
Sfx : "keeeeekkkkk!!!.."kboooommmmmmm!!! woooghh!!! suara sebuah tubuh raksasa yang tumbang ke tanah sambil menerbangkan benda di sekelilingnya.
malam berganti pagi,
pagi hari yang cerah cahaya matahari menerangi panorama alam di hutan, cahayanya menembus celah di antara pepohonan hutan hujan yang rimbun.
kabut mulai memudar meninggalkan tetesan embun di daun,
suara kicauan burung dan serangga terdengar berirama indah, memecah keheningan hutan.
saat ini aku tengah duduk di antara batu besar sambil menikmati sebatang rokok dan di sampingku ada beberapa tower bersenjatakan peluncur roket yang sudah bersiap bila mana ada hal buruk yang tidak diinginkan terjadi.
(sepertinya aku menang hehehe) pikirku, aku tidak menyangka bahwa aku bisa selamat bahkan sampai menang,
["cing" level up!] suara di pikiran_ku
(ehhh bukannya tadi aku naik level.)
(aku sudah level maksimal tapi kenapa aku masih naik level?... tapi ini sebuah anugrah) pikirku.
kemudian aku Mengunistal seluruh tower lalu beranjak dari tempat itu ,
aku berjalan kembali ke jalur hutan, di sini aku melihat puluhan jasad korban pembantaian.
saat ini aku sadar bahwa aku sudah kehilangan harapan atas ekspedisi ini.
(kacau... misi ini telah gagal total.) pikirku sambil meratapi mayat korban yang ada di sepanjang jalan.
aku berjalan di antara tubuh mereka. rasa mual dan kesedihan menemaniku.
(mereka semua orang Baik tapi kenapa mereka harus mati dengan cara seperti ini) pikirku.
saat itu aku berjalan seakan tidak ada harapan,
(aku harus melaporkan tragedi ini ke guild petualang... tapi apa alasan yang akan aku berikan.. lalu bagaimana bila panti asuhan menanyakan soal dust!... ehhh dust!..) pikirku
tiba-tiba aku mengingat sesuatu kemudian aku berlari kearah hutan tempat aku meninggalkan dust.
sesampainya di tempat yang aku tuju.
" dust di mana kau!! " teriakku. sambil mencari dust.
aku mencari di sekeliling tempat itu tapi aku tidak menemukan dust, saat itu aku melihat ada bercak darah di rerumputan, bercak dari itu seakan menuntunku ke sebuah tempat,
aku mengikuti bercak darah itu, saat itu aku melihat seorang anak lelaki sedang duduk bersandar di sebuah pohon, kakinya penuh darah, ia memegang sebuah perban, sepertinya ia pingsan sebelum berhasil membalut lukanya.
" dust!. " ucapku sambil memanggil anak lelaki itu.
saat itu aku melihat betis dust sobek menganga, tulang betisnya terlihat tapi untungnya ia masih bernapas,
tanpa pikir panjang, aku langsung mengikat lukanya kemudian berlari mencari obat untuk menghentikan pendarahan,
"tunggu di sini kawan!.. aku pasti akan segera kembali" ucapku sambil berlari meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
aku berlari menuju kereta kuda yang rusak, saat itu aku langsung mengobrak-abrik setiap petinya sambil berharap menemukan beberapa obat.
(sialan .......di sini tidak ada! ) pikirku dengan ekspresi gelisah.
aku berlari di jalan mencari kereta rusak yang lain dengan harapan dapat menemukan obat untuk dust,
saat itu aku menemukan sebuah kereta milik guild petualang. dari penglihatanku, rodanya patah atapnya remuk, sebelah, tapi pintunya terlihat masih bisa di buka.
lantas aku. menghampiri kereta itu lalu membuka pintunya,
(sialan...pintunya macet! pikirku.
"brakkkk! " aku menendang pintunya hingga terbuka, saat itu aku melihat seorang wanita dari dalam kereta,
"berhenti di sana!" ucap wanita ituitu sambil menodongkan tongkat sihirnya ke wajahku.
wanita itu mengenakan mantel coklat, rambutnya berwarna kuning emas, ia mengenakan kemeja modis yang tampak terlihat rapi.
"Oke!.. oke!.. oke!" ucapku dengan ekspresi gelisah,
"siapa kau!!!....apa kamu bandit! " ucap wanita itu.
"aku seorang petualang! " ucapku.
"baiklah tuan petualang!.. sekarang jatuhkan senjamu bila kamu benar petualang! " ucap wanita itu.
