
Saat ini, kami bertiga sedang berusaha melewati zona hutan ein yang lebat.
Hutan ini begitu rimbun dan di tumbuhi ratusan jenis pohon dengan ukuran yang berbeda dan ada pula beberapa jenis tumbuhan yang belum pernah aku lihat sebelumnya,
Kami berjalan di antara akar pepohonan besar sambil membabat tanaman gulma yang menghalangi jalur kami,
Hutan ini sungguh teduh karena cahaya matahari sulit untuk menembus celah daun yang rimbun,
Kami berjalan memotong arah menuju tengah hutan yang jarang untuk di lewati.
"Felix!,, apakah kamu tau arah kita kemana? " Ucap jenifer.
"Ehem,, dust, beritahu dia aturan party kita, " Ucapku.
"Oke,,, kalo tidak salah ,,, aturan pertama, senior tidak pernah salah! " Ucap dust.
"Yaelah,,, aturan macam apa itu?, " Ucap jenifer sambil mencibir.
"Yah,,,tapi itulah aturan yang aku buat, " Ucapku.
"Tapi bila kamu salah,,,,bagaimana? "Ucap jenifer.
" Kalau senior salah kembali lagi ke aturan pertama, senior tidak pernah salah, "ucap dust.
" Dasar dua orang menyebalkan!." Ucap jenifer sambil menggerutu.
"Berhenti mengeluh,,,,Hey! nona, apakah kamu bisa berjalan lebih cepat? " Ucapku sambil melirik ke arah jenifer yang sedang berjalan di belakang.
"Dasar felix bodoh!,, aku adalah penyihir, aku tidak memiliki stamina sebanyak kalian? " Ucap jenifer.
"Apakah aku harus menggendongmu? " Ucapku.
"Tidak usah!,,, kamu bau darah orge, "ucap jenifer.
" Baiklah,,, tapi kecilkan suaramu karena itu bisa memancing monster yang ada di dalam hutan. "Ucapku.
" Umm,,, permisi senior, rasanya ada yang aneh,, kenapa perjalanan kita terasa begitu lancar? "Ucap dust.
" Aneh?,,. Maksudmu? "ucapku.
"Setahuku, hutan adalah habitat asli monster, tapi kenapa kita tidak bertemu dengan satupun dari mereka, " Ucap dust sambil membabat gulma,
"Mungkin kita sedang beruntung, kalau terus seperti ini kita akan lebih cepat sampai,,,, ayo semuanya! percepat langkah kaki kalian!, " Ucapku.
Setelah beberapa jam menyusuri hutan.
Entah kenapa tidak ada monster yang menyerang kami di perjalanan,
saat ini kami hampir sampai pada tujuan,
"Huuuhh, haaaaahh, huuuuh (Napas berat) aku sudah tidak kuat!, aku ingin istirahat!, " Ucap jenifer sambil terduduk lesu,
"Ehh, ,,,tapi kita hampir sampai! " Ucapku.
"Aku tidak peduli! ,,, haaaaah huuuuuuhh, " Ucap jenifer.
"Senior, bagaimana ini? " Ucap dust.
"Mau bagaimana lagi, dia sudah tidak bisa berjalan, lebih baik istirahat dulu sebentar, " Ucapku.
Saat ini, kedua orang itu (dust dan jenifer) langsung melonjorkan kaki mereka di atas rumput hutan,
Kemudian aku mengeluarkan panci kopi sisa semalam lalu menuangkan-nya ke dalam tiga gelas kayu dan mengeluarkan beberapa potong fitbar lalu membagikannya kepada mereka.
"Makasih" Ucap dust.
"Apa ini?" Ucap jenifer.
" Meskipun ini tidak terlihat mewah tapi ini makanan yang aku buat,,, makanlah! , " Ucapku sambil menaruh kue fitbar dan kopi di atas piring tepat di hadapan jenifer.
Kemudian aku menggeser sedikit helm bagian bawahku, dan menyalakan rokok.
(Uhhhh,,, sungguh sangat nikmat kopi hitam dan rokok ini) gumamku.
Tanpa aku sadari ternyata jenifer sudah menghabiskan kue dan kopi itu.
"Uhhh ,,,, aku tidak suka rasa kue ini tapi aku lapar, bolehkah aku minta lagi? " Ucap jenifer dengan expresi angkuh.
"Tenyata nona kecil cukup rakus juga yah!! " Ucapku sambil memberikan jenifer beberapa potong kue .
"Dasar,,, aku sebetulnya belum makan dari malam, dan rasa kue ini lebih baik daripada daging monster" Ucap jenifer.
"Hehehe, tak kusangka tenyata nona jenifer masih bisa bersyukur" Ucapku.
Kemudian obrolan kami berlanjut hingga Siang hari.
Siang hari,
Tiba-tiba terlihat sekumpulan asap mengepul ke langit.
Dust yang melihatnya tersentak sambil berteriak. "Senior lihat itu!!! "
"Apa dust? " Ucapku sambil menoleh ke arah suatu tempat yang di tunjuk oleh jari dust, saat itu aku melihat kepulan asap yang keluar dari suatu lembah.
__ADS_1
"Aku punya perasaan tidak enak tentang ini" Ucap dust. "
"Tunggu sebentar (aku mengecek peta) bukannya itu dari arah markas pasukan utama" Ucapku.
Saat itu seluruh orang tertegun melihat kearah asap, pikiran mereka campur aduk karena memikirkan kejadian yang tidak di inginkan dan masih terbayang kejadian semalam.
Secara spontan mereka bertiga langsung lari ke arah asap itu tanpa memperdulikan apapun.
...
..
..
"Tunggu!! " Teriak jenifer.
Tanpa aku sadari kami berdua berlari terlalu cepat meninggalkan jenifer di belakang.
Jenifer terjatuh karena tidak sadar dengan apa yang telah ia injak, ia tersandung akar pohon lalu jatuh tengkurap.
"Felix!!,, teriak jenifer,
" Dasar!!!." Ucapku sambil berlari ke arah suara jenifer.
Kemudian aku melihat jenifer sedang terduduk dengan kedua lututnya yang berdarah.
"Felix lututku sakit! " Ucap jenifer.
"Dasar wanita!.. Naiklah! " Ucapku sambil menyodorkan punggung ke arah jenifer.
"Ehh!... Tapi! " Ucap jenifer.
"Cepat naik dan pegangan yang erat... Kita tidak memiliki banyak waktu untuk berdebat! " Ucapku sambil menggerutu.
Jenifer termenung, tanpa bicara ia langsung naik ke punggungku dan memegangnya sangat erat.
Aku menggendong jenifer, aku menutupi bagian belakang tubuh kami dengan tameng besarku dengan tujuan melindungi nona jenifer dari serangan monster dan dari kemungkinan yang tidak di inginkan.
Kemudian aku berlari menyusul dust yang ada di depan kami.
"Senior ada apa? " Ucap dust yang menungguku.
"Hanya masalah sepele, ayo kita lanjutkan" Ucap, kemudian kami melanjutkan pelarian kami menuju asal dari asap itu.
Setelah beberapa saat berlari.
Kami tiba di markas itu dengan tergesa-gesa.
Saat itu di markas,
Sisa pertempuran terlihat di sana, tenda yang sobek, pecahan logam, panah pedang yang berdarah, dan bercak darah mengungkapkan tempat itu,
Rasa putus asa,rasa sedih, kekecewaan, ketakutan mulai menjangkiti kami,
Dust tertegun dengan tatapan kosong di matanya, wajahnya terlihat sangat pucat, tubuhnya ambruk ke tanah seakan seluruh harapannya telah musnah dalam sekejap.
"Bruk!," Cling! " Dust menjatuhkan pedangnya.
"Dust? " Teriakku dengan ekspresi khawatir.
Untungnya saat ini aku memiliki sistem yang dapat mengontrol emosiku, aku kembali sadar dan kembali seperti semula,
(Dust pasti sangat terpukul dengan kejadian ini,) pikirku.
(apa yang harus aku lakukan, dust sedang terpuruk, lalu jenifer? ")
" Jenifer! " Ucapku.
"Ada apa bodoh? " Ucap jenifer.
"Kamu tak apa-apa? " Ucapku.
"Memangnya ada apa?.....asal kamu tau, aku tidak bisa melihat karena tertutup tamengmu! "
(Untunglah jenifer tidak melihat tempat ini, kalau ia melihat mungkin ia akan bernasib sama seperti dust) pikirku.
"Hehe baguslah " Ucapku.
"Hah??....apa yang kamu maksud, dasar bodoh!" Ucap jenifer.
"Tak ada.....aku hanya mau berkata kita hampir sampai, " Ucapku.
Saat itu aku langsung pergi menghampiri dust yang mulai kehilangan harapan,
"Dust, sadarlah! " Ucapku.
Dust tidak menjawab dan hanya diam tertegun dengan tatapan kosong.
"Dust cepat bangun!,, woyy,,,, dust!,,, dust!!,,,, dust!!! " Teriakku,
(Apa yang harus aku lakukan,, mentalnya mungkin sedang melemah, tapi tidak harus se_rusak ini, ) pikirku.
Kemudian aku mendekatkan mulutku ke telinga dust lalu berteriak
__ADS_1
"Dust!, apa tujuan kita datang ke tempat ini" Teriakku.
Secara spontan dust menjawab,
" Se,,se,,senior,,, a,, a,, aku,, ta,, ta,,takut. "Ucap dust dengan ekspresi bergetar.
" Itu bukan tujuan kita!,, aku katakan sekali lagi apa tujuan kita datang kesini!, " Ucapku ke telinga dust.
"Tapi, tapi, (aku menyumpal mulut dust dengan tangan)
" Biar ku jelasan...tujuan kita adalah mengumpulkan uang untuk adik-adikmu yang ada di pantai asuhan, untuk menolong rick yang sedang sakit, untuk merenovasi panti asuhan, untuk menjamin masa depan kita semua! ,, apa kamu paham, " Ucapku sambil menyemangati dust.
Dust mengangguk,lalu ia kembali sadar atas tujuannya.
Kemudian aku melepaskan tanganku dari mulut dust.
"Tapi senior,, apa langkah kita selanjutnya? " Ucap dust.
saat itu, aku termenung sebelum menjawab, aku mengamati sekeliling karena ada hal yang aneh di tempat itu,
"Apakah kamu tidak merasa ada yang janggal?" Ucapku.
"Apa maksud-mu, senior? " Ucap dust.
" Lihatlah Tempat ini...begitu bersih tanpa ada sumber daya(kotak suplay)dan korban yang bergelimpangan" Ucapku.
"Ehh iya, mungkinkah masih ada yang hidup" Ucap dust.
"Tentu saja ada!...ayo kita cari mereka! " Ucapku.
Saat itu, jenifer masuk dalam obrolan kami
"Apa yang sedang kalian berdua bicarakan?,, tolong singkirkan tameng ini!,,, aku tidak bisa melihat!.. " Ucap jenifer
"Diamlah! ,,, banyak sekali monster di sini ,,, kalau kamu inginkan tahu, kami sedang mencari cara menghindari monster " Ucapku sambil mencoba menipu jenifer.
"O,,o,,oke sepertinya aku lebih nyaman diam di balik tameng, " Ucap jenifer.
Setelah beberapa waktu berlalu,
Kami mengamati sekeliling, kami menemukan banyak sekali keanehan di sini , di sini tidak ada bangkai monster, dan tidak ada jasad dari korban, melainkan hanya gundukan rongsokan, dan bangkai monster yang sengaja di bakar, dan kami menemukan puluhan jejak roda kereta kuda yang mengarah ke tempat lain.
"Dust!, ayo ikuti jejak ini", ucapku.
" Baik senior! " Ucap dust.
Setelah beberapa waktu...
Jejak roda kereta itu menuntun kami ke suatu tempat di lembah, dari kejauhan kami melihat sebuah benteng kayu dan parit_parit di sekelilingnya, yang di halangi beberapa blokade kayu runcing.
"Senior lihat! " Teriak dust.
"Aku mengerti!, ayo segera kesana, teriakku sambil berlari bersama dust.
Setibanya di sana kami melihat puluhan pemanah yang bersiaga di atas beberapa menara, kami juga melihat beberapa kesatria yang bersiaga di depan gerbang kayu.
Saat itu. Kami langsung berlari menghampiri kesatria yang ada di depan gerbang.
Melihat kami yang sedang berlari, para kesatria itu langsung bersiaga sambil mengacungkan pedangnya kearah kami.
"Berhenti di sana!! " Teriak seorang kesatria.
"Oke!,, Ucapku sambil berhenti."
"Siapa kalian?.....dan Mau apa kesini?. "Ucap seorang kesatria.
" Ini..kami dari regu logistik" Ucapku.
"Logistik (kesatria terlihat berfikir) oke sekarang jatuhkan senjata kalian dan bawa tanda pengenal kalian kesini" Ucap kesatria itu.
"(Ehh taruh senjata.... Rasanya ada yang aneh)pikirku.
Aku tidak langsung menjatuhkan senjata dan aku memberi aba-aba kepada dust untuk diam.
" Hey!!..apa yang kalian tunggu! "Teriak kesatria.
" Sebetulnya aku agak curiga. Tadi kami sempat melewati perkemahan yang terbakar.. Lalu di sini tiba-tiba ada benteng yang sudah berdiri kokoh... Apakah ini benteng bandit" Ucapku. Sambil tersenyum menyeringai.
" Kami kesatria!!!... Dasar bodoh!!.. Kami yang seharusnya curiga karena kamu keluar dari hutan sambil memakai armor berlumuran darah."
Saat itu, Dust berbisik ke telingaku "bagaimana ini senior”
Aku berbisik "berikan seluruh tanda pengenalmu padaku"
Kemudian aku mengambil tanda pengenal punya dust dan punyaku, lalu aku melemparkan_nya kedepan para kesatria.
" Tolong lihatlah sendiri,, lalu lemparkan aku tanda pengenalmu, " Ucapku.
Beberapa kesatria terlihat mengambil tanda pengenal kami, tapi seorang dari mereka yang tadi berteriak terlihat tidak terima atas apa yang aku lakukan,
"Sialan!!! Berani-beraninya kau" Ucap kesatria itu. Ia berjalan kearahku sambil menghunuskan pedangnya.
"Dust ambil nona jenifer(menurunkan jenifer dari punggung) bila aku bertarung dan kalah, kalian harus kembali ke kota secepatnya. " Ucapku.
__ADS_1
--------(●'▽'●)ゝyey , gak kerasa udah idul Pitri... admin AL cuma mau ucapin minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin...,, maafin Admin 'ya' bila ada salah-salah kata, yang tidak di sengaja (translite eror) , atau yang di sengaja (human eror)..
dan admin AL juga mau mengucapkan terimakasih kepada Anda semua yang telah membaca novel saya ini ♡´・ᴗ・`♡