
Nama Sasha Cyzarine.
kemampuan : Spesialis dalam sabotase dan menyelinap.
Pencapaian : Ia pernah tercatat beberapa kali melakukan sabotase di markas musuh dan gedung pemerintah, ia melakukan itu dengan tujuan untuk bersenang-senang.
Waktu itu, Vita menyerahkan sebuah permintaan, kepada kelompok kami.
"apapun alasannya, kalian semua harus memenuhi permintaanku. " ucap vita dengan ekspresi egois.
"apa yang anda butuhkan nona" ucap Marinka.
Vita terlihat mengeluarkan sebuah hologram diagram lingkaran, Ia melihat dengan seksama lalu berkata " tolong kumpulkan makanan. minimal 3 ton." ucap vita.
("ehhh... ti ti tiga ton.. bukannya itu terlalu banyak, lalu untuk apa makan sebanyak itu") pikirku. lalu hendak bertanya. "vita(tapi ucapanku terpotong)
" apakah ada lagi? " ucap Marinka.
"tidak ada, dan sampai jumpa di markas" ucap vita lalu menghilang.
"ehh tunggu! " ucapku dengan nada mengeluh.
dengan cepat, Marinka memerintahkan bawahannya untuk ikut, sambil berkata " ayo!, kerja! kerja! kerja! " ucap marinka dengan ekspresi serius, Marinka terlihat langsung memarkirkan mobil jeep.
"ehh, kalian mau kemana?" ucapku.
" kami mau berburu di hutan. anda tunggulah di sini bersama nona eva." ucap marinka.
Marinka bersama dua anggota lainnya terlihat pergi memasuki hutan, mereka menaikki jeep sambil membawa senapan ringan.
aku tertegun dengan ekspresi bingung karena (untuk apa makan sebanyak itu) gumamku.
eva menatapku dengan ekspresi khawatir lalu berkata "admiral, apa anda baik-baik saja. " tanya Eva.
"Eva, apakah kamu tau untuk apa makanan sebanyak itu?. " ucapku bertanya.
"entahlah. mungkin nona Vita akan membuka gerai makanan. " ucap Eva, karena yang Eva pikiran saat itu hanyalah bisnis.
"dasar. sekarang kamu ikut aku" ucapku.
"kemana? " ucap eva.
"kita akan berpamitan dengan para elf. karena tidak baik bila pergi tanpa pemberitahuan. " ucapku sambil menarik tangan Eva.
Eva tampaknya malu karena sebelah tangannya di pegang olehku. tapi ia tetap mengikuti dari belakang.
setelah berjalan singkat, kami tiba di depan para elf yang sedang bekerja.
para elf terlihat bergotong royong dalam memperbaiki hutan, para warga terlihat memadamkannya api menggunakan pengetahuan mereka. beberapa warga menggotong pohon yang mati. lalu seorang summoner terlihat memadamkan api menggunakan familiar-nya, dan seorang druid terlihat menumbuhkan kembali pohon yang mati.
"selamat datang tamuku yang terhormat! " ucap kapten elf sambil berjalan ke arahku.
"terimakasih, kapten. " ucapku.
"lalu apa yang membawamu kemari. apa kamu membutuhkan sesuatu? " ucap kapten elf.
__ADS_1
"tidak ada, tapi aku mau berpamitan sebelum pulang" ucapku.
"ehh secepat itu?... tunggulah sebentar lagi, karena malam ini kami mau merayakan pesta kemenangan.." ucap kapten.
"Terima kasih karena sudah mau mengundang kami. tapi maaf, kami tidak bisa hadir, karena ada masalah di rumah kami" ucapku dengan penuh hormat.
"tak apa kawan, aku mengerti, tapi kamu harus kembali kesini untuk mengambil bayaranmu" ucap kapten sambil tersenyum.
"tentu saja, tapi nanti bila ada waktu" ucapku.
"kami akan selalu menyambutmu di sini. di alfenia... perkenalkan(salaman) namaku Arlen" ucap kapten sambil membuka helmnya. ia terlihat seperti berusia lanjut dengan wajah yang dipenuhi brewok.
Setelah itu, obrolan kami berlanjut selama beberapa jam..
waktu itu, seluruh elf melepaskan penutup wajahnya, lalu memperkenalkan diri.
("aku tidak menyangka bahwa ketiga orang pengintai itu merupakan wanita") gumamku. sambil melihat mereka semua.
beberapa warga terlihat menghentikan kegiatan-nya, ketika mereka tau bahwa aku hendak pulang.
beberapa warga berkumpul sambil membahas apa yang mereka pikirkan. ada pula yang mengucapkan salam perpisahan padaku.
saat itu terdengar suara mobil jeep dari dalam hutan, mobil itu melaju mendekat.
"admiral!, kami sudah selesai di sini" teriak mereka, dari dalam mobil Jeep.
mobil itu penuh dengan muatan. seekor hewan berbulu seperti mammoth terlihat di ikat di atas kendaraan.
