
Aku terbangun di sebuah ruangan sunyi,
Ruangan itu di penuhi action figur, kasur, poster dan pc,
Yap itu adalah kamarku.
(apakah ini semua hanya mimpi) aku bangun dengan exspresi bingung di wajahku,
Aku duduk di ranjang untuk memikirkan beberapa saat, hingga akhirnya aku bangun untuk mandi.
,,,, next time, selesai mandi..
Aku duduk di kursi di samping meja makanan sambil memikirkan (apakah itu mimpi atau devija ) aku terus memikirkan tentang vita dan tentang mimpi yang begitu nyata,
Di atas meja makan terlihat roti panggang dengan isian keju, dan teh hitam yang sudah di suguhkan bibi, untuk sarapan.
Terbangun kemudian menghadapi realita kehidupan seperti di neraka yang menyedihkan, sewaktu aku masih kecil aku memiliki tubuh yang gemuk , sekarang aku sudah berhasil diet menurunkan berat badanku dari 80kg menjadi 57kg, tapi tetap saja para pengecut itu mengejek dan mengungkit masa laluku.
Saat ini aku siswa smk tahun ke 3 dengan tubuh tinggi berotot.
Tanpa kedua orang tua, kini aku hanya seorang yatim piatu, sendirian di rumah, hanya ada bibiku yang datang sewaktu waktu untuk menyiapkan sarapan,
Sendirian menjalani hari, kesepian selalu menghantuiku, tanpa orang tua, tanpa teman yang dapat di andalkan,
(menarik napas) "uhhhh, realita serasa mimpi buruk, tapi bagaimanapun juga bumi tetap berputar dan takdir terus berlanjut, aku tidak ingin hidupku menjadi bad Ending, maka dari itu aku harus merubahnya, pikirku.
Lalu aku menyimpan perbekalan itu ke dalam tasku dan mengganti buku lalu menata jas sekolah yang sedang ku pakai,
(baiklah, saatnya berangkat) gumamku sambil berjalan meninggalkan rumah.
Next time...
Di sekolah, seperti biasa aku tidak memperhatikan sekeliling, aku pokus berjalan menuju meja lalu menyiapkan buku tugas yang tadi malam sudah ku kerjakan,
"Pagi felix!" sapa seorang siswa dari kejauhan, ia memakai setelan jas sekolah yang di tutupi jaket hodel bergambar karakter moe.
"Yo pagi" ucapku menyapa balik "ada perlu apa kamu kemari!"
(senyum kecut) "hihihi apakah kamu lupa? kitakan satu kelas"
(exspresi memikirkan) "ohh aku ingat sekarang kamu si tukang nyontek itu kan"
"ihh (suara nyolot) namaku ajka!, kenapa kamu selalu menyebutku si tukang nyontek"
(exspresi marah) " Jangan nyolot, apakah kamu ingin nyontek atau adu otot"
"(ajka menunjukkan muka memelas) tolonglah, aku mohon jangan memanggilku dengan sebutan itu, bukankah aku sudah membayar setiap tugas yang aku contek darimu"
(dasar anak orang kaya) pikirku, karena ajka memiliki keluarga yang kaya raya, ayahnya bekerja sebagai ceo di sebuah perusahaan konsol game ternama dan ibunya merupakan seorang model sekaligus desainer, keluarganya memiliki puluhan perusahaan butik hampir di setiap wilayah, meskipun begitu ajka tidak pernah terlihat bahagia, dari kecil ia di terlantarkan dan di urus oleh pembantunya, ia hidup mengikuti apa kata hati, dan kesenangan tanpa memikirkan nilai akademis dan masa depan yang akan ia hadapi mungkin karena ia kaya dan tidak takut kekurangan uang.
__ADS_1
"Ayolah brother jangan marah, sesudah aku menyontek aku akan mentraktirmu makan"
"Apakah kamu tidak pernah ada keinginan untuk mengerjakan sendiri"
"Maafkan aku, aku tidak pernah punya waktu luang untuk mengerjakan tugas seperti ini"
"alasan klasik, bukannya kamu seharian duduk di depan monitor untuk bermain game? Apakah itu bukan waktu luang"
"seperti yang kamu tau aku sangat sibuk, Ayolah pinjamkan buku tugasmu, selesai istirahat aku akan mengembalikannya"
"baiklah!, nih lihatlah sepuasmu" ucapku sambil menyerahkan buku Tugasku.
Tak lama setelah itu terdengar suara bell tanda kelas akan segera di mulai.
Next time setelah istirahat....
Seperti biasa aku standby di warung depan sekolah, warung itu lumayan jauh dari sekolahku dan bersebrangan dengan gedung sekolah lama, tempatnya lumayan sepi dan banyak pohon rindang yang tumbuh di sana.