"nona apakah kamu memiliki obat? " ucapku.
"ehh.. obat untuk apa?. " ucap wanita itu.
"temanku sedang terluka parah.. aku mohon satu botol saja! " ucapku.
"apakah kamu mencoba menipuku! " ucap wanita itu,
"aku bersumpah!.. kalau kamu tidak percaya lihatlah sendiri" ucapku sambil menarik lengan wanita itu.
"lepaskan bodoh!!...lepaskan!" ucap wanita itu.
saat itu ia terus saja melawan, tapi ketika ia melihat begitu banyak mayat di jalan, ia jadi sadar kemudian mengikut_ku,
sesampainya di hutan tempat dust.
dust terlihat belum sadarkan diri, ia terlihat masih di tempatnya bersandar.
"aku mohon!.. bantulah temanku yang sekarat ini" ucapku dengan ekspresi sedih
"awas jangan menghalangiku bodoh!" ucap wanita itu, ia berjalan ke arah dust dengan ekspresi sedih.
"high heal" ucap wanita itu, saat itu aku melihat sebuah lingkaran mengelilingi dust, lingkaran itu mengeluarkan cahaya putih sambil meregenerasi luka di kaki dust.
saat itu aku melihat luka sobek di kaki dust mulai tertutup, pendarahan_nya berhenti, terlihat kulit kakinya mulai kembali seperti semula.
__ADS_1
"terlama kasih banyak,..nona" ucapku dengan ekspresi lega.
"Sama-sama tuan petualang....tapi bisa kamu ceritakan apa yang terjadi sebelumnya " ucap wanita itu dengan ekspresi wajah penasaran.
"baiklah" ucapku,
kemudian aku menceritakan seluruh detail kejadian semalam pada wanita itu, ia terlihat mendengarkan dengan seksama.
. ............................. .
di tempat lain..
di dalam markas accretia di sebuah ruangan lab terlihat Vita sedang sibuk dengan project_nya.
saat itu, dua sampel manusia sudah masuk dalam kriteria sempurna,
keduanya di klasifikasi sebagai genus spesial karena mereka berdua adalah hasil mutasi dari gabungan antara dna manusia dan mineral dari naga api.
keduanya memiliki regenerasi yang amat sangat cepat melebihi ekspetasi Vita pada saat itu.
karena itu pula mereka bertumbuh dengan sangat cepat dan sekarang sudah masuk dalam proses kematangan,
mereka juga memiliki resistensi dan daya tahan yang tinggi, apalagi daya tahan terhadap api,
["akhirnya project yang selama ini aku kembangkan membuahkan hasil.... admiral apakah engkau akan tersanjung dengan hasil penelitianku hihihi"] gumam vita sambil tersenyum bahagia.
"saat ini, Vita tengah membuat skema pada ingatan mereka.
Vita membuat ingatan tentang rasa kekeluargaan, rasa kasih sayang, rasa solidaritas yang tinggi, dan rasa kebanggaan yang tinggi terhadap ras accretia.
di samping itu Vita juga menanamkan ingatan pahit, ingatan tentang kesulitan hidup, ingatan tentang peperangan yang pernah mereka alami dan ingatan kemampuan yang mereka miliki,
tak lupa, Vita juga menambahkan ingatan rasa cinta yang begitu tinggi terhadap admiral mereka, karena Vita ingin agar mereka dapat dengan mudah mengikuti perintah Felix.
[maafkan aku melakukan hal ini kepada kalian, tapi kini kami benar-benar membutuhkan tenaga dan keahlian kalian] gumam vita sambil melihat kedua sample yang sedang di berikan ingatan.
saat itu tiba-tiba sebuah sirine bahaya berbunyi.
suara sirine itu berbunyi dengan tempo yang sangat cepat, menandakan gerombolan musuh yang sangat banyak telah masuk teritorial,
saat itu pula terlihat sebuah unit suplay berlari menghampiri Vita lalu berlutut ,
"yang mulia saya izin melapor! " ucap unit suplay.
"izin di berikan!" ucap Vita.
"yang mulia! ribuan balon udara musuh telah memasuki zona terluar dari teritorial timur, mereka terus berdatangan... apa tugas yang harus kami lakukan! " ucap unit suplay.
"berapa kecepatan mereka " ucap Vita.
"30km perjam, mereka melawan arah angin! " ucap unit suplay.
" persiapkan seluruh unit!!!.. kita akan berperang!! " teriak Vita .
__ADS_1