
Langkahku terhenti, ketika melihat sosok wanita cantik yang sedang duduk di kursi, tepat di depan mataku.
Ia mengenakan gaun yang indah berwarna putih, kulitnya terlihat putih bersih seperti mutiara , matanya sayu memancarkan pesona emerland, rambutnya berkilau berwarna salju,
{TL emerland adalah warna kombinasi antara biru kehijauan }
Aku jatuh hati pada-nya, ketika tatapan kita bertemu (Sungguh cantik sekali, apakah ia bidadari?) pikirku.
Wanita itu langsung memalingkan wajah, ketika melihat ada aku yang sedang menatapnya,
(ehh cantik kenapa kamu berpaling, apakah tatapanku terlihat seperti orang mesum?) pikirku.
(mungkin aku tidak dianggap ada) pikirku, Karena wanita itu kembali pokus memperhatikan tulisan yang ada di dalam lembaran buku besar, di depannya.
Menanggapi itu aku berinisyatif memperkenalkan diri, aku berjalan ke hadapannya lalu berlutut, kemudian berkata. "maaf mengganggu aktivitas anda tuan putri, perkenalkan nama saya Ai felixian fosstar, saya di perintahkan untuk belajar di ruangan ini".
Menanggapi hal itu, putri hanya diam, tanpa mengeluarkan sepatah kata, dia tak menghiraukan, dan tetap pokus membaca,
Akupun terus menunggu jawaban, atau perintah darinya.
5 menit kemudian. Aku masih berlutut,
30 menit kemudian. Aku tidak bergerak sedikitpun dari tempat itu,
1 jam kemudian. Aku masih bersabar dan terus menunggu,
2 jam kemudian.(ayolah, jawabanlah sedikit saja perkataanku, apakah kamu tidak terganggu melihat aku dari tadi terus berlutut, di sini),
3 jam kemudian. (setidaknya usirlah aku dari hadapanmu, aku mohon!, meskipun aku tidak merasa lelah, tapi aku masih dapat merasakan bosan),
Pada akhirnya terdengar suara lonceng dari menara kota, yang menandakan bahwa waktu sudah memasuki sore hari.
Menyadari itu, tuan putri langsung bangun dari kursinya, lalu ia berjalan meninggalkanku yang sedang berlutut di hadapan nya.
Putri cantik itu berjalan dengan anggun meninggalkanku, di ruangan perpustakaan sendirian,
Setelah beberapa saat.
Aku beranjak dari tempat itu, sambil memikirkan,
(cih, dia sungguh sombong, tapi di sangat manis, aku benci pikiranku, sudahlah lupakan, untuk sekarang lebih baik berpikiran positif) pikirku.
Kemudian aku berjalan meninggalkan tempat itu, lalu pergi menuju kota.
Di kota kerajaan almania..
Aku berjalan di jalan utama yang terbuat dari susunan batu, jalan itu biasa di lalui oleh gerobak kuda milik pedagang setempat,
di sana terlihat ramai dengan puluhan pejalan kaki dan pedagang yang menjadikan bangunan di pinggir jalan sebagai lapak mereka,
meskipun tempat itu di sebut kota, tapi bangun di sana terlihat sederhana, karena masih banyak rumah yang terbuat dari kayu berlantai satu,
dan ada beberapa bangunan rumah yang terbuat dari batu berlantai tiga, tapi itu hanya tempat penginapan, dan perusahaan.
(yah sepertinya mereka hidup Makmur) pikirku .
Aku berjalan di antara kerumunan, ketika aku berjalan melewati etalase beberapa toko, aku melihat ratusan barang aneh di jual di sana,
aku melihat telur sebesar bola sepak, lalu obat dengan botol yang terbuat dari tanah liat, minyak bulus, ikan berwarna hijau, dan beberapa senjata seperti pedang, tameng, dan pisau.
(di sini sungguh lengkap, apakah ini pasar) pikirku, sambil berjalan.
Aku sibuk memperhatikan setiap barang yang baru aku temui, hingga akhirnya ada seseorang yang menghadangku.
Orang itu memiliki tubuh tinggi dengan beberapa bekas goresan luka di tubuhnya, rambutnya di kucir ke belakang berwarna ungu tua, ia mengenakan kaos polos dengan setelan celana kain.
