Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 6 halusinasi


__ADS_3

Pak guru memasuki ruang kelas, seperti biasa kelas di mulai, seluruh murid mengumpulkan buku tugasnya lalu guru mulai menjelaskan pelajaran matematika dan seperti biasa juga, untuk murid yang malas dan mulai mengantuk saat pelajaran matematika di mulai,


Tapi saat itu ada suatu keanehan, biasanya aku tetap tegar walaupun murid di sampingku tertidur pulas. Saat itu aku melihat sebuah halusinasi yang mengganggu pikiranku,


(Apa ini) pikirku aku mulai sangat mengantuk dan aku mulai hilang kesadaran Tapi aku berusaha bertahan, saat itu juga aku melihat teman temanku yang duduk di depanku mulai ambruk berjatuhan dari kursi mereka ke lantai.


Kesadaranku sudah tak dapat ku tahan, aku ikut ambruk di atas meja, kepalaku menabrak meja, aku merasakan sakit di kepalaku, tapi perasaan ngantuk ini membuatku mulai tidak sadarkan diri.


Aku mempertahankan kesadaranku karena menahan rasa sakit di kepalaku, saat itu aku melihat beberapa orang menjadi panik, pak guru salah satunya, ia menelepon uks dengan nada suara gugup yang masih bisa ku dengar.


Sisa siswa yang masih sadar melarikan diri keluar dari kelas, di pimpin oleh pak guru kemudian aku mendengar riuh suara orang di depan kelasku, itu suara ambulans, kemudian aku melihat beberapa orang membawa tandu dan menggotong tubuhku menuju mobil ambulan.


Mau di bawa kemana aku, bukannya siswa yang sakit biasanya di bawa ke uks, tapi mobil dan langit-langit ini seperti atap rumah sakit, bukan seperti ruangan uks, pikirku.


(Apa yang sedang terjadi) pikirku kemudian aku mulai hilang kesadaran sepenuhnya.


Next time.


Waktu itu ada seseorang yang mencoba membangunkanku dengan cara menepuk nepuk pipiku, tangannya begitu halus, kemudian aku membuka mataku secara perlahan


(Uhh rambut panjang, baju maid, apakah pelayan) pikirku ketika terbangun dan samar samar melihat orang yang membangunkanku,


"aku mohon sadarlah yang mulia pahlawan" kata orang yang ada di depanku,


(apa ini lembutnya) pikirku, tanpa sadar tanganku meraba paha maid itu, yang di jadikan bantalan/sandaran, tempatku tidur.


"kya! dasar mesum"


Sfx :"Prakk!!! Suara tamparan mengenai pipiku,


Aku spontan terbangun dengan kalap.


Semua orang di sana memperhatikanku, dari raut wajahnya mereka, mereka semua terlihat seperti sedang menahan untuk tidak tertawa,


" Hahahaha, lihatlah si payah berotot itu, ia sungguh tidak bisa menahan napsunya" ucap romi.


"Berisik lidah panjang" ucapku dengan wajah serius


Romi adalah salah seorang yang suka membully ku, ia suka ketika melihat orang lain yang lebih lemah darinya sengsara. fisiknya tidak terlalu kuat, tubuhnya kurus tinggi tapi ia memiliki sikap yang buruk , kenapa sikapnya bisa seperti itu, karena setiap kesalahan yang ia perbuat, selalu di bela oleh kedua orang tuanya,


"Beraninya kamu berkata seperti itu padaku" ucap romi,


"Berisik fosil hidup, kembalilah ke alammu"


Ucapku,


"sialan ! Apakah kamu ngajak gelud!"


Ucap romi dengan espresi marah.


"prasaan saat kita gelut terakhir kali, aku yang selalu memenangkan pertarungan dan kamu selalu melaporkanku atas penganiayaan dan hehehe, aku tidak bisa di masukkan ke penjara karena itu termasuk kenakalan remaja di bawah umur"


ucapku karena aku selalu meminta ajka untuk meminjamkan pengacaranya saat sidang dan ajka memiliki dendam mendalam kepada romi,


"Berisik!! " teriak romi


"dasar penjilat" ucapku


Seketika tubuhku merasakan aura yang mengerikan, aura pembunuh yang sangat haus akan darah


"apakah Perdebatan kalian telah selesai" suara seorang pria dari dasar aura terdengar menggema,


Mataku terbelarak melihat asal dari suara itu, ketika itu aku melihat seorang pria berambut pirang sedang duduk di kursi mirip singgasana,


Kemudian aku melihat sekitar ruangan dan terlihat seluruh ruangan menjadi kacau, puluhan orang pingsan, sebagian dari mereka menyembah dan meminta pengampunan kepada orang berambut pirang itu,


"Yangmulia raja tolong redam amarah anda"


"aku tidak akan meredam amarahku sebelum mereka minta maaf" ucap raja.