Warung itu milik ajka, ia sengaja membeli tanah dan warung makan itu untuk dirinya sendiri karena ia tidak ingin melihat berandalan sekolah menjadikan tempat itu sebagai Markas mereka kemudian menguasai tempat itu,
"Selamat datang di rumah kedua ku," ucap ajka,
"terima kasih, tapi hentikan sapaan formal itu" ucapku dengan exspresi mengeluh,
"Ya ya, sesuai janjiku, silakan di pilih makanan yang kamu suka,
Setelah itu aku berjalan menuju meja makan dan duduk di kursi di depan ajka yang sedang duduk,
"dari pagi wajahmu terlihat muram apa yang sebenarnya terjadi sadboy" tanya ajka.
"Bukan urusanmu!"
"hadehhh" (jawab ajka sambil mengeluarkan rokok dan korek dari sakunya kemudian menyulutnya)
" Ini untukmu (ucap ajka) ia menyerahkan sebungkus rokok yang belum di buka kepadaku.
"thank (ucapku, aku bukan remaja munafik yang akan menolak untuk merokok, merokok bukan sebuah kejahatan atau kenakalan, contohnya banyak orang dewasa merokok, apakah mereka bisa di sebut nakal atau penjahat? Tentu saja tidak, sebenarnya ini cuma pelarianku karena aku akan putus sekolah setelah selesai sma, aku tidak bisa meneruskan kuliah karena masalah biaya dan apa yang bisa di lakukan dengan ijazah sma, menjadi buruk pabrik? Apakah gaji dari pabrik bisa menutupi biaya hidupku dan biaya kuliahku, tentu saja tidak, aku bukan seorang jenius yang bisa mendapatkan beasiswa, biaya hidup di tempatku tinggal lumayan besar dan untuk dapat bisa kuliah harus menyiapkan ratusan juta, Itu tidak akan bertahan lama, banyak orang yang di phk saat sedang bekerja , aku terlalu banyak melihat orang yang gagal dalam menjalani hidup mereka. Kalo aku harus memilih aku lebih baik hidup bersama vita di mimpiku
"Felixian!!" teriak ajka
"ehh yo, kenapa kamu berteriak di telingaku"
"apa sebenarnya yang kamu pikirkan" tanya ajka,
"Itu rahasia" ucapku kemudian mengambil sebungkus rokok yang di ada di tangan ajka,
"Ets tunggu dulu" ucap ajka ia mengangkat tangannya sambil berkata "jawab dulu pertanyaanku?"
"Baiklah sebenarnya aku sedang memikirkan mimpiku semalam dan sedang memikirkan masa depanku, apakah kamu puas dengan jawabanku?" ucapku sambil merebut sebungkus rokok itu,
__ADS_1
"mimpi apa? Apakah kamu bermimpi di kirim ke dunia fantasi dan di sana kamu bertemu karakter cewek moe dan loli yang memanggilmu master?"
"Ya seperti itu! Tapi tidak ada karakter cewek moe dan loli di mimpiku, tapi" ehhhh!! ''' bagaimana bisa kamu dapat menebak mimpiku?" ucapku,
" ya sebenarnya aku ingin menceritakan mimpiku semalam tapi kamu malah melamun"
Ucap azka,
"Ya maafkan aku," ucapku sambil menyulut rokok " hidup akan makin sengsara saat kamu sedang miskin dan tidak punya orang tua"
(saat itu ajka tersadar atas kesalahan nya) "sudahlah jangan mengungkit ungkit saat aku tidak hadir di acara pemakaman orang tuamu, bukannya aku sudah minta maaf!!, apakah itu masih kurang? "
"Aku tidak bermaksud mengungkitnya! , apakah kamu marah,?" ucapku,
"Tidak!" (ajka menunjukkan sikap egois) sudahlah lupakan saja kejadian itu, untuk sekarang bolehkah aku melihat buku tugas matematikamu"
"nih lihatlah.!. tapi jangan terlalu lama!!"..."setengah jam lagi kita akan masuk ke sesi pelajaran ke4"
Kemudian ajka mengabil buku itu dan melihat isinya,
"Kamu sungguh hebat bisa menguasai matematika"
"Memang kenapa? ada masalah,!"
"Tidak! Tidak! Menurutku matematika adalah ilmu yang mematikan,. kau akan overpower bila sampai menguasainya"
"Jangan membuat lolicon saat mengerjakan tugas! , karena waktu kita tidak banyak" ucapku sambil marah,
"Jangan terlalu serius sadboy" ucap ajka mengejek,
Next time bell masuk kelas.
Di ruangan kelas
Aku duduk di bangku belakang di samping ajka yang sedang mencoba mengajakku ngobrol sebelum jam belajar di mulai.
"Apakah kamu ingat perkataan pria kemarin?" ajka bertanya.
"yah aku Ingat , seorang pria aneh yang berkata" apakah kamu percaya sihir itu ada",
"Uhuk uhuk, aku sangat tertarik dengan atraksi pertunjukan sulapnya"
"Jangan mau di bodohi, itu hanya permainan tangan" ucapku,
"Apa kamu bilang!. bagaimana bisa air melayang di udara, aku percaya itu magic"
"Dasar bodoh!,, Di lengan nya ada semacam alat"
Tak lama terdengar suara pintu terbuka dan dari sana terlihat pak guru memasuki kelas untuk memulai pelajaran.
__ADS_1