Orang itu adalah kapten leon, ia menghalangi jalanku dengan tubuh besarnya,
"Hai felix, apakah ada barang yang kamu cari di tokoku, tanya kapten leon
(ohh jadi kapten Leon yang memiliki toko senjata ini) pikirku, karena pada saat itu, aku sedang memperhatikan lusinan senjata yang ada di toko miliknya,
"ya, sore kapten, apakah sesi latihan telah selesai?" tanyaku,
"jadwal latihan untuk regu baru tidak terlalu banyak, masuklah, (leon mengajakku masuk ke dalam tokonya) , " tidak baik mengobrol di luar ".
" baiklah "ucapku sambil berjalan memasuki pintu toko
Di dalam toko terlihat puluhan jenis senjata dan jirah yang mengkilap,
__ADS_1
" silahkan pilih yang kamu suka " ucap leon,
" apakah kamu memberikannya secara percuma(gratis) "
" tentu saja tidak" ucap kapten leon dengan exspresi tersenyum,
Kemudian aku memperhatikan satu persatu dari deretan senjata itu,
(kualitas nya sungguh buruk, logamnya masih mentah, panas dari tungkunya kurang, ini lebih seperti pisau untuk memotong kue dari pada di sebut pedang) pikirku, aku memiliki pengalaman membuat pedang karena jobku sebagai spesialis engineer di accretia Empire.
"bagaimana kualitas pedangku, bagus bukan"
"permisi, bolehkah aku melihat tungku peleburan milikmu"
"tentu saja silahkan" ucap kapten sambil menuntunku ke bengkel miliknya,
Di sana terlihat tungku peleburan beserta alat kit penempa baja, tungku itu terlihat usang dan jadul.
"clink" clink
Tiba-tiba terdengar bunyi lonceng tanda pembeli memasuki toko,
"permisi dulu, aku harus melayani pembeli yang datang, kamu tunggu di sini dulu ya" ucap kapten berlari meningalkanku,
"ya silahkan"
Setelah beberapa menit.
kapten belum kembali, dari suaranya ia terdengar sangat sibuk, karena dari sana terdengar suara orang sedang tawar-menawar (sepertinya kapten kedatangan banyak pembeli) pikirku,
Aku dari tadi terus mengamati tungku tersebut, aku sebenarnya ingin mencoba skillku, tapi belum mendapatkan izin dari kapten leon,
(akhhh, aku tidak sabar, aku membutuhkan uang, setidaknya aku akan membuatkan beberapa pedang untuk kapten) pikirku,
Aku langsung menyalakan tungku tersebut, lalu meniupnya dengan pompa untuk mendapatkan suhu maksimal.
Aku memasukan beberapa arang untuk memperbesar nyala api, lalu mengambil pedang yang ada di sampingku.
(apa ini) ketika memegang pedang itu, (Sungguh bentuk pedang yang menyedihkan) pikirku.
Aku memasukkan pedang itu kedalam bara api panas, kemudian menempanya, setelah itu aku melapisinya dengan bijih besi untuk menambahkan ketebalan pedang,
Besi itu sungguh lunak ketika panas, aku mengulangi proses yang sama hingga berakhir menjadi sebuah pedang dua tangan.
Pedang itu terlihat sangat besar, memiliki satu mata pisau, dengan gagang panjang untuk pengguna dua tangan,
(sip, sudah hampir selesai, tinggal proses pengarbonan dan pematangan baja, setelah itu, proses pendinginan yang memakan waktu, selama sehari) pikirku,
Kemudian aku mempompa udara sekuat tenaga untuk mendapatkan panas yang maksimal, di dalam tungku terlihat pedang baja, mulai berubah warna menjadi merah menyala,
Setelah itu, aku memasukkannya kedalam air dingin dan, "wuss" air menguap.
(akhirnya selesai juga) pikirku,
untuk proses pendinginan membutuhkan waktu kurang lebih sehari, setelah itu , aku harus mengasahnya.
(kapten pasti akan memujiku setelah, melihat hasil karyaku,) pikirku.
Aku kembali menunggu kapten, aku duduk di kursi sambil mengeluarkan sebungkus rokok dan menyalakannya.
(cih, lama sekali) pikirku
Sebetulnya sudah hampir 3 jam aku menghabiskan waktu untuk menunggu kapten, dan ia belum kunjung datang, (apakah ia sedang sangat sibuk,) pikirku,
"Craak" praii" Tiba-tiba terdengar suara gelas pecah di sampingku, dan dari sana terlihat kapten berdiri, menatapku dengan exspresi marah.
