Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter: 28 Menaklukkan yang sulit di taklukkan. bagian 2.


__ADS_3

Sore hari, Di dalam Benteng kayu.


Di dalam Tenda kain terlihat dua orang tengah sibuk dengan set zirah mereka.


TL (Zirah/armor\= baju besi)


Saat ini, kami berdua tengah membersihkan set zirah kami, karena akan kami gunakan saat menghadiri acara rapat.


"Dust, apakah kamu sudah selesai?." ucapku sambil mengelap helm baja.


"Sudah, bagaimana denganmu senior?." ucap Dust sambil mengelap zirahnya.


"Kalau begitu ayo cepat kenakan, karena sebentar lagi kita akan berkumpul." ucapku sambil memakai Chainmail.


Setelah beberapa menit...


Kami keluar dari tenda sambil menggunakan set zirah lengkap. Aku mengikat pedang kamason di punggungku, di tutupi oleh sebuah tameng besar, dan sebuah palu besar yang aku pegang, sedangkan Dust hanya membawa pedang di punggungnya.


Langit mulai kelabu, sore berganti malam. Beberapa orang terlihat mulai menyalakan obor dan lilin untuk pencahayaan.


Kami berjalan di antara barisan obor menuju sebuah tenda besar, yang ada di pusat.


Sesampainya di sana, kami di hadang oleh beberapa Kesatria yang memakai set jirah rapi.


mereka berkata. 'Apa keperluan kalian di sini?' ucap mereka.


"Kami di undang ke sini oleh Lucas Grace (menyerahkan amplop) lihatlah " ucapku kepada para Kesatria.


Saat itu, beberapa dari mereka terlihat mengecek keaslian amplopku, lalu membungkuk, dan berkata, 'kalian boleh masuk tapi tolong simpan senjata kalian di sini' ucap mereka.


Kemudian beberapa dari mereka terlihat membawa nampan yang di tutupi kain merah, agar kami menaruh senjata kami di atas kain.


TL, (menaruh senjata di atas kain merah merupakan suatu budaya atau lambang, dari berbagai Negara)


"(Bagaimana ini senior) " bisik Dust.


"Turuti saja keinginan mereka, karena ini merupakan suatu peraturan" ucapku sambil menyimpan palu besarku. Tiba-tiba.


"Ukhhh!!!" ucap Kesatria yang menerima paluku, ia terlihat terbebani oleh paluku, ia terhuyung ke depan.


Kemudian aku menaruh pedang kamason, di nampan yang lain, tapi hal itu terjadi lagi.

__ADS_1


Yang terakhir, aku menaruh tameng besarku. Saat itu (Kesatria yang memegang nampan terlihat sangat terbebani,) ia menjatuhkan tamengku ke tanah, sambil berkata 'ini sangat berat!'.


Saat itu, beberapa Kesatria terlihat membantu temannya untuk menggotong tamengku.


Beberapa Kesatria terlihat heran dengan hal itu, lalu mereka berkata, 'siapa anda sebenarnya'


Akupun menjawab, "aku Felix, seorang Prajurit dari Accteria, " ucapku dengan bangga. kemudian berjalan memasuki tenda.


"Ehh!... bukannya dia,... Orang itu" ucap para kesatria dengan expresi terkejut, yang masih bisa aku dengar dari kejauhan.


...


Aku masuk ke dalam tenda besar, berwarna merah, yang ada di pusat, tendanya terlihat mewah dengan beberapa ukiran tradisional yang ada di kainnya. Di dalamnya terlihat begitu luas dan ada beberapa perabotan seperti kursi, dan lampu minyak, yang terlihat antik.


Di dalam tenda, aku melihat puluhan orang sedang duduk melingkar di depan meja besar berisi puluhan hidangan.


Saat itu, aku juga melihat beberapa orang yang aku kenal, itu Jenifer, ia sedang duduk di sebuah bangku di samping orang tua yang subur perutnya.


