
Di dalam labirin leaf lantai 10
Setelah beberapa waktu raid, akhirnya gerombolan monster mulai surut.
Lantai 10 labirin ini seperti hutan hujan yang luas dengan kabut pekat yang menghalangi penglihatan.
Aku bahkan sulit berjalan karena saking tebalnya kabut.
Penglihatan normalku terbatas, meskipun aku di bantu oleh penerangan lampu led tapi jarak pandang normalku tidak bisa terlalu jauh.
Aku sudah hampir tiga jam berdiri di sini, untuk membendung setiap serangan monster yang mengarah pada tower,
Saat ini monster yang datang sudah mulai jarang, (sepertinya mereka sudah mulai habis) pikirku.
(baiklah saatnya mengumpulkan drop) pikirku, sambil berjalan menghampiri puluhan bangkai monster yang tumbang karena tembakan tower,
Aku berjalan ke arah bangkai monster yang mulai menghilang karena diserap oleh lantai labirin.
Botol berisi cairan aneh tergeletak di mana-mana dan di sana pula ada beberapa batu yang di jatuhkan monster .
(batu apa ini?... Ini mirip seperti resin!, apakah ini laku bila di jual) pikirku ketika melihat batu itu.
Kemudian aku memungut dan memasukkan semua drop ke dalam inventory,
(Saatnya kembali ke portal) pikirku sambil meng-unistal lima tower di belakangku.
Setelah itu Aku berjalan menuju portal tapi tiba-tiba,
Portal itu tidak merespon, aku lupa bahwa portal itu memerlukan energi sihir untuk mengaktifkan-nya.
(Lahh!!!... bagaimana ini....Apakah aku akan terjebak di tempat ini )pikirku,
(ehhh bukannya labirin terbagi berdasarkan lantai, bagaimana kalau aku menaiki setiap lantainya,) pikirku.
Kemudian aku mengecek seluruh tempat itu menggunakan map sistem,
(dapat!!.. ini dia! ) pikirku,
saat ini aku melihat dua jalan yang tertutup pintu, menurut informasi yang aku dapatkan bahwa lantai labirin berjajar ke bawah, kalau aku ingin keluar dari labirin aku harus berjalan menuju lantai atas.
Aku berjalan menuju pintu yang ada di dekatku, aku yakin pintu itu mengarah pada ruang bos yang ada di lantai 9
Sfx..krekkk!! Pintu batu besar mulai terbuka, kemudian aku memasuki pintu itu.
(permisi?,, apakah ada orang) pikirku ketika memasuki pintu.
Tiba-tiba pintu di belakangku menutup dengan sendirinya, saat itu keluar pola sihir di atas tanah di susul kemunculan bos Monster.
Bos itu menggeram, memunculkan hawa permusuhan, wujudnya seperti kantong semar yang yang bergabung menjadi satu eksistensi, memiliki kepala besar seperti kantong semar berwarna merah dan di hiasi oleh mahkota dari bunga.
Seketika,..... bos Monster memukulkan puluhan cambuk akar ke arahku, Aku menahan seluruh serangannya dengan tameng.
Sfx.. Prakkk!! Srinkkk!! ,aku membalas serangan itu, aku memotong puluhan akar itu dengan pedang kemason,
Sfx.. Raaaakkkk!!.monster itu menjerit kesakitan,
Tiba tiba , Monster itu mengembungkan perutnya, kemudian menyemprotkan cairan aneh ke arahku.
Sfx.. Srittt! Prakk!!!,, aku menahan semburan itu menggunakan tameng,
Kemudian aku meloncat ke arah kantong semar yang berwarna merah, sambil menebaskan pedangku,
"Srink!!! Clebb!! Bruuukkk!!, serangan itu terhalangi oleh kantung semar yang ada di sekitarnya, kantung semar di sekitarnya seperti melindungi yang berwarna merah.
(cihh.. Ternyata si merah adalah kelemahannya) pikirku.
