresi ramah.


"ummmm, maaf mengganggu tapi apakah senior felix ada waktu sebentar" ucap pendeta mimi.


"kalo sebentar sih bisa, tapi aku tidak punya banyak waktu karena akan segera berangkat ke labirin" ucapku.


"baiklah tolong ikut kami sebentar" ucap pendeta mimi, mereka mengajakku ke suatu meja yang ada di dalam ruangan Guild.


(apa yang sebenarnya yang mereka inginkan, kalo itu akan merugikanku lebih baik aku menolaknya) pikirku.


Di depan meja kayu terlihat lima orang sedang duduk sambil berhadapan.


Saat itu pendeta mimi terlihat memesan beberapa makanan untuk kami.


"senior felix apakah ada makanan yang ingin kamu pesan?, tenang saja aku yang akan traktir" ucap pendeta mimi.


"kalo begitu aku ingin kopi capucino"


"hah!!, makan apa itu?" ucap mereka dengan nada kompak.


"hehehe maaf.. Aku cuma bercanda, aku ingin kue kering dan segelas air panas dengan sendok,"


"uhhh...baiklah" ucap mimi dengan espresi aneh ketika mendengar keinginan anehku.


Setelah beberapa saat pelayan dari Guild datang sambil membawa pesanan kami.


Kemudian aku menyeduh kopi ke dalam air panas yang pelayan itu bawa. Saat itu semua orang yang ada di meja itu tampak kebingungan dengan apa yang aku lakukan.


"senior felix apa itu?" ucap mage miu.


"ohh" ucap mage miu.


"lantas apa yang mau kalian tanyakan padaku" ucapku membuka percakapan.


"ummm, sebelumnya, bukannya anda telah di tinggalkan oleh anggota PARTY anda di dalam labirin." ucap mage miu.


"yahh memang kenapa?"


"tak apa! , tapi menurutku sikap anggota partymu tidak bisa di andalkan, lebih baik kamu keluar dari party itu."


"betul! Saran kami kamu harus keluar dari party itu" ucap tankker dusk.


"terimakasih atas sarannya, tapi aku sudah keluar dari party itu saat mereka menumbalkanku" ucapku dengan wajah sedih.


"ohhh baguslah kalau begitu.. Ehhh (Miu menutup mulut)" maksudnya lebih baik begitu "ucap mage miu.


"setelah ini apakah anda telah mendaftar di party lain". Ucap pendeta mimi.


"Belum." ucapku.


"apakah anda bersedia bergabung dengan party kami" ucap mimi.


(ohh jadi ini tujuan mereka dari awal, meskipun mereka terlihat lemah, tapi mereka terlihat rukun dan saling mempercayai temannya, baiklah ini kesempatan bagus untuk mencari teman yang dapat di andalkan) pikirku sambil terlihat seperti orang yang sedang mempertimbangkan sesuatu.


Saat itu seluruh orang di party terlihat gugup sambil menunggu jawaban dariku.


(kenapa mereka terlihat tegang?) pikirku.


"kenapa dengan kalian?, santailah, tenang saja aku pasti akan gabung dengan party kalian." ucapku.


Saat itu seluruh orang terlihat menghela napas "syukurlah kalo keputusan anda seperti itu,"


"baiklah saatnya mendaftarkan senior felix sebagai anggota party kita" ucap tankker dust, ia berjalan ke meja resepsionis dengan penuh semangat.


Setelah itu kami semua memutuskan untuk menjelajahi labirin.


Di gerbang labirin leaf.


"senior felix apakah ada lantai yang ingin anda jelajahi" ucap pendeta mimi.

__ADS_1


"aku tidak tahu monster apa yang yang ada di dalam labirin jadi aku akan hanya mengikuti kehendak kalian saja" ucapku.


"Bagaimana kalau di lantai empat, di sana tempat monster tanaman air, pasti akan mudah menghabisi mereka" ucap dust.