Aku juga melihat Judith,(mantan teman sekelasku) ia duduk di samping walikota, dan ada seorang gadis bangsawan manis di sampingnya.


"Ada keperluan apa kamu di sini? " ucap Jenifer ketika melihatku.


"Ohh... jadi anda yang bernama Felix," ucap orang tua yang subur perutnya, ia memiliki postur tubuh tinggi besar, dengan potongan wajah mirip jenifer. Ia memiliki brewok dan kumis di wajahnya. Rambut dan brewoknya berwarna kuning emas.


Ia memakai pakaian seperti bangsawan.


"Ya!, ada keperluan apa memanggilku" ucapku.


"Duduklah!.(menggeser kursi) rapat akan segera di adakan" ucap orang tua itu, ia menyuruhku duduk di sampingnya.


Aku kemudian duduk di samping orang tua itu, saat itu kursinya berbunyi 'krek~' pada saat aku duduki, dan seorang gadis penyihir (di sampingku) menatapku dengan bingung.


"Perkenalkan, namaku Lucas Grace,(menepuk pundak) Felix, terimakasih telah menyelamatkan Putri kecilku...(menyerahkan tas kecil) ini imbalan dari mengalahkan orge dan pembelian inti permata. Tapi ini belum semua. " Ucap orang tua itu.


Aku kemudian menerimanya.


"Felix bodoh!, apa kau tidak tau sopan santun!. Cepat lepaskan helmmu, itu tidak sopan" ucap jenifer memarahiku.


"Hahaha.... ternyata anak ayah sekarang sudah pandai memarahi laki-laki," ucap tuan Lucas sambil tersenyum.


"Maaf" ucapku sambil melepas helm baja, tapi tiba-tiba.

__ADS_1


Jenifer dan Judit tersentak ketika melihat wajahku. Mereka menatapku dengan expresi aneh.


"Felix!, bagaimana kamu bisa ada di sini! "ucap Judit.


"Memangnya kenapa?... apakah ada yang salah" ucapku.


"Bukannya kamu tidak bisa bertarung! " ucap Judit dengan expresi bingung.


"Kata siapa?,(menyulut rokok) buktinya, aku berhasil mengalahkan Orge," ucapku dengan bangga.


"Tapi kau tidak memiliki mana,!!.. bagaimana bisa kamu mengalahkan orge,?? " ucap Judit dengan expresi tidak percaya.


"Aku tidak membutuhkan kepercayaanmu ... yang aku butuhkan hanyalah uang" ucapku.


"Tapi kan kau!"(omongan Judit terpotong)


"Hentikan!! ... kamu hanya membuatku malu tuan pahlawan" ucap gadis manis yang ada di samping Judit.


"Maafkan tunangan saya..(membungkuk)' tuan Felix." ucap gadis itu dengan penuh sopan santun.


"Oke,.. tapi jangan di ulangi", ucapku.


Mendengar tunangannya memarahinya, Judit terlihat kecewa, Ia tertegun dengan expresi murung.


ketika itu, jenifer tertegun sambil menatap wajahku, aku menyadari itu lalu bertanya.


" Ada apa denganmu, Jenifer? " ucapku.


Saat itu, wajah jenifer berubah menjadi merah, ia memalingkan pandangannya dariku.


("Dasar, aneh") pikirku, sambil melihat sekeliling, kemudian aku sadar sebuah hal yang hampir aku lupakan.


"Dust, mau sampai kapan kamu berdiri! " ucapku.


"Tapi aku tidak kebagian kursi" ucap dust.


Ketika itu, seorang Wanita di sampingku tiba-tiba berkata, "kursi di sini hanya untuk orang penting, kamu tunggulah di luar, dan Maid!, beri dia makanan. ucap wanita itu.


Dua orang Maid mengajak Dust keluar tenda sambil membawa beberapa makanan di atas nampan.


Kemudian rapat di mulai......

__ADS_1


__ADS_2