
Di suatu Lembah, di Hutan Ein.
Siang hari.
Di depan benteng kayu terlihat ratusan prajurit dan petualang yang sedang menggali parit dan membuat blokade, dari kayu.
Blokade itu di tujukan untuk memperlambat serangan monster, dan mempermudah pasukan untuk bertahan,
Saat ini, Felix sedang berada di fasilitas penempa, sedangkan Dust sedang tidur di dalam tenda yang sudah di sediakan.
Felix menempa dan memperbaiki sebuah armor celana untuk Dust, karena armor Dust rusak terkena serangan, semalam.
Ia memperbaiki menggunakan baja Damaskus yang ia miliki, kemudian melapisi sebagiannya dengan sisa-sisa baja, agar lebih kokoh bila terkena serangan.
"Hey Nak, logam apa yang kamu gunakan." ucap seorang pandai besi yang ada di dekatku.
"rahasia" ucapku sambil melanjutkan menempa.
"Ehhh!!.... hahaha, lihatlah, orang bodoh ini sedang membuat armor dari logam yang cacat." ucap Pandai besi itu.
Kemudian beberapa pandai besi mulai menertawakan apa yang aku lakukan.
"Berisik!!" teriakku, aku dengan tergesa-gesa langsung menyelesaikan pekerjaanku, lalu pergi dari tempat itu.
Saat itu, Suara orang-orang yang menertawakan masih terdengar dari kejauhan.
("teruslah tertawa!, karena kalian tidak tau apa-apa") pikirku dengan ekspresi marah, kemudian, aku berjalan ke tendaku untuk beristirahat.
Di dalam Tenda terlihat beberapa furnitur. Meja, sepanjang kursi, sebuah gantungan pakaian, dan sepanjang tikar.
Dust terlihat masih tidur di atas tikarnya, melihat itu aku menaruh armor di sampingnya kemudian berjalan menuju kursi untuk duduk.
Aku menyulut rokok sambil termenung, duduk diam di depan meja, aku tidak tau harus berbuat apa, tiba-tiba.
Sebuah cahaya nampak di depan mataku. cahaya itu mulai membentuk dan menyerupai seorang gadis cantik.
"Vita! ” Ucapku.
" Admiral!...aku merindukanmu!." ucap gadis itu, ia memelukku sambil duduk di pangkuan.
Aku balas memeluk, tapi ternyata itu hanya hologram 3D.
TL (apes-apes, padahal udah geer...LOL)
""bagaimana bisa kamu ada di sini" Ucapku.
__ADS_1
"Maafkan aku sudah lancang, karena meretas sistemmu dan menggunakan retinamu."Ucap Vita.
"Maksudnya" Ucapku.
"Aku menggunakan retinamu sebagai proyektor," Ucap Vita.
"ohh!, aku baru tahu markas bisa melakukan hal itu." ucapku.
"tentu saja bisa, karena markas sudah sepenuhnya memperbaiki Driver jaringan. tapi bukan itu tujuanku datang ke sini," ucap Vita.
"lalu apa?... apakah kamu mau berkata 'aku meridukanmu'." ucapku sambil menggoda Vita.
"ya, itu juga, tapi ada hal yang lebih penting" ucap Vita.
"Apa? sayangku" Ucapku.
"aku mau berkata, tapi orang itu sedang menguping pembicaraan kita" ucap Vita sambil menunjuk ke arah dust yang sedang tertidur.
"tapi dia sedang tidur" Ucapku.
"bohong!... lihatlah ritme napasnya" ucap Vita.
"Dust!, berhentilah berpura-pura tidur." ucapku.
"Maafkan aku senior!... aku tidak bermaksud menipumu." ucap Dust dengan ekspresi kalap. ia bangun dari tidurnya lalu membungkuk ke arahku.
"sejak anda menaruh armorku. Aku tidak bisa tidur nyenyak karena teringat mimpi buruk." ucap Dust sambil membungkuk.
"Honey, siapa dia?. " ucap Vita.
"Dia temanku. teman yang mau menemaniku di saat yang lain menjauhiku." ucapku.
Dust tersentak setelah mendengar perkataan ku, ia mengangkat kepalanya sambil bergetar, berkata "terimakasih senior sudah percaya kepadaku, ini suatu kehormatan. Aku akan selalu ada di sampingmu, dan akan selalu menjadi orang yang paling bisa engkau percaya" ucap dust dengan penuh percaya diri.
"apakah ia bisa di percaya" ucap Vita.
"ya!, karena ia orangnya jujur, terbuka, dan kami sudah lama berjuang bersama." ucapku.
"senior, siapa wanita yang ada di pangkuanmu, ucap Dust.
" dia adalah... (ucapanku terpotong)
"Saya istrinya," ucap Vita sambil tersenyum.
"ohh!.. sungguh cantiknya istrimu senior, pantas saja kamu menolak Miu." ucap dust terkesima.
__ADS_1
Tanpa aku sadari, sebuah tatapan cemburu mengarah langsung ke wajahku.
"Siapa Miu?" ucap Vita dengan ekspresi dingin di wajahnya.
"Miu adalah teman seperjuangan kita, dia sangat dekat dekatmu kan, senior" ucap dust.
("Dasar dust bodoh!!!... kenapa kamu berkata tentang Miu di depan Vita") gumamku dengan expresi kesal bercampur bingung.
"Admiral!!...sayangku!!... kamu memiliki hubungan apa dengan Miu?" ucap Vita dengan expresi yandere.
"Dust!... cepat keluarlah sebelum kau terluka. " teriakku.
"baik! " ucap Dust sambil berlari keluar dari tenda.
"siapa miu?... apakah ia selingkuhan mu." ucap Vita.
"bukan!... akan aku jelaskan! " ucapku.
Beberapa menit kemudian....
Aku menjelaskan beberapa pertanyaan yang Vita tanyakan sambil berharap agar ia percaya dengan ceritaku, tapi aku tidak menjelaskan tentang Lily karena itu akan menambah masalah.
"Aku masih belum percaya dengan ceritamu, Admiral, " ucap Vita.
" tapi aku sudah berkata jujur " ucapku.
"Aku akan percaya saat kamu pulang ke markas, ngomong-ngomong besok sore akan ada dua orang menjemputmu." ucap Vita sambil beranjak dari pangkuanku.
"ehh!... bukannya ini terlalu cepat dari jadwal yang sudah kita tentukan" ucapku.
"ia sih, tapi ada sedikit masalah yang memaksa anda untuk segera pulang." ucap Vita.
"baiklah!... sampai jumpa Honey. " ucap Vita kemudian ia menghilang dari pandanganku.
"(menghela napas) akhirnya dia pergi.... Dust masuklah " ucapku.
"Terima kasih senior (membuka tirai) anda sudah selesai" ucap dust dengan wajah lugu.
"Dasar bodoh!!!... kenapa kamu bicara tentang Miu di depan istriku." ucapku.
"aku sungguh minta maaf, aku tidak tau, aku bersumpah tidak akan mengulanginya" ucap Dust sambil memegang sebuah amplop di tangannya.
"amplop untuk siapa itu," ucapku.
"ohh ia,... ini untukmu Senior. Dari Kepala Pedagang Lucas Grace. " ucap Dust.
__ADS_1
kemudian aku membuka isi amplop itu. Terlihat sebuah surat ada di dalamnya, bertuliskan undangan untuk menghadiri acara rapat yang akan di adakan nanti sore.
------>>>>>>>>>>>>