
sebuah naga zombie terbang di langit sambil membawa pasukan zombienya. mereka terbang kearah kota dengan kecepatan penuh.
langit malam berangsur memudar di gantikan oleh cahaya matahari yang menyambut pagi.
aku di sini sedang dalam kesulitan. aku terseret di langit sambil menggenggam seutas rantai yang bisa putus kapan saja.
tapi aku tidak mungkin menyerah karena sudah sejauh ini. pilihanku hanya dua yaitu jatuh karena rantai yang putus atau berusaha meskipun aku akan jatuh pada akhirnya.
(dari ketinggian ini apakah aku akan mati bila jatuh?.. haha, siapa yang tahu) pikirku sambil melihat objek daratan yang terlihat sangat kecil.
aku merayap di rantai menggunakan kedua lenganku, aku berusaha semaksimal mungkin dan berhasil sampai di pangkal tempat panah rantai tertusuk.
masalah baru muncul, mata panah ini terletak di perut naga. celah antara panah dan kaki naga sangat jauh beberapa meter dariku.
(tidak!, tidak mungkin aku melompat kearah kaki belakang, karena lintasan tubuhku saat aku melompat sudah pasti lurus. itu mustahil) pikirku, aku terus berdebat dengan akalku sambil mencari solusi yang logis agar aku bisa bisa selamat.
tanpa berpikir panjang aku langsung mengeluarkan peluncur roket dan menembakkan peluru bertife es kearah pangkal sayap naga.
seketika sayap itu membeku, naga itu terbang menukik tajam sambil berputar.
("ini bukan sesuatu yang aku inginkan ") gumamku karena aku pikir naga ini akan jatuh melayang bukan jatuh memutar.
rantai yang aku pegang berderit seolah akan putus. di lain sisi rantai yang aku pegang mulai menggulung tubuh naga.
naga zombie itu mulai menyeimbangkan terbangnya. ia menumbuhkan sayap baru dan kembali terbang normal.
kemudian naga itu menatap kearah perutnya, ia mencari siapa yang menyerang dan ketika itu pandangan kami bertemu. Aku mengarahkan senjataku ke arah wajah naga zombie lalu berkata. 'selamat pagi' kemudian menembak wajah naga itu menggunakan peluru es.
wajah naga itu membeku, ia nampak marah, naga zombie melakukan manuver berbelok tajam untuk melemparku, aku lalu menyimpan senjataku dan berpegangan dengan erat.
aku hampir terlempar, naga itu terus melesat di udara seakan ingin menerbangkan aku dari tubuhnya.
Tanpa aku duga teryata naga itu telah sampai pada tujuannya.
ia menargetkan Kota yang ada di kastil dengan wajah penuh amarah.
DI Kastil Almania.
Saat itu di dalam kastil terlihat ratusan orang yang memulai aktivitas paginya, kemudian beberapa orang menatap ke langit dengan tatapan penasaran karena langit terlihat mendung.
mereka tercengang sambil melihat gumpalan hitam yang menyerupai suatu entitas.
"na~naga!, ada naga di langit" teriak beberapa warga dengan espresi ketakutan.
beberapa warga mulai lari ketakutan, mereka mulai panik sambil memberi tahu warga yang lain.
naga zombie tersenyum melihat keributan itu, ia menukik tajam lalu langsung menarik napas dan bersiap menyemburkan api.
"tidak!!.. tunggu! " ucapku, berusaha mencegah kejadian ini.
tapi itu tidak dapat aku hentikan, naga itu menyerang sihir pelindung dari kota.
sihir pelindung kota berubah warna menjadi merah, menandakan bahaya,
naga itu kembali menyerang, ia menukik sambil bermanuver rendah, ia menyerang dari dekat.
sihir pelindung itu mulai menipis lalu hancur berantakan, aku memanfaatkan moment itu untuk menjatuhkan naga ke bawah.
aku menembak sayap kanan dari naga itu menggunakan peluru es, sayap naga itu membeku lalu pecah ketika menabrak tanah.
kami berdua (aku dan naga) terlempar ke arah kastil pusat. kami menabrak dinding kastil dengan hantaman keras.
sfx" brakkkk!!!!!!!!!, dinding kastil berterbangan, debu mengepul di udara.
aku keluar dari dalam debu dan langsung berlari ke atas punggung naga itu untuk memotong sayapnya.
puluhan orang seketika langsung keluar dari dalam kastil setelah mendengar suara hantaman.