Setelah aku mendengar perkataan raja, aku dengar repleks menundukkan kepalaku,


"tolong maafkan atas kelakuan yang telah saya perbuat, saya mohon maaf, " ucapku karena orang di depanmu memegang kendali tertinggi di pemerintahan dan bisa saja aku di pancung karena suatu perkataan yang buruk,


"romi apakah kamu tidak akan minta maaf?" ucapku


"cih(mendecakan lidah) saya romi merasa bersalah, tolong maafkan saya" romi menggerutu dengan exspresi tidak senang,

__ADS_1


Setelah Mendengar ucapan maaf itu, raja berdiri lalu ia memerintahkan para pengawal dan pelayanan untuk memindahkan kami menuju beberapa kamar yang sudah ditentukan,


Di dalam kamar.


Kamar itu terlihat sangat mewah dan luas dengan interior khas abad pertengahan, seperti tembok batu yang disusun rapi yang di hiasi oleh beberapa lukisan dan seluruh kain yang ada di ruangan itu terbuat dari sutra,


Tapi ada satu hal yang mengganjal hatiku,


"Ajka kenapa kamu ada di sini," ucapku,


"Seperti yang kamu tau, aku tidak punya teman di kelas selain dirimu" ucap ajka sambil memainkan handphone


"aku sudah tau itu, Tapi ini kamarku"


"Kata siapa, aku meminta izin perdana menteri untuk menempatkan kita agar satu kamar, jadi ini kamar untuk kita berdua"


"ya terserah!, tapi kenapa kita bisa di sini, bukannya tadi kita sedang mengikuti kelas matematika" ucapku sambil memegang kepada


"ntah, aku tidak tau apa yang telah terjadi, tapi saat aku sadar, mereka berkata, pemanggilan nya berhasil,"


"Pemanggilan maksudmu" ucapku dengan wajah penasaran,


"dasar! , makanya di kelas jangan terlalu banyak tidur, jadi kamu tidak memperhatikan apa yang telah raja jelaskan"


(bukannya kamu yang suka tidur di kelas) pikirku,


Kemudian aku bertanya lagi,


"memang apa yang telah ia jelaskan"


Mendengar itu ajka memasukkan hpnya ke dalam saku kemudian memasang exspresi serius,


"kita di minta untuk berpartisipasi dalam perang akhir jaman" ucap ajak,


"apa!! (terkejut) perang dengan siapa? , dengan negara mana? " ucap dengan espresi terkejut.


Melihat aku terkejut, ajka memasang wajah seperti orang yang menahan untuk tidak tertawa


"frrrrtt(menahan tawa) apa kamu tau tentang iblis"


"ya aku tau, iblis yang ada di mitologi dan kepercayaan"


"menarik maksudnya"


Wajah ajka berubah seketika, ia terlihat sangat bahagia, lalu berkata "kita telah di pindahkan ke dunia lain dan di sini ada ras elfes yang super cantik dan ras draf yang imut!"


(di pindahkan? , apakah ini seperti di dalam cerita novel yang sering aku baca, tentang di summon ke dunia lain lalu aku di perintahkan untuk ikut berperang) pikirku,


Ajka terus memperhatikanku yang sedang berpikir kemudian berkata "jangan terlalu banyak melamun sadboy, apakah kamu tidak bahagia, karena kita telah di pindahkan"


"bahagia kenapa? " ucapku dengan exspresi polos,


"kita bisa bebas dari belenggu pekerjaan" kita bisa hidup dengan bebas tanpa perlu memikirkan masa depan dan kita bisa membuat Harem" ucap ajka dengan lantang,


"uhuk! Uhuk" maid berdehen, sebenarnya bukan hanya kita berdua yang ada di ruangan itu melainkan, ada dua penjara dan dua main yang terus mengawal kita di depan pintu.


" yangmulia pahlawan, sebenarnya anda belum dapat bebas karena anda masih harus mendapatkan beberapa pelajaran agar menjadi bangsawan terhormat dan anda harus memerdekakan kami dari ekspansi iblis"


"Yo, sepertinya jadwal kita akan padat" ucapku sambil tersenyum,


"aku membenci rutinitas membosankan" ajka menggerutu,


Hari berikutnya.


Ya seperti yang aku bayangkan, rutinitas harianku pasti akan sangat padat terbukti dari pagi ini, aku di bangunkan jam 7 lalu para maid memaksa untuk memandikanku, meskipun aku berkata tidak, tapi mereka masih saja melepaskan pakaianku, saat itu mereka semua berteriak tepat ketika melihat bagian bawah tubuhku, hehehe sungguh pagi yang ramai,


Berbeda dengan denganku ajka sepertinya menikmati saat di mandikan, ajka terlihat menggeram ke enakan,


(dasar orang aneh) pikirku.


