Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
chapter 45. pertemuan dengan elf.


__ADS_3

siang hari di sebuah perbukitan.


kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil mengisi daya kendaraan menggunakan solar panel.


saat ini kami sibuk dengan kegiatan kami masing-masing.


Marinka sibuk memantau daerah sekitar sambil menjaga kendaraan dari serangan monster.


Eva sibuk menggambar sketsa kasar dari bioma yang ia lihat dari atas perbukitan itu. ia juga membuat data dasar dari serangga dan tumbuhan yang ia lihat di sana.


Sedangkan Felix sibuk dengan perbaikan tubuhnya, ia kini berada di dalam ruangan perawatan sambil di bantu unit Repair untuk memperbaiki komponen yang ada di dalam tubuhnya.


"apakah aku bisa di pulihkan sepenuhnya" ucapku bertanya pada unit repair.


[beff... kemungkinan pemulihan 100%\=mustahil, beff... komponen di dalam tubuh anda mengalami degradasi 50%"] ucap unit repair sambil membedah bagian dadaku.


"ehh..kenapa?, perasaan aku memiliki potion penyembuhan dan sudah memasangnya di penggunaan item otomatis." ucapku sambil mengeluarkan sebotol obat penyembuh.


saat itu unit repair terlihat memindai seluruh tubuhku, ia kemungkinan memindai botol yang ada di lenganku.


["beef..Aid hp changer tidak bekerja dengan semestinya. beff..penyebabnya karena hardware pendukung belum terpasang"] ucap unit repair.


lantas aku terduduk sambil bergumam. ("berarti pertarungan-ku selama ini hanya bunuh diri") gumamku sambil memikirkan pertarungan terakhirku yang hampir membuatku terbunuh.


setelahnya aku meminta unit itu untuk memperbaiki bagian tubuhku yang memungkinkan untuk di perbaiki.


setelah beberapa waktu berlalu...


Marinka terus mengamati pergerakan dari para pengintai itu.


Tapi waktu itu marinka melihat para pengintai yang mulai berperilaku aneh.


mereka terlihat seperti beradu argumen sambil bertengkar, dan ada beberapa dari mereka yang menunjukan perilaku resah seakan ketakutan oleh sesuatu.


para pengintai itu terlihat berpindah dari atas pohon menuju pohon lainnya, mereka terlihat menjauh ke arah suatu lembah.


"admiral!, ada yang tidak beres!." teriak marinka.


", ada apa?, apakah mereka mulai menyerang?" ucapku.


"bukan!, tapi mereka terlihat bertengkar lalu pergi" ucap Marinka.


"pasti ada yang tidak beres, ayo kita ikuti mereka dari kejauhan agar kita bisa mendapatkan sedikit informasi mengenai mereka" ucapku sambil berlari ke kursi depan.


saat itu eva berlari masuk ke kursi pengemudi, ia lalu menutup panel surya dan bersiap untuk berangkat.


marinka lalu berpegangan erat di atap mobil Maz sambil menunjukkan arah.


"kanan!, cepat!, mereka semakin jauh" ucap Marinka sambil menunjuk.


lalu kami mengikuti arah dari para pengintai itu hingga sampai pada suatu tempat.

__ADS_1


saat itu marinka terlihat terbelalak sambil terduduk, ia seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


dari mode thermal, marinka melihat puluhan orang yang bertarung. mereka terlihat amatir seperti bukan seorang prajurit, dan ada beberapa orang yang terlihat seperti wanita dan anak-anak yang terlihat berlarian.


"ada apa marinka! " teriakku dengan ekspresi khawatir.


"ada beberapa orang di sana, mereka terlihat sedang bertarung" ucap Marinka.


"bertarung?, kenapa? " ucap Felix.


"entahlah?.. tapi di sana ada anak-anak dan mereka terlihat di serang oleh sesuatu yang menyerupai hewan buas " ucap Marinka.


"admiral!, apa yang akan kita lakukan? "ucap Eva.


" terserah kalian!, saat ini aku tidak bisa bertarung jadi aku serahkan ini pada kalian." ucap Felix.


"eva!, kamu pastinya sependapat denganku" ucap Marinka.


"iya!, aku tidak bisa membiarkan warga sipil menjadi korban. ayo kita sedikit membantu!." Ucap Eva sambil memacu kendaraannya ke arah medan pertempuran.


eva memacu kendaraannya dengan kecepatan maksimal. mobil MAZ itu seakan menerjang ke arah barisan musuh dan menabrak beberapa dari mereka.


Eva melindas beberapa serigala menggunakan mobilnya. saat itu kami melihat beberapa kawanan serigala dan penduduk asli dari daerah itu.


"elf!, bukannya itu elf?" Ucap Eva dengan ekspresi terkejut.