Aku berhasil memotong kedua sayapnya. saat itu aku melihat beberapa orang keluar dari kastil,
"tolong bantu aku! " teriakku meminta bantuan mereka.
tanpa aku sadari beberapa orang tersenyum sambil melihatku.
__ADS_1
"siapa engkau" ucap seorang putri.
putri itu memimpin beberapa orang di belakangnya, ia tersenyum, aku mengenali beberapa orang di belakangnya, antara lain ketua kelas dan romi.
"saya felix, tolong bantu saya" ucapku memohon pada sang putri.
putri itu tersenyum lalu terlihat membisikkan sesuatu ke telinga romi dan ketua kelas.
mendengar bisikan itu, ketua kelas dan romi tersenyum, mereka langsung berlari ke arahku.
mereka berlari lalu melompat sambil menebaskan senjata mereka.
tapi serangan itu tidak di tujukan untuk menebas naga.
"dasar naif!, matilah! " teriak romi sambil menyabetkan pisaunya ke arahku.
"matilah beban! " teriak ketua kelas sambil menebaskan pedangnya ke arahku.
aku melihat serangan kejutan dan secara refleks menunduk, sambil menghindari serangan mereka.
"woy!!, musuh di bawah sini! amatir! " ucapku. mengejek dengan ekspresi marah.
"naif! " teriak mereka dengan nada kompak.
mereka terus melancarkan serangan dan sihir ke arahku.
aku terus menghindari dan menahan seluruh serangan mereka.
mereka menyerangku dari depan dan belakang, tapi untungnya aku memasang kamera bot fly di belakang leherku.
bertempuran itu terjadi beberapa menit. putri kedua terlihat geram melihatku yang lihai menghindari dan bertahan, ia lalu memerintah seluruh pengawalnya untuk mengepungku.
kalian tidak berguna!, cepat singkirkan dia! " ucap putri kedua.
romi mengangguk ia mengeluarkan skill yang aneh.
romi menghilang, Tiba-tiba ia ada di belakangku sambil menodongkan pisaunya be arah leherku.
"swadow blade!, matilah! " ucap romi sambil mengiris bagian depan leherku.
(ternyata mereka serius.) pikirku sambil memegang leher, karena aku dari tadi tidak menganggap serius serangan mereka, karena efek dari peningkatan power yang meningkatkan hormon dopamin di otakku,
(tl jadi intinya si Felix sedang di pengaruhi oleh hormon yang membuat ia selalu tersenyum dan membuat tingkahnya berbeda.)
"inilah akhir dari hidupmu" ucap romi
Aku mengangkat pedang dan menebaskan nya ke tubuh naga sambil mengaktifkan skill.
" Dead blow!! " ucapku.
"brak!! woss!! " dua orang terpental dari atas tubuh naga, oleh ledakan dari skillku.
tubuh naga itu berlubang, menganga. dan terlihat inti kristal dari naga zombie.
naga zombie itu mengamuk, tanpa aku sadari seluruh sayapnya telah tumbuh dan kini ia berusaha terbang dan menyemburkan api
para pengawal mengarahkan serangan ke arah naga dan memotong sayapnya. naga jatuh ke tanah sambil melemparkanku.
"tahan naga itu dan singkirkan pemuda itu." ucap putri kedua.
para pengawal mengitari ku dan menyerangku dengan sihir dan pedang.
aku berusaha membendung seluruh serangan mereka meski ada beberapa serangan yang mengenaiku.
putri kedua terlihat membacakan mantri ke arah naga.
setelah beberapa menit..
mereka terus menghajarku habis-habisan.
