Rising Isekai Apocalypse

Rising Isekai Apocalypse
Chapter 57, pertempuran yang menegangkan.


__ADS_3

Siang hari pukul 12 : 35. di daratan padang pasir, Accteria.


di tengah badai pasir yang berkecamuk, sebuah pintu palka terbuka dari wahana antariksa milik Bangsa Accteria.


puluhan Unit raksasa baja dan kendaraan penghancur keluar dari Gerbang palka itu mengikuti alunan badai pasir yang menjerit kasar.


Tanpa rasa takut mereka memasuki medan pertempuran yang brutal dengan penuh percaya diri sambil mengangkat persenjataan berat mereka.



Squad pengacau beraksi terlebih dahulu, di susul oleh Squad darat yang menyerang dari arah bawah musuh, menggunakan senapan mesin kaliber mereka.


aku duduk di dalam ruang pilot yang cukup luas, di dalam sebuah pesawat tempur bernama Black Sir, saat itu aku tergabung dalam kelompok veteran yang terdiri dari beberapa wanita yang aku kenal, yaitu, Eva, Erika, dan Sasha.


wanita itu mendapatkan tugasnya masing-masing,


Eva menerima tugas dari Vita sebagai pilot karena skill mengemudinya,


sedangkan Erika mendapat tugas sebagai juru tembak karena keahliannya. dan Sasha sebagai juru operator/sistem karena kemampuannya.


["admiral, sekarang giliran anda!"] ucap Vita dari balik microphone.


"baik!... kalian semua siap! " ucapku.


"kami semua siap!" ucap seluruh anggota Squad-ku.


"ayo!, take off dan binasakan mereka!" ucapku.


waktu itu...


sebuah Squad udara yang di pimpin oleh seorang admiral terlihat melesat ke dalam badai, menerjang ke arah musuh dengan gagah berani.


("mereka belum menyadari kehadiran kita") gumamku, karena mereka(musuh), masih memfokuskan serangan ke titik unit pengacau yang sengaja disebar.


"Sasha..., pantau keberadaan musuh" ucapku.


"baik!" ucap Sasha sambil mengoperasikan puluhan layar hologram di depannya.


"Erika, hancurkan musuh yang ada di jalur kita" ucapku.


"oke!, " ucap Erika sambil membidikkan puluhan senjata taktis.

__ADS_1


"kepada seluruh Squad-ku!... kita bersihkan line dan berpesta!" ucapku dengan penuh semangat.


waktu itu, satu kompi pesawat tempur melesat di udara. Bermanuver sempurna sambil menggiring musuh ke dalam kekacauan.


Sfx: (musik bising) "Boom!! boom!!' akhh!!...apa apaan ini?... Ha! ha! ha!, 'mati kau per-setan!..' Boom!! Boom!! Boom!!, akkkhh!...' ha! ha! ha! ha! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! 'hancurlah!...' Boom!! Boom!!(senandung kebangsaan) Boom!! Boom!! Boom!! 'kami terbakar!...' Boom!! Boom!! Boom!! Ha! ha! ha! ha! 'ini menyenangkan!..."


Suara ledakan dan tawa para gadis seakan bercampur dalam ricuhnya suara pertempuran.


jeritan musuh, ledakan, gelak tawa, musik keras, dan senandung, menggambarkan medan kekacauan ini.


puluhan pesawat tempur yang tergabung dalam Squad udara, terlihat melepaskan puluhan Rudal ke arah balon udara musuh yang menghalangi jalur, lalu bermanuver sempurna dan saling membalas tembakan.


musuh mulai berjatuhan seakan tidak berdaya, mereka melompat dari balon udara mereka yang terbakar, meledak, dan karam.


Sfx: Ra!ta!ta!ta!ta!ta!ta!ta! boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!! Boom!!.


Suara letusan peluru dan ledakan bergema di udara, badai bergemuruh dan di balut percikan api ledakan. menerbangkan partikel baja dan peluru di udara seakan menggambarkan hujan peluru yang mematikan.


puluhan atau bahkan ratusan Draft terpaksa melompat dari balon udara yang mereka tumpangi, karena mereka takut ikut terpanggang di dalam api yang membakar pesawat mereka.


mereka melompat sambil mengandalkan parasut dan tekad(bagi yang tidak kebagian parasut), meski akhirnya harus tertembak atau tertabrak puing yang berterbangan.


Saat itu tatapan-ku tertuju pada Squad udara yang mendominasi medan pertempuran.


... beberapa waktu kemudian.


Unit Black sir memimpin jalannya pertempuran, Dengan iringan parade yang menggiring musuh ke arah kematian.


Musik dengan irama kacau di mainkan oleh Squad Vita untuk menurunkan moral prajurit musuh, meneror mereka di dalam badai dengan sosok menyeramkan yang tidak mereka duga.