"eva!, jangan kehilangan fokusmu! "ucap Marinka sambil menegur.


puluhan elf itu terlihat kebingungan dengan kedatangan kami, mereka terlihat gemetar sambil memegang senjata mereka.


tanpa membuang banyak waktu marinka langsung menembak Sekumpulan serigala itu menggunakan peluncur roket bertife es.


"brak! brak! brak! brak! srink!" beberapa roket itu meledak di antara serigala dan membekukan tubuh mereka.


Eva ikut menyusul, ia melompat dari jendela mobil MAZ sambil menggenggam pedang kamason.


Eva lari ke arah kawanan musuh lalu menyerang.


"wild rage!, dead hack! "ucap Eva sambil mengaktifkan buff lalu di susul oleh serangan gelombang pedang.


" srackkk!!, roarrr!!" beberapa serigala menjerit kesakitan karena tubuhnya terpotong oleh skill eva. melihat kesempatan itu eva langsung menerjang ke arah kawanan monster itu sambil menebaskan pedangnya.


"shining cut!" ucap Eva sambil mengaktifkan skill untuk memotong beberapa serigala yang ada di depannya.


Eva kini di dalam kepungan serigala, ia terlihat bertarung dengan sangat brutal hingga membuat percikan darah dan daging bertebaran di udara.


saat itu aku tidak ingin hanya menonton, aku keluar sambil membawa tamengku dan menghajar beberapa serigala.


"sheld bass! " ucapku mengaktifkan skill, aku menerbangkan beberapa serigala yang ada di barisan depan para elf untuk melindungi mereka.


aku juga mengontrol tower penembak dan mengarahkannya untuk menyerang para serigala yang sedang berlarian mengejar penduduk desa yang tidak berdaya.

__ADS_1


"dromm!, bak! Bak! Bak! Bak! Bak! Bak! " suara senapan mesin yang berderu sambil memuntahkan amunisi.


beberapa serigala itu tumbang dengan tubuh yang di penuhi lubang.


"kerja bagus admiral! " teriak marinka dari atas mobil.


"Kita habisi mereka!" ucapku menyaut sambil melambaikan jari sembari memberikan kode.


" kalian jangan diam saja!, bantu kami atau bersembunyilah bila takut! " ucapku sambil menoleh ke arah para elf.


saat itu beberapa elf merasa tersinggung atas perkataanku, mereka terlihat mengencangkan pegangannya lalu dengan nada kompak berteriak "ini tanah kami!, kami tidak mungkin mundur! "


aku tersenyum mendengarkan perkataan mereka lalu aku berteriak dengan lantang "serang!!"


pertempuran itu di mulai dengan cukup mengesankan. para orang tua itu terlihat lemah, tapi mereka cukup lihai ketika menggunakan busur.


kami juga mendapatkan bantuan dari para pengintai, mereka terlihat menembakkan panahnya dan Menghujani kawanan serigala.


pertarungan ini berlangsung secara singkat. kini yang tersisa hanyalah boss dari para serigala.


secara mengejutkan, tiba-tiba bos serigala itu berubah, ia mengaktifkan mode berserk dan tumbuh lebih ganas.


aku melihat bahwa boss serigala itu bertambah tinggi sampai 3meter, tubuhnya di selimuti hawa merah dan di penuhi otot, seluruh taring dan cakarnya memanjang seakan memberikan efek mendominasi.


"Hati-hati!, dia mengaktifkan mode berserk! " suara teriakan dari atas pohon.


boss serigala itu menatapku dengan tatapan tajam, ia seketika melesat ke arahku dengan penuh amarah.


"solid mode! " ucapku mengaktifkan skill.


saat itu tubuhku memadat dan berubah ke warna emas. aku berhasil menahan seluruh serangan dari boss serigala itu.


Eva melompat ke arah boss serigala, ia mengaktifkan skill shining cut dan berhasil memotong kaki belakang dari boss.


boss serigala itu terlihat resah sambil berusaha untuk kabur, tapi sayangnya saat itu aku mengeluarkan skill sheld bass dan membuat boss serigala menjadi pingsan.


ketika itu Marinka membantu Eva, ia membekukan kedua kaki boss lalu eva memotong seluruh kaki dari boss serigala.


para pengintai juga terlihat ikut membantu, mereka terlihat menembakan panah yang berubah menjadi akar pohon dan melilit boss serigala itu.


Eva mengambil serangan terakhir. ia mengaktifkan skill histeria dan menghancurkan seluruh kepala boss serigala menjadi beberapa kepingin.


"kita menang! " teriakku sambil memberi pujian.


"yah! kita menang" ucap beberapa elf dengan nada bahagia.


saat itu para pengintai terlihat melompat dari persembunyian-nya, kemudian berjalan menghampiri kami.


dari pengelihatan-ku mereka adalah tiga orang elf yang mengenakan pakaian kamuflase, mereka terlihat berjalan ke arah kami sambil menodongkan senjata.


"siapa kau!, mau apa kamu kewilayah kami" ucap seseorang dari mereka.

__ADS_1


---------------


__ADS_2