Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 34 tak terduga.


__ADS_3

Di atas benteng kayu pukul 03:00 pagi.


Serangan monster berangsur-angsur surut. kini sisa pasukan tengah membereskan sisa monster dan mengurus korban terluka.


Aku beserta para pemimpin sedang berkumpul di atas tower pemanah sambil memperdebatkan apa yang akan kami lakukan selanjutnya.


saat itu terjadi perdebatan yang sangat sengit antara dua orang yang paling berpengaruh.


"regu kami akan masuk duluan ke dalam gua itu." ucap seorang bangsawan tua.


"aku harap jangan!, karena aku melihat jumlah mereka berbeda dengan yang ada pada malam itu," ucap walikota.


" malam itu kita menghabisi setengahnya!, aku yakin di dalam gua itu kosong!" ucap bangsawan tua sambil memaksakan kehendak.


" tidak!, itu bisa jadi perangkap" ucap walikota.


perdebatan itu terus berlanjut, aku bosan mendengar dua orang tua saling beradu argumen bagaikan anak kecil, pada akhirnya aku pergi menuju pos tempatku di tempatkan.


aku berjalan menuju Dust (di pos) sambil membawa nampan berisi makanan kering dan dua gelas kopi.


"ini untukmu" ucapku.


"terimakasih, senior" ucap Dust.


kemudian aku menyalakan rokok sambil menikmati kopi panasku.


Tiba-tiba Dust bertanya "senior, apakah kamu naik level? " ucap Dust.


"Aku naik 3 level, memang kenapa? " ucapku.


"tidak apa-apa, aku hanya ingin bertanya, kamu mengisi poin ke status apa? " ucap Dust.


( poin, aku tidak memiliki itu, karena aku secara otomatis mengisi statusku berdasarkan Job. lalu apa yang harus aku ucapkan kepada Dust.) pikirku.


Tiba-tiba Dust bertanya sambil membungkuk ke arahku dengan expresi bersungguh-sungguh.


"senior, tolong bimbing aku, harus kemana aku mengisi statusku." ucap Dust.


"job kamu apa?, Dust" ucapku.


"aku seorang tank, tapi aku ingin menggunakan sihir!, " ucap Dust.


"ehh, sebelum itu kamu mengisi status apa," ucapku.


"status Heal poin (HP) dan status magic" ucap Dust.


(menepuk jidat) sambil bergumam. (Dust sebenarnya kamu itu tank atau apa) gumamku.


Dust terlihat heran dengan expresi ku,


"ada apa senior? " ucap Dust dengan expresi heran.


"tidak apa-apa, lantas kamu memiliki skill apa," tanyaku.


"skill tank biasa, dan beberapa sihir pendukung yang belum terbuka tapi, kini levelku naik drastis menjadi level 100," ucap Dust.


"ehh tapi kamu tidak ikut bertarung, bagaimana kamu bisa naik level secepat itu" ucapku.


"apakah senior lupa?, bukannya kita satu party, setiap anggota di party mendapatkan exp yang sama meskipun ia tidak ikut bertarung." ucap Dust.


(ehh iya yah) gumamku.


kemudian Dust bertanya kembali. "senior tolong bantu aku, please! " ucap Dust.


"baiklah, tapi apakah kamu punya skill yang bagus?" ucapku.

__ADS_1


"aku memiliki beberapa skill yang baru terbuka, lihatlah, " ucap Dust.


Dust menunjukan papan statusnya ke arahku, aku melihat beberapa skill dan ada skill membuatku kaget.


(bukannya ini skill ailment resisten [ketahan status buruk seperti debuff] kalau di dunia nyata berarti ia tidak akan pernah mengalami penyakit dalam hidupnya, lalu apa ini, banyak sekali skill pendukung) pikirku.


TL, skill ailment adalah skill pasif yang berupa kekebalan tubuh, pemiliknya aku mendapatkan tubuh yang kebal oleh status buruk seperti keracunan atau kebal api, bahkan lebih dari itu,


"ada apa senior?, apakah ada yang aneh?, " ucap dust.


"tidak, aku hanya tidak mengerti sebagian dari skillmu,.. coba tanyakan pada mage Riz, mungkin ia mengerti" ucapku.


Dust berdiri kemudian berjalan pergi, setelah beberapa saat ia kembali beserta Mage Riz di sampingnya.


"Ada kepentingan apa kamu memanggilku" ucap Mage Riz.


"Dust punya sedikit masalah dengan skill barunya" ucapku.


"Dasar!, kukira penting ternyata hanya masalah sepele tapi maaf, aku punya banyak urusan." ucap Riz.


"urusan apa?... bukannya kamu hanya duduk diam dan mendengarkan perdebatan para orang tua itu," ucapku menyindir.


"baiklah!!~,... (Riz duduk) apa maumu" ucap Riz sambil duduk di benteng di depanku.


"jadi gini, Dust seorang Tank tapi ia punya sedikit masalah." ucapku.


"lalu, di mana masalahnya?" ucap Riz.


"(berbisik) dust mengisi status nya ke magic dan HP" ucapku sambil berbisik ke telinga Riz.


mendengar bisikan itu Riz tersenyum sambil berusaha menahan tawa.


"fttttttt!, hahahaha" Riz tertawa.


"hehe, bolehkah kakak ini melihat skill mu" ucap Riz.


mendengar itu, Dust langsung menunjukkan papan statusnya ke arah Riz,


awalnya Riz terlihat meremehkan, tapi ketika ia melihat status dust, ia tiba-tiba tertegun sambil melihat kumpulan skill baru dust.


"i i ini langka, " ucap Riz.


"langkah apanya,? " ucapku.


"Dia bukan seorang Tank melainkan paladin(kesatria sihir) " ucap Riz.