Setelah itu kami di giring untuk mengikuti acara makan pagi yang di pimpin oleh yangmulia raja, sebelum ke sana aku di beritahu oleh maid pribadiku agar tetap diam saat acara makan berlangsung, lalu aku menuruti perkataannya.


Jamuan makan itu sangat mewah dan beberapa makanan yang tidak pernah ku lihat tersaji di sana, aku makan tanpa perduli mau habis berapa porsi.


Setelah selesai makan, kami di pindahkan lagi, menuju aula, di sana aku melihat dinding batu dengan ukiran pentagram dan lantai yang di ukir mewakili beberapa simbol, dan di sana terlihat puluhan orang berpakaian seperti penyihir dengan topi kerucut khas mage,


Saat itu kami di perintahkan untuk berbaris lalu maju satu persatu kemudian di suruh menyentuh bola Kristal yang ada di depan kami

__ADS_1


Di sana terlihat Bola bening sebesar pintu dan di hiasi puluhan ukiran dari tinta perak yang mengelilinginya, saat seorang murid menyentuhnya, bola itu mengeluarkan cahaya dan dari sana terlihat status dari orang itu


Nama : raylon byoolen


Job : pejuang (pahlawan)


Mana : 500


Ketika status keluar sebagai pahlawan, seluruh ruangan menjadi riuh berisik, sorak sorai terdengar dari barisan penyihir yang menghadiri acara itu.


"hidup yangmulia!,hidup!, pahlawan telah terlahir, kita akan menang dalam perang dahsyat ini" ucap mereka yang dapat ku dengar


Mereka makin bersemangat, tatkala melihat hampir seluruh status siswa, mendapatkan status pahlawan, atau rare status


"sadboy, di sini berisik sekali"


"yo, seperti yang kamu lihat, sepertinya mereka mendapatkan jackpot,"


"yahh tapi , status yang di tampilkan tidak lengkap dan tidak di tampilkan skill"


"maksudmu?" ucapku dengan exspresi penasaran


"begini, bayangkan mana itu sebagai bensin dan skiil itu sebagai kendaraan, kamu memiliki banyak bensin tapi hanya memiliki sepeda motor vespa, sedangkan aku memiliki bensin setengah dari jumlahmu tapi aku memiliki motor trail, lalu kita berlomba menaiki bukit, siapa menurutmu yang akan menang "


" Tentu saja kamu, jadi kamu berkata semua itu hanya untuk menjelaskan ke episienan, penggunaan mana dan skill"


"seperti biasa sadboy, otakmu sungguh brilian,


(ajka sebenarnya cukup pintar, tapi tingkah konyolnya yang membuat dia terlihat aneh)


Pikirku,


" Yo, sepertinya sekarang giliranmu" ucapku


Kemudian ajka menepuk pundakku lalu berkata "aku duluan ya" setelah itu ajka berjalan menghampiri bola Kristal lalu menyentuhnya.


Nama :ajka anstter


Job: dark magician


Mana :600


Sorak sorai kembali terdengar, "sambutan hangat untuk dark mage" ucap raja,


Setelah ini giliran ku, aku berjalan menghampiri Kristal kemudian menyentuhnya,


Nama: felixian arstor


Job: prajurit accretia


Mana :tidak ada yang terdeteksi


"Apa!, terdengar suara teriakan dari para penyihir, sorak sorai berubah menjadi cacian dan hinaan, seisi ruangan menjadi ricuh, ketika melihat statusku,


" bagaimana mungkin? , bahkan seorang petani masih memiliki mana walau jumlahnya sedikit, tapi ia tidak memiliki mana sedikit pun" ucap ketua mage,


"Mungkin Kristalnya rusak" ucap seorang dari mereka,


Kemudian dilakukan pengecekan tapi kristalnya terbukti baik-baik saja,


Aku tidak terlalu kaget karena ras accretia memang tidak memiliki mana, rasku menggunakan alternatif Battery sebagai pengganti mana.


Setelah beberapa menit..


Cacian dan hinaan masih terus terdengar, cacian itu mengarah padaku, mereka menyebutku albino atau polosan,


(cihh, menyebalkan, apakah mereka akan terus bertingkah seperti anak kecil) pikir karena Hampir seluruh mage di ruangan itu membicarakanku,


(tapi bukan hanya aku yang tidak memiliki sihir, masih ada teman sekelasku yang memiliki mana dengan jumlah sedikit dan memiliki job sampah)


Saat melihat ke arah teman sekelas ku, saat itu aku sadar, ternyata dugaanku salah, mereka membicarakan ku dari belakang,


Dan ketika aku hendak berkumpul dengan mereka, saat itu juga semua orang menjauhiku.


( aku benci sikap rasisme) pikirku,


Untuk meredam kegaduhan, raja memerintahkan agar seluruh mage dan siswa kembali melanjutkan kegiatannya masing-masing.

__ADS_1


__________


__ADS_2