Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
chapter 26 penjemputan paksa sang pemimpin.


__ADS_3


di suatu padang pasir terdengar raungan perang terus berkecambuk.


saat ini, vita memerintah seluruh unit untuk menyerang dan memancing musuh agar menjauh dari markas.


setelah mendengar komando, beberapa unit terbang menjauh, sebagian dari mereka yang tidak bisa terbang berlari ke arah bukit dan menembakinya dari balik bukit.


puluhan peleton kapan musuh terlihat terbang ke segala arah, mereka terpecah. mereka terlihat kebingungan karena tidak dapat melihat asal serangan dari musuh.


sebagai peleton pasukan yang di pimpin oleh raja odes terus mengejar hologram vita.


beberapa kapal musuh terlihat terbakar, terhuyung dan jatuh ke tanah,


beberapa dari mereka yang kebingungan (kapal musuh) terlihat terbang merendah dan mencari asal serangan.


[mereka mendekat!...cepat tutup markas dengan pasir....pasukan darat! bersembunyilah di pasir].


teriak vita melalui microphone.


seketika seluruh unit mengikuti komando.


"uhhh aman!" ucap diana.


"hehehe, mereka seperti sekelompok orang dungu! " ucap eva.


"btw,,, apakah peluru kita sudah siap? " ucap diana.


"kita baru memproduksi 31.210 peluru kaliber.angka ini masih jauh dari target kita." ucap eva.


"baiklah aku ingin istrahat dulu, " ucap diana.


"ehh!!,.. mau kemana kamu", ucap eva.


" ke gudang! dan mengambil kendaraan .. aku ingin mencari admiral dan menyeretnya untuk pulang." ucap diana.


"aku ikut!! " ucap eva.


[kalian mau kemana?, ini belum selesai! ] ucap vita dari balik microphone.


"bukan_nya ini tugasmu, manager!... kami ingin menyusul admiral,,,, tolong siapkan kendaraan untuk kami. " ucap eva.

__ADS_1


[ehh!,..tapi, bagaimana dengan serangan ini]


"apa susahnya sih!, tinggal ikuti rencana kita dari awal, dan lakukan sesukamu~" ucap diana.


di gudang markas accteria, di sana terlihat dua orang saling berjalan menyusul.


"sungguh berantakan sekali!. " ucap diana ketika tiba pertama kali di tempat itu.


saat itu, diana melihat tumpukan material berserakan, beberapa kendaraan pengangkut, dan sebuah mobil rakitan.


di sana pula ada beberapa unit builder sedang memilah beberapa rongsokan untuk di lebur menjadi amunisi.


tapi pandang diana tertuju pada sebuah mobil rakitan yang ada di tempat itu.


(by admin : contoh ilustrasi.)



"orang gila seperti apa yang telah merakit kendaraan ini" ucap diana sambil melihat mesin dari mobil itu.


"apa maksudmu?... coba kulihat" ucap eva.


"lihatlah!, mobil ini memiliki 6 silinder dan turbin super jet, pasti kecepatannya melebihi di atas 5.000km per jam," ucap diana.


"sepertinya pemilik_nya tidak peduli dengan perawatan mobil ini" ucap diana.


[jangan di sentuh!.. itu kendaraan rakitan admiral] ucap vita dari balik microphone.


mendengar itu, seketika dua orang tersentak.


diana dan eva seketika langsung merubah sikapnya setelah mengetahui bahwa itu adalah mobil rakitan admiral.


"hehe.. maksudku mobil ini sangat bertenaga" ucap diana.


" ya~ mobil yang bagus" ucap eva.


"baiklah... eva, bantu aku, " ucap diana sambil menghampiri beberapa unit repair.


"bantu apa? " ucap eva.


"bantu aku merakit mobil terbang" ucap diana.

__ADS_1


"oke" ucap eva.


kemudian dua orang saling bekerja sama dalam merakit sebuah pesawat.


5 jam kemudian...


serangan di markas terdengar mulai mereda.


saat ini, sepertinya musuh mulai kehabisan bahan bakar.


mereka terlihat mendaratkan pesawat mereka lalu berkeliling menyisir setiap tempat menggunakan kereta kuda.


"akhirnya selesai" ucap eva.


"belum!.. bantu aku isikan bahan bakar." ucap diana sambil mengisikan bahan bakar ke dalam sayap pesawat.


ketika itu, mereka berdua dan beberapa unit repair telah merakit sebuah pesawat terbang dari barang seadanya,


karena kurangnya bahan, pada akhirnya pesawat itu hanya berbuat dari dua mobil yang di kaitkan dengan kunci pengaman dan bisa di bongkar pasang, lalu dua pasang sayap dan ekor yang bisa di lepas, dan sebuah parasut di atasnya.


{by admin: mungkin mirip seperti ini. }



"eva, coba nyalakan mesin! "ucap diana.


" oke "ucap eva sambil memutar kunci dan.


sfx" woss!! woss!! woss!! suara mesin jet mendesing, sambil menyemburkan api berwarna biru,


(semuanya tampak baik,) pikir diana (kalau ada masalah kita bisa melepaskan sayap dan melayang dengan parasut) pikirnya, sambil memasuki pintu kemudian duduk di kursi pilot pesawat.


"nyonya vita, tolong buka gerbang, "ucap diana.


[tapi, di luar banyak musuh dan masih badai] ucap vita dari microphone.


”percayalah pada kami" ucap diana.


[baiklah] ucap vita sambil membuka_kan gerbang yang ada di gudang.


saat gerbang di buka, angin bertiup kencang masuk ke dalam sambil membawa pasir yang ber_tebaran di udaranya,

__ADS_1


tanpa menunggu lama, diana langsung menginjak gas full, seketika pesawat itu melesat jauh ke langit dan terbang di udara.



__ADS_2