"ini suatu kemustahilan, bagaimana kamu bisa bertarung selama ini, dengan status seperti ini" ucap Riz.


"maafkan saya bila saya salah, nona Riz," ucap Dust.


"kamu tidak salah, tapi selama ini kamu bertarung untuk apa? " tanya Riz.


"Saya bertarung untuk menghidupi keluarga saya. untuk memberi makan anak-anak yang ada di panti asuhan, " ucap Dust dengan nada pelan.


"sungguh sikap terpuji, kamu pantas mendapat job ini" ucap Riz sambil menghela napas.


"memang apa kaitannya" ucapku bertanya.


"asal kamu tau, karma itu ada! contohnya, seorang yang suka mencuri akan mendapatkan title pencuri, dan seorang perampok akan secara otomatis mendapatkan title bandit." ucap Riz sambil menjelaskan.


"tapi ada beberapa cara untuk menghilangkan title buruk itu, seperti meminta berkat dari kuil cahaya seperti para penjahat itu"(riz memberi isyarat).


"Oke" ucapku mengerti.


kemudian Riz terus menyambung penjelasannya, tentang hal yang berkaitan dengan skill Dust.

__ADS_1


...........


tanpa aku sadari, regu itu terpecah menjadi dua golongan,


Yaitu golongan Walikota yang menolak untuk memasuki Goa batu, karena saat ini (walikota) lebih mementingkan keselamatan pasukannya, dan golongan Bangsawan tua yang ingin segera memasuki gua batu, karena ia ingin mendahului dan mengambil harta rampasan.


di depan benteng kayu terlihat beberapa peleton kesatria dan penyihir telah bersiap untuk memasuki gua batu,


mereka di pimpin oleh seorang bangsawan tua yang tamak,


mereka melaju ke arah gua besar yang ada di depan mereka sambil bersiap siaga.


"mau kemana mereka? " ucapku.


"tentu saja, mereka mau mendahului kita mengambil harta rampasan, padahal, sudah ada perjanjian bahwa setiap harta akan di bagikan." ucap Riz.


"aku punya firasat buruk tentang hal ini, Dust segeralah memilih dan bersiap" ucapku, karena beberapa saat yang lalu aku mencium bau yang tidak asing di hidungku, bau yang berasal dari gua dan terbawa angin, baunya sangat kontras bercampur dengan bau bangkai.


dari kejauhan terlihat regu yang di pimpin oleh seorang bangsawan tua, mereka mulai memasuki gua batu.


___di dalam gua.


"light" ucap bangsawan tua, ia membaca mantra, dan sebuah bola cahaya bersinar di lengannya.


saat itu terlihat sebuah ruangan gua yang lebar dan di penuhi oleh mayat dari monster, ia juga melihat banyak kristal sihir yang tergeletak.


saat itu ia melihat sebuah kristal besar di atas tubuh seekor naga yang mati. tanpa rasa curiga ia langsung menghampiri dan mengambil kristal itu.


"hahaha, ini hari keberuntunganku!,, dasar oleh tua gila, ucap bangsawan tua, ia tertawa terbahak-bahak sambil Menjelek-jelekan walikota di depan pasukannya.


" aku akan mengambil kristal dan mayat naga ini, kalian!... ambilah yang kalian mau!, ini semua milik kita! " ucap bangsawan tua.


kemudian pasukan itu mulai berpencar sambil berlarian, mereka terlihat silih berebut harta jarahan.


tanpa mereka sadari para mayat itu mulai bangun dan bergerak.


mereka (mayat) mulai menyerang para Mage lengah yang membawa cahaya.


seketika ruangan gua menjadi gelap gulita, beberapa orang terlihat bingung dengan kejadian itu. dan terdengar beberapa orang berteriak.


"para mage sialan!, cepat nyalakan cahaya!" teriak beberapa orang.


"ayolah! nyalakan cahaya" teriak seorang kesatria.


"baiklah(menyalakan obor)....ehhh!, crakk! cleb" seorang kesatria terlihat tersungkur ketika sedang menyalakan obor, obor itu terjatuh dan terlihat beberapa mayat yang kembali bangkit.


"i i ini perangkap!!, ucap kesatria yang melihat temannya terjatuh.


mendengar suara teriakan itu, beberapa orang menjadi panik, mereka dengan segera menyiapkan senjata mereka, tapi naasnya mereka terpisah dan kini terkepung oleh mayat yang mulai bangkit.


"apa-apaan ini!" ucap bangsawan tua sambil menoleh ke tempat asal suara. dan tanpa ia sadari mayat naga di belakangnya mulai bangkit dan menyemburkan api.


sfx "Wosss!! akkhhh!! tolong!!," terdengar jeritan bangsawan dan para pengikutnya yang terbakar oleh api.


api itu menyebar luas di dalam gua, membakar seluruh isi ruangan.


kejadian itu sungguh mengerikan untuk di saksikan, beberapa peleton pasukan terlihat belum siap oleh serangan mendadak itu, mereka berlarian sambil terbakar oleh api, beberapa yang selamat langsung berlari keluar gua sambil membuang jarahan mereka.


"naga!... ada naga!" teriak seorang kesatria sambil berlari secara tergesa-gesa menuju ke arah benteng.


beberapa peleton pasukan dengan tubuh yang di penuhi oleh api terlihat berlarian keluar dari dalam gua, tapi sialnya mereka langsung di hadang oleh gerombolan mayat hidup yang ikut keluar dari sana.


"walikota ada serangan!" teriakku sambil menunjuk.


TL, 'monster yang mati itu jadi mayat apa jadi bangkai?, buat yang ngerti komen aja.'

__ADS_1


__ADS_2