(mereka lebih kuat dari para petualang) pikirku saat menghadapi mereka,
Aku sadar bahwa saat ini beberapa bagian komponen dari tubuhku telah hancur, tapi aku masih memiliki tekad dan harapan.
__ADS_1
tanpa aku sadari naga itu mulai mengamuk sejadi-jadinya. ia menyemburkan api ke segala arah dan mencoba untuk terbang.
melihat itu aku memanfaatkan kesempatan.
ketika para pengawal sedang sibuk menahan serangan naga api, aku langsung melompat ke atas tubuh naga dan menembaki mereka menggunakan peluru es.
naga itu terbang sambil mengamuk. ai tidak terkendala dan membakar seluruh kota.
aku berpegang sangat erat di atas tubuh naga zombie yang mengamuk. aku menancapkan pedangku sambil berusaha bertahan.
setelah beberapa waktu..
sebuah bantuan datang.
sebuah Griffin terbang menghampiriku, Griffin itu di tunggangi oleh seorang kesatria.
"Felix! " ucap dust dari atas Griffin.
"dust, untung lah kau di sini!". ucapku.
"butuh bantuan kawan! " ucap dust sambil menyodorkan lengannya.
saat itu aku mengambil pisau dan tali dari pinggang dust.
"yah! tolong pancing kadal ini" ucapku sambil mengikat pisau lalu mencapkannya begitu dalam di antara tulang rusuk dari tubuh naga.
"baiklah, tapi sebelum itu aku memiliki beberapa berita buruk," ucap dust.
"cepat katakan, " ucapku.
"gerombolan monster telah menghancurkan sebagian kota"
"keluargamu dalam bahasa dust!" ucapku.
"bagaimana ini senior!, apakah kamu memiliki rencana? " ucap dust dengan nada putus asa.
"aku akan menghancurkan segel kutukan agar kalian bisa kabur ke hutan, sekarang pergilah ke kota dan bantu keluargamu" ucapku. karena dust tidak mungkin menghabisi seluruh monster yang ada di kota dan aku merasa tidak tega dengan mereka.
"anda serius! " ucap dust.
"ya!!.. dan bertarunglah sekuat tenaga untuk melindungi keluargamu" ucapku memberi dust semangat.
"aku akan berjuang! " ucap dust dengan penuh semangat lalu pergi menghadapi beberapa monster yang menyerang kota.
setelah beberapa menit.
aku di sini masih berusaha mengendalikan naga yang mengamuk ini.
tapi entah kenapa naga itu berhenti di atas kastil sambil menatap ke arah perpustakaan tua.
dari atas sini aku dapat melihat putri liciany sedang menyaksikan pertarunganku melawan naga.
putri lily nampaknya sedang memulihkan sihir yang melindungi kota dan aksinya di ketahui naga zombie.
kini naga zombie menargetkan perpustakaan tua.
ia menyemburkan api, langsung ke arah perpustakaan dan mengikis pelindung sihirnya.
karena putri liciany sedang memperbaiki pelindung kota, ia jadi tidak bisa pokus mempertahankan pelindungnya sendiri, dan akhirnya pelindung itu hancur berkeping-keping.
"tidak!..hentikan!!!! " ucapku dengan expresi putus asa.
putri liciany terlihat menghilang tertutup gumpalan asap hitam.
perpustakaan terlihat terbakar dan di penuhi api
saat itu aku sangat khawatir dengan keadaan putri liciany, seketika ekspresi putus asa berubah menjadi amarah.
"histeria!! " ucapku mengaktifkan skill.
sfx baam! baammm!! baaammmm!! tiga pukulan kritis dengan tujuan merusak armor musuh telah aku aktifkan.
sisik naga berterbangan ke udara oleh serangan skill histeria. naga itu terdorong ke bawah oleh hantaman keras, sampai menghancurkan tulang rusuknya.
__ADS_1
naga itu jatuh di dekat perpustakaan, saat itu aku melihat inti dari naga zombie itu lalu aku mencabutnya.
aku menyimpan inti dari naga itu langsung ke inventory karena aku merasa bahwa kalau aku menghancurkannya, itu akan ber_regenerasi dan kembali utuh.