"hoho, tangkapan yang besar kawan" ucap kapten elf sambil memperhatikan kendaraan yang datang.
"yah.." ucapku
"sebetulnya, kami kekurangan makanan" ucapku.
"makanan?, tunggu( kapten elf terlihat mengambil sesuatu) ambillah ini " ucap kapten elf sambil memberikan bungkusan, berisi tanaman obat.
beberapa regu terlihat memeriksa tas mereka, lalu mengambil bungkusan dan menyerahkannya padaku.
"ambillah. ini madu dan royal jelly, yang aku ambil belum lama ini" ucap summoner elf.
"ini untukmu (menyerahkan bungkusan biji) ini biji yang bisa kamu tanam dan panen, dalam kurun waktu beberapa hari" ucap druid elf.
"apakah tidak apa-apa, aku mengambil sebanyak ini" ucapku.
"ambil saja!. itu hanya sebagian dari upahmu. nanti kalau kamu kembali, kami akan melunasinya" ucap beberapa elf.
"Terima kasih atas seluruh kebaikan kalian, aku berjanji akan datang lagi" ucapku lalu naik ke atas mobil jeep.
setelah itu, kami membereskan dan mengemas seluruh barang bawaan kami.
aku beserta regu, memarkirkan seluruh kendaraan di dalam bagasi pesawat tempur,
pesawat tempur lepas landas meninggalkan para elf yang melambaikan tangannya.
"lihatlah, mereka melambaikan tangan ke arah kita" ucap sasha sambil menengok dari dari jendela.
"eva, apakah kamu tau, kemana arah tujuan kita" ucap Marinka bertanya pada eva yang kini memegang kemudi pilot.
__ADS_1
"iya, aku sudah men-sinkronisasi peta yang ada di mobil jeep ke pesawat." ucap eva.
"bagus, tapi sebelum pulang, ayo kita ambil hewan buruan kita" ucap marinka sambil menunjuk ke arah titik merah yang ada di peta.
kemudian pesawat tempur meleset ke tempat yang di maksud.
kami mendarat, di tempat sisa pembantaian.
saat itu, aku melihat sebuah padang rumput yang di penuhi bercak darah.
darah dari puluhan mammoth yang tergeletak tidak berdaya. hewan itu mati dengan luka tembak dan leher yang di potong.
Marinka terlihat berjalan ke arah seekor mayat mammoth lalu mengangkatnya.
"siapa yang melakukan ini? " ucapku dengan expresi bingung.
"sister Marinka" ucap erika dengan ekspresi takut.
"Gelar predator memang bukan hanya bualan" ucap sasha, sambil menatap Marinka.
"berhenti bercanda, kita tidak memiliki banyak waktu! " ucap marinka dengan expresi tegas. gadis itu mengangkat seekor mammoth sendirian.
"baiklah.. semuanya, ayo selesaikan ini dengan cepat" ucapku mengajak seluruh rekan untuk membantu.
Mendengar perintahku, seluruh anggota regu turut membantu, lalu menyusun mayat mammoth di bagasi.
pekerjaan itu selesai dalam kurun waktu 30 menit.
setelahnya, pesawat tempur kembali take off meninggalkan Padang rumput, menuju markas.
Waktu di monitor menunjukannya pukul 4 sore.
Menurut pengakuan Erika, mereka membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. untuk bisa sampai markas, dengan kecepatan maksimum.
setelah beberapa waktu di perjalanan.
Di dalam pesawat tempur, terdengar beberapa gadis Mengobrol dengan riang gembira.
mereka mengobrol untuk mengisi kekosongan waktu.
"Marinka!, setelah sampai di markas, pesta seperti apa yang akan kita adakan, " ucap sasha sambil menghisap dalam rokoknya.
"aku belum memikirkan itu" Jawab Marinka.
"bagaimana kalau kita memotong daging mammoth muda itu,(menunjuk) pasti dagingnya gurih" ucap sasha sambil ngiler.
"itu untuk di pelihara!, apakah kamu mau menjadi penggantinya" ucap Marinka dengan ekspresi tegas. ia terlihat menghisap dalam cerutunya.
"tidak!..(sasha terlihat ketakutan)..berhentilah menakutiku" ucap sasha.
"hehehe" aku tersenyum sambil mendengarkan cerita mereka.
sebenarnya aku sangat merindukan markas dan ingin melihat perkembangan apa saja yang terjadi selama aku tidak ada.
("vita, sudah sebulan aku meninggalkanmu,") gumamku sambil melamun.
waktu itu, Eva berteriak untuk memberikan pemberitahuan,
__ADS_1
"Semuanya!, kencangkan sabuk pengaman kalian, karena akan ada sedikit goncang. tapi setelah ini kita akan tiba di markas" teriak Eva dengan nada sumringah.