
Saat ini, aku telah menceritakan semua kejadian pembantaian yang terjadi pada malam hari,
Di dalam hutan terlihat tiga orang sedang berkumpul,
di sana terlihat dust sudah mulai siuman, saat itu ia menatap kami dengan ekspresi wajah terkejut.
"ehhh,!!!...apakah itu kau?.senior felix" ucap dust,
"ya,.. ini aku,.. selamat pagi" ucapku,
"ehhh tapi, bukannya aku terluka parah semalam.. lalu apa yang terjadi pada luka_ku," ucap dust.
" wanita guild ini yang telah menolongmu.....jangan lupa berterima kasih padanya, " ucapku.
"bodoh! , jangan panggil aku wanita guild, namaku Jennifer" ucap wanita guild.
" saya sangat berterima kasih kepada Anda nona jenifer..... tapi siap yang telah membunuh mereka "ucap dust,
" aku" ucapku dengan ekspresi polos.
"tidak mungkin! " ucap mereka berdua dengan nada kompak,
"yahh... hehehe,... terserah kalian saja" ucapku sambil tersenyum.
"Lantas, apa yang akan kita lakukan selanjutnya, " Ucapku,
Saat itu, keduanya hanya diam termenung,
"Jenifer, apakah kamu punya ide? " Ucapku.
"Entahlah," Ucap jenifer dengan Expresi termenung.
"Lalu dust, apakah kamu punya saran?, " Ucapku.
"Misi ini telah gagal!, saat ini apa yang bisa kita lakukan" Ucap dust dengan Expresi muram,
" Ehh tapi (ucapanku di potong)
"Tapi apa?... Apakah kamu ingin pergi ke zona berbahaya itu!,..itu tidak mungkin!.. Saat ini yang bisa kita lakukan hanya diam menunggu hingga bantuan datang! " Ucap jenifer.
"Ehhhhhh!!... Hahhaha, apakah kalian semua pasrah dengan keadaan! " Ucapku sambil menertawakan mereka.
"Kenapa kamu tertawa,..Dasar aneh!" Ucap jenifer.
"Yang aneh itu kalian berdua" Ucapku sambil mengejek mereka,
"Sialan!.. Apa maksudmu " Ucap jenifer sambil mencoba meninju perutku.
"Apa yang kamu maksud senior! " Ucap dust.
"Lihatlah kemari (aku menunjuk) lihatlah puluhan monster bersisik itu, Cepat atau lambat mereka akan datang kemari dan memangsa kita!,.. Apakah kalian yakin akan terus menunggu di sini" Ucapku.
__ADS_1
Saat itu, dari kejauhan terlihat puluhan belut raksasa, belut itu memiliki sisik dan rahang yang di penuhi oleh taring tajam, Ukuran tubuhnya hampir sebesar kuda, kulitnya berwarna hitam gelap, tertutup lendir hijau.
Puluhan dari jenis mereka terlihat memangsa mayat yang ada di jalan, sepertinya mereka tertarik oleh bau dari genangan darah.
"Tidak!... Tidak mungkin! 'Okhhh(jenifer muntah) kenapa mereka ada di sini! " Ucap jenifer dengan Expresi tegang.
"Ada apa denganmu?.. Apakah kamu butuh bantuan" Ucap dust.
"Ba' ba' bagaimana bisa mereka ada di sini" Ucap jenifer.
" Apakah ada yang salah " Tanyaku.
"Tentu saja salah!.. Bodoh!.. Seharusnya mereka tinggal di sekitar rawa, tapi kenapa mereka ada di sini! " Ucap jenifer, ia terlihat marah padaku.
"Oke! ' hehehe' apakah mereka semenakutkan itu " Ucapku sambil mengejek,
" Bodoh!.. Apakah kamu tidak tahu, Mereka adalah ular basiliks, mereka setidaknya memiliki ranking D, tapi bila bergerombol sebanyak ini, mereka bisa menjadi ancaman yang sangat berbahaya" Ucap jenifer.
" Apakah mereka ada harganya? " Tanyaku.
"Tentu saja ada quest untuk menaklukkan mereka... Saat ini ayo kita kembali ke kota agar aku bisa membuat quest darurat" Ucap jenifer.
Tapi saat itu aku malah berjalan ke arah monster belut itu,
" Apa yang kamu lakukan!.. Kita akan mengambil jalan kearah hutan " Ucap jenifer.
"Bukannya tadi kamu bilang bahwa menaklukkan mereka itu termasuk quest darurat! " Ucapku.
"Aku akan langsung mengambil quest itu sebelum orang lain" Ucapku sambil mengeluarkan peluncur roket mini dari dalam inventory.