"apa yang sudah kau lakukan selama aku tidak ada"
"Maksudmu? "
"Apa yang sudah kamu lakukan dengan pedang pesanan ini" ucap kapten sambil menunjuk ke arah pedang yang baru saja aku tempa.
"Tentu saja memperbaikinya"
"bodoh kamu merusaknya, kenapa kamu mencampurkan pedang marthil dengan bijih besi biasa,"
Mendengar ucapan itu, Aku ikut terbawa emosi dan marah
"ini semua salahmu, karena terlalu lama meninggalkanku" ucapku dengan marah.
__ADS_1
"beraninya kamu marah padaku setelah apa yang kamu lakukan pada pedangku, kamu tidak tau seberapa mahal harga pedang itu, aku tidak mau melihatmu ada di tokoku , keluar sekarang juga dari tokoku sebelum aku murka" ucap kapten mengusirku,
"baiklah" aku pergi tanpa minta maaf,
(cih, padahal aku sudah susah payah membuatkan pedang dengan kualitas sempurna untuknya, apakah ia memandang pedang buatanku itu dengan sebelah mata, sungguh menyebalkan) pikirku,
Aku berjalan di kota tanpa arah. Uang tidak punya, keahlianku tidak di hargai, aku hanya ingin berguna untuk orang lain,
(kenapa nasibku selalu sial) pikirku.
Setelah beberapa waktu berjalan,
Terdengar suara pesan masuk, saat itu pula, aku langsung membukanya.
From vita: selamat sore master,
From admiral: sore juga, bagaimana kabarmu,
From vita:, baik master, sekarang anda lagi apa,
From admiral : berjalan-jalan di kota, tapi maaf, aku belum bisa membelikan-mu sesuatu, karena aku tidak memiliki uang,
From vita :uhh, master pelit!!! ,
From admiral :sumpah, aku tidak memiliki sepeserpun uang,
From vita : apakah kamu tidak bekerja,
From admiral :aku ingin bekerja tapi, semua orang menjauhiku, karena aku tidak memiliki mana,
"from vita :apa itu mana! ,
From admiral :mana adalah, suatu kekuatan alam yang dapat di gunakan untuk memanipulasi suatu objek, secara sederhananya, mana adalah bahan bakar untuk mengaktifkan magic, sama seperti Battery yang kita gunakan untuk mengaktifkan skill.
from vita :"ohh, saya mengerti,
From admiral :Vita, sebenarnya ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan.
From vita:Hal apa master, apakah master merindukanku.
From admiral:hal Itu sudah pasti, tapi bukan itu yang ingin aku katakan, sebenarnya kenapa aku ada di sini.
from vita : Maksudmu!,
From admiral :Kenapa aku bisa ada di kerajaan ini, bukannya saat itu aku bersamamu di Markas accretia,
from vita :Aku mau bertanya, apakah inventory milik master kosong,
TL: inventory adalah penyimpanan seperti yang ada di dalam game,
From admiral :Ehh dari mana kamu mengetahui hal itu,
from vita :Karena seluruh jirah dan senjatamu ada di sini, bahkan tubuhmu juga,
From admiral :Ehh Bagaimana bisa?.
from vita :saya juga merasa aneh tapi menurut pengamatan saya , master telah melewati hal di luar akal sehat, karena dunia ini di liputi ribuan kejanggalan yang belum terpecahkan,
Setelah Membaca pesan itu aku tiba-tiba merinding.
From admiral :Tapi apakah aku masih bagian dari prajurit accretia Empire,
from vita :Tentu saja master , Dari karakteristik yang di tampilkan di sini, anda sekarang adalah generasi ke 3 high droidhuman, sebelum penyempurnaan full machine,
From admiral :Kenapa bisa begitu,
from vita :Aku tidak tau, Mungkin kamu mengalami kemunduran,
From admiral :Apakah aku masih bisa menggunakan senjata peluncur,
from vita :Untuk saat ini anda hanya dapat menggunakan, mini rocket launcher dan senjata ringan sejenisnya, setelah anda menjalani transplantasi full machine, anda dapat kembali menggunakan seluruh senjata berat, yang anda suka,
From admiral :trimakasih atas informasinya, tapi apakah kamu bisa mengirim barang-barangku.
From vita: Aku bisa mengirimnya melalui bot fly tapi dalam jumlah sedikit,
From admiral :baiklah aku akan menulis list barang yang harus kamu kirimkan. Nanti kamu kirim ke titik koordinat-ku,
From vita :baik master.
__ADS_1