Unit logam raksasa (squad Vita) terlihat mendominasi Sambil menyebar dan mengacau di dalam kepungan musuh.


["Admiral!, cover kami dari belakang! "] ucap Vita, ia terdengar dari microphone.


" Oke, sekarang menjauhlah!... kami akan mem-bombardir mereka" Ucapku.


Mendengar perintah, Vita langsung menaikan ketinggian terhadap para unitnya yang berjarak paling dekat dengan Squad udara. Ini bertujuan agar unitnya tidak terkena dampak dari ledakan rudal kawan.


"Sasha!, tandai line... Kepada seluruh anggotaku!, siapkan rudal kalian dan hancurkan garis musuh." Ucapku.


" Serahkan pada kami!" Ucap seluruh anggota Squad udara, mereka mengaktifkan Mode serangan dan siap untuk menembak.

__ADS_1


Tanpa basa-basi, aku langsung berteriak "Fire!!!" dan di susul ratusan roket yang di luncurkan ke arah musuh oleh squadku.


Sfx "Boom! Boom! Boom! Boom! Boom! Boom! Boom! Boom! Boom! Boom!" Rentetan ledakan bergema di dalam badai, menyala merah dan membakar barisan musuh dalam satu hantaman.


Ratusan balon udara musuh meledak di dalam gemuruh badai, di sapu angin dan berjatuhan,


" Kepada seluruh anggota Squad udara!, Siapkan serangan susulan". Ucapku.


serangan kedua di siapkan untuk menghancurkan titik Vital musuh.


----Di sisi lain, di pihak musuh.


Seorang Raja bernama Odes. Kini terbangun dari tidur siangnya, karena ada sebuah laporan dari petinggi yang datang ke kamarnya.


"rajaku!, bangunlah!... ini gawat!!! " teriak seorang Draft yang memegang jabatan penasehat, ia berteriak dari balik pintu dengan nada suara keras.


"berisik!... kamu tidak tau aku sedang tidur siang!" Jawab sang Raja odes, Ia mengepalkan tinjunya dengan penuh amarah.


"saya mengerti, tapi tolong maafkan saya!... saya terpaksa membangunkan anda karena kami membutuhkan kehadiran anda!, karena sekarang armada udara kita sedang berperang dengan musuh yang tidak kita ketahui." ucap penasehat dengan nada membujuk.


Mendengar pengakuan dari penasehatnya, Raja Odes tersentak dengan ekspresi yang makin meluap.


"sialan!... jenis hewan seperti apa yang berani melawan-ku... berani-beraninya mereka menentang ras superior seperti kita" ucap sang raja sambil menarik pakaiannya dari gantungan dan berjalan keluar.


Raja tua itu berjalan menuju anjungan dan di sambut para petinggi dan pelayan.


Di dalam anjungan, beberapa draft(kurcaci) terlihat sedang sangat kerepotan karena serangan mendadak ini.


Tapi ketika mereka melihat pemimpinnya datang ke dalam ruangan, mereka dengan reflek berkata, "hormat kepada yang mulia" ucap mereka sambil berhenti sejenak untuk menyambut rajanya.


Tapi sayangnya, rasa hormat itu di balas oleh suara cacian dari sang raja yang marah.


"kalian tidak berguna!, be~debah!, dasar tikus penggali!... kalian menyebut diri kalian sebagai bangsa superior tapi kalian tidak bisa menyelesaikan urusan mudah seperti ini!... "Teriak sang raja dengan penuh emosi. ia melotot ke setiap orang yang ada di sana sambil menunjuk menggunakan jaringannya yang di penuhi cincin permata.


Raja tua terlihat bertolak pinggan dengan ekspresi angkuh. ia menatap sekeliling dengan mata bulatnya. lalu menghujat setiap orang yang ada menggunakan mulutnya yang di tumbuhi janggut panjang.


"maafkan kami rajaku, kami terpaksa membangun anda karena kami membutuhkan keputusan anda" ucap seorang petinggi militer, ia terlihat melakukan pembelaan.


"berani-beraninya kamu membantah uncapan-ku Rakos!, tidak ada pengecualian untukmu" ucap sang raja sambil melotot.


Raja Odes nampaknya belum menyadari serangan di luar karena ruangan petinggi di lapisi oleh peredam suara, di tambah saat itu sedang terjadi badai pasir yang menghalangi pandangan.

__ADS_1


"tapi rajaku!, kami mendapatkan laporan bahwa puluhan Unit di garis depan telah tumbang!, ini gawat!... pasti anda akan terkejut setelah anda tau jumlah korbannya." ucap penasehat yang ada di samping raja Odes.


__ADS_2