"yahh memang mudah untuk menghabisi monster di sana tapi kasihan Miu sebagai mage. Ia tidak memiliki stamina sepertimu yang bisa berlari di kubangan lumpur." ucap mimi mengkritik.


"bagaimana kalau lantai di bawahnya" ucap tank dust.


"tidak,.. kita tak akan mendapatkan jatah monster dan harga dari dropnya sangat murah. Itu semua tidak sebanding dengan usaha kita" ucap mimi.


"kalau begitu bagaimana dengan lantai 10" ucapku.


"tidak!!, di sana sangat berbahaya! " ucap mereka dengan kompak.


"lalu apakah ada monster yang memiliki pertahanan tinggi tapi memiliki serangan yang lemah" ucapku.


"ada!,. Mereka biasanya di sebut pain leaf, menurut informasi yang beredar di Guild, Monster itu menempati lantai 11-15. Lantai itu merupakan tempat favorit untuk party level menengah karena merupakan tempat latihan dan tempat mencari uang sampingan karena dropnya memiliki harga yang lumayan tinggi "


(sepertinya mimi mengetahui seluruh informasi tentang labirin, lain kali aku harus bertanya padanya.)


" baiklah aku sudah memutuskan, ayo kita jelajahi lantai 11" ucapku dengan ekspresi tersenyum.


"tapi cangkang mereka sangat keras! " ucap mereka.


"bukannya kita memiliki dua tank yang dapat memecahkan cangkang" ucapku.


"kalo begitu ayo kita coba" ucap dust sambil bersemangat.


Saat itu hanya aku dan dust yang terlihat bersemangat, Anggota party yang lain terlihat murung mengetahui bahwa kita akan menjelajahi di lantai 11.


Di labirin leaf lantai 11......


Lantai itu terlihat begitu luas seperti hamparan padang rumput. Di sana terdapat banyak sekali sisa reruntuhan bangunan batu dan beberapa pohon rindang.


Di sana sangat terang seperti siang hari karena di atas ruangan labirin itu terdapat kristal stalaktip yang memancarkan cahaya kuning yang terlihat begitu megah.


"indahnya!.. Aku baru tau bahwa ada lantai dengan lingkungan seindah ini " ucap mage miu.


"yahhh, aku ingin tau bagaimana mereka membuat tempat ini" ucapku.


"bagaimanapun inilah labirin yang sengaja di buat oleh dewa darkrises dengan tujuan memancing manusia agar memasukinya," ucap pendeta mimi.


"maksudnya" ucapku.


" seperti yang kamu tau, labirin memerlukan makan dan kita adalah makanannya" ucap mimi.


"mimi jangan menakut-nakuti kita, selama kita berjuang! dan hidup! , sudah di pastikan kita akan selamat dari labirin yang menipu ini" ucap miu dengan espresi positif.


"Baiklah! Mari kita mulai petualang kita" ucapku memberi semangat.


Kemudian kami berjalan menjelajahi labirin itu.


Setelah beberapa waktu..


Seperti yang di rumorkan labirin itu cukup populer.


Di lantai 11 ini terdapat beberapa party yang sedang latihan dan berburu.


Mereka berburu di dekat reruntuhan tempat di summonnya monster.


Hampir di setiap tempat di reruntuhan itu di isi oleh party lain,


Saat itu kami mendapatkan tempat paling ujung.


"uhh akhirnya sampai" ucap mage miu.


Tiba-tiba dust berteriak "teman-teman lihat ini" dust menemukan sebuah gundukan batu aneh.


"menyingkirlah dust, biar aku yang bongkar" ucap mage miu


"~~~(miu membaca mantra) crack trap" ucap miu.


Setelah mantra di bacakan, dari gundukan itu mengeluarkan cahaya putih terang.


"aman! dust bongkar" ucap mage miu.


"baik" kemudian dust membuka gundukan itu,


Saat itu aku melihat gundukan itu di robek oleh pisau yang di bawa dust , dari gundukan itu mengeluarkan beberapa perlengkapan dan senjata.


"waw! kita cukup beruntung" ucap dust.

__ADS_1


__ADS_2