Tiba-tiba puluhan cambuk akar mengarah padaku dari segala sisi,
(solid mode aktif) pikirku,
Saat itu tubuhku Seketika berubah menjadi emas dan.
Woss!!! buk!! buk!! buk!! buk!! buk!! buk!! buk!!,... Seluruh serangan dari cambuk itu berhasil di tahan oleh tubuhku.
Efek dari skill solid mode yaitu tak dapat bergerak saat skill di aktifkan tapi pertahanan di gandakan berkali-kali lipat.
Setelah itu aku meloncat menuju bos Monster,
Sring,!!! Clebb!!!, bruuukk!! Seranganku kembali di halangai oleh kantong semar yang ada di sekitarnya.
(dasar lemah.. Lebih baik aku ganti senjata) pikirku, aku meloncat ke belakang untuk menghindari semburan bos monster.
Aku langsung mengganti pedang kamason dengan mini rocket launcher, lalu mengisinya dengan roket bertipe elemen api,
Melihat aku diam, musuh langsung menyerangku dengan cara mengayunkan cambuk akarnya ke arahku.
"bukk! buk!! buk!! buk!! buk!! buk!! buk!!,.
aku terkena serangan, tapi serangan itu tidak berdampak signifikan terhadap tubuhku,
(apa ini, Damage dari monster ini begitu lemah) pikirku,
aku langsung menembak nya menggunakan peluncur roket,
Sfx :duarrrrrkk!!!!, bos Monster itu meledak, jasadnya terbakar oleh api yang sangat panas.
Api itu menyala membakar ruangan bos,
api itu membakar seluruh tubuh bos dan monster yang ada di sekelilingnya hingga menjadi abu.
__ADS_1
(sepertinya sudah selesai) pikirku sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan bos.
Ketika aku melangkah untuk pergi ke lantai selanjutnya, tiba-tiba aku menemukan sebuah helm di lantai, di tempat bekas terbakarnya bos Monster.
Helm itu menyerupai kantong semar berwarna merah, terbuat dari kulit tumbuhan dan sangat kuat.
(apa ini? Apakah ini semacam imbalan karena telah mengalahkan bos,... lebih baik aku gunakan dari pada ku buang) pikirku sambil mengenakan helm itu di kepala.
Kemudian aku melangkah pergi ke lantai 9
***
Di lantai 9
lantai ini sama persis seperti lantai 10, yang seluruh pemandangannya adalah hutan hujan, tapi ada sedikit perbedaan yaitu di sini tidak ada kabut tebal seperti di lantai 10.
Kemudian aku berjalan menyusuri lantai itu untuk mencari jalan menuju lantai 8.
Beberapa menit kemudian....
Ada beberapa monster yang terdeteksi oleh map, mereka terlihat berlari ke arahku, dan sekarang ada di jalur depanku,
Aku menyiapkan peluncur roketku dan langsung menembak mereka sekaligus.
Sfx boooommmm!!! Drakkk!! Hutan di depanku terbakar, api itu berkobar membakar pohon di sekeliling nya.
Aku berjalan lurus tanpa menghiraukan kobaran api.
(sekarang aku akan tiba di lantai 8,... kira-kira apa ya bosnya) pikirku. Ketika membuka pintu besar yang terbuat dari batu,
Tapi di sana tidak ada ruangan bos,
Di sana hanya ada tangga yang menuju lantai selanjutnya.
(apakah bosnya hanya ada di lantai 10) pikirku.
(yahhh.. Lebih baik aku segera pulang) pikirku.
********
Setelah beberapa waktu berjalan menaiki labirin.
Langkahku terhenti ketika berjalan menaiki tangga yang menuju ke lantai 4,
di sana terhalang pintu besar.
(bukannya pintu ini menuju ruangan bos,) pikirku pada saat itu.
Kemudian aku memasuki pintu itu.
