
Vita mengantarkan-ku ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat banyak sekali kabel dan sebuah reaktor raksasa.
["kita sudah sampai... lalu, apa yang akan anda lakukan di tempat ini?"] ucap Vita sambil menolehkan wajahnya yang cantik.
"Vita, apakah kamu tau di mana letak kerusakannya?." ucapku sambil memeriksa isi ruangan itu.
["rusak?... "] ucap Vita.
" ya, mereka mengeluhkan tentang masalah mati lampu... apakah kamu tau penyebabnya? " ucapku.
["oh... itu!, bukannya itu salah mereka sendiri karena terlalu boros dalam penggunaan energi"]
"lalu" ucapku.
["kamu harus tau!. mereka penyebab utama dalam masalah ini, dan tidak ada yang perlu di perbaiki lagi."] ucap Vita menunjukkan sifat tegasnya.
"iya juga sih... tapi mereka terlihat bersemangat ketika merakit unit untuk mempertahankan markas, aku tidak tega menghancurkan semangat mereka" ucap sambil menghela napas.
["yah.. tapi tidak ada yang bisa aku lakukan, dan saat ini kita kekurangan material"] ucap Vita.
"material...(exspresi bersemangat). Vita!, aku memiliki uang dan koneksi dengan para elf. kalau kamu membutuhkan sesuatu, mungkin aku bisa mencarikan-nya untukmu." ucapku sambil mengeluarkan kantong berisi emas dan perak.
Vita tertarik melihat kepingan emas yang aku bawa, ia tersenyum lalu berkata ["apakah masih ada lagi"]
"ya. kami menjarah beberapa perhiasan dari pesawat musuh" ucapku.
["kerja bagus sayangku... sekarang tolong kumpulkan seluruh logam mulia yang kamu bawa dan biarkan aku bekerja."] ucap Vita.
setelah beberapa waktu..
Vita mengumpulkan beberapa unit Repair dan anggota enginer di dalam ruangan pembangkit listrik.
Vita mengolah seluruh logam mulia yang aku bawa, menjadikannya sparepart dan kabel, ia memerintahkan bawahannya untuk mematikan dan membongkar reaktor fusi itu, lalu menggantinya dengan sparepart yang baru di buat.
aku mempelajari beberapa hal baru dari reaktor fusi ini, hal yang tidak mungkin aku temukan di kehidupan nyataku karena teknologi ini begitu rumit.
beberapa waktu aku habiskan untuk mengamati dan mempelajari. aku sempat menayangkan kepada Vita 'kenapa kamu mengganti seluruh komponen dengan logam mulia?'. Vita lalu memberikan sedikit penjelasan.
Vita berkata bahwa logam mulia seperti emas dan perak memiliki daya konduksi yang sangat tinggi, sampai pada batas 95%. logam mulia juga memiliki kelebihan yaitu tidak menghasilkan panas dan api.
Vita meng-upgrade reaktor fusi itu. Ia mengganti komponen yang terbuat dari tembaga menjadi komponen dari logam mulia. tujuan Vita mengganti semua itu agar menghindari terbakarnya komponen ketika di aliri arus listrik yang sangat besar.
__ADS_1
Awalnya aku tidak percaya, tapi setelah Vita menghidupkan reaktor fusi itu dan meningkatkan inputnya sampai pada batas maksimal, aku baru tercengang.
kegiatan itu berlangsung selama sehari penuh, karena proses pembuatan dan pemasangan-nya yang sangat rumit.
hari berikutnya...
Aku terbangun karena ranjangku yang bergoncang.
Di sudut ranjang aku melihat seorang gadis berambut blonde pendek, ia memegang mangkuk buah di tangannya, memakan isinya sambil bersenandung.
"Sasha, sedang apa kamu di kamarku," ucapku sambil melihat punggung dari gadis berambut pirang itu.
"membangunkan-mu, emm... " ucap sasha sambil memasukkan sepotong anggur ke mulutnya yang kecil.
"tapi, kenapa kamu bisa masuk!.. lalu kenapa kamu memakan keranjang buahku," ucapku, karena aku ingat bahwa aku telah mengunci pintu kamar.