" tapi kamu tidak mungkin bisa mengalahkan mereka semua sendirian! " Ucap jenifer.
" Dust tolong awasi nona cerewet ini " Ucapku.
"Baik senior tapi tolong kembali_lah dalam keadaan selamat " Ucap dust sambil memegang kedua tangan jenifer.
"Lepaskan aku!..sudah aku katakan bahwa itu hal yang mustahil!.....lepaskan!...Aku ingin sekali meninju wajahmu felix" Ucap jenifer,
Saat itu aku mengabaikan ocehan jenifer, kemudian aku berlari kearah kawanan monster sambil memegang peluncur roket.
Tanpa keraguan, Aku langsung mengarahkan moncong dari peluncur roket itu kearah kawanan monster lalu menarik pelatuknya.
Sfx " Booooom!!.. Ttakkk! Roket meluncur mengenai sasaran kemudian meledak meninggalkan termit yang menyala merah.
Sfx "Booomm!!.Booomm!! Booomm!! Aku mengincar setiap titik dari perkumpulan mereka.
Saat itu terlihat daging dari kawan monster itu bertebaran di udara, mereka terlihat bagaikan bulu yang di tiup oleh angin.
Ketika itu, jenifer terkejut ketika mendengar suara ledakan, ia langsung melepaskan pengangan tangan dust lalu berlari kearah felix karena rasa penasaran, tapi saat itu, ia melihat sebuah hal yang belum pernah ia lihat.
Jenifer tertegun ketika melihat pertarungan felix, tanpa ia sadari beberapa monster telah ada di belakangnya.
__ADS_1
"Merunduk" Ucapku sambil mengganti jenis roket ke tipe es.
"Apa apaan ini " Ucap jenifer.
Saat itu aku langsung berlari kearah jenifer kemudian menutupi tubuhnya dengan tamengku.
Sfx srattt!! Brakkk!!. Krakk!!! Beberapa monster itu langsung menyerang kami dengan racun dan taringnya yang tajam.
"Membeku-lah makhluk kotor. " Ucapku sambil menodongkan peluncur kearah kepala mahluk itu.
Sfx booom!! Shing!!, dua di antara mereka membeku. Sisanya terlihat ketakutan dan berlari kearah hutan.
Kemudian aku mengangkat tamengku, di sana aku melihat seorang gadis kecil terlihat ketakutan.
"Hehehe, maafkan aku" Ucapku sambil tersenyum.
"Terimakasih" Ucap jenifer dengan Expresi malu.
" Dasar bodoh!", ucapku sambil menjitak kepala jenifer.
"Awww,.. Sakit" Ucap jenifer.
"Kalau kamu masih merasakan sakit berarti kamu masih hidup... Dust!! kenapa kamu melepaskannya" Ucapku.
"Maafkan aku senior!.. Tadi aku sedikit terkejut ketika mendengar suara ledakan, lalu tanpa sadar peganganku ikut mengendur. " Ucap dust sambil keluar dari semak-semak.
"Jangan berbohong!.. Aku tahu bahwa kamu dari tadi mengintip" Ucapku.
"Hehe, aku juga sebenarnya penasaran, tapi skillmu sungguh luar biasa senior. "Ucap dust dengan Espresi berbinar-binar,
" Terimakasih sudah memujiku,.. Ayo kita melanjutkan perjalanan kita," ucapku.
"Maksudmu?.. Kita mau kemana? " Ucap jenifer.
"Tentu saja ke garis depan karena kita memerlukan uang,.. Kalau kita kembali dan misi ini gagal, aku tidak punya uang untuk membayar kompensasi, " Ucapku.
"Oke senior, aku sudah pasti akan ikut" Ucap dust,
"Tapi itu tidak mungkin!,,..bagaimana kalau kita bertemu dengan orge raksasa itu lagi di jalan" Ucap jenifer.
"Tenanglah,.. Mereka sudah mati..aku sendiri yang membunuh mereka", ucapku.
" Tidak mungkin!!!... Kamu bahkan tidak memiliki mana.. Bagaimana bisa kamu membunuh mereka" Ucap jenifer dengan Expresi ngotot.
"Oke!,,, tak apa kalau kamu tidak mau ikut,.. Dust bantu aku mengumpulkan drop dari monster ini" Ucapku.
"Baik " Ucap dust.
Saat itu , aku dan dust mengumpulkan drop dari para monster yang telah aku kalahkan, Kemudian aku memasukkan seluruh drop itu ke dalam inventory, aku juga mengambil beberapa kotak persediaan dari dalam kereta yang rusak karena aku pikir mereka (pasukan di garis depan) membutuhkan ini.
------}•••••••••••••>
__ADS_1