Ketika aku memasuki pintu di sana terlihat sebuah party beranggotakan 4 orang sedang menyerang bos Monster.
Sedangkan untuk bos Monster,
Bos Monster itu memiliki tinggi satu meter dengan wujud seperti biji kacang yang baru bertunas.
Bos Monster itu menggelinding, mencoba menyerang wanita yang memakai baju mage yang ada di barisan belakang.
Kemudian lelaki yang ada di depan menahan serangan itu menggunakan tamengnya.
(kalian sedang sibuk ya,.. Permisi aku numpang lewat.) Pikirku sambil berjalan menuju sebuah pintu yang ada di depanku.
Ketika aku hendak membuka pintu, tiba-tiba terdengar suara teriakan.
"jangan membuka pintu atau kamu akan menjadi sasaran!!! "teriak seorang wanita yang berpakaian seperti pendeta.
Tiba-tiba monster itu menargetkan-ku, Monster itu mengeluarkan aura bermusuhan dan langsung menggelinding ke arahku.
Aku langsung menangkap monster itu dengan cara memegang tunasnya.
Sfx bruk!!" "Dapat.. Apakah ini yang kalian cari?." ucapku,
Aku memegang tunas dari bos Monster itu, menggantungnya di atas tanah agar ia tidak dapat menggelinding.
"apa yang kamu lakukan!!! " teriak pria yang memegang pedang,
" jangan banyak tanya!, Cepat tebas monster ini "ucapku,
Kemudian dua orang lelaki itu dengan kompak menebaskan pedang mereka ke arah bos Monster dan,
Sfx wusss!!, Monster itu berubah menjadi asap sambil menjatuhkan sebuah biji besar.
(apakah tidak ada bos Monster yang lebih layak) pikirku.
Saat itu terdengar sebuah teriakan yang mengarah padaku,
" heyy kau!!, drop ini milik kami! " ucap seorang lelaki sambil menodongkan pedangnya ke arahku,
" yahh silahkan ambil saja,.. Aku cuma numpang lewat, "ucapku sambil menggaruk kepala.
" rick!, jangan bersikap seperti itu!!, dia tidak memiliki hawa seperti orang jahat " ucap pendeta wanita,
" lalu untuk apa dia memasuki ruang bos yang sedang kita lawan kalau bukan untuk merebut jarahan kita " ucap pria yang bernama rick,
(astaga!.. Ternyata dia hanya salah paham) pikirku.
" kalo boleh jujur aku tidak membutuhkan item drop sampah ini,... aku hanya ingin pergi ke lantai 1 untuk pulang "ucapku.
Tiba-tiba wanita pendeta itu membungkuk ke arahku sambil berkata,
__ADS_1
" maafkan kesalahan temanku,.. Kalo boleh tau, memang apa yang terjadi pada anda " ucap pendeta wanita dengan sikap penuh sopan santun,
" sebetulnya aku di tinggalkan oleh anggota partyku di dalam labirin saat di serang segerombolan monster,... Saat ini aku berhasil melarikan diri dan berakhir kehabisan mana, karena itu aku tidak dapat mengaktifkan teleport untuk kembali" ucapku.
"kalau begitu, mana buktinya? " ucap rick
" maksudnya? " ucapku.
" monster pasti menjatuhkan sesuatu ketika di kalahkan, aku ingin melihat drop dari monster yang menyerangmu"
"Ohh..ini, ambillah!, "ucapku sambil melemparkan sebotol cairan aneh yang aku dapatkan dari lantai 10.
Rick menangkap botol itu lalu melihat isinya,
(saat ini lebih baik menjauhi masalah sebisa mungkin) pikirku, aku takut akan ada masalah baru yang membuatku tidak bisa pergi ke labirin,
"Dasar bodoh!, sini kulihat " ucap wanita pendeta, ia merebut botol itu dari tangan rick,
Wanita pendeta itu mencium aroma dari dalam botol, lalu ia mengecupnya,
" kalo boleh tau, dari mana anda mendapatkan ini" ucap wanita pendeta,
Dari monster Nepenthes di lantai 10.