"itu tidak penting!, admiral,.. (menelan) maaf karena aku telah memakan sedikit buahmu, tapi apakah kamu akan terus tidur," ucap Sasha sambil memasukkan anggur kedua ke dalam mulutnya.
aku duduk di pinggir ranjang, lalu menengok keranjang buah milikku yang hanya tersisa sedikit karena Sasha hampir menelan seluruh buahku menggunakan mulutnya yang imut.
"kenapa kamu menghabiskan semuanya!" ucapku di exspresi marah.
"begitukah~, apakah kamu menganggap bahwa aku tidak akan marah," ucapku dengan ekspresi menantang.
setelah beberapa menit.
aku memasukkan seluruh buah anggur yang tersisa ke dalam mulut Sasha yang kecil.
" kamu masih lapar " ucapku sambil menyuapkan potongan apel ke mulut Sasha.
"muluku udha pemmuh" ucap Sasha dengan mulutnya yang penuh.
"lalu apakah kamu akan mengulanginya?" ucapku sambil tersenyum.
"tidak!... " ucap Sasha, ia berteriak sambil berlari kabur dari ruanganku.
"mau pergi kemana kamu, pencuri kecil" ucapku sambil menarik jas militer dari gantungan pakaian, mengenakannya dan berlari nyusul Sasha.
di luar koridor..
Sasha terus berlari karena di kejar olehku, ia berlarian sambil berteriak "ampuni aku admiral, aku sudah penuh olehmu"
__ADS_1
"aku mohon diam!.. jangan berteriak seperti itu karena perkataanmu bisa menghancurkan reputasiku" ucapku mencoba menghentikan Sasha sambil mengejarnya.
"admiral, kamu telah mempermainkan-ku dan kini perutku sudah penuh, aku tidak bisa melaksanakan keinginanmu, aku menyerah, aku tidak sanggup untuk menelan milikmu" ucap Sasha, ia sepertinya cukup cerdik dalam menghindari hukuman dengan perkataannya.
"baiklah, aku tidak akan Menghukum-mu, tapi berhentilah berkata seperti itu, karena ucapan-mu bisa membuat orang lain salah paham" ucapku sambil berlari menyusul, dengan ekspresi menahan amarah.
"anda berjanji" ucap Sasha sambil berhenti berlari.
"ya!,(menarik lengan Sasha), sekarang bantu aku" ucapku. aku mengajak Sasha agar aku bisa terus mengawasinya, sebab ku merasa bahwa Sasha akan menceritakan hal lain ke teman-temannya, yang akhirnya akan membuatku malu.
"bantu apa? " ucap Sasha sambil mengikuti aku dari samping.
"bantu aku untuk membagikan persenjataan yang tersimpan dari tubuh lamaku... para pasukan pasti sangat membutuhkannya sekarang, karena kita sebentar lagi akan berperang," ucapku.
"baiklah, tapi kita salah jalan...(menunjuk) armor lamamu ada di aula." ucap Sasha sambil menunjuk ke arah yang berlawanan.
gadis berambut blonde itu terlihat menggenggam tanganku sambil menuntunku ke sebuah ruangan Aula.
setibanya di sana aku melangkahkan kakiku di dalam atmosfer ruangan yang berbeda.
Ruangan aula kini di balut dengan seni futuristik yang di padukan dengan desain mewah khas abad pertengahan.
ruangan Aula utama dengan bentuk hexagonal ini, kini di tutupi seluruhnya dengan granit mengkilap, sampai pada langit-langitnya.
aku menatap temboknya yang di hiasi oleh hologram bergambar ukiran yang indah dan begitu memanjakan mata.
Aku menginjakkan kaki di lantai yang bening seperti air transparan, yang di bawahnya ada hologram berbentuk teknologi.
gaya ruangan ini sungguh memukau untuk orang yang pertama kali. melihatnya.
sebuah Gate dan kursi besar terlihat tidak jauh dari pandanganku.
"admiral, jangan terlalu lama melamun! " ucap Sasha.
"maaf" ucapku dengan exspresi masih terpukau.
"itu!.. tubuh lama-mu ada di sana" ucap Sasha. ia menarik-ku ke depan kursi singgasana,
singgasana besi itu di duduki oleh tubuh yang selama ini terus mendampingiku di dalam game.
aku menatap dalam, ke arah sebuah zirah yang di dalamnya tersimpan banyak kenangan.
__ADS_1
"aku kembali, sayangku" ucapku.