
Di dalam mimpi marinka roze.
Terlihat seorang anak perempuan berambut merah, ia terlihat berlarian di dalam medan perang yang berkecamuk.
"ibu!, di mana kau!," teriak anak kecil itu dengan nada lirih seakan putus asa.
Tiba-tiba, beberapa tentara menariknya dari belakang.
"nona marinka!, jangan maju terlalu jauh! atau kau akan tertembak!," ucap seorang tentara wanita, ia terlihat mengomel.
"aku tidak peduli!, aku ingin ibu kembali! " ucap marinka dengan nada egois.
saat itu sebuah tamparan melesat ke pipi kanan marinka dan di susul oleh suara omelan.
sfx, 'plak!, "jangan egois!, sekarang kita sedang terdesak!.. paham!!,, dan jangan menyia-nyiakan pengorbanan ibumu! " ucap tentara Wanita itu.
gadis kecil itu hanya bisa menangis di dalam kepungan musuh. hatinya bergetar ketika mengingat kematian ibunya yang terbunuh tepat di depan matanya.
marinka tersentak lalu bangun dari mimpi buruknya.
("sialan!, mimpi buruk ini lagi") gumam marinka.
marinka kembali teringat kenangan itu, ketika ia masih kecil.
saat itu, seorang gadis berusia 7 tahun di paksa untuk memegang senapan.
gadis kecil itu di paksa untuk menggantikan ibunya di medan perang sebagai seorang pemimpin pasukan.
pasukan itu di bentuk oleh Ibu marinka agar menjaga anaknya dari bahaya.
pasukan itu beranggotakan perempuan dan menamai squad mereka dengan sebutan valkyrie.
pasukan itu di danai oleh ayah marinka, karena ayah marinka tau akan ada perang saudara.
pasukan khusus di bentuk dan dalam hitungan bulan sebelum perang itu meletus.
perang saudara itu menghancurkan setengah wilayah dari negaranya. ayahnya yang merupakan seorang bangsawan di paksa untuk ikut dan akhirnya meninggal di medan perang.
ibu marinka meninggal karena insiden pengepungan di wilayahnya, saat itu marinka yang masih kecil hanya bisa menyaksikan ketika ibunya tertembak beberapa kali sambil melindunginya.
karena umur marinka yang masih terbilang belia, ia akhirnya di rawat oleh sekumpulan pasukan wanita.
marinka di besarkan oleh sekumpulan wanita yang hanya mengerti cara berperang. sebab itulah marinka di ajarkan cara membaca siasat, cara melacak musuh, cara mengambil keuntungan dari zona perang, tipu muslihat, cara menggunakan berbagai jenis senjata, cara bertarung dan membunuh, pengoperasian alat tempur, dan berbagai pelatihan yang ada di dalam militer.
sosok marinka di latih dan di tempa di dalam medan perang yang brutal, oleh sebab itu marinka kehilangan sisi feminin-nya sebagai seorang gadis.
gadis kecil berambut merah itu tumbuh menjadi seorang ahli perang, namanya terkenal ke setiap penjuru wilayah sebagai teror 'samudra darah'.
{by author. arti dari nama marinka roze dalam bahasa Rusia artinya samudra merah atau lautan merah, merah\= darah.}.
kehadiran marinka di takuti di setiap medan perang.
tidak ada seorang lelaki-pun yang berani mendekati marinka karena gelarnya sebagai tirani, ia juga memiliki sikap yang over protektif, suka merokok, pandangan yang dingin, dan gaya bicara yang tidak sopan.
di samping itu ia sangat di sayangi oleh para sister yang merawatnya. mereka terbilang sangat akrab seperti ibu dan anak.
karena para pasukan wanita itu telah bersumpah pada ibu marinka untuk melindungi anaknya, maka mereka terus menepati sumpahnya hingga tidak ada seorangpun yang berani menikah. dan hal itu di ikuti marinka.
marinka juga menerima beberapa surat permohonan, agar ia mengirimkan pasukannya untuk membantu dalam medan pertempuran, tapi dari semua undangan itu, ia menolaknya hingga hanya ada satu undangan yang tersisa.
undangan itu dari Eva, marinka tertarik pada kisah di balik surat itu, ia merasa bahwa eva memiliki nasib yang sama dengannya.
marinka memenuhi undangan dari eva, ia membantunya di dalam pertempuran dan ketika itu, ia melihat felix yang menjabat sebagai admiral yang kini bekerja di bawah naungan perusahaan eva.
mereka lalu membuat sebuah aliansi.
beberapa tahun setelahnya.
puluhan pertempuran yang mematikan berhasil mereka hadapi, saat itu marinka kagum dengan sosok admiral Felix karena sosoknya yang begitu baik, dermawan, ia juga mendengarkan masukan dari bawahannya, Felix juga selalu dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum bertindak, ia juga menjaga kehormatan perempuan dan menganggapnya setara.
hingga pada suatu kisah, admiral beberapa kali berhasil menolong marinka dari kematian meskipun nyawanya juga dalam bahaya.
rasa kagum marinka terhadap admiral Felix berangsur-angsur menjadi suka.
kembali ke alur...
seorang gadis merambat merah itu terlihat tersenyum ke arah Felix lalu berkata. "dasar tidak peka," Ucapnya sambil mengelus rambut Felix.
__ADS_1
marinka melihat ke arah jam tangan dan ia melihat bahwa waktu sudah memasuki pukul 5 pagi.
ia lalu mengecek rekaman kamera semalam sambil membangunkan Eva.
marinka mengguncangkan tubuh Eva menggunakan tangan kanannya sambil memperhatikan monitor yang ada di sana.
"bangunlah pemalas!" ucap marinka, sambil menggoncang tubuh eva.
kemudian eva bangun dengan wajah yang terlihat mengantuk, Eva terlihat menguap beberapa kali sambil mengucek mata.
"woaamm.. ada apa marinka?, apa ada keadaan darurat?" ucap eva.
"tidak ada, tapi kita harus selalu waspada" ucap marinka.
"begitukah?, "ucap Eva lalu ia tertidur kembali.
" dasar tukang tidur!, cepat bangun!, ucap Marinka sambil terus mengguncang tubuh eva.
"tidak mau!, aku ngantuk! " ucap Eva, ia bersikeras untuk tidur.
"bangunlah, kalau kamu bangun sekarang, aku berjanji akan memasak makanan spesial untukmu eva! " ucap Marinka sambil membujuk.
mendadak eva terbangun dari tidurnya sambil berkata "apakah aku boleh memesan apa saja?" ucap Eva.
"iya!, tapi selagi bahan masakannya ada" ucap Marinka.
"ohh, perasaan aku pernah melihat tepung di dalam tas admiral, dengan tepung itu tolong buatkan aku pai daging " ucap Eva.
"baiklah,, pai daging untuk menu makan pagi.. tapi sambil menunggu hidangan matang, kamu mau minum apa?" ucap Marinka sambil tersenyum.
"oke, aku ingin segelas cappucino "ucap eva.
kemudian kedua gadis memulai rutinitas paginya.
beberapa waktu berlalu..
aku terbangun di dalam mobil MAZ dan melihat seorang gadis yang mengendarai mobil di sampingku.
" pagi admiral " ucap Eva sambil menyapaku.
"yah..pagi" ucapku menyapa balik.
saat itu eva terlihat malu sambil terus menatapi gelas yang aku pegang.
"eva, ada apa denganmu? " ucap Felix.
"ti'ti'tidak, uh, tidak jadi" ucap Eva sambil memalingkan pandangan.
"ohh, oke" ucapku dengan wajah polos,
aku lalu beranjak dari kursi itu menuju atap mobil.
aku menyalakan rokok sambil menikmati indahnya panorama hutan di pagi hari.
sun-rise di pagi hari terlihat menembus di antara celah daun yang masih basah.
jalur hijau yang di tumbuhi rerumputan dan dedaunan terlihat indah sejauh mata memandang.
suara kicau burung dan serangga yang bersembunyi di antara pepohonan berusia ratusan tahun, terdengar begitu indah, berirama bagaikan lantunan sebuah syair.
Udaranya begitu segar dan sejuk untuk di rasakan, seakan meresap ke dalam jiwa yang damai.
pemandangan ini sungguh indah dan sejuk untuk di pandang, tapi sayangnya kedamaian ini tidak bisa bertahan lama karena sebuah suara jeep yang datang.
"broom!,, broom!" suara mobil dari arah belakang.
aku menoleh ke arah suara dari mobil jeep. Saat itu aku melihat Marinka mengendarai mobilku sambil di kejar beberapa burung raksasa, yang mirip seperti burung unta.
"pagi admiral! " ucap Marinka dari balik kursi mengemudi.
"apa yang kamu lakukan!... kenapa kamu memancing monster kesini " ucapku.
marinka mendekati-ku dengan kendaraannya, ia terlihat menggenggam sesuatu dari balik bajunya, ia lalu menyerahkan benda itu padaku.
"admiral!, tangkap!" ucap marinka sambil menjulurkan lengannya yang memegang sebuah telur besar.
aku melihat sebuah telur seukuran bola basket, aku kemudian menerima telur itu sambil memarahi marinka.
__ADS_1
"jadi kamu mencuri telur dari ibunya!, pantas saja kamu di kejar" ucapku.
"maaf, ini satu lagi" ucap Marinka sambil menyerahkan telur kedua.
Waktu itu marinka menginjak rem, kemudian ia mengeluarkan peluncur roket mini dan menembaki seluruh kawanan burung itu secara brutal.
beberapa burung membeku oleh es, kawanan burung itu terpecah dan berlarian ke hutan.
marinka mengambil seekor burung yang telah ia kalahkan, Ia mengikatnya lalu menyusul, setelah sampai ia kemudian memasang tali derek yang ada di mobil jeep ke mobil MAZ.
marinka naik ke atas mobil MAZ lalu menyapaku.
"pagi lagi admiral" ucap Marinka menyapaku untuk kedua kalinya.
"sebenarnya apa yang tadi kamu lakukan?" ucapku.
"uhh.. itu tadi, sebenarnya aku ingin membuat pai, tapi aku tidak memiliki telur" ucap marinka, lalu ia mengambil kedua telur yang ada di lenganku.
gadis itu pergi ke dapur untuk menyiapkan hidangan kami.
setelah beberapa waktu memasak.
marinka kembali sambil membawa setengah loyang pai daging di tangannya.
"admiral, cobalah pai buatan ku" ucap Marinka.
aku mengambil sepotong pai itu lalu memakannya.
"ehh, ini sungguh enak!.. di mana kamu belajar memasak? " ucapku sambil mengunyah.
(pai ini sungguh gurih di luar dan lumer di dalam, ini sungguh perpaduan yang sempurna dari sekian banyak masakan yang pernah aku makan.) pikirku sambil mengunyah.
marinka tersenyum bahagia sambil menanggapi expresiku, lalu ia berkata, " kalau kamu mau, aku bersedia memasak setiap hari untukmu" ucap marinka memberikan kode.
"baiklah... tapi ingat!, aku tidak pernah memaksamu" ucapku menyetujui.
setelahnya, obrolan kami di lanjutkan dengan pembahasan mengenai pergerakan para pengintai.
tapi dari hasil pengamatan kamera pengintai yang aku pasang semalam, ketiga orang itu tidak menunjukkan hal yang mencurigakan.
sejauh ini mereka belum memulai serangan dan aku tidak tau motif mereka apa, sampai rela mengikuti kami sejauh ini.
"apakah aku harus menyingkirkan mereka? " ucap Marinka.
"jangan memulai duluan!, kita sekarang belum tau siapa mereka dan apa maksud mereka," ucap Felix
"lalu bagaimana kalau kita di serang?"ucap marinka.
" tenang saja!, aku akan memasang tower penembak untuk melindungi kendaraan kita, untuk sekarang kita pura-pura saja tidak tau tentang keberadaan mereka" ucap Felix. ia lalu berjalan ke belakang truk dan memasang dua tower penembak.
setelah beberapa jam berlalu, dan tidak kunjung ada serangan dari pihak lawan.
sekarang kami tengah melewati beberapa perbukitan.
Aku duduk di atas mobil sambil melihat hamparan hijau lembah yang begitu luas.
Lembah ini begitu indah untuk di pandang, aku melihat beberapa perbukitan dan hutan kayu merah yang terhampar luas sejauh mata memandang, aku juga melihat beberapa hewan aneh yang belum pernah aku lihat sebelumnya.
"admiral lihat!, kadal besar itu mirip seperti dinosaurus " ucap Marinka.
"yah kamu benar! " ucap Felix.
"wow!, lihat ini!,.. ini mirip dunia fantasi!" teriak Eva sambil menghentikan kendaraannya di suatu perbukitan.
saat itu, kami semua melihat suatu pemandangan yang memanjakan mata.
"ini sungguh indah,,, rasanya aku ingin mengambil gambar" ucap Eva sambil naik ke atas atap mobil.
"silahkan kalau mau foto... kalau begitu kenapa kita tidak istirahat di sini dulu" ucapku.
" oke!, rasanya aku ingin mengambil senapan" ucap Marinka.
"ehh, senapan untuk apa?" ucap Felix.
"aku ingin memburu kadal itu dan membawanya pulang" ucap Marinka.
seketika, aku dan eva menjawab dengan nada kompak. "jangan membuat masalah!"
__ADS_1
mendengar jawaban kami, marinka terlihat tertegun dengan ekspresi wajah malu.