"Apa!!!" mereka semua terkejut.
"Tolong rahasiakan ya"
"i i i iya sekali la la lagi tolong ma ma maafkan kami " ucap wanita pendeta dengan nada terbata-bata,
" ya, santai saja,... Ngomong-ngomong kalau kalian mau membantuku, aku akan memberikan satu item untuk setiap orang sebagai imbalan" ucapku.
"Serius!!, kalau begitu kami akan membantumu". Ucap pendeta wanita,
Next time....
Di guild petualang.
"Terima kasih senior felix, semoga kita berjumpa lagi "ucap seorang pendeta dari party itu.
" Yahh, sama-sama," ucapku.
Sekarang aku mendapatkan beberapa keping koin emas dari hasil penjualanan botol berisi cairan aneh dan dari beberapa batu yang terbuat dari resin.
(siapa sangka, ternyata cairan yang aku dapatkan dari monster itu adalah bahan utama untuk membuat obat pemulihan,) pikirku sambil tersenyum ketika mengingat penjelasan resepsionis, Yang menjelaskan tentang cairan aneh itu.
(Sekarang waktunya pulang, mungkin yangmulia putri sedang menungguku,) pikirku.
Sebelum pulang aku menyempatkan diri untuk pergi ke toko manisan yang berada di jalan utama kota.
Setelah membeli beberapa kotak manisan, aku langsung pulang menuju perpustakaan tua.
Beberapa waktu kemudian..
Aku akhirnya tiba di depan perpustakaan tua.
Waktu saat ini menunjukkan tengah hari.
Kemudian Aku berjalan menuju pintu besar perpustakaan tua lalu membukanya.
Krekkk!! ... Suara ringkihan pintu kayu terbuka.
Kemudian terlihat seorang wanita cantik di dalam perpustakaan tua, wanita itu sedang duduk di kursi di depan meja yang di penuhi buku. Ia sedang pokus membaca buku yang ada di tangannya.
Setelah itu aku berjalan menghampirinya.
"Selamat siang yangmulia putri" ucapku.
"yahh... Selamat datang felix, sini taruh pesananku di atas meja "ucap putri lily sambil pokus membaca.
Kemudian aku berjalan ke samping putri lily yang sedang pokus membaca, lalu aku menaruh kotak manisan itu di hadapannya.
" Terimakasih tapi 'uhuk' , (putri lily tersedak, ia tertawa ketika melihatku)" hahahaha hahahaha ha,, "
" kenapa kamu tertawa??, ucapku dengan wajah bingung.
"hahaha, uh itu, apa yang kamu kenakan di kepalamu, "
" Ini sebuah helm, memang ada apa, apa aku terlihat aneh?"
"haha, he, Buka begitu, hehehe, kamu terlihat imut "
(putri lily kamu terlihat sangat manis saat tertawa, tapi ehh, jadi kamu menertawakan penampilanku, awas saja akan kubalas,) pikirku.
" Apakah kamu menyukainya" ucapku.
"hahahaha, uh, cepat lepaskan helm itu kalau tidak, aku tidak bisa berhenti tertawa. "ucap putri lily sambil berusaha menahan senyuman nya.
Bukannya melepaskan helm, tapi aku malah mendekatkan helm itu ke arah putri lily.
" Tolong bantu aku melepaskannya" ucapku.
"Ehhh, hahaha, sungguh tak sopan, uh hehehe, tapi baiklah " ucap putri lily, kemudian ia berusaha membuka helmku.
Lalu helm itu terbuka, saat itu pandangan kami bertemu,
putri lily terdiam ketika melihat wajahku, ia memanjangku dengan tatapan penasaran , sambil berusaha memegang kedua pipiku.
*******×******×*********×*